Kategori
Ekonomi
( 40430 )Prospek Saham Bank Cerah Jika Suku Bunga Mulai Turun
02 Jan 2025
Kinerja saham emiten bank besar pada tahun 2024 kurang memuaskan, dengan indeks sektor keuangan turun 4,51%. Meski demikian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan 2,93% dan tetap konsisten menguat selama 16 tahun terakhir. Sebaliknya, saham bank pelat merah, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mengalami penurunan paling dalam sebesar 28,73%.
Menurut Andrey Wijaya, Head of Research RHB Sekuritas, prospek sektor perbankan di 2025 tetap positif, terutama jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, yang dapat meningkatkan margin bunga bersih dan mendorong pertumbuhan kredit.
Arinda Izzaty Hafiya, Junior Equity Analyst Pilarmas Investindo, juga memprediksi penurunan suku bunga oleh The Fed hingga 100 basis poin dapat mendorong BI untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, mendukung permintaan pembiayaan. Arinda merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.625, BBCA Rp 12.025, dan BBNI Rp 6.350.
Namun, Rahmanto Tyas Raharja, Investment Analyst Lead Stockbit, mencatat kinerja BBRI tertekan oleh peningkatan biaya kredit yang mencapai 3,25% pada 2024, lebih buruk dari panduan maksimum manajemen sebesar 3%. Meski pertumbuhan kredit BBRI hanya 5%—di bawah rata-rata industri 9,6%—BBRI menunjukkan pertumbuhan positif dana murah. Manajemen BBRI menargetkan percepatan pertumbuhan kredit hingga 10%-12% di akhir 2024.
Saham-saham bank KBMI 4 tetap dianggap menarik, namun investor perlu mencermati fundamental, khususnya pada emiten seperti BBRI.
Masuk 2025, OJK Mencermati Perkembangan Ekonomi Global
02 Jan 2025
OJK terus mencermati perkembangan volatilitas ekonomi global dan dampaknya kepada ekonomi domestik serta perbankan Indonesia. Meskipun, menutup tahun 2024, sektor perbankan Indonesia kembali menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dan tantangan ekonomi domestik. Melalui strategi yang inovatif dan responsif, industri perbankan berhasil menjaga stabilitas sistem keuangan, dan memperkuat kepercayaan dari berbagai pihak sebagai salah satu pilar utama dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya menyampaikan, pihaknya terus menjaga dan memperkuat industri perbankan. Salah satu tindakan pengawasan OJK adalah dengan mengeluarkan surat pembinaan kepada perbankan, untuk memperhatikan serta mempertimbangkan perkembangan situasi global dan domestik dalam penyusunan Rancana Bisnis Bank (RBB) tahun 2025-2027. Termasuk penyusunan strategi peningkatan kuantitas dan kualitas penyaluran kredit di segmen UMKM. (Yetede)
IHSG Mengawali Perdagangan Tahun 2025 Dengan Kuat
02 Jan 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan mengawali perdagangan tahun 2025 dengan kuat, untuk menguji level psikologis 7.100, dari posisi penutupan akhir 2024 di 7.079. Berbagai sentimen positif akan menjadi katalis IHSG dalam memulai perjalanan di tahun Ular Kayu ini, diantaranya kebijakan PPN 12% untuk barang mewah, data manufaktur, hingga January Effect. "Penutupan di level 7.079 pada akhir 2024 memberikan dasar yang solid untuk optimisme, didukung oleh sentimen positif dari kebijakan domestik. Sentimen domestik yang positif diharapkan mendorong optimisme awal tahun, termasuk kemungkinan terjadinya January Effect," kata Founder Stocknow.id Hendra Wardana. Hendra menyebutkan, salah satu faktor pendukung langkah IHSG adalah keputusan pemerintah menaikkan tarif PPN menjadi 12%, yang hanya berlaku untuk barang dan jasa super mewah seperti jet pribadi, yacth, dan hunian di atas Rp 30 miliar. Kebijakan ini dinilai strategis karena tetap menjaga daya beli masyarakat umum. Sementara barang kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan, dan transportasi tetap dikenakan PPN 11% atau bahkan bebas PPN. (Yetede)
Apindo Memperkirakan Tantangan Industri Padat Karya Masih Berat pada Tahun Ini
02 Jan 2025
ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan tantangan industri padat karya masih berat pada tahun ini. Namun peluang untuk tumbuh tetap terbuka asalkan pemerintah berhasil menangani akar masalahnya. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sejak awal tahun hingga Desember 2024, setidaknya ada 80 ribu kasus pemutusan hubungan kerja di Indonesia. Sektor manufaktur menjadi penyumbang terbesar angka PHK dengan lebih dari 24 ribu orang. Adapun dalam dua tahun terakhir sekitar 60 pabrik tekstil tutup, baik yang beroperasi di sektor hulu, seperti pabrik bahan baku, maupun hilir, seperti pabrik kain jadi. Pabrik-pabrik itu banyak tersebar di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.
Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan salah satu tantangan industri padat karya pada tahun ini adalah biaya operasional yang tinggi. "Salah satunya karena ongkos logistik yang mencapai 23,5 persen dari pertumbuhan domestik bruto," ujarnya kepada Tempo, Selasa, 31 Desember 2024. Para pelaku usaha harus menghadapi kenaikan biaya produksi seiring dengan perubahan pajak pertambahan nilai, kenaikan suku bunga, serta upah minimum provinsi yang ditetapkan naik 6,5 persen.
Kebijakan pemerintah ikut memperkeruh iklim usaha di industri padat karya. Shinta mencontohkan keputusan soal pengupahan 2025 yang menambah biaya tenaga kerja dan menimbulkan ketidakpastian hukum. Indonesia tak lagi menjadi pasar yang menarik untuk investor domestik dan asing. Hal itu berbanding terbalik dengan Vietnam dan Bangladesh yang menawarkan biaya tenaga kerja lebih rendah serta memberikan kepastian hukum. Kondisi ini bakal berkontribusi pada deindustrialisasi jika tak ditangani segera. Shinta mencatat kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto terus menurun. Pada 2020 kontribusinya bisa mencapai 29 persen. Sedangkan pada 2024 hanya 18,5 persen. (Yetede)
Nusron Wahid Beberkan Persoalan Proyek Tropical Coastland PIK 2
02 Jan 2025
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid blak-blakan ihwal permasalahan proyek strategis nasional atau PSN Tropical Coastland Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Proyek yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten, itu bermasalah karena tidak tercantum sebagai PSN pariwisata dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi maupun kabupaten/kota. “Padahal, ini masuknya PSN pariwisata,” kata Nusron dalam acara Media Gathering Kementerian ATR/BPN di kantornya pada Selasa, 31 Desember 2024. Walhasil, pemerintah daerah (Pemda) provinsi maupun kabupaten/mesti mengajukan perubahan RTRW. Nantinya, Kementerian ATR/BPN yang bakal mengeluarkan persetujuan. Bila Pemda tidak mengajukan, perusahaan atau si pemilik proyek harus meminta rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) kepada Menteri ATR/Kepala BPN. Namun hingga kini, Nusron mengaku belum mendapat permintaan dari Pemda maupun perusahaan. Adapun proyek Tropical Coastland PIK 2 merupakan proyek yang digarap PT Agung Sedayu Group, perusahaan milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan. “Jadi, kami tidak bisa menyatakan apa-apa,” tutur Nusron.
Selain persoalan RTRW, Nusron mengatakan 1.500 hektare lahan di PSN tersebut berada di area hutan lindung. Persoalan ini bisa diselesaikan dengan menurunkan status dari hutan lindung menjadi hutan konveksi. Kemudian, mengkonversinya menjadi area penggunaan lain (APL). Dalam penurunan status lahan itu, perusahaan mesti menyiapkan lahan pengganti yang nantinya ditentukan Kementerian Kehutanan. Namun, meski menemukan sejumlah persoalan, Politikus Partai Golkar itu menyatakan kementeriannya tidak memiliki wewenang terkait dengan status PSN Tropical Coastland PIK 2. “Bola di tangan Kemenko Perekonomian. Kami hanya sudut pandang tata ruangnya,” kata Nusron. Namun, ia menjelaskan, KPPR menjadi pintu masuk untuk perizinan lain. “Sebelum ada itu, putar balik,” ucapnya. (Yetede)
Publik Optimis Meski Penuh Kekhawatiran
31 Dec 2024
Menyambut Tahun Baru 2025, masyarakat tidak bisa abai terhadap sejumlah tantangan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa. Berbagaitantangan itu pun memunculkan kekhawatiran, terutama pada bayang-bayang kenaikan pajak serta stagnasi pendapatan. Sekalipun demikian. semangat publik tidak pupus. Mereka tetap optimistis akan adanya perbaikan ekonomi pada tahun depan. Kesimpulan itu terekam dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas awal Desember lalu. Minat publik merayakan tahun baru relatif diekspresikan secara sederhana dan biasa. Hasil jajak pendapat merekam, hampir separuh responden (49,8persen) mengaku akan menghabiskan momen libur tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga di rumah. Tidak hanya itu, sekitar seperlima dari responden jajak pendapat ini juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan kegiatan seperti biasa selama libur Tahun Baru. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk merayakan momen libur Tahun Baru secara sederhana.
