;

Publik Optimis Meski Penuh Kekhawatiran

Ekonomi Yoga 31 Dec 2024 Kompas (H)
Publik Optimis Meski Penuh Kekhawatiran

Menyambut Tahun Baru 2025, masyarakat tidak bisa abai terhadap sejumlah tantangan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa. Berbagaitantangan itu pun memunculkan kekhawatiran, terutama pada bayang-bayang kenaikan pajak serta stagnasi pendapatan. Sekalipun demikian. semangat publik tidak pupus. Mereka tetap optimistis akan adanya perbaikan ekonomi pada tahun depan. Kesimpulan itu terekam dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas awal Desember lalu. Minat publik merayakan tahun baru relatif diekspresikan secara sederhana dan biasa. Hasil jajak pendapat merekam, hampir separuh responden (49,8persen) mengaku akan menghabiskan momen libur tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga di rumah. Tidak hanya itu, sekitar seperlima dari responden jajak pendapat ini juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan kegiatan seperti biasa selama libur Tahun Baru. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk merayakan momen libur Tahun Baru secara sederhana.

Meskipun demikian, ada juga sebagian responden yang berencana berpelesir sepanjang ibur akhir tahun ini. Jajak pendapat merekam, sekitar seperempat bagian responden mengatakan akan berwisata dimomen liburan tahun baru ini. Dari jumlah tersebut, hampir 15 persen di antaranya mengatakan ingin berwisata ke destinasi yang berada di dalam kota tempat mereka tinggal. Lebih lanjut, sekitar 10,7 persen dari mereka mengatakan berniat untuk berlibur ke luar kota. Hanya sedikit responden yang mengungkapkan rencana untuk berlibur ke luar negeri. Kecenderungan rendahnya minat responden untuk berwisata ke luar kota dan luar negeri ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak antusias untuk bepergian meski pemerintah telah memberikan stimulus potongan harga. Diketahui, pemerintah memberlakukan kebijakan diskon tiket pesawat sebesar 10 persen untuk semua jenis penerbangan, dari 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 mendatang. 

Potongan harga itu meliputi beberapa komponen biaya dalam tiket, misalnya pelayanan jasa penumpang pesawat udara, biaya bahan bakar, dan jasa pendaratan. Hasil jajak pendapat merekam, sebagian besar responden atau 62,6 persen menyatakan tidak tertarik menggunakan diskon tiket pesawat 10 persen itu. Mereka yang tertarik untuk membeli tiket pesawat dengan potongan harga itu hanya 36,4 persen.  Selain soal respons terhadap kebijakan pemerintah, pola mobilitas masyarakat selama libur tahun baru ini juga dapat memberikan gambaran mengenai kekhawatiran ekonomi yang dirasakan. Apalagi, hasil jajak pendapat ini juga merekam ke cenderungan masyarakat untuk membatasi konsumsi di masa libur akhir tahun. Pembatasan tersebut didasari oleh tiga hal yang bermuara ke persoalan ekonomi. Pertama, publik merasa belum perlu untuk melakukan aktivitas konsumtif. Kedua, mereka ingin berhemat. Terakhir, mereka juga merasa sudah banyak pengeluaran sepanjang 2024. Saat digali lebih dalam, terlihat bahwa beberapa hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat itu tidak terlepas dari bayang-bayang situasi ekonomi tahun depan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :