;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kontribusi Manufaktur ke PDB, Tren Penurunan Bakal Berlanjut

31 Mar 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan tren penurunan kontribusi sektor manufaktur ke produksi domestik bruto (PDB) tahun ini akan berlanjut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren tersebut dimulai setidaknya pada 2015. Adapun, pada tahun lalu kontribusi sektor manufaktur telah berada di bawah level 19,62% dari realisasi pada 2015 di posisi 20,99%. Ada beberapa industri yang menurun drastis, sementara ada beberapa sektor manufaktur yang menggenjot kapasitas produksi hingga 200% pada tahun ini. Penurunan kontribusi tersebut disebabkan oleh penurunan pertumbuhan perkonomian global dan penurunan ekspor sejak akhir 2019. Selain itu, lanjutnya pasar global dan lokal juga terdampak dari penyebaran COVID-19. Kemenperin telah membuat dua simulasi kontribusi manufaktur terhadap PDB pada awal 2020. Kementerian memproyeksikan sektor manufaktur akan berkontribusi hingga 17,95% saat pasar ekspansif dan 17,80% saat pasar kontraktif.


Investor Menanti Realisasi Insentif Lanjutan

30 Mar 2020

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan, Frankie Wijoyo Prasetio, memperkirakan pasar saham masih akan bergejolak sepekan ke depan karena dampak ekonomi akibat pandemi virus corona meningkat. Menurut dia, investor menanti realisasi kebojakan insentif fiskal dan moneter lanjutan dari pemerintah serta Bank Indonesia.

Menurut Frankie, wabah corona membuat indeks harga saham di seluruh dunia melorot, termasuk BEI. Tapi, kata dia, kepercayaan investor masih ada. Frankie merujuk pada perdagangan saham akhir pekan lalu yang akhirnya ditutup menguat 4,76 persen. Untuk pekan ini, Frankie memperkirakan level support dan resistance berada pada rentang yang jauh karena kondisi pasar masih bergejolak, yaitu pada 4.220 - 4.680. Pemerintah dan Bank Indonesia pun sudah merilis beberapa stimulus untuk mendorong aktivitas ekonomi di tengah wabah corona, seperti program bantuan langsung tunnai, pelonggaran rasio kredit usaha kecil dan menengah, hingga penerbitan surat utang Recovery Bond untuk diserap otoritas moneter dan investor. Ekonom senior Indef, Mohamad Fadhil Hasan, mengatakan strategi pemerintah memperbanyak stimulus berada di jalur yang benar. Namun kata dia perlu ada percepatan implementasinya. Fadhil memberi contoh penjualan Recovery Bond untuk mendapat dana segar harus didului dengan perubahan UU nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Jika aturan itu tidak diubah, BI hanya boleh membeli obligasi di pasar sekunder.


Operator Angkutan Pangkas Jumlah Perjalanan

30 Mar 2020

Operator layanan transportasi melakukan berbagai cara untuk bertahan di tengah wabah corona atau Covid-19. Strateginya bermacam-macam, dari pengurangan keberangkatan hingga penghentian layanan sementara.

Direktur Utama Maskapai garuda Indonesia Irfan Setiaputra Mengupayakan penjadwalan ulang penerbangan karena jumlah penumpang kian merosot. Irfan mengatakan Garuda muai mengajukan perubahan jadwal penerbangan maupun pengubahan rute, termasuk dengan mempertimbangkan konsumen. Namun, layanannya hanya terbatas untuk tiket yang terbit hingga 15 Maret lalu, serta khusus untuk periode penerbangan hingga 31 Mei 2020. Di luar kebijakan terkait konsumen, manajemen Garuda pun tengah mengajukan penjadwalan ulang pembayaran utang kepada lessor atau penyedia sewa pesawat. Head Corporate Communication Air Asia Indonesia Baskoro Adiwiyono berencana menghentikan sