Terobosan bagi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 mencatat 4,94% secara year on year (yoy), lebih rendah dari kuartal II-2024 yang sebesar 5,05%. Ini mengualng tren periode sama tahun lalu, sekaligus kian mengonfirmasi ketergantungan tinggi perekonomian nasional terhadap faktor musiman seperti Ramadan dan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta libur sekolah selalu yang menjadi momentum lonjakan konsumsi rumah tangga. Bahkan, tren pertumbuhan ekonomi melambat itu terjadi sepanjang tahun ini. Masih mampu tumbuh 5,11% (yoy) di kuartal I-2024, ekonomi tumbuh melemah menjadi 05,5% (yoy) di kuartal II-2024 dan berlanjut di kuartal 8% seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto, yang ada justru resiko bahwa pertumbuhan 5% sulit dipertahankan tanpa adanya dukungan faktor musiman. "Fenomena ini mengindikasikan tren yang cukup mengkhawatirkan," ujar ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis UI. Selama kuartal I-2024, kata dia, ekonom Indonesia tertolong oleh pemilu dan Ramadan, terbantukan Idul Fitri dan libur sekolah. Faktor musiman nyaris tidak ada selama kuartal III-2024. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan sejumlah terobosan dari pemerintah baru agar pertumbuhan ekonomi tak semata mengandalkan faktor musiman. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023