Kategori
Ekonomi
( 40447 )Golkar Tegaskan Sikap Inklusif
17 Dec 2024
Partai Golkar menyatakan diri sebagai partai inklusif yang terbuka bagi siapa saja, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo, setelah ia dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa partainya terbuka bagi semua individu yang ingin mengabdikan diri melalui politik, dan menyambut Jokowi untuk bergabung, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan Jokowi sendiri. Pemecatan Jokowi dan sejumlah anggota lainnya dari PDIP disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun, dengan pengumuman resmi ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto pada 4 Desember 2024.
Stimulus Ekonomi Dinilai Belum Maksimal
17 Dec 2024
Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kebijakan Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Untuk meredam dampak negatif dari kenaikan tarif PPN, pemerintah menyiapkan paket kebijakan ekonomi yang mencakup insentif untuk sektor rumah tangga, pekerja, UMKM, serta industri padat karya dan perumahan. Salah satu kebijakan adalah pembebasan PPN untuk sektor makanan, transportasi, pendidikan, dan kesehatan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa insentif pajak tersebut ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi rumah tangga berpendapatan rendah. Namun, beberapa pihak mengkritik kebijakan ini karena dianggap kurang signifikan dalam mengatasi penurunan daya beli. Sutrisno Iwantono, Ketua Kebijakan Publik Apindo, berharap stimulus ini dapat membantu kelas menengah yang memiliki peran krusial dalam perekonomian.
Di sisi lain, Bambang Ekajaya dari Real Estate Indonesia (REI) menyatakan bahwa kebijakan PPN-DTP yang hanya berlaku untuk properti dengan harga jual di bawah Rp 5 miliar akan memberatkan penjualan properti nonsubsidi. Bhima Yudhistira dari Celios mengkritik kebijakan ini sebagai langkah temporer yang tidak memberikan solusi jangka panjang, sementara Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia menyoroti potensi dampak kenaikan PPN terhadap inflasi dan perekonomian yang memerlukan kebijakan pengendalian yang lebih komprehensif. Awalil Rizky dari Bright Institute menambahkan bahwa stimulus ekonomi yang diberikan belum cukup untuk mengatasi penurunan daya beli yang lebih luas, terutama di sektor riil.
Permintaan Domestik Menurun Tahun Ini
17 Dec 2024
Pada November 2024, Indonesia mengalami penurunan impor yang cukup signifikan, dengan nilai impor mencapai US$ 19,59 miliar, turun 10,71% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan impor migas dan nonmigas, termasuk bahan baku dan barang modal yang terkontraksi. Namun, secara tahunan, impor bahan baku dan barang konsumsi masih mencatatkan pertumbuhan tipis. Di sisi ekspor, Indonesia juga mengalami penurunan nilai ekspor pada bulan yang sama, terutama untuk ekspor nonmigas. Meskipun demikian, neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar US$ 4,42 miliar pada November 2024, yang merupakan surplus terbesar kedua setelah Maret 2024.
Amalia Adininggar Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS, menjelaskan bahwa penurunan impor dan ekspor terjadi di seluruh kelompok barang, meskipun surplus neraca perdagangan tetap terjaga. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengamati bahwa penurunan impor ini mencerminkan melemahnya permintaan domestik untuk barang impor dan pengaruh pelemahan rupiah. Meski demikian, Josua memprediksi bahwa pada 2025, impor akan kembali meningkat, khususnya barang modal, seiring dengan agenda ekonomi Presiden Prabowo untuk mempercepat pertumbuhan investasi. Ia juga memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan (CAD) Indonesia pada 2025 akan melebar menjadi 1,22% dari PDB.
Data Ekonomi Lokal Membatasi Pergerakan
17 Dec 2024
Rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, Senin (16/12), rupiah naik tipis 0,04% ke Rp 16.002 per dolar Amerika Serikat (AS) dari akhir pekan lalu. Rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,20% di level Rp 16.019 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menjelaskan, kekhawatiran terhadap arah pemulihan ekonomi Tiongkok terus berlanjut menyebabkan sebagian besar mata uang Asia, termasuk rupiah melemah.
"Namun pelemahan rupiah tertahan rilis surplus neraca dagang Indonesia yang meningkat dari US$ 2,48 miliar menjadi US$ 4,42 miliar per November 2024," kata Josua, Senin (16/12).
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menimpali, penjualan ritel China justru menunjukkan hasil yang lebih lemah. Pada perdagangan Selasa (17/12), Lukman memprediksi, rupiah masih belum bisa lepas dari tekanan dolar AS. Lukman memperkirakan rupiah bekisar Rp 15.950–Rp 16.050 per dolar AS.
Josua memproyeksi, rupiah mampu menguat dalam rentang Rp 15.950 sampai Rp 16.050 per dolar AS.
Harbolnas Menjadi Penopang Kinerja E-commerce
17 Dec 2024
Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2024 menjadi momen penting bagi sektor e-commerce di Indonesia, meskipun di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso memperkirakan transaksi Harbolnas 2024 dapat mencapai Rp 40 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi pada 2023 yang mencapai Rp 25,7 triliun. Pemerintah juga memproyeksikan nilai transaksi niaga elektronik di Indonesia pada 2024 dapat mencapai Rp 487 triliun.
Hilmi Adrianto, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), menekankan bahwa meskipun ada pelemahan daya beli masyarakat sepanjang tahun, Harbolnas tetap menjadi acara yang dinantikan konsumen. Program penawaran menarik dari penjual, platform e-commerce, dan mitra pembayaran diyakini akan mendorong transaksi e-commerce yang signifikan.
Salah satu platform e-commerce yang mencatatkan capaian positif adalah Shopee, yang melaporkan peningkatan penjualan produk lokal dan UMKM hingga 7 kali lipat selama kampanye 12.12 Birthday Sale 2024. Produk fesyen wanita dan kosmetik tercatat sebagai kategori terlaris, dengan peningkatan pesanan yang signifikan pada puncak kampanye. Monica Vionna, Senior Director of Marketing Growth Shopee Indonesia, berharap platform ini dapat terus mendukung pertumbuhan brand lokal, UMKM, dan masyarakat secara keseluruhan.
Pariwisata Jadi Prioritas Pengembangan Ekonomi
16 Dec 2024
Pariwisata menjadi sektor yang memiliki peran sentral bagi perekonomian nasional. Buktinya, selama ini industri turisme menjadi salah satu mesin pendulang produk domestik bruto (PDB).
Sayangnya, pariwisata acapkali dipandang sebelah mata. Dukungan untuk memajukan industri ini relatif terbatas mulai dari anggaran hingga penyiapan sumber daya manusia unggul.
Sudah saatnya pariwisata menjadi 'anak emas'. Caranya adalah dengan meningkatkan investasi baik melalui fiskal negara maupun swasta, serta mengkaji ulang aneka kebijakan yang membatasi ekspansi industri ini.
Mengoptimalkan Potensi Besar yang Belum Digali
16 Dec 2024
Industri pariwisata Indonesia, meski kaya akan potensi alam, budaya, dan destinasi eksotis, masih tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menghadapi tantangan besar, terutama dalam meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional, yang saat ini hanya 4% dengan target 4,5% pada 2024, jauh di bawah angka prapandemi 6,3% pada 2019.
Minimnya dukungan anggaran menjadi salah satu penyebab utama. Pagu anggaran pariwisata Indonesia hanya Rp1,7 triliun untuk 2024, sangat jauh dibandingkan Thailand dan Singapura yang mengalokasikan hingga US$1 miliar untuk promosi dan pengembangan. Kebijakan seperti pengurangan bandara internasional dari 34 menjadi 17 juga dinilai kontraproduktif, menghambat konektivitas menuju destinasi potensial.
