;

Emas Picu Inflasi, Bukan Kenaikan Daya Beli

Ekonomi Hairul Rizal 02 Nov 2024 Kontan
Emas Picu Inflasi, Bukan Kenaikan Daya Beli

Inflasi di Indonesia pada Oktober 2024 mencapai 0,08% (mtm) setelah mengalami deflasi selama lima bulan. Amalia Adininggar Widyasanti, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), menyatakan bahwa komoditas emas perhiasan menjadi pendorong utama inflasi bulan ini dengan kontribusi sebesar 0,06%. Secara tahunan, inflasi emas perhiasan mencapai 35,82% (yoy), seiring meningkatnya harga emas global akibat ketidakpastian geopolitik, seperti konflik di Timur Tengah dan Ukraina-Rusia, serta kebijakan moneter The Fed yang menurunkan suku bunga, mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset aman.

Selain emas, inflasi juga disumbang oleh komoditas lain, seperti daging ayam ras, bawang merah, dan tomat. Meski inflasi inti naik menjadi 0,22% (mtm) dan 2,21% (yoy), komponen harga bergejolak tetap mencatat deflasi 0,11% (mtm).

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Celios, menilai kenaikan inflasi ini belum menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat. Menurutnya, inflasi tahunan yang rendah sejak 2021 dan tren PMI Manufaktur di bawah 50 menunjukkan lemahnya konsumsi rumah tangga. Bhima memperkirakan inflasi akan meningkat pada awal 2025 dengan penerapan tarif PPN 12%, yang bisa menekan permintaan lebih lanjut. Ia menyarankan pemerintah segera meluncurkan stimulus berupa peningkatan upah minimum dan perluasan bantuan sosial bagi masyarakat kelas menengah yang rentan.

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :