Ekonomi
( 40554 )Mendag Menyampaikan Rencana Tinjau Ulang Rasio Ekspor Minyak Sawit Mentah
CSIS Sebut Program Biodiesel B35 dan B40 Gibran Berpotensi Rusak Lingkungan Sebelumnya, pada 1 Januari lalu Pemerintah resmi memberlakukan program mendatori B40. Mendatori ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No 341.K/EK.01/MEM.E/2024 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Sebagai Campuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Dalam Rangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Sebesar 40 Persen. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan program ini merupakan salah satu cara Pemerintah menwujudkan ketahanan dan swasembada energ mendorong implementasi B50 pada 2026 dan kalau ini kita lakukan, maka impor kita terhadap solar, Insya Allah dipastikan sudah tidak ada lagi di tahun 2026. Jadi program (mandatori biodiesel) ini bagian daripada perintah Presiden tentang ketahanan energi dan mengurangi impor," ucap Bahlil saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 3 Januari 2025.
Inflasi 2024 Terendah Sepanjang Sejarah
Investasi Saham di Awal 2025 di Kocok Ulang
Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2025
IHSG Terkoreksi Signifikan pada Awal Pekan
Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan
pada awal pekan, tergelincir ke level 7.080,47 atau melemahkan 1,17%. Koreksi
ini memupus harapan terhadap January Effect, yang biasanya menjadi katalis
positif di awal tahun. Pelemahan IHSG juga mencerminkan global yang masih penuh
tantangan. IHSG dibuka pada level 7.176,12 pada Senin (6/1/2025), namun mulai
melemah sejak sesi pertama, menutup hari dengan koreksi sebesar 1,17%. Dalam
perdagangan tersebut, 388 saham tercatat melemah, sementara hanya 221 saham
yang menguat, dan 190 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp8,06
triliun dengan volume 22,1 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak
1.086.728 kali. Hampir semua sektor mengalami koreksi, dengan sektor koreksi,
dengan seksama barang baku mencatatkan
pelemahan terdalam sebesar1,7%. Dalam perdanganan tersebut, 388 saham
tercatat melemah , sementara hanya 221 saham yang menguat, 190 saham
lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp8,06 triliun dengan volume 22,1 miliar
saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 1.086.728 kali. (Yetede)
Pengusaha Beradaptasi dengan Tarif Dasar PPN setelah Peraturan Ditetapkan
Efek Januari: Kilauan Saham Blue Chip
Tantangan Imbal Hasil Utang yang Kian Tinggi di 2025
Daya Beli Masih Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi
Sentimen Positif Dorong Dana Asing Rp 1,08 Triliun ke RI
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









