;

Belanja Menjadi Kesenangan yang Membuat Boncos

Ekonomi Yoga 31 Dec 2024 Kompas
Belanja Menjadi Kesenangan yang Membuat  Boncos
”Pakeeet…!” Kata yang biasanya diteriakkan kurir itu mungkin paling dinanti setelah seseorang berhasil check out atau menyelesaikan pembelian barang di aplikasi belanja daring (marketplace). Namun, apa jadinya jika paket yang berisi barang belanjaan daring terus-menerus datang? Mudahnya berbelanja daring membuat kebiasaan orang pun berubah. Berbelanja yang awalnya hanya untuk mencari barang yang dibutuhkan berubah menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang atau bahkan untuk mencari kesenangan di saat stres. Hal ini mungkin dialami sebagian orang. Berbelanja, khususnya belanja daring, menjadi cara mencari kebahagiaan ke- tika sedang penat atau stres. Rasa bahagia itu bisa didapatkan dari sekadar menggulir (scrolling) produk yang dijual di marketplace, memasukkan produk ke dalam keranjang belanja, sampai membelinya—padahal belum tentu dibutuhkan. Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Kristiana Siste Kurniasanti menuturkan, ketika seseorang sudah tak bisa mengontrol kegiatan belanja daring, saat belanja barang yang tidak dibutuhkan, sementara uang sudah habis, itu harus diwaspadai sebagai adiksi belanja daring.

”Adiksi belanja daring terjadi saat seseorang sudah kehilangan kontrol. Dia tidak bisa menghentikan untuk ber- belanja walaupun dia ingin menghentikannya. Keinginan untuk berbelanja tetap tinggi, padahal uang sudah habis, yang akhirnya berujung pada utang atau menggunakan pinjol (pinjaman online),” tuturnya, Kamis (12/12/2024). Adiksi belanja daring memiliki gejala yang sama dengan kondisi adiksi lain yang merupakan bagian dari masalah kejiwaan. Adiksi merupakan suatu kondisi saat seseorang berperilaku kompulsif dalam beraktivitas dan tidak dapat berhenti untuk melakukan perilaku tersebut. Adiksi terjadi akibat gangguan pada fungsi otak, terutama otak bagian depan yang disebut dengan korteks prefrontal. Area otak depan ini merupakan area otak yang terakhir matang (mature). Pada perempuan, area otak ini baru matang pada usia 20 tahun, sementara pada pria di usia 21 tahun. Korteks prefrontal berfungsi untuk mengendalikan perilaku dan memberikan sinyal pada tubuh untuk menghentikan suatu perilaku yang sudah berlebihan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :