;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Transaksi Harbolnas Bukukan Rp 31,2 Triliun

03 Jan 2025
Pemerintah mengklaim program Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang berlangsung 10 16 Desember 2024 berhasil membukukan total transaksi Rp 31,2 triliun. Nilai ini meningkat 21,4 persen jika dibandingkan dengan transaksi Harbolnas 2023 yang sebesar Rp 25,7 triliun. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam siaran pers, Kamis (2/1/2025), di Jakarta. Dia juga mengatakan, sebanyak Rp 16,1 triliun atau 52 persen dari total transaksi Harbolnas 2024 berasal dari penjualan produk lokal. Nilai transaksi produk lokal seperti itu meningkat 31 persen jika dibandingkan dengan Harbolnas 2023. Ada tiga kategori produk lokal yang paling diminati selama Harbolnas 2024, yaitu pakaian olahraga dan aksesori mode, perawatan personal, serta makanan dan minuman. Menurut Airlangga, kesadaran konsumen untuk mencintai produk dalam negeri melalui platform e-dagang semakin meningkat.

Selain Harbolnas, menjelang akhir 2024, pemerintah turut menyelenggarakan program Belanja di Indonesia Aja dan Every Purchase is Cheap Sale dengan menggandeng asosiasi pengusaha ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaksanaan program Belanja di Indonesia Aja pada 20-29 Desember 2024. Adapun program Every Purchase is Cheap Sale pada 22-31 Desember 2024. Sebanyak 80.000 gerai di 396 pusat perbelanjaan dari 24 provinsi, baik merek lokal maupun global, turut aktif menyukseskan program Belanja di Indonesia Aja. Airlangga mengemukakan, transaksi yang dibukukan dari program Belanja di IndonesiaAja mencapaiRp 25,4 triliun, naik 15 persen dibandingkan dengan 2023. Sementara capaian program Every Purchase is Cheap Sale, yang melibatkan 45.000 gerai ritel di Indonesia, ialah Rp 14,9 triliun. Dia mengatakan, program ini telah menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok produk lokal yang murah dengan kualitas unggul. (Yoga)

Investasi 2025-2029 Pemerintah Targetkan Rp 13.000 Triliun

03 Jan 2025
Pemerintah menargetkan investasi sepanjang 2025-2029 bisa mencapai Rp 13.302 triliun. Investasi Apple atau pun beberapa perusahaan otomotif asal China akan mengawali di tahun 2025 ini. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani menghadap Presiden Prabowo Subianto dan melaporkan rencana-rencana investasi yang akan masuk ke Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/1/2025). Investasi pada 2025 ditargetkan sebesar Rp 1.905 triliun. Target ditingkatkan dari tahun ke tahun dengan harapan investasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 8persen. Adapun pada 2029, diperkirakan investasi bisa mencapai Rp 3.414 triliun. Oleh karena itu, sepanjang 2025 sampai 2029, total investasi ditargetkan Rp 13.032 triliun.

”Harapannya, investasi yang masuk ke Indonesia ini bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas. Pada saat bersamaan, ini juga akan memberikan kontribusi sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan oleh Kementerian PPN/Bappenas,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan seusai pertemuan. Kerja sama lintas kementerian diperlukan untuk mencapai target tersebut. ”Terutama di dalam investasi ini melibatkan 18 kementerian di dalam sistem kami sehingga diharapkankerja sama dengan 18 kementerian itu juga akan makin meningkat ke depannya,” ujarnya. Dengan peningkatan target ini, diperkirakan investasi bisa berkontribusi lebih besar pada pendapatan domestik bruto (GDP). Saat ini, kontribusi GDP terbesar, yakni berkisar 53-54 persen dari konsumsi domestik, sedangkan kontribusi investasi baru 24-25 persen. (Yoga)

