;
Kategori

Ekonomi

( 40814 )

KAI Jakarta Tambah Tujuh Kereta untuk Libur Imlek

14 Jan 2025
 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mengumumkan pengoperasian tujuh kereta api tambahan. Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat yang ingin memanfaatkan libur panjang akhir Januari 2025 yang bertepatan dengan Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek 2576. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan bahwa kereta tambahan ini tersedia untuk sejumlah tujuan favorit seperti Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya. Tiket perjalanan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI atau mitra penjualan tiket resmi.

“Pengoperasian kereta tambahan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, terutama di masa long weekend seperti ini. Kami menghimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini dengan melakukan pemesanan tiket lebih awal,” ujar Ixfan dalam keterangan resminya pada Selasa,14 Januari 2025. Mengetahui Asal-usul Imlek dan Tradisi Perayaan yang Penuh Makna
Daftar Kereta Api Tambahan dari Daop 1 Jakarta

KA Tambahan PSE-LPY (10908) – Relasi Pasar Senen - Lempuyangan (23-30 Januari 2025).
Sembrani Tambahan (7010A) – Relasi Gambir - Surabaya Pasarturi (24-31 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-YK (7004B) – Relasi Gambir - Yogyakarta (24-30 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-YK (7002B) – Relasi Gambir - Yogyakarta (24-30 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-SLO (7016B) – Relasi Gambir - Solo Balapan (24-30 Januari 2025).
KA Argo Cheribon (30F) – Relasi Gambir - Cirebon (28-29 Januari 2025).

Sementara untuk volume penumpang dan pilihan sarana hingga 14 Januari 2025 pukul 08.00 WIB, KAI mencatat volume penumpang yang berangkat dari Daop 1 Jakarta untuk periode libur panjang (27-29 Januari 2025) mencapai 24.307 orang, dengan rincian 27 Januari: 8.923 penumpang, pada 28 Januari: 7.539 penumpang, pada 29 Januari: 7.845 penumpang. Kereta tambahan yang dioperasikan dilengkapi dengan berbagai pilihan sarana modern, mulai dari kereta eksekutif Mild Steel, eksekutif New Image, hingga kereta Ekonomi Premium Stainless Steel. Selain itu, tersedia juga kereta ekonomi long seat yang praktis untuk perjalanan jarak pendek dan menengah. (Yetede)

Pelni Mencatat Penumpang Kapal Periode Nataru Mencapai 551 Ribu

14 Jan 2025
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) mencatat melayani 551.383 penumpang selama periode Nataru, naik 8,7 persen dibandingkan proyeksi awal sebanyak 507.054 orang. Angka itu merupakan kalkulasi masa Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup 467.143 penumpang yang menggunakan kapal penumpang reguler dan 84.240 penumpang yang diangkut dengan kapal perintis. Periode puncak perjalanan berlangsung dari 11 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025 “Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang tetap setia menggunakan layanan kapal Pelni sebagai moda transportasi pilihan selama periode Nataru. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik,” ujar Tri dalam keterangan resminya dikutip Senin, 13 Januari 2025.

KM Kelud Disulap jadi Hotel Terapung selama PON Aceh - Sumatera Utara, Intip Fasilitasnya Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 20 Desember 2024 dengan jumlah penumpang mencapai 26.614 orang. Sementara itu, puncak arus balik berlangsung pada 5 Januari 2025 dengan total penumpang sebesar 24.575 orang. Adapun lima pelabuhan favorit yang menjadi tujuan utama penumpang selama periode ini adalah Ambon, Makassar, Belawan, Batam, dan Sorong. Pelni juga memantau pergerakan penumpang berdasarkan tiga wilayah utama, yaitu barat, tengah, dan timur Indonesia. Dari total penumpang, wilayah tengah mencatat j umlah tertinggi dengan 222.759 orang (40,4 persen), disusul wilayah timur dengan 202.358 orang (36,7 persen), dan wilayah barat sebesar 126.267 orang (22,9 persen). Apa Saja Fasilitas Mudik Gratis Kemenhub 2024? Dengan pencapaian ini, PT Pelni terus berkomitmen memberikan layanan transportasi laut yang andal dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penumpang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pelni, terutama di momen-momen penting seperti Nataru. (Yetede)


Tekanan Biaya Dana di Perbankan Diprediksi Naik

14 Jan 2025
Tahun 2025 menjadi tahun yang menantang bagi likuiditas perbankan di Indonesia. David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), mengungkapkan bahwa dengan jatuh temponya Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 833 triliun dan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 922,4 triliun, pemerintah dan Bank Indonesia kemungkinan akan menerbitkan surat utang baru untuk menutupi kebutuhan. Hal ini berpotensi memicu persaingan perebutan likuiditas antara perbankan, pemerintah, dan BI.

Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), menyebut kondisi ini sebagai tantangan besar karena bank harus menghadapi tekanan moneter dan fiskal sekaligus. Senada, Muhammad Iqbal, Direktur SME dan Retail Funding Bank Tabungan Negara (BTN), menilai penerbitan SBN dan SRBI akan mempersulit bank dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK). Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke, juga memperingatkan risiko beralihnya dana dari bank ke SBN dan SRBI.

Untuk mengatasi tantangan ini, berbagai bank mengadopsi strategi inovasi diantaranya BTN memperkenalkan aplikasi "Bale by BTN" untuk mempermudah nasabah mengakses produk, dengan target pertumbuhan DPK sebesar 15% dan rasio CASA lebih dari 54%. Bank Oke fokus pada diversifikasi produk, inovasi digital, dan program loyalitas dengan target pertumbuhan DPK dan kredit 8%. 

BNI, menurut Royke, meningkatkan digitalisasi layanan transaksi untuk menjaring dana murah. CIMB Niaga, seperti disampaikan Presiden Direktur Lani Darmawan, fokus menjaring CASA melalui payroll, merchants, dan cash management, dengan target pertumbuhan DPK 7%-8%.

Meski menghadapi tekanan likuiditas yang ketat, bank-bank besar optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan melalui inovasi digital dan diversifikasi layanan.

Menguji Ketahanan di Batas Psikologis

14 Jan 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,02% ke level 7.016,88 pada Senin (13/1) akibat pelemahan saham-saham kapitalisasi besar (big cap), terutama di sektor perbankan, serta keluarnya dana asing senilai Rp 383,46 miliar. Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa penurunan ini diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 16.283 per dolar AS. Hal ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS usai rilis data tenaga kerja AS.

Valdy memproyeksikan IHSG akan menguji support psikologis di level 7.000 pada Selasa (14/1), mengingat adanya pola negatif pada indikator teknikal, seperti death cross pada MACD. Sementara itu, Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas, memperkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.953 dan resistance di 7.080. Herditya juga mencatat, perhatian investor saat ini tertuju pada data producer price index (PPI) AS dan yield US Treasury 10 tahun yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Dalam situasi ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Sementara Herditya menyarankan untuk memperhatikan saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai opsi perdagangan di area tertentu.

Bullion Bank Jadi Bisnis Menjanjikan

14 Jan 2025
Langkah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk mengajukan lisensi sebagai bullion bank ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpotensi mendongkrak kinerjanya secara signifikan. Rencana ini didukung oleh regulasi baru, yaitu Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2024, yang memungkinkan bank untuk menjalankan layanan berbasis emas, seperti simpanan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.

Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut bahwa layanan bullion bank dapat memperkuat ekosistem keuangan berbasis emas dan memberikan opsi menarik bagi masyarakat untuk menyimpan aset mereka. BRIS dinilai layak menjalankan peran ini karena memiliki standar kemurnian emas yang sesuai dengan London Bullion Market Association (LBMA).

Saat ini, BRIS telah mengelola program cicilan emas sebesar 15 ton hingga Desember 2024, dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 30 ton pada 2025. Isfhan Helmy, Analis Sinarmas Sekuritas, memperkirakan lisensi bullion bank dapat mendorong pengelolaan hingga 100 ton emas dalam lima tahun mendatang. Dengan lisensi ini, spread emas diproyeksi meningkat dari kurang dari 1% menjadi sekitar 5%, yang akan signifikan meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

James Stanley Wijaya, Analis Buana Capital Sekuritas, menyoroti pembiayaan emas sebagai mesin pertumbuhan baru bagi BRIS. Pembiayaan ini telah tumbuh 77,6% YoY menjadi Rp 12,4 triliun pada Desember 2024, menawarkan imbal hasil aset sebesar 13%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata aset gabungan sebesar 8,1%.

Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya, menambahkan bahwa minat nasabah terhadap rekening wadiah Bank BSI mendukung pertumbuhan dana murah (CASA) dan pembiayaan emas, yang semakin memperkuat posisi BRIS. Dengan potensi pertumbuhan signifikan, para analis, termasuk Maximilianus, Isfhan, James, dan Andrey, merekomendasikan beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.500 per saham. Per 13 Januari 2025, harga saham BRIS naik 0,74% menjadi Rp 2.720 per saham.

Dampak AS-China pada Neraca Dagang Indonesia

14 Jan 2025
Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2024 diperkirakan tetap berlanjut, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat surplus US$ 4,42 miliar. David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), memperkirakan surplus bulan Desember hanya mencapai US$ 3 miliar, dipengaruhi oleh perlambatan harga komoditas ekspor utama serta pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor.

Sementara itu, Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), memperkirakan surplus sebesar US$ 3,8 miliar. Ia menyoroti penurunan ekspor yang disebabkan oleh turunnya PMI manufaktur Tiongkok sebagai mitra dagang utama, serta penurunan harga batubara. Di sisi lain, nilai impor juga menyusut karena perusahaan mengoptimalkan inventori pada akhir tahun.

Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, memperkirakan surplus neraca dagang Desember mencapai US$ 3,81 miliar, sementara Hosianna Evalita Situmorang, Ekonom Bank Danamon, lebih optimistis dengan estimasi surplus mencapai US$ 4,77 miliar. Namun, baik David maupun Hosianna sepakat bahwa surplus neraca perdagangan tahun 2025 akan melambat. David memperkirakan total surplus 2025 hanya mencapai US$ 26,2 miliar, sementara Hosianna memprediksi US$ 33 miliar.

Pelemahan surplus di tahun 2025 ini disebabkan oleh melemahnya harga komoditas, perlambatan permintaan dari negara mitra dagang seperti Tiongkok, dan kebijakan perdagangan proteksionis Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang menjadi tantangan tambahan bagi perdagangan global.

Saham Blue Chip Kehilangan Daya Tarik

14 Jan 2025
Pasar saham Indonesia sedang mengalami tekanan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,02% ke level 7.016,88 pada Senin (13/1). Saham-saham blue chip, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), melemah meskipun memiliki fundamental yang baik dan valuasi yang murah. Hal ini didorong oleh aksi jual investor asing, meskipun investor lokal masih menunjukkan minat pada saham-saham ini.

Sementara itu, saham-saham growth stock seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan kenaikan harga signifikan meskipun valuasinya sudah mahal. Direktur Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menjelaskan bahwa saham-saham ini cenderung lebih stabil karena partisipasi publik yang rendah dan minimnya pengaruh dana asing.

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy, mencatat bahwa kehadiran market maker memengaruhi pergerakan harga saham growth stock seperti BREN. Di sisi lain, saham blue chip seperti ASII tidak memiliki mekanisme serupa, sehingga harga sahamnya lebih dipengaruhi oleh faktor pasar umum.

Maximilianus Nico Demus, dari Pilarmas Investindo Sekuritas, menyarankan investor untuk memanfaatkan kombinasi analisis fundamental dan teknikal, sambil mempertimbangkan jangka waktu dan profil risiko masing-masing. Daniel Agustinus juga memprediksi bahwa saham-saham blue chip akan kembali pulih saat investor asing kembali masuk, terutama jika The Fed mulai menurunkan suku bunga.

KAI Tambah Armada untuk Penumpang

14 Jan 2025

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah jadwal perjalanan kereta api selama 20 hari, mulai 10 hingga 31 Januari 2025, untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang bepergian pada momen libur panjang. Penambahan ini bertujuan untuk menyediakan alternatif perjalanan bagi pelanggan dengan tiket reguler yang sudah habis, serta memberikan lebih banyak pilihan waktu keberangkatan. VP Public Relations PT KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa tambahan jadwal ini meliputi beberapa rute, seperti Yogyakarta-Gambir, Surabaya-Ketapang, Bandung-Solo, dan Tegal-Semarang. Selain itu, kereta yang dioperasikan dilengkapi dengan fasilitas modern dan memenuhi standar keselamatan, guna memastikan kenyamanan penumpang. Diharapkan dengan penambahan kapasitas ini, kepadatan penumpang dapat berkurang, sehingga pengalaman perjalanan tetap nyaman selama libur panjang.


