Ekonomi
( 40554 )Tanda-Tanda Awal Pemulihan Ekonomi
Setelah mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan sebesar 0,08% pada Oktober 2024. Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan bahwa inflasi ini menandai berakhirnya tren deflasi, dengan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 105,93 pada September menjadi 106,01 pada Oktober. Penyumbang utama inflasi adalah kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mencatat inflasi 0,94% secara bulanan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kenaikan IHK mencerminkan perbaikan daya beli masyarakat, meski angkanya masih kecil. Ia berharap tren ini dapat mendorong pemulihan aktivitas produksi di berbagai sektor. Namun, Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menyatakan bahwa terlalu dini untuk menganggap inflasi ini sebagai pemulihan daya beli yang solid. Ia menekankan bahwa kenaikan harga masih terkonsentrasi pada kebutuhan pokok yang sifatnya inelastis, sementara ketidakpastian ekonomi terlihat dari inflasi pada harga emas.
Peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menambahkan bahwa inflasi inti, yang mencerminkan permintaan barang dan jasa, juga mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan permintaan pada beberapa komponen barang dan jasa. Meski demikian, ia mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap risiko penurunan daya beli dengan memperkuat investasi dan konsumsi, khususnya di kelas menengah.
Kemajuan Teknologi Rudal Korea Utara Kian Mengkhawatirkan
Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mencatatkan rekor penerbangan baru. Peluncuran ini menunjukkan kemampuan rudal yang semakin berkembang, memungkinkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, untuk memuat hulu ledak yang lebih berat dan meningkatkan potensinya dalam melancarkan serangan nuklir ke daratan Amerika Serikat. Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA, memperlihatkan rudal tersebut menggunakan peluncur bergerak dengan 11 poros, yang lebih besar dibandingkan dengan peluncuran sebelumnya yang melibatkan truk sembilan gandar. Hal ini menandakan kemajuan signifikan dalam program rudal Korea Utara.
Menguatkan Kepercayaan Investor di Tengah Tantangan Ekonomi
Pemerintahan Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memulai langkah-langkah signifikan dalam menghadapi tantangan ekonomi, dengan fokus pada sektor riil dan pasar keuangan. Meskipun baru dua pekan menjabat, Presiden Prabowo sudah melakukan konsolidasi pemerintahan dengan rapat-rapat terbatas guna merumuskan langkah-langkah strategis. Salah satu perhatian utama adalah penyelamatan perusahaan tekstil besar, PT Sritex, yang menghadapi masalah gagal bayar utang, yang menunjukkan upaya nyata pemerintah untuk mendukung industri yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Di pasar keuangan, arus investasi asing menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia, dengan pembelian Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai rekor tertinggi sejak 2017. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, yang juga didorong oleh laporan keuangan positif dari sejumlah emiten besar, seperti bank-bank negara. Meski demikian, pelaku pasar tetap mengharapkan terobosan dan inovasi dari kabinet baru untuk memperkuat iklim investasi, mengingat tantangan terkait koordinasi dan birokrasi antar kementerian yang masih perlu diselesaikan.
Dengan mempertahankan figur-figur kunci seperti Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, pemerintahan Prabowo diharapkan dapat menjaga kepercayaan pasar dan terus menarik lebih banyak investasi. Keberhasilan kabinet dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi akan menjadi faktor penting dalam memastikan prospek ekonomi Indonesia yang positif di masa depan.
Manufaktur Tetap Melaju: Indeks Kepercayaan di Zona Positif
Industri pengolahan di Indonesia mengalami perkembangan positif, tercermin dari kenaikan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang mencapai 52,75 pada Oktober 2024, menunjukkan ekspansi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 52,48. Kenaikan ini didorong oleh 22 subsektor industri yang berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas, meskipun hanya satu subsektor, yakni industri kayu, barang dari kayu dan gabus, yang mengalami kontraksi.
Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, menyatakan bahwa subsektor industri minuman dan barang galian nonlogam mencatatkan nilai IKI tertinggi pada Oktober 2024. Kinerja manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi juga didorong oleh kenaikan variabel produksi dan persediaan produk, meskipun ada sedikit pelambatan dalam pesanan baru, terutama akibat lesunya pasar global.
