Transparasi dan pasar terbuka untuk menarik investasi Perusahaan AS
Perang tarif AS dan China lima tahun terakhir membuat perusahaan-perusahaan AS menoleh ke Asia Tenggara dan memperbesar investasi mereka di kawasan itu. Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo diharapkan melanjutkan kebijakan terkait investasi asing, transparansi, dan pasar terbuka jika ingin ikut menikmati investasi perusahaan-perusahaan AS. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Asia Tenggara Kadin AS John Goyer di Washington DC, AS, Senin (4/11). Ia memberikan keterangan bersama Senior Vice President Asia Kadin AS Charles W Freeman III kepada 11 wartawan Asia Tenggara, termasuk Kompas, dalam Program Tur AS-ASEAN atas undangan Misi AS untuk ASEAN.
”Terus terang, kami masih menghadapi tantangan-tantangan di Indonesia dalam hal transparansi regulasi dan proses pembuatan aturan. Kami ingin ada pelibatan yang lebih mendalam dan lebih sistematis dengan sektor swasta dalam proses pembuatan aturan itu,” ujar Goyer. Pada 26 November mendatang akan digelar ajang tahunan Pertemuan Puncak Investasi AS-Indonesia di Jakarta sebagai bagian dari upaya membahas tantangan-tantangan tersebut. ”Kami telah mengundang Presiden Prabowo dan para menteri kabinetnya serta Sekjen OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) Mathias Cormann,” lanjut Goyer. Saat ini lebih dari 6.200 perusahaan AS beroperasi di Asia Tenggara. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023