;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Keroyokan Menggarap Swasembada Pangan

29 Oct 2024

Kementan optimistis swasembada pangan, terutama beras, dapat tercapai 4-5 tahun ke depan. Program andalan pemerintahan Prabowo tersebut bakal digarap keroyokan sejumlah kementerian dan lembaga. Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, Presiden telah menugaskan Kementan dan sejumlah kementerian/lembaga terkait untuk mewujudkan swasembada pangan. Kementerian PU akan menyiapkan dan membenahi irigasi dan BUMN akan menyiapkan benih dan pupuk. ”Saya sudah bertemu Menteri PU . Dia akan menyiapkan irigasinya dalam kurun dua tahun. Saya yakin swasembada pangan bakal terwujud dalam kurun empat tahun,” ujarnya di kantor Kementan, Jakarta, Senin (28/10) pagi.

Pekan lalu, Amran bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan sejumlah jajaran direksi BUMN kluster pangan. Dalam kesempatan itu, BUMN berkomitmen untuk menyediakan benih unggul melalui PT Sang Hyang Seri. BUMN melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) juga akan menjaga stok dan kelancaran distribusi pupuk, termasuk pupuk subsidi. Amran menjelaskan, swasembada pangan itu akan dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi bakal ditempuh dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan tanaman pangan yang sudah melalui pompanisasi. Beberapa daerah yang disasar adalah lahan-lahan di sekitar Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, Cimanuk, dan Brantas.

Selain itu, Kementan juga akan mengoptimalisasi lahan rawa seluas 360.000 hektar. Ekstensifikasi lahan akan dilakukan dengan mencetak sawah baru seluas 3 juta hektar di beberapa daerah di luar Jawa. Di Merauke, Kementan menargetkan mencetak 1 juta hektar (ha) sawah. Target di Kalteng seluas 500.000 ha dan di Kalsel seluas 300.000 ha. Target di Sumsel, Kalrim, Kalbar, Sumut dan Aceh seluas 200.000 ha. ”Para petani penggarapnya akan mendapat pasokan benih dan pupuk dari pemerintah. Mereka yang mengelola lahan non irigasi akan mendapat bantuan pompa,” katanya. (Yoga)


Anjani Sekar Arum, dari Kota Batu Meramu Batik Banteng Agung

29 Oct 2024

Anjani Sekar Arum (33) meramu kecantikan dan kekuatan menjadi lembaran-lembaran batik banteng agung. Perpaduan tradisi lokal dan modern dunia adibusana akhirnya menjelma menjadi karya ikonik di Kota Batu, Jatim. Darah seni mengalir deras di tubuh Anjani. Ayahnya, Agus Riyanto, adalah pelukis yang pada 2008 berusaha menghidupkan kembali kesenian bantengan dengan mengumpulkan 1.600 pelaku seni bantengan se-Kota Batu, Jatim. Anjani juga mencintai seni lukis. Sejumlah karya lahir dari tangannya. Pada 2010, ia mulai membatik dan menggeluti seni membatik sebagai panggilan hati. Ia memilih batik banteng agung lantaran terinspirasi gerakan ayahnya melestarikan seni bantengan. Ia ciptakan motif-motif batik bantengan di atas kain.

Pada 2014, ia bisa memamerkan 54 lembar kain batik bantengan dalam pameran tunggal di Galeri Raos Kota Batu. Setelah sukses pada pameran pertamanya, Anjani diajak istri Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, menggelar pameran batik bantengan di Praha, Republik Ceko. Namun, dua pekan sebelum hari-H, Anjani hanya sanggup membuat 10 lembar kain batik, karena ia kesulitan mencari pembatik yang tekun dan bagus.Kondisi itu mempertebal tekad Anjani melestarikan batik banteng agung. Ia makin getol mengenalkan batik banteng agung di Kota Batu, khususnya kepada anak-anak. Hingga 2017 ada 58 anak yang belajar membatik di sanggarnya, 28 orang di antara mereka menjadi pembatik aktif. Setiap bulan, sanggar itu menghasilkan 45 lembar kain batik yang selembarnya dijual Rp 300.000-Rp 750.000.