Meskipun demikian, ada juga sebagian responden yang berencana berpelesir sepanjang ibur akhir tahun ini. Jajak pendapat merekam, sekitar seperempat bagian responden mengatakan akan berwisata dimomen liburan tahun baru ini. Dari jumlah tersebut, hampir 15 persen di antaranya mengatakan ingin berwisata ke destinasi yang berada di dalam kota tempat mereka tinggal. Lebih lanjut, sekitar 10,7 persen dari mereka mengatakan berniat untuk berlibur ke luar kota. Hanya sedikit responden yang mengungkapkan rencana untuk berlibur ke luar negeri. Kecenderungan rendahnya minat responden untuk berwisata ke luar kota dan luar negeri ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak antusias untuk bepergian meski pemerintah telah memberikan stimulus potongan harga. Diketahui, pemerintah memberlakukan kebijakan diskon tiket pesawat sebesar 10 persen untuk semua jenis penerbangan, dari 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 mendatang.
Potongan harga itu meliputi beberapa komponen biaya dalam tiket, misalnya pelayanan jasa penumpang pesawat udara, biaya bahan bakar, dan jasa pendaratan. Hasil jajak pendapat merekam, sebagian besar responden atau 62,6 persen menyatakan tidak tertarik menggunakan diskon tiket pesawat 10 persen itu. Mereka yang tertarik untuk membeli tiket pesawat dengan potongan harga itu hanya 36,4 persen. Selain soal respons terhadap kebijakan pemerintah, pola mobilitas masyarakat selama libur tahun baru ini juga dapat memberikan gambaran mengenai kekhawatiran ekonomi yang dirasakan. Apalagi, hasil jajak pendapat ini juga merekam ke cenderungan masyarakat untuk membatasi konsumsi di masa libur akhir tahun. Pembatasan tersebut didasari oleh tiga hal yang bermuara ke persoalan ekonomi. Pertama, publik merasa belum perlu untuk melakukan aktivitas konsumtif. Kedua, mereka ingin berhemat. Terakhir, mereka juga merasa sudah banyak pengeluaran sepanjang 2024. Saat digali lebih dalam, terlihat bahwa beberapa hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat itu tidak terlepas dari bayang-bayang situasi ekonomi tahun depan. (Yoga)
Belanja Menjadi Kesenangan yang Membuat Boncos
31 Dec 2024
”Pakeeet…!” Kata yang biasanya diteriakkan kurir itu mungkin paling dinanti setelah seseorang berhasil check out atau menyelesaikan pembelian barang di aplikasi belanja daring (marketplace). Namun, apa jadinya jika paket yang berisi barang belanjaan daring terus-menerus datang? Mudahnya berbelanja daring membuat kebiasaan orang pun berubah. Berbelanja yang awalnya hanya untuk mencari barang yang dibutuhkan berubah menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang atau bahkan untuk mencari kesenangan di saat stres. Hal ini mungkin dialami sebagian orang. Berbelanja, khususnya belanja daring, menjadi cara mencari kebahagiaan ke-
tika sedang penat atau stres. Rasa bahagia itu bisa didapatkan dari sekadar menggulir (scrolling) produk yang dijual di marketplace, memasukkan produk ke dalam keranjang belanja, sampai membelinya—padahal belum tentu dibutuhkan. Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Kristiana Siste Kurniasanti menuturkan, ketika seseorang
sudah tak bisa mengontrol kegiatan belanja daring, saat belanja barang yang tidak dibutuhkan, sementara uang sudah habis, itu harus diwaspadai sebagai adiksi belanja daring.