Ironisnya, wisatawan asing yang datang ke Indonesia memiliki pengeluaran tertinggi di ASEAN, rata-rata US$1.600 per kunjungan dengan durasi tinggal 13 hari. Namun, keterbatasan infrastruktur, konektivitas, dan mahalnya tiket penerbangan domestik menjadi kendala besar dalam memaksimalkan potensi tersebut.
Langkah-langkah strategis, seperti peningkatan anggaran, infrastruktur, dan promosi, diperlukan agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan menjadikan pariwisata sebagai motor utama pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah didorong untuk melihat sektor ini sebagai investasi strategis dengan dampak jangka panjang yang signifikan.
Bisnis Ritel 2025 Dihadang Banyak Tantangan
16 Dec 2024
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, memprediksi bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun penuh tantangan bagi sektor ritel, terutama akibat kenaikan upah minimum nasional (UMP) sebesar 6,5%. Ia menilai kenaikan UMP tersebut tidak sejalan dengan daya beli masyarakat yang melemah dan kondisi ekonomi global yang terkontraksi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaku usaha tidak dapat menolak keputusan kenaikan UMP tersebut.
Solihin, yang juga menjabat sebagai Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart), menyebut bahwa pengusaha ritel kemungkinan besar akan mengambil langkah efisiensi sebagai respons terhadap tantangan ini. Efisiensi tidak selalu berarti pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan dapat berupa langkah seperti penutupan gerai yang merugi akibat tingginya biaya operasional, seperti sewa, sementara penjualan melemah.
Ia mengungkapkan bahwa Alfamart, misalnya, telah menutup 300–400 gerai sepanjang tahun ini karena kerugian, meskipun pada saat yang sama perusahaan juga membuka gerai baru di lokasi lain dengan prospek lebih baik. Hal ini mencerminkan strategi untuk menyeimbangkan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Dengan kondisi tersebut, Solihin menekankan bahwa pelaku usaha ritel harus mampu beradaptasi dan mengelola efisiensi dengan bijak agar tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi dan regulasi yang ada.
Kereta Cepat Jadi Alternatif Wisata Baru
16 Dec 2024
Tingkat okupansi kereta cepat Whoosh selama libur sekolah mencapai 98%, menunjukkan popularitas moda transportasi berbasis rel ini sebagai pilihan perjalanan sekaligus rekreasi. Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menjelaskan bahwa waktu perjalanan yang cepat menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta ini, karena memungkinkan mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tujuan bersama keluarga.
Selain itu, konektivitas kereta cepat dengan destinasi wisata populer juga menjadi daya tarik tersendiri. Pada periode 13–15 Desember 2024, penjualan tiket Whoosh mencapai 65.000 tiket, dengan 13.000 tiket terjual hingga siang hari pada 15 Desember. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan kereta cepat Whoosh, terutama pada momen liburan.
Sinyal Risiko di Pasar Keuangan Semakin Kuat
16 Dec 2024
Pekan ini, pasar keuangan akan fokus pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, yang akan menentukan arah suku bunga acuan. Menurut Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, The Fed diproyeksikan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,25%-4,5%, sementara BI kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga di 6% untuk menopang nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp 16.000 per dolar AS.
Dimas Krisna Ramadhani, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menambahkan bahwa keputusan BI mempertahankan suku bunga dapat memperbesar selisih dengan Fed rate, yang diharapkan mendorong aliran dana masuk ke Indonesia. Namun, Oktavianus Audi, Vice President Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa kebijakan Donald Trump dapat memperlambat pemangkasan suku bunga The Fed di masa depan, meningkatkan volatilitas pasar.
Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, memproyeksikan depresiasi rupiah berlanjut hingga 2025, dengan kisaran Rp 16.000–Rp 16.100 per dolar AS. Ketidakpastian global dan kebijakan tarif AS menjadi faktor utama yang mengurangi minat investasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sementara itu, untuk pasar saham, Ratih Mustikoningsih dan Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200–7.550 hingga akhir tahun. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati (wait and see), menanti kepastian dari keputusan RDG BI dan FOMC.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









