Permintaan Domestik Menurun Tahun Ini
Pada November 2024, Indonesia mengalami penurunan impor yang cukup signifikan, dengan nilai impor mencapai US$ 19,59 miliar, turun 10,71% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan impor migas dan nonmigas, termasuk bahan baku dan barang modal yang terkontraksi. Namun, secara tahunan, impor bahan baku dan barang konsumsi masih mencatatkan pertumbuhan tipis. Di sisi ekspor, Indonesia juga mengalami penurunan nilai ekspor pada bulan yang sama, terutama untuk ekspor nonmigas. Meskipun demikian, neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar US$ 4,42 miliar pada November 2024, yang merupakan surplus terbesar kedua setelah Maret 2024.
Amalia Adininggar Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS, menjelaskan bahwa penurunan impor dan ekspor terjadi di seluruh kelompok barang, meskipun surplus neraca perdagangan tetap terjaga. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengamati bahwa penurunan impor ini mencerminkan melemahnya permintaan domestik untuk barang impor dan pengaruh pelemahan rupiah. Meski demikian, Josua memprediksi bahwa pada 2025, impor akan kembali meningkat, khususnya barang modal, seiring dengan agenda ekonomi Presiden Prabowo untuk mempercepat pertumbuhan investasi. Ia juga memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan (CAD) Indonesia pada 2025 akan melebar menjadi 1,22% dari PDB.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023