Ekonomi
( 40814 )PT Sritex Liburkan Sebagian Pegawai akibat Kekurangan Bahan Baku
Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbkatau Sritex mengakui, putusan pailit menyebabkan salah satu sektor usaha perusahaan itu kekurangan bahan baku. Imbasnya, sebagian pegawai diliburkan sementara. Manajemen berupaya melakukan kasasi demi mencabut status pailit yang dikenakan pada perusahaan tersebut. Putusan pailit Sritex dikeluarkan PN Kelas 1A Semarang pada 21 Oktober 2024. Putusan itu berawal dari gugatan pembatalan perjanjian perdamaian yang diajukan PT Indo Bharat Rayon, selaku kreditor dari empat perusahaan grup Sritex. Empat perusahaan tersebut adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.
Keempat perusahaan itu digugat karena dinilai lalai memenuhi kewajiban pembayaran utang. Konsekuensi dari putusan pailit itu ialah hilangnya hak pengelolaan dari perusahaan untuk menguasai dan mengurus hartanya. Setelah itu, kewenangan pengelolaan jatuh ke tangan kurator yang ditunjuk oleh pengadilan. ”Sekarang ini masa transisi kepailitan dari pemilik sebelumnya (Sritex) ke kurator. Dalam masa transisi ini, tentu banyak guncangan juga. Ada fasilitas-fasilitas yang dibekukan, yang tidak memungkinkan kami bekerja secara normal,” kata Dirut Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto. Iwan yang akrab disapa Wawan menyampaikan hal itu dalam sambutan saat menerima kunjungan dari Komisi VII DPR, Kamis (7/11) di kantor Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Jateng.
Menurut Wawan, manajemen kurator terlalu mengulur-ulur waktu dalam menjalankan tugasnya sehingga tidak bisa memberikan kepastian bagi jalannya usaha. Pekerjaan kurator, kata dia, seolah terlalu berpusat pada urusan likuidasi. Padahal, ia menganggap, perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Dalam dua tahun terakhir, Net profit margin Sritex membaik dari -127 % pada 2021 menjadi -19 % pada 2024. Kondisi serupa juga terjadi pada EBITDA Margin yang membaik dari -118 % pada 2021 menjadi -4,5 %. Wawan juga menyatakan, Sritex tidak pernah terlambat membayar gaji karyawan ataupun tagihan listrik perusahaan. (Yoga)
Efek Kemenangan Donald Trump untuk Indonesia
Ketika Partai Politik Campur Tangan Pemilihan Kepala Desa
Tata Kota dan Perubahan iklim Menjadi Tema Pamungkas Debat Ketiga Pemilihan Gubernur Jakarta 2024, yang Akan Digelar pada Ahad
Pasar Finansial Indonesia Tertekan
Kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) menjadi mimpi buruk pasar finansial Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) roboh, imbal hasil (yield) surat utang negara beri benchmark naik, dan rupiah terkapar. Tekanan ke pasar finanasial diprediksi masih kuat dalam jangka pendek. Jika capital outflow terus berlanjut, IHSG diorpyeksikan bisa menyentuh levell 7.000, sedangkan rupiah bisa bertengger di level Rp16 ribu per dolar AS. Meski begitu, analisis dan pelaku pasar menilai, masih ada peluang di pasar finansial domestik.
Sebab, berkaca pada pengalaman 2016-2020 saat Trump menjadi Presiden AS, IHSG terbukti masih bisa tumbuh. Artinya, indeks berpeluang bangkit begitu sentimen negatif mereda. Itu sebabnya, investor diminta lebih agresif melihat peluang dipasar dengan memborong saham-saham unggulan yang kini sedang murah (buy on weakness/BoW). Pada titik ini, saham bank besar berfundamental solid yang selama ini menjadi pengerak IHSG patut dicermati, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Investor juga bisa melirik salah defensif seperti TKLM dan konsumer. (Yetede)
China Ingin Memperbaiki Hubungan dengan AS
Pemerintah China akan mengedepankan pentingnya kerja sama perdagangan yang lebih besar dengan Amerika Serikat (AS), di tengah ancaman kenaikan tarif impor setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS. "Pihak China bersedia, atas dasar saling menghormati, hidup berdampingan secara damai dan kerja sama yang saling menguntungkan, untuk meningkatkan komunikasi dengan AS, memeprluas kerja sama dan menyelesaikan perbedaan," ujar Juru Bicara Kementerian Perdagangan China He Yongqian. Dalam kesempatan itu, He juga menanggapi pertanyaan tentang pandangan dan rencana tindakan balasan dari China, mengingat potensi kenaikan tarif AS dan pembatasan teknologi canggih.