Anjani hanya mengambil 10 % hasil penjualan untuk dipakai membeli kain dan perlengkapan lain. Selebihnya diberikan kepada anak-anak yang membatik. Jadi, selain melestarikan batik banteng agung, Anjani juga memberi keuntungan ekonomi kepada para pembatik muda. Hal itu membuat Anjani menerima penghargaan SATU Indonesia Awards tingkat nasional, kategori Kewirausahaan pada 2017, yang merupakan penghargaan dari PT Astra International Tbk kepada anak-anak muda yang berkontribusi memajukan dan menginspirasi bangsa. Sejak itu, Anjani dilibatkan dalam berbagai kegiatan Astra, baik di Kota Batu maupun di kota-kota lain, seperti Yogyakarta. Pada 2019 ia pindah ke Desa Binangun, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pelan-pelan ia coba mengajarkan para petani membatik agar mereka punya sumber penghasilan lain, punya karya, tanpa bergantung pada orang lain.

Wisata edukasi membatik menjadi pilar ekonomi Anjani. Istri Rizky Handi Alfarizy yang menghidupi 49 pekerjanya itu menggandeng agen tur dan perjalanan untuk bekerja sama, sehingga, wisata edukasi di Galeri Batik Anjani sudah terjadwal setiap bulan. Penikmat wisata ini adalah para siswa, mahasiswa, atau komunitas. Mereka bisa datang berombongan hingga 200 orang dalam sekali kunjungan. Anjani dan tim menjual baju batik siap pakai secara live setiap hari. Ia juga membebaskan anak-anak muda yang diajaknya bekerja sama untuk berinovasi terkait batik. Baik dalam produksi maupun penjualan, Anjani ingin menepis kesan bahwa batik itu lekat dengan orang, kaku, dan harus selalu pakai pakem tertentu. Terus berinovasi dan bergerak bersama adalah kunci batik banteng agung Kota Batu. (Yoga)


Potensi Emiten Properti Makin Menguat

29 Oct 2024

Emiten di sektor properti di Indonesia, seperti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), sedang mengalami kinerja yang sangat positif. Indeks Properti & Real Estate (IDXPROP) naik signifikan, mencatatkan pertumbuhan 16,16% year-to-date hingga akhir Oktober 2024. PANI, misalnya, telah berhasil masuk dalam daftar 10 besar kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia, sementara CTRA dan BSDE mencatatkan kenaikan prapenjualan yang mengesankan, masing-masing mencapai Rp8,7 triliun dan Rp6,84 triliun.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, menyatakan optimisme terhadap pencapaian target prapenjualan berkat peluncuran produk baru dan insentif pemerintah. Sugianto Kusuma, Presiden Direktur PANI, juga menaikkan target prapenjualan sejalan dengan pertumbuhan permintaan properti. Para analis seperti Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas dan Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset menyoroti prospek positif sektor ini, didorong oleh insentif pemerintah dan potensi penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Meskipun tantangan seperti ketidakpastian ekonomi global tetap ada, sentimen positif ini memberikan harapan bagi pertumbuhan sektor properti di Indonesia hingga akhir tahun.


Sinyal Positif untuk Kebangkitan Properti

29 Oct 2024

Langkah-Langkah stimulus yang akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk sektor properti, termasuk penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dengan total insentif mencapai 16% selama 1 hingga 3 tahun ke depan, pemerintah berharap dapat mengurangi biaya transaksi dan mendorong masyarakat dari kelas menengah ke bawah hingga menengah ke atas untuk memiliki rumah.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah dalam meningkatkan akses terhadap hunian yang layak melalui Program 3 Juta Rumah. Melalui kerjasama dengan BUMN Karya dan pengembang properti, diharapkan ketersediaan hunian terjangkau meningkat, yang pada gilirannya akan berkontribusi positif pada kinerja keuangan emiten properti. Kenaikan permintaan hunian diprediksi akan memperbaiki margin keuntungan perusahaan dan mendukung sektor konstruksi serta material bangunan.

Stimulus ini juga diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi sektor perbankan, dengan meningkatnya daya beli masyarakat yang memungkinkan penawaran kredit pemilikan rumah (KPR) lebih menarik. Keberhasilan program ini akan membawa efek jangka panjang, tidak hanya meningkatkan kepemilikan hunian, tetapi juga menciptakan lingkungan perumahan yang lebih teratur.