”Adiksi belanja daring terjadi saat seseorang sudah kehilangan kontrol. Dia tidak bisa menghentikan untuk ber-
belanja walaupun dia ingin menghentikannya. Keinginan untuk berbelanja tetap tinggi, padahal uang sudah habis, yang akhirnya berujung pada utang atau menggunakan pinjol (pinjaman online),” tuturnya, Kamis (12/12/2024). Adiksi belanja daring memiliki gejala yang sama dengan kondisi adiksi lain yang merupakan bagian dari masalah kejiwaan. Adiksi merupakan suatu kondisi saat seseorang berperilaku kompulsif dalam beraktivitas dan tidak dapat berhenti untuk melakukan perilaku tersebut. Adiksi terjadi akibat gangguan pada fungsi otak, terutama otak bagian depan yang disebut dengan korteks prefrontal. Area otak depan ini merupakan area otak yang terakhir matang (mature). Pada perempuan, area otak ini baru matang pada usia 20 tahun, sementara pada pria di usia 21 tahun. Korteks prefrontal berfungsi untuk mengendalikan perilaku dan memberikan sinyal pada tubuh untuk menghentikan suatu perilaku yang sudah berlebihan. (Yoga)
Perkuat Kerja Sama Bilateral
31 Dec 2024
Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat kerja sama bilateral dengan negara-negara tujuan penempatan pekerja migran. Salah satu tujuannya adalah memastikan upah yang layak bagi pekerja selama menjalankan tugas di luar negeri. ”Saya menekankan kepada tim di kementerian agar fokus penguatan hubungan bilateralbisa mendorong upah pekerja migran Indonesia yang lebih layak dan mereka harus terakses oleh perlindungan sosial,” ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Senin (30/12/2024), di Jakarta. Perlindungan sosial yang dimaksud mencakup jaminan kesehatan. Upah lebih layak dan perlindungan sosial ini menjadi dua hal pokok yang harus ditekankan dalam setiap negosiasi memperkuat hubungan kerja sama dengan negara penempatan. Karding mengakui sejumlah pekerja migran Indonesia masih terbebani mahalnya ongkos keberangkatan bekerja ke luar negeri. Pemerintah Indonesia berusaha mencari jalan keluar mengatasi persoalan itu dengan menyediakan skema kredit usaha rakyat pekerja migran Indonesia dengan bunga maksimal 6 persen.
Meningkatnya biaya hidup, ekspektasi keluarga, tekanan media sosial, dan kurangnya keterampilan finansial yang membebani pekerja migran Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Diluarnegeri, sejumlah pekerja migran asal Asia Tenggara yang diwawancara sebenarnya memperoleh penghasilan tiga hingga lima kali lebih banyak daripada melakukan pekerjaan yang sama dinegara asalnya. Namun, pada saat bersamaan, biaya makanan dan sewa hunian tempat tinggal lebih mahal daripada biaya di negara asal masing-masing. Di Hong Kong, misalnya, gaji minimal naik 33,3 persen dari 2013 ke 2024. Namun, harga properti juga naik sebesar 33 persen selama periode yang sama, sementara harga pangan naik 2,5-3 persen setiap tahun. Contoh lain, di Uni Emirat Arab, pekerja kasar saat ini dibayar sedikitnya 1.500 dirham (408 dollar AS) per bulan, naik 36 persen dari gaji minimal yang mereka terima pada 2013. Akan tetapi, harga pangan telah meningkat 3-7 persen per tahun, sementar sewa di negara Teluk itu telah naik 5-10 persen per tahun selama 11 tahun terakhir. (Yoga)
Tutup Tahun, Bursa dan Rupiah Kurang Menggembirakan
31 Dec 2024
Kinerja bursa saham dan nilai tukar rupiah pada akhir 2024 kurang menggembirakan. Rupiah ditutup melemah dan tembus ke level Rp 16.000 per dollar AS. Sementara itu, kinerja bursa saham pada hari perdagangan terakhir melemah 2,56 persen dibandingkan pada awal tahun ini. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (30/12/2024) ditutup sebesar Rp 16.162 perdollar AS. Meski cenderung menguat 89 poin dibandingkan hari sebelumnya, rupiah tercatat melemah 1,61 persen dibandingkan pembukaan awal Desember 2024 yang berada dilevel Rp 15.905 per dollar AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Edi Susiato menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring menguatnya mata uang dollar AS. Dalam beberapa bulan terakhir, indeks dollar AS (DXY) menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, baik mata uang negara utama maupun terhadap mata uang negara berkembang. ”Penguatan DXY tersebut didorong oleh faktor-faktor, antara lain adanya divergensi ekonomi. Di satu sisi ekonomi Amerika Serikat cukup berdaya tahan, sementara di sisi lain ekonomi negara-negara Eropa dan China cenderung melambat.
