Investor industri tekstil asing masih tertarik berinvestasi dan membuka pabrik di Indonesia
Di tengah keterpurukan industri tekstil dalam negeri, investor industri tekstil asing masih tertarik berinvestasi dan membuka pabrik di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, di tengah kemunduran industri tekstil dalam negeri, sektor ini masih menarik di mata investor asing. Ia tidak heran dengan pernyataan pemerintah, akan ada 15 perusahaan tekstil asing yang akan membangun pabrik di Indonesia. ”Ketertarikan pengusaha tekstil asing untuk berinvestasi dan membuka pabrik di Indonesia sudah terjadi sejak awal 2024. Ini sebelum terjadi banjir impor yang membuat tekstil dalam negeri terpuruk mulai pertengahan tahun ini. Jadi, tidak mengherankan,” tutur Redma, Senin (4/11).
Redma menjelaskan, salah satu pihak yang tertarik berinvestasi di Indonesia adalah para pengusaha Taiwan yang tergabung dalam Taiwan Textile Federation (TTF). Mereka pernah datang ke kantor APSyFI untuk berbicara soal iklim usaha sektor tekstil produk tekstil (TPT) di Indonesia. Para investor tekstil dari TTF itu berencana membangun pabrik di industri antara tekstil dan hilir tekstil. Industri antara memproduksi kain dan industri hilir memproduksi pakaian jadi atau garmen. Kehadiran mereka menjadi angina segar di tengah keterpurukan tekstil. Mereka bisa mendongkrak investasi sektor ini dan membuka lapangan kerja yang baru bagi masyarakat. ”Ini kabar yang bagus untuk Indonesia,” ujarnya. Ketertarikan investor Taiwan ke Indonesia lebih didorong kondisi geopolitik dan perdagangan internasional, bukan karena iklim usaha sektor tekstil Indonesia yang kondusif. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023