Ekonomi
( 40460 )Peluang di Tengah Musim Laporan Kinerja
Beban Utang Jadi Tantangan bagi BUMN Karya
Sektor Kesehatan Tetap Tangguh
Trump VC Harris: Tidak Akan Terlalu Berdampak Signifikan pada Ekonomi Indonesia
Hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024 diyakini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi geopolitik ke depan. Namun, demikian seberapa besar kondisi tersebut akan beradampak terhadap perekonomian Indonesia, itu sangat ditentukan oleh resilen. fundamental ekonomi nasional, efisiensi dan daya saing iklim usaha nasional, serta kemampuan respons kebijakan ekonomi makro, fiskal, maupun moneter nasional. Apalagi, secara historis, pergantian Presiden AS juga dinilai tidak memberikan banyak dampak terhadap aktivitas ekonomi Indonesia dan AS. "Kalau kita lihat dalam parameter pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS dan pertumbuhan investasi AS di Indonesia, selama ini juga tidak berubah signifikan antara era Trumph dan era Biden," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani kepada Investor Daily. Ia menyampaikan hal itu seputar dampak hasil pilpres di AS yang akan digelar 5 November mendatang, baik ketika dimenangkan oleh Donald Trumph yang merupakan kandidat dari Partai Republik maupun Kamala Harris yang adalah kandidat Partai Demokrat , terhadap perekonomian Indonesia. "Keduanya (ekspor dan investasi) hanya menciptakan pertumbuhan aktivitas ekonomi bilateral secara modest, kurang lebih 5-10% per tahun," ucap Shinta.
Prabowo Tempa Disiplin dan Kesetiaan Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto menekankan rangkaian pembekalan (retret) Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, Jawa Tengah, 25-27 Oktober 2024, tidak bersifat militer atau milteristik. Rombongan menteri dan wakil menteri berdatangan sejak Kamis (24/10/2024) dan bermalam di tenda-tenda yang dibangun di komplek Akmil sampai acara berakhir. Di hari pertama retreat, para peserta bangun pagi sejak pukul 05.00 WIB untuk olahraga bersama-sama di lapangan Sapta Marga. Kabinet Merah Putih dibagi lima kelompok. Pada setiap kelompok, disediakan masing-masing tiga pelatih baris-berbaris. Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut serta dalam latihan tersebut.
Adapun Kabinet Merah Putih melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengenakan pakaian lapangan komponen cadangan (komcad). Presiden Prabowo tiba kali pertama dan menunggu jajaran menterinya datang. Ini merupakan karakter pemimpin yang memberi contoh. Presiden mencontohkan kedisplinan, tanggung jawab, dan keperdulian tinggi kepada bawahannya. Selepas berolahraga bersama dan mengikuti latihan baris-berbaris, yang juga diikuti oleh presiden, para peserta mengikuti serangkaian pembekalan, yang salah satunya mendnegar paparan antikorupsi dari Kapolri Jenderal Pol Listyo SIgit Prabowo. (Yetede)
Grup Barito Menganggarkan Dana US$ 4,4 Miliar untuk Capex
Isu Eksplotasi Pekerja di Industri Nikel Mulai Terendus
Industri Tekstil Menuju Kolaps
Indonesia Resmi Daftar keanggotaan BRICS
Indonesia akhirnya mengutarakan minat untuk bergabung dalam organisasi kerja sama ekonomi BRICS Plus. Keinginan untuk menyejahterakan kawasan Selatan Dunia atau Global South serta melakukan peragaman kerja sama dalam sistem multilateral menjadi alasan. Hal itu dikemukakan Menlu Sugiono melalui pernyataan tertulis dari Kazan, Rusia, Kamis (24/10) malam atau Jumat (25/10) dini hari WIB. BRICS awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Sekarang mencakup Iran, Mesir, Etiopia, dan UEA. Malaysia, Turki, dan Azerbaijan telah secara resmi melamar menjadi anggota.