Pasar Murah Dengan Tekan Inflasi di Jakarta

03 Jan 2025
Makanan dan minuman serta tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Desember 2024 di Jakarta. Untuk meredam inflasi, Pemerintah Provinsi Jakarta membuka pasar murah pada 2 dan 3 Januari 2025 di delapan lokasi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Nurul Hasanudin menyebutkan, pada Desember 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jakarta sebesar 1,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen(IHK) sebesar 105,69. Sementara tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada Desember 2024 sebesar 0,37 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Desember 2024 sebesar 1,48 persen. ”Inflasi ini lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi nasional. Seperti kita ketahui, inflasi bulanan nasional di level 0,44 persen dan inflasi tahunan nasional di level 1,57 persen,” tutur Nurul, Kamis (2/1/2025). Nurul mengatakan, dari 11 kelompok yang membentuk angka inflasi bulanan, penyumbang terbesar pertama, yaitu dari makanan, minuman, dan tembakau yang memberi andil 0,26 persen dengan inflasinya 1,33 persen.

Untuk penyumbang inflasi berikutnya, yaitu terkait dengan kesehatan mencapai 1,03 persen dengan andil cukup tinggi, yakni 0,03 persen. Adapun Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya pada Desember 2024 mengalami inflasi m to-m sebesar 0,76 persen dan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,05 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu emas perhiasan 0,04 persen dan parfum 0,01 persen. Jika dilihat dari komoditas, andil utama inflasi bulanan Desember 2024, yaitu cabai merah dengan andil tertinggi 0,04 persen dan inflasi 21,16 persen. Kondisi ini juga sama pada tingkat nasional, yakni cabai merah juga tercatat sebagai penyumbang inflasi. Andil ini sama dengan emas perhiasan yang juga menyumbang inflasi 0,04 persen. Tidak hanya itu, inflasi di Jakarta juga disumbang oleh telur ayam ras dan beras bahan pokok yang berandil 0,03 persen. Kemudian, minyak goreng juga menyumbang inflasi 0,02 persen. (Yoga)

BEI Bertekad untuk Menjadikan Pasar Modal Nasional Menjadi Makin Inklusif

03 Jan 2025
Busa Efek Indonesia (BEI) bertekad untuk menjadikan pasar modal nasional menjadi makin inklusif dengan menargetkan pencatatan 66 perusahaan atau emiten baru lewat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham serta tambahan dua juta investor baru pada 2025. Peningkatan jumlah emiten dan investor itu sekaligus akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Jumlah investor pasar modal Indonesia 2024 mencapai 14,84 juta Single Investor Identification (SID), melonjak 22% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 12,17 juta SID. Namun dari total 14,84 juta SID, investor saham  pada 2024 tercatat baru 6,37 juta SID yang mengalami peningkatan 1 juta SID dibandingkan akhir tahun 2023. Jumlah tersebut baru, 2,26% dari total penduduk Indonesia. Rasio itu jauh di bawah negara-negara Asean lain yang pada 2022 saja, seperti Vietnam sudah memiliki investor 2,2% dari jumlah penduduk, Thailand 5%, dan Malaysia 8,7%, dan Singapura 16,2%. Begitupun dengan kapitalisasi pasar saham Indonesia, saat ini masih di 56%, dari produk domestik bruto. Sementara kapitalisasi pasar saham India sebesar 106%, Thailand sebesar 101%, dan Malaysia sebesar 97%, masing-masing dari PDB. (Yetede)

LPS Mencatat Simpanan di Perbankan Nasional dengan Tiering Nominal di Atas Rp 5 Miliar Kembali Menguat

03 Jan 2025

Lembaga Penjamim Simpanan (LPS) mencatat simpanan di perbankan nasional dengan tiering nominal di atas Rp 5 miliar kembali menguat menjelang tutup tahun 2024.Berdasarkan data distribusi simpanan yang dipublikasikan LPS, simpanan kelas kakap ini tumbuh tinggi 1,8% (month to month/mtm). 

Berikutnya, simpanan tiering nominal sampai dengan Rp100 juta tumbuh 5,4% (yoy) per November 2024 menjadi Rp 1.076,5 triliun, mengalami perlambatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang naik 5,9% (yoy). Apabila secara bulanan naik 0,9% (mtm), menguat tipis dari Oktober 2024 sebesar 0,8% (mtm). 