Namun, evaluasi dan pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa insentif ini bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. Jika dilaksanakan dengan baik, stimulus ini dapat menjadi katalis penting bagi pertumbuhan sektor properti dan konstruksi di Indonesia, serta memperkuat perekonomian nasional.


Industri Tekstil: Misi Penyelamatan Sritex

29 Oct 2024

Langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan PT Sritex yang mengalami kebangkrutan. Presiden telah memerintahkan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan, untuk mengkaji opsi bailout, termasuk kemungkinan pemberian dana talangan dan insentif untuk mendukung perusahaan dan industri tekstil secara keseluruhan. Tujuan utama dari intervensi ini adalah untuk melindungi karyawan Sritex dari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pemerintah, melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, fokus pada penjaminan tenaga kerja dan mendorong ekspor tekstil. Utilitas produksi Sritex kini meningkat, sehingga diharapkan langkah-langkah penyelamatan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan, yang dapat mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan.

Sritex juga berencana membentuk tim untuk merancang strategi penyelamatan perusahaan, dengan menekankan kebutuhan insentif untuk industri tekstil yang saat ini terpuruk akibat regulasi yang merelaksasi impor. Hal ini berdampak signifikan pada operasional industri tekstil nasional. Meskipun ada tekanan untuk merevisi kebijakan impor, koordinasi antarkementerian diharapkan dapat memperbaiki situasi.

Secara keseluruhan, upaya bailout ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas sektor industri dan perlindungan lapangan kerja, serta pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Jika berhasil, ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat industri tekstil nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.


Wacana Pemutihan Utang: Kekhawatiran di Sektor Penjaminan

29 Oct 2024

Kebijakan penghapusan utang yang berpotensi memengaruhi industri penjaminan kredit. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), Agus Supriadi, menekankan bahwa meskipun belum ada pembicaraan spesifik mengenai rincian penghapusan utang, kebijakan tersebut dapat mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan bagi perusahaan penjaminan. Ini karena mereka mungkin kehilangan penerimaan dari subrogasi, yang berakibat pada berkurangnya likuiditas dan dana cadangan yang mereka miliki.

Asippindo mengingatkan pentingnya seleksi yang tepat terhadap nasabah yang utangnya dihapus agar kebijakan ini tidak menimbulkan moral hazard. Mereka juga mengharapkan adanya kejelasan hukum dan teknis mengenai pelaksanaan kebijakan, terutama dalam konteks Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar tidak merugikan keuangan negara.

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah, menunggu penerbitan Perpres untuk melaksanakan penugasan tersebut. Jamkrindo melaporkan bahwa hingga September 2024, mereka telah menjamin Rp248,5 triliun dengan enam juta UMKM terjamin.

Pakar manajemen risiko, Abitani Taim, mengingatkan agar utang yang dihapus diperiksa dengan teliti, terutama terkait utang yang sudah diklaim asuransi kredit. Keterlibatan perusahaan penjaminan dalam perumusan kebijakan diharapkan dapat mencegah beban tambahan bagi mereka di masa mendatang.

Secara keseluruhan, kebijakan ini memiliki potensi untuk mempengaruhi struktur keuangan perusahaan penjaminan dan perlu dilaksanakan dengan pertimbangan yang cermat agar tidak merugikan sektor-sektor yang terlibat.


Harapan Pailit Sritex Tidak Picu Efek Sistemik

29 Oct 2024

Keputusan pailit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memicu kekhawatiran akan potensi kredit macet di perbankan, mengingat total utang perusahaan tekstil ini mencapai US$ 828,09 juta (sekitar Rp 13 triliun), tersebar di 28 bank. Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi kreditur terbesar dengan piutang US$ 82,67 juta, namun memastikan kondisi kreditnya tetap sehat. EVP Corporate Communication BCA, Hera F Haryn, menegaskan rasio NPL BCA stabil di 2,1%.

Bank Permata juga memiliki piutang US$ 37,9 juta dari Sritex. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M Rusli, menyatakan bahwa meski ada peningkatan utang, fundamental bank tetap kuat dengan pencadangan Rp 1,22 triliun. Bank Danamon, dengan piutang US$ 4,57 juta, mengklaim telah menjalankan prosedur yang memadai, menurut Risk Management Director Dadi Budiana.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menilai dampak pailit Sritex terhadap industri perbankan tidak signifikan karena pencadangan sudah memadai. Sementara itu, Direktur Celios, Bhima Yudhistira, mengingatkan pentingnya penyelamatan Sritex untuk mencegah dampak sistemik pada sektor keuangan dan industri tekstil.