Resiliensi ekonomi AS menyebabkan agresivitas pemangkasan suku bunga menurun,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin. Selain itu, terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS atau dikenal sebagai fenomena Trump 2.0 juga menambah ketidakpastian global seiring dengan penerapan kebijakan tarifnya. Kemudian, isu geopolitik di Suriah serta kondisi politik di Perancis dan Korea Selatan turut menyebabkan ketidakpastian. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam berpendapat, pelemahan nilai tukar rupiah cen- derung dipengaruhi oleh faktor global, yakni menguatnya dollar AS. Penguatan kurs dollar AS tersebut tidak lepas dari kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan Trump. ”Sebenarnya bukan rupiah yang melemah, melainkan dollar AS yang menguat dan semua mata uang dunia juga melemah. Itu karena ekspektasi terhadap kebijakan Trump yang diperkirakan lebih mementingkan AS,” tuturnya. Oleh sebab itu, Piter melanjutkan, rupiah diperkirakan dapat kembali menguat seiring dengan perkembangan dinamika global ke depan. Hal itu terkait dengan pelantikan Trump sebagai presiden AS dan kejelasan arah kebijakannya. Ditengah ketidakpastian global tersebut, arah kebijakan pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru belum menunjukkan upaya untuk meyakinkan pasar. (Yoga)
Tantangan Ekonomi Maritim 2025
31 Dec 2024
Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat meningkatkan kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi pada tahun 2025. Salah satunya perang dagang antara AS dan China yang sempat memanas pula kala Trump memimpin AS pada 2017-2021. Kecemasan ini diperkirakan bakal berlanjut tahun depan. Ketidakpastian ekonomi ditambah bayang-bayang perang dagang antarnegara adidaya ini juga akan berimbas pada Indonesia. Risiko suplai dan permintaan angkutan maritim global, termasuk Indonesia, akan terpengaruh. ”Ekonomi maritim global, termasuk nasional, akan dipengaruhi adanya gangguan, termasuk risiko permintaan jasa maritim, terutama akibat risiko tensi geopolitik, menurunnya ekonomi (resesi) global,” ujar pengajar maritim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, Senin (30/12/2024). Selain itu, kebijakan proteksionisme akan diterapkan oleh negara-negara besar, seperti AS, China, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Imbasnya, penyesuaian yang membatasi interaksi ekonomi dan perdagangan melalui laut.
Masalah dari sisi suplai, Saut melanjutkan, terjadi persoalan turunan lain, seperti gangguan atau disrupsi suplai maritim. Hal ini erat kaitannya dengan perang di Timur Tengah, Eropa, dan potensi di Asia. Suplai berlebih ruang muat kapal di berbagai pelabuhan utama dunia menimbulkan masalah baru. ”Termasuk masih belum terutilisasinya Terusan Suez dalam perdagangan Asia-Eropa dan sebaliknya sehingga rute tetap masih panjang dan lama serta relatif mahal. Kondisi ini mendorong faktor tambahan baru lewat diversifikasi suplai, partner bisnis, dan proses bisnis baru,” tutur Saut. Permintaan terhadap barang dan jasa akan menurun. Hal ini seiring makin rendahnya pemanfaatan kapasitas jasa pelayaran, pelabuhan, operator logistik maritim (forwarder), dan galangan kapal. China sebagai salah satu barometer ekonomi Asia juga mendapat tekanan domestik. Imbasnya, perdagangan internasional Indonesia ke China akan terpengaruh. Sejumlah faktor akan menyusutkan permintaan importasi, termasuk eksportasi dari dan ke Indonesia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