Pada tiering nominal Rp 100-200 juta tumbuh 5,3% (yoy) menjadi Rp 445,75 triliu, flat jika dilihat, beberapa tiering nominal Rp200 juta sampai dengan di bawah Rp 5 miliar mengalami kontraksi secara bulanan. Seperti tiering Rp200-500 juta yang susut 0,5% (mtm) menjadi Rp720,16 triliun per November 2024. 

Untuk tiering nominal Rp500 juta sampai dengan 1 miliar juga susut 0,6% (mtm) menjadi Rp609,82 triliun. (Yetede)


Anomali Daya Beli Masyarakat Melemah

03 Jan 2025

MASA libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 membawa cuan buat pengelola Bugis Waterpark Adventure di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pengunjung tempat wisata milik Kalla Land & Property itu kebanjiran pengunjung. Sekitar 33 ribu orang datang menikmati wahana di sana. Sales Residential Senior Manager Kalla Land Iwan Richardo Nainggolan mengatakan jumlah pengunjung melonjak hingga 120 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Orang yang datang kebanyakan dari luar Makassar, bahkan ada rombongan dari Palu, Sulawesi Tengah," tuturnya pada Kamis, 2 Januari 2025.

Menurut Iwan, besarnya jumlah pengunjung tak terlepas dari program diskon. Perusahaan menawarkan tiket promosi seharga Rp 60 ribu per orang hingga 6 Januari 2025. Normalnya, harga tiket di wahana tersebut mulai dari Rp 150 ribu per orang. Obral Diskon untuk Mendongkrak Daya Beli Konsumen yang Melemah. Bisakah? Selama masa libur ini, bukan cuma tempat wisata yang padat. PT Angkasa Pura Indonesia mencatat lonjakan jumlah penumpang yang terbang melalui 37 bandar udara milik perseroan. Totalnya terdapat 6 juta penumpang hingga 30 Desember 2024, naik dari 8,17 juta penumpang pada periode yang sama pada 2023. "Kami menargetkan trafik penumpang selama 19 hari pada masa libur Natal dan tahun baru sebanyak 9,3 juta," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi.

Seiring dengan pertumbuhan aktivitas perjalanan, industri perhotelan ikut terkena imbas. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani menyatakan terdapat kenaikan okupansi hotel di beberapa destinasi favorit. Di Bali, misalnya, pertumbuhan okupansi tercatat hingga 5 persen. "Dari pemantauan kami, di Yogyakarta naik 10 persen," katanya. Data kepadatan di tempat wisata, bandara, hingga hotel menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat. Namun kondisi ini tampak seperti anomali. Menjelang akhir tahun, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tanda pelemahan daya beli masyarakat. Sebut saja deflasi yang terjadi lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. Data Purchasing Managers' Index manufaktur Indonesia juga masuk zona kontraksi sejak Juli 2024. (Yetede)


Rosan Roeslani Menargetkan Investasi Sebesar Rp 13.032 Triliun pada Periode 2025-2029

03 Jan 2025

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani menargetkan investasi sebesar Rp 13.032 triliun pada periode 2025-2029 sebagai upaya mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Target ini disampaikannya dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 2 Januari 2025. "Di tahun 2025 investasi diharapkan mencapai Rp 1.905 triliun dengan total investasi dari 2025 sampai 2029 itu kurang lebih Rp 13.000 triliun lebih sedikit lah Rp 13.032 triliun. Itu adalah yang saya sampaikan ke Bapak Presiden," ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis, 2 Januari 2025. Investasi itu diharapkan menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. "Terutama dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029 seperti yang ditargetkan seperti yang dicanangkan oleh Kementerian Bappenas," katanya.