Sebelum mengikuti KTT di Kazan ini, Indonesia sudah ditawari menjadi anggota. Kini, Sugiono secara terbuka menyatakan minat bergabung dan tinggal mengajukan permohonan formal. ”Untuk pembangunan berkelanjutan, negara-negara berkembang perlu ruang untuk membuat kebijakan dan negara-negara maju harus memenuhi komitmen mereka. Semua dilakukan di tataran mutilateral yang inklusif,” kata Sugiono. Ia menuturkan, BRICS Plus sejalan dengan semangat pembangunan negara-negara berkembang. Diharapkan, organisasi itu bisa memperkuat kemitraan negara-negara Selatan Dunia agar menikmati pembangunan dan kesejahteraan.
”Keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri yang bebas aktif,” ujarnya. Melamar ke BRICS tidak berarti Indonesia merapat ke satu sisi saja. Ia mengumumkan akan menghadiri pertemuan para menlu anggota G7 di Italia, akhir November 2024. G7 merupakan organisasi negara industri maju dengan anggota, AS, Italia, Inggris, dan Perancis. Sementara Prabowo akan menghadiri KTT G20 di Brasil serta KTT APEC di Peru pada pertengahan November 2024. ”Hal ini menegaskan peran penting Indonesia sebagai bridge builder atau jembatan antara negara berkembang dan negara maju,” kata Sugiono. (Yoga)
Indonesia Belum Cocok Menjalankan Sistem Empat Hari Kerja
Sejumlah negara mulai menguji dan menerapkan sistem empat hari kerja dalam seminggu sebagai pilihan yang bisa diambil pekerja. Meski model yang digunakan setiap negara berbeda, tujuan utama sistem ini sama, yaitu menjaga produktivitas sembari meningkatkan kesejahteraan bekerja. Namun, pola ini sepertinya belum cocok diterapkan di Indonesia. Gerakan kerja empat hari seminggu muncul di sejumlah negara setelah pandemi Covid-19. Program ini banyak didukung pekerja yang menginginkan fleksibilitas guna menjaga keseimbangan antara waktu bekerja dan kehidupan pribadi, atau work-life balance. Pola kerja ini dianggap sebagai model kerja masa depan yang bisa menjaga produktivitas tanpa harus mengorbankan kesejahteraan individu. Bagi yang memilih bekerja empat hari, seperti dikutip Euronews, 21 November 2022, mereka harus bekerja 9,5 jam per hari.
Jam kerja ini lebih panjang disbanding mereka yang memilih lima hari kerja seminggu, yaitu 8 jam per hari. Pola ini membuat jam kerja pekerja, baik yang memilih empat hari kerja maupun lima hari kerja, sama 40 jam per minggu. Jerman baru memulai uji empat hari kerja pada awal 2024. Namun, jauh sebelum model empat hari kerja itu diterapkan, seperti dikutip dari Euronews, 2 Februari 2024, jam kerja rata-rata di Jerman sudah mencapai 34,2 jam per minggu. Artinya, pemendekan hari kerja itu tidak akan berpengaruh besar terhadap jam kerja dan produktivitas di Jerman. Pergeseran sistem enam hari kerja menjadi lima hari kerja lebih dari 80 tahun lalu itu terbukti meningkatkan kesejahteraan pekerja tanpa perlu mengorbankan produktivitas mereka. Karena itu, perubahan yang sama saat ini, dari lima hari kerja menjadi empat hari kerja, diyakini memberi dampak yang sama.
Studi 4 Day Week Global pada 2022, seperti dikutip situs Forum Ekonomi Dunia (WEF), 25 Oktober 2023, menunjukkan pengurangan satu hari kerja terbukti meningkatkan produktivitas, kesehatan fisik dan mental pekerja, serta mengurangi emisi gas rumah kaca. Psikolog klinis dan kesehatan serta dosen Fakultas Psikologi Unpad, Bandung, Aulia Iskandarsyah, menilai konsep work-life balance yang menyeimbangkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja, sulit diterapkan di Indonesia. Karena itu, pengurangan jam kerja, apalagi hari kerja, sulit dipraktikkan. Sistem work-life balance lebih mudah diterapkan di negara maju, terutama Skandinavia dan sejumlah negara Eropa, karena sistem sosial dan budayanya lebih mendukung. Untuk pergi bekerja dari rumah ke kantor, hanya 40 menit. Waktu perjalanan yang singkat membuat mereka bisa melakukan banyak aktivitas sebelum berangkat bekerja atau sepulang kantor. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