Namun, optimisme pebisnis terhadap prospek bisnis enam bulan ke depan meningkat signifikan, mencapai 73,3%, mencerminkan kembali pulihnya keyakinan para pelaku usaha setelah sempat menurun sejak Juli 2024. Kenaikan ini juga dipicu oleh pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta pembentukan Kabinet Merah Putih, yang dianggap memberikan angin segar bagi dunia usaha dan perekonomian Indonesia ke depan.
Daya Tarik Surat Utang RI di Mata Global
Indonesia kini menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor global, khususnya dari Amerika Serikat, berkat stabilitas politik dan inflasi yang terkendali. Philip McNicholas, Asia Sovereign Strategist Robeco Group Singapura, menekankan bahwa obligasi Indonesia menawarkan imbal hasil yang stabil dan menguntungkan di tengah ketidakpastian pasar global. Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mempertahankan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan juga memberikan sinyal kesinambungan kebijakan ekonomi yang lebih aman bagi investor. Meskipun ada tantangan dari penguatan dolar AS dan dinamika pasar global yang berpotensi mempengaruhi yield SUN (Surat Utang Negara), investor tetap melihat potensi keuntungan di Indonesia, terutama dengan yield premium yang lebih tinggi dibandingkan obligasi AS. Namun, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan arah investasi global.
Melambatnya pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan Bermotor
Pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor oleh industri multifinance pada triwulan III-2024 terindikasi melambat akibat tertekannya daya beli masyarakat, terutama kelas menengah. Industri pembiayaan optimis kredit kendaraan bermotor kembali menguat tahun depan seiring arah kebijakan pemerintahan baru dan tren pemangkasan suku bunga acuan. Dirut PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) Dewa Made Susila menyampaikan, perusahaan mencatatkan penurunan pembiayaan baru sebesar 9 % secara tahunan menjadi Rp 27,8 triliun sepanjang Januari-September 2024. Hal ini utamanya disebabkan penurunan segmen otomotif seiring dengan kondisi industri otomotif yang sedang lesu.
”Kami juga tidak bisa mendorong penjualan (pembiayaan baru) karena dari sisi kualitas, kelas menengah bawah sebagai segmen utama kami kondisinya menantang. Ada potensi macet sehingga kami lebih selektif,” katanya dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Adira Finance Triwulan III-2024, di Jakarta, Kamis (31/10). Lesunya pasar otomotif dalam negeri, menurut Made, berdampak terhadap kinerja perusahaan karena porsi pembiayaan otomotif mencapai 80 % dari total pembiayaan. Hingga September 2024, kinerja industri otomotif di Indonesia masih lesu ditandai dengan turunnya penjualan ritel mobil baru sebesar 11,9 % secara tahunan menjadi 657.000 unit, sedangkan penjualan sepeda motor baru meningkat 5 % secara tahunan menjadi 4,7 juta unit. (Yoga)
Pemanfaatan Bonggol Jagung sampai ekspor
Stefanus Indri Sujatmiko (51) menghaluskan kerajinan dari bonggol jagung yang dibuat di UMKM Giowari Putra Craft miliknya di Kecamatan Minggir, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (31/10/2024). Bonggol sisa panen jagung yang biasanya hanya menjadi limbah dimanfaatkan oleh UMKM itu menjadi bahan baku kerajinan dengan nilai jual tinggi sekaligus berorientasi ekspor ke manca negara dan juga diminati oleh turis asing yang datang ke galeri kerajinan miliknya. (Yoga)
Mengintegrasikan Tata Kelola Pariwisata dengan ”Project Management Office”
Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, dan Kemenhub akan membentuk project management office (PMO) untuk menyisir dan menemukan solusi dari berbagai persoalan yang menyumbat pengembangan sektor pariwisata. Salah satu sasaran kerja departemen khusus itu adalah segera menurunkan harga tiket pesawat. Menteri BUMN Erick Thohir, usai bertemu Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (31/10) mengatakan, sasaran pembentukan PMO agar kebijakan dari kementerian-kementerian terkait dapat saling bersinergi untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi nasional. ”Kami akan membentuk tim bersama untuk memberikan solusi. Adanya PMO bakal menyelaraskan semua kebijakan untuk menjadi sebuah keputusanyang bisa memberikansolusi bagi sektor pariwisata), termasuk mengenai harga tiket pesawat,” kata Erick.