Hilirisasi industri akan memainkan peran signifikan dalam menarik investasi ke Indonesia. Ia berharap kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang saat ini berada di kisaran 24-25 persen, dapat meningkat lebih tinggi. Rosan turut mengungkap hasil kunjungannya ke Cina, yang berhasil mendapatkan komitmen investasi sebesar US$ 7,46 miliar dari empat perusahaan. Beberapa sektor yang akan menerima investasi tersebut di antaranya mencakup fiberglass, solar panel, hingga perikanan. Perusahaan Trump Investasi Lapangan Golf dan Hotel di Vietnam Senilai Rp23 Triliun "Seperti BYD yang sudah membeli tanah di daerah Subang diharapkan investasi untuk manufakturingnya akan dimulai pada awal tahun depan," tuturnya. Selain dari Cina, Indonesia juga mengharapkan investasi signifikan dari Amerika Serikat, Timur Tengah, dan negara lainnya. Meski target tersebut cukup tinggi, Rosan menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mencapainya. "Ini bukan pekerjaan yang mudah, ini pekerjaan yang sangat berat sehingga diharapkan juga kerja sama dan koordinasi dari semua kementerian terkait," ucap Rosan. Dengan target investasi tersebut, pemerintah optimistis dapat memperkuat perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang kompetitif di kancah global. (Yetede)

Temuan Senilai Rp 8,9 Miliar Kosmetik Berbahaya

02 Jan 2025
Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan 205.400 produk kosmetik ilegal dan berbahaya yang beredar di masyarakat. Temuan yang didapatkan dari hasil pengawasan pada periode Oktober sampai November 2024 tersebut memiliki nilai ekonomi mencapai Rp 8,9 miliar. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, pelanggaran dan dugaan kejahatan terkait produk kosmetik ilegal dan berbahaya paling banyak ditemukan di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Setidaknya ditemukan 235 jenis produk ilegal dan berbahaya dengan jumlah produk yang mencapai 205.400 buah. ”Beberapa merek (kosmetik ilegal dan berbahaya) tersebut, di antaranya, ialah Lameila, Aichun Beauty, WNP’L, Mila Color, 2099, Xixi, Jiopoian, SVMY, Tanako, dan Anylady.

Mayoritas temuan produk kosmetik impor ilegal berasal dari Tiongkok dan Korea, kemudian Malaysia, Thailand, India, dan Filipina,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/12/2024). Adapun bahan dilarang dan berbahaya yang ditemukan pada produk kosmetik yang ditemukan tersebut, antara lain, ialah merkuri, rhodamin B, dan bahan obat, seperti hidrokinon, tretinoin, antibiotik, antifungi, dan steroid. Bahan-bahan tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika digunakan tidak sesuai dengan peruntukan, seperti gangguan sistem saraf, gangguan sistem pernapasan, dan kanker. Taruna mengatakan, sebagian besar produk kosmetik ilegal yang mengandung bahan obat didistribusikan langsung ke klinik kecantikan.Padahal, produk dengan bahan obat seharusnya didistribusikan dan dijual lewat fasilitas pelayanan kefarmasian atau apotek.

Peredaran produk kosmetik ilegal dengan bahan obat tersebut ditemukan di sejumlah wilayah, seperti Cimahi, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Jember. Pengawasan pun diperkuat di fasilitas-fasilitas kecantikan tersebut. Produk kosmetik patut mendapatkan perhatian lebih besar dalam pengawasan di masyarakat. Dari seluruh pengaduan produk ilegal yang diterima BPOM, produk kosmetik merupakan jenis produk yang paling banyak diadukan oleh masyarakat, yakni mencapai 42,99 persen. Sesuai dengan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, pelaku yang terbukti memproduksi dan mengedarkan kosmetik yang tak memenuhi standar bisa dikenai hukuman penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar. Selain itu, sanksi administrasi berupa perintah penarikan dan pemusnahan produk dilakukan. (Yoga)

Siap Melantai 21 Perusahaan di Bursa RI

02 Jan 2025
Sebanyak 21 perusahaan dalam daftar calon perusahaan tercatat baru di Bursa Efek Indonesia kemungkinan akan melantai tahun 2025 ini. Otoritas bursa menargetkan 66 perusahaan melaksanakan penawaran saham perdana di tahun baru ini setelah melalui tahun 2024 yang menantang. Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (31/12/2024), menyampaikan hingga akhir penutupan perdagangan BEI tahun 2024, Senin (30/12/2024), terdapat 21 perusahaan dalam daftar prospek penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). ”Dari jumlah itu, tiga perusahaan di antaranya merupakan lighthouse (perusahaan berkapital besar).