Mengincar Rp 300 Triliun dari Pelaku Usaha Nakal

29 Oct 2024
Upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan penerimaan negara dengan menindak pengusaha nakal di sektor sawit yang mengemplang pajak. Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, mengungkapkan bahwa sekitar 300 pengusaha sawit telah merugikan negara hingga Rp 300 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 189 triliun diklaim siap dibayarkan oleh pengusaha, dan Kejaksaan Agung telah siap mengambil tindakan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar pengusaha sawit yang tidak mematuhi kewajiban pajak. Namun, langkah-langkah spesifik untuk menagih pajak masih belum jelas.

Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, mengaitkan tunggakan tersebut dengan pelanggaran lahan perkebunan sawit di kawasan hutan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan telah membayar denda sesuai Pasal 110 A UU Cipta Kerja, yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi dengan syarat melengkapi izin dalam waktu tiga tahun. Namun, terkait Pasal 110 B, yang mengatur denda administratif bagi perusahaan tanpa izin, belum ada surat tagihan dari KLHK.

Fajry Akbar dari CITA menyoroti bahwa potensi penerimaan negara sebesar Rp 300 triliun berasal dari denda administratif perusahaan sawit yang beroperasi di kawasan hutan. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus berperan aktif untuk memastikan legalitas usaha, sehingga otoritas pajak dapat memungut pajak secara efektif.

Bursa Saham Lakukan Revisi Indeks Unggulan

29 Oct 2024
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi terhadap beberapa indeks utama, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80, dengan mengganti beberapa konstituen saham. Dalam indeks LQ45, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (AMDR) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menggantikan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Sementara itu, IDX30 kini memasukkan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), menggantikan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Untuk IDX80, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) masuk, menggantikan PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Adityo Nugroho dari Mirae Asset Sekuritas menyatakan bahwa ketiga indeks ini memiliki kontribusi besar terhadap kapitalisasi pasar IHSG. LQ45 menyumbang 47,6% dari IHSG, IDX80 sebesar 55%, dan IDX30 38,1%, dengan sektor keuangan menjadi dominan di ketiga indeks tersebut.

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menyebut bahwa saham yang baru masuk indeks biasanya akan menunjukkan kinerja positif, terutama karena rebalancing oleh manajer investasi. Ia merekomendasikan saham seperti MAPI dan MIDI dengan target trading buy. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas juga merekomendasikan akumulasi beli saham AMDR dan BUKA. 

Emiten Barang Konsumsi Tunjukkan Kinerja Stabil

29 Oct 2024

Kinerja saham emiten di sektor consumer non cyclicals terus menunjukkan penguatan sepanjang tahun ini, meskipun sempat mengalami penurunan harian sebesar 0,07% pada 28 Oktober 2024. Sejak awal tahun, indeks ini telah menguat sebesar 6,37%.

Vinko Satrio Pekerti dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai bahwa stabilnya permintaan barang konsumsi di tengah berbagai kondisi ekonomi menjadi katalis positif bagi sektor ini. Sub-sektor makanan dan minuman, seperti ICBP, INDF, dan CPIN, serta emiten ritel seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), menjadi pendorong utama. Ia menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga yang kuat, didukung oleh stabilitas harga bahan pokok, dapat memastikan kinerja solid sektor ini hingga akhir tahun.

Andhika Cipta Labora dari Kanaka Hita Solvera menambahkan bahwa saham-saham di indeks barang konsumsi sedang dalam tren naik, dengan peluang pertumbuhan dobel digit hingga akhir 2024. Ia merekomendasikan beli saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan CPIN, didukung oleh kenaikan harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) dan turunnya harga jagung.

Secara fundamental, Vinko mencermati saham ICBP dan AMRT. Meskipun ICBP dianggap memiliki ekosistem bisnis yang terintegrasi dan brand equity kuat, ia merekomendasikan jual ICBP dengan peluang akumulasi kembali di harga Rp 12.200–Rp 12.300 per saham. AMRT juga direkomendasikan untuk sell dengan akumulasi kembali di target harga Rp 3.330–Rp 3.370 per saham.