Mengamankan Momentum Positif di Pasar Modal

14 Jan 2025

Meskipun maraknya aksi Initial Public Offering (IPO) oleh perusahaan besar di pasar modal Indonesia pada awal tahun 2025, hal ini belum mampu mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) ke tren positif. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sejumlah perusahaan besar yang melantai di bursa, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,13 triliun. Namun, meskipun IPO besar ini mencatatkan permintaan yang tinggi dan melibatkan nama-nama terkemuka, IHSG masih mengalami penurunan dan rata-rata nilai transaksi harian belum mencapai Rp10 triliun. Penyebab lesunya pasar ini antara lain adalah aksi net sell oleh investor asing, ketidakpastian global, dan kurangnya sentimen positif di pasar domestik. Fokus investor yang terlalu terpusat pada IPO sementara perdagangan di pasar sekunder kurang bergairah menjadi salah satu masalah utama. Oleh karena itu, meskipun IPO besar menjadi perhatian, otoritas pasar modal perlu menjaga sentimen positif dan selektif dalam meloloskan emiten agar pasar tetap sehat dan tidak mengalami pelarian modal.


Perkembangan Perbankan Syariah 2025

13 Jan 2025
Sektor perbankan dan keuangan syariah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan populasi mayoritas Muslim terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin dalam ekonomi syariah global. Sektor perbankan syariah telah melalui tahun 2024  dengan baik, di tengah berbagai dinamika global dan domestik yang cukup menantang. Mulai dari meningkatnya tensi geopolitik dunia, fluktuasi di sektor bisnis dan keuangan, juga pergantian kepala pemerintahan, baik di Indonesia maupun Amerika Serikat. Hal itu terlihat dari aset perbankan syariah global yang melanjutkan tren pertumbuhannya pada 2024. Tercatat pada 2024, prospek aset perbankan syariah global mencapai 2.580 miliar dollar AS, atau naik 8,82 persen secara tahunan (year on year/yoy). Persentase kenaikan ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yakni sebesar 5,47 persen yoy.

Demikian pula di tataran nasional, sektor perbankan syariah juga mampu bertumbuh dengan baik, baik dari sisi aset, penghimpunan dana pihak ketiga, penyaluran pembiayaan, maupun peningkatan layanan. Pertumbuhan perbankan syariah yang solid dan memiliki resiliensi setidaknya tecermin dari capaian kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang menjadi pemimpin pangsa pasar di Indonesia. Sejak didirikan melalui proses merger pada 1 Februari 2021, BSI terus tumbuh secara sehat dan berkualitas. BSI mencatatkan pertumbuhan aset dalam tiga tahun terakhir mencapai 48 persen sejak 2020 hingga Desember 2023. Hingga kuartal III-2024, kinerja keuanganBSI tumbuh positif dari segi aset, pembiayaan, serta dana pihak ketiga (DPK). Semua terjaga pada level digit ganda di atas 15 persen.

Torehan BSI yang tumbuh impresif berkelanjutan tak terlepas dari strategi transformasi yang konsisten dan berkesinambungan, khususnya digitalisasi layanan perbankan syariah yang terus diperkuat dengan menghadirkan super apps BYOND. Prospek 2025 Lalu, bagaimana prospek perbankan syariah pada 2025? Tahun ini diproyeksikan menjadi momentum positif bagi ekonomi syariah di Indonesia. Dengan dukungan regulasi yang semakin baik, serta kesadaran masyarakat yang terus meningkat, inilah saatnya sektor perbankan syariah memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kontribusinya pada perekonomian. Sektor ini juga diuntungkan dengan tren penurunan BI rate secara gradual yang mendukung peningkatan pembiayaan. Proyeksi pertumbuhan pembiayaan syariah pada 2025 diperkirakan mencapai Rp 713 triliun, naik 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam menghadapi peluang ini, inovasi menjadi kata kunci. (Yoga)