Adapun mayoritas berasal dari sektor-sektor prospektif tersebut, menandakan optimisme pemulihan minat IPO di tahun mendatang,” ujarnya. Secara rinci, ia menyebutkan, ada 18 perusahaan aset berskala besar atau di atas Rp 250 miliar. Kemudian, dua perusahaan aset skala menengah di antaraRp 50 miliar sampai Rp 250 miliar, dan satu perusahaan aset kecil di bawah Rp 50 miliar. Jumlah ini akan menyumbang sepertiga target IPO 2025 yang sebanyak 66 perusahaan. Target tersebut lebih besar dari pencapaian di 2024 yang hanya mencatatkan sebanyak 41 perusahaan baru dengan total dana yang dihimpun sebanyak Rp 14,3 triliun. Jumlah ini turun drastis dari 79 kegiatan IPO di 2023 yang berhasil menghimpun dana hingga Rp 54,1 triliun.

Sementara itu, tahun ini, otoritas pasar modal menilai prospek IPO pada tahun 2025 diharapkan tetap menarik, terutama untuk perusahaan di sektor konsumen dan energi yang tahun lalu melakukan banyak aksi IPO. Harapan itu juga diperkuat optimisme akan stabilitas ekonomi domestik dengan target pertumbuhan ekonomi dan proyeksi inflasi yang terkendali. Selain target IPO, BEI juga menetapkan peningkatan target jumlah penerbitan beragam efek, seperti saham, obligasi, sukuk, waran terstruktur, dana tukar dagang atau exchange traded fund (ETF), dana investasi real estat (DIRE), dana investasi infrastruktur (DINFRA), efek beragun aset (EBA) dari 340 penerbitan di 2024 menjadi sebanyak 407 penerbitan sepanjang 2025. (Yoga)

Mengelola Gaya Hidup Dengan Bijak

02 Jan 2025
Di tengah tantangan ekonomi saat ini, masyarakat perlu melakukan sejumlah penyesuaian agar tidak semakin terbebani oleh berbagai kebutuhan. Menekan gaya hidup konsumtif, menambah keahlian di luar pekerjaan, dan menjaga gaya hidup sehat patut diprioritaskan. Saatnya bijak mengelola hidup di tahun 2025. Sejumlah warga berupaya mengurangi belanja barang yang kurang menjadi prioritas. Selainitu, mereka juga bersiasat dengan menekan pengeluaran dalam membiayai kebutuhan keseharian. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) juga perlu diantisipasi. Salah satunya dengan menekuni bidang lain yang bisa menjadi sumber pemasukan alternatif. Masalah kesehatan juga tidak boleh diabaikan agar tabungan tidak semakin tergerus untuk membiayai pengobatan. Fathia (29), warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berupaya lebih selektif dalam berbelanja.

Ia memutuskan tidak membeli barang yang kebutuhannya belum mendesak. Sebelumnya, ia sering membeli sepatu dan baju tanpa memikirkan urgensinya. Akan tetapi, sekarang ia sudah mengerem kebiasaan itu. ”Dulu saya masih suka belanja kalau ada produk baru yang menarik. Sekarang coba saya kurangi. Bahkan, jika butuh, saya mencari barang-barang preloved. Memang barang bekas, tetapi biasanya dijual kembali bukan karena jelek, melainkan ada masalah, seperti ukuran dan bahan yang tidak sesuai,” ujarnya, Rabu (1/1/2025). Fathia pun mengurangi biaya tempat tinggal dan transportasi. Anggaran untuk kontrakan yang sebelumnya Rp 3 juta perbulan diturunkan menjadi Rp 2 juta per bulan. Karyawan swasta itu juga berganti moda transportasi dengan ongkos yang lebih murah. Ia lebih memilih menggunakan Transjakarta dan KRL ketimbang LRT atau MRT. Dia berharap rute transportasi publik berbiaya murah terus ditambah sehingga mendukung mobilitas warga tanpa terlalu membebani pengeluaran. (Yoga)