Dalam dunia bisnis, PMO merupakan sebutan untuk tim atau departemen khusus yang bertugas mendukung manajer proyek dalam merencanakan, memantau, dan melaporkan kemajuan proyek. PMO juga bertanggung jawab memastikan proyek berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai anggaran. Erick mengatakan bahwa tim yang akan dibentuk bertujuan memberikan solusi komprehensif terkait isu tiket pesawat dengan pendekatan kolaboratif antar kementerian. Dia menekankan pentingnya keselarasan kebijakan agar keputusan yang diambil dapat efektif dan memberikan solusi nyata bagi sektor pariwisata, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo kepada jajaran kabinetnya saat retret di Akmil, Magelang, Jateng. (Yoga)
Cakupan Hilirisasi Harus Segera Diperluas
Cakupan hilirisasi harus segera diperluas, tidak hanya berfokus di komoditas pertambangan, melainkan juga ke komoditas sektor lain, terutama yang terbarukan seperti pertanian, perkebunan, dan kelautan. Selain bisa menopang realisasi target pertumbuhan ekonomi 8%, perluasan hilirisasi tersebut juga bakal mengurangi ketergantungan Indonesia yang tinggi terhadap impor produk atau barang antara (semi-processed goods industry) yang saat ini mencapai sekitar 70% dari total impor.
Dari total realisasi investasi hilirisasi periode Januari-September 2024 yang mencapai Rp272,91 triliun, sebanyak Rp170,78 triliun atau 63% adalah hilirisasi sektor mineral yang meliputi smelter, nikel, tembaga, bauksit, dan timah. Selanjutnya, kehutanan (pulp & paper) Rp33,72 triliun (13%), pertanian (CPO/oleochemical) Rp44,09 triliun (16%), minyak dan gas (petrochemical) Rp17,46 triliun (6%), serta ekosistem kendaraan listrik (baterai kendaraan listrik) Rp 6,86 triliun (2%). Kontribusi realisasi investasi hilirisasi sektor mineral Januari-September 2024 itu bahkan lebih tinggi dibandingkan total nilai investasi sekitar lima tahun kebelakang. (Yetede)
Manufaktur China Kembali Ekspansif Setelah Pasar Domestiknya Lesu
Manufaktur China dilaporkan kembali ekspansif ada Oktober 2024, pertama sejak April. Kabar baik ini jarang terjadi bagi Negeri Tirai Bambu yang sedang berjuang untuk meningkatkan aktivitas manufaktur. Mengutip laporan National Bureau of Statistics (NBS) atau Biro Statistik Nasional, indeks manajer pembelian atau purchasing manager's index (PMI) China menguat dari 49,8 poin pada Oktober 2024. PMI yang melampaui ambang batas 50 poin merupakan indikasi ekspansi aktivitas manufaktur, sedangkan angka dibawah 50 menunjukkan kontraksi.
Sebagai informasi, China tengah berjuang melawan lesunya konsumsi domestik, krisis properti berkelanjutan dan hutang pemerintah yang menumpuk. Semua itu berpotensi mengancam target pertumbuhan resmi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut tahun ini. Indikator ekonomi itu dilaporkan sempat mengalami penurunan selama enam bulan, di mana PMI positif terakhir tercatat pada April, ketika berada di level 50,4 poin. Data Oktober itu pun sekaligus melampaui proyeksi 49,9 poin dari para analis yang disurvei oleh Blooberg. Saat merilis data pada Kamis, NBS mengatakan bahwa iklim bisnis industri manufaktur telah pulih. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