"Bersama-sama (kita dapat) mendorong hubungan ekonomi dan perdaganagn China-AS ke arah yang stabil sehat, dan berkelanjutan, demi kepentingan kedua negara dan dunia," tambah dia. Komentar itu senada dengan yang disampaikan Presiden Xi Jinping saat menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Trump. Pada pesan tersebut, ia menyisipkan catatan penting manfaat kerja sama bilateral. "Sejarah mencatat bahwa kedua negara akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan menuai kerugian dari konfronstasi. Hubungan China-AS dengan pembangunan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan akan melayani kepentingan bersama kedua negara serta memenuhi harapan masyarakat internasional" kata Xi. (Yetede)
China Ingin Selesaikan Perbedaan dengan AS
Ekspor China melonjak tajam hingga mencapai laju tercepat dalam dua tahun lebih pada Oktober 2024. Pabrik-pabrik di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut memacu pengiriman untuk mengantisipasi tarif lebih besar dari Amerika Serikat, dan juga Uni Eropa. Hal ini menggaris bawahi ancaman meletusnya kembali perang dagang antara China dan AS. Negara ekonomi terbesar dunia. Kemenangan besar Donald Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) AS 5 November 2024 langsung mencuatkan janji kampanyenya untuk mengenakan tarif pada impor lebih dari 60% atas produk-produk China.
Ancaman ini kemungkinan akan memacu perpindahan stok ke gudang-gudang di pasar ekspor nomor satu di China. Ancaman tatif Trump menguncang pemilik pabrik maupun para pejabat Pemerintahan China. Karena jika ancaman tersebut berlaku, barang ekspor yang mencapai sekitar US$ 500 miliar setiap tahunnya akan berdampak. Pada saat yang sama, ketegangan perdagangan UE, yang tahun lalu mengambil barang-barang dari China senilai US$ 466 miliar, juga telah meningkat. Sehingga momentum ekspor telah menjadi satu titik cerah bagi negara Tirai Bambu. Di saat ekonominyua berusaha bangkit dari rendahnya kepercayaan konsumen maupun sektor bisnis, yang terpuruk oleh krisis properti berkepanjangan. (Yetede)
Lima Bank Besar Memelihara Profitabilitasnya
Agresif, Petrindo Agresif Mencaplok Tambang Batu Bara
Trump Menang, Waspada Capital Outflow
Donald Trump dipastikan keluar sebagai pemenang melawan rivalnya Kemala Harris dalam pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS). Kemenangan Trump ini akan berdampak langsung terhadap perekonomian global juga Indonesia. Penguatan mata uang dolar Amerika harus diantisipasi karena akan berimbas pada terjadinya capital outflow. Trump berhasil meraih hati para pemilih AS dengan janji-janji berani akan populisme ekonomi yang akan menomorsatukan Amerika. Dan budaya konservatifnya untuk membuat hati rakyat Amerika lebih baik. Namun kepemimpinannya yang akan datang bakal segera diuji, mengingat usulan Trump atas kebijakan deportasi massal para imigran ilegal dan usulan tarif tinggi atas barang impor.
Trump juga mempunyai hubungan buruk dengan China yang berdampak pada ketidaktentuan perekonomian global. Perekonomian China yang berdampak pada ketidaktentuan perekonomian global. Perekonomian China akan semakin tertekan dan menyebabkan ekonomi negara lain juga melambat. Termasuk ekonomi Indonesia. kebijakan Trump berupa American First, menghambat arus masuk produk ke pasar domestik US. Barang tekstil Indonesia bisa semakin tertekan. Di sisi lain, ternyata kepemimpinan Demokrat pun juga tidak mampu menggenjot daya beli. Daya beli masyarakat US tertekan karena global inflation plus kondisi perang. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









