Hasil Pemilu AS Jadi Penentu Ekonomi Indonesia
Suksesi kepemimpinan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024 diprediksi akan berdampak signifikan pada ekonomi global, termasuk Indonesia. Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual, menilai hasil Pilpres AS dapat memengaruhi ekspor Indonesia, terutama ke sektor tekstil, furnitur, dan elektronik. Jika Donald Trump menang, kebijakan proteksionisme yang pernah diterapkan di masa kepemimpinannya kemungkinan besar akan berlanjut, berpotensi menambah tarif atau pembatasan perdagangan terhadap produk Indonesia. Sebaliknya, jika Kamala Harris terpilih, pendekatan lebih terbuka terhadap kerja sama internasional, termasuk perubahan iklim, dapat memberikan peluang baru untuk produk berkelanjutan dari Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menekankan pentingnya Indonesia menavigasi hubungan bilateral dengan AS secara strategis, siapa pun presidennya. Menurut Shinta, baik Trump maupun Harris memiliki agenda ekonomi yang berpotensi restriktif bagi perdagangan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus proaktif mengelola surplus perdagangan agar tidak menjadi alasan kebijakan pembatasan dari AS.
Secara keseluruhan, David juga mengingatkan bahwa perubahan kepemimpinan AS dapat meningkatkan risiko fiskal global karena potensi kenaikan utang AS, yang pada gilirannya akan memengaruhi yield obligasi pemerintah Indonesia. Dengan demikian, Indonesia perlu bersiap menghadapi dampak ekonomi global dari hasil Pilpres AS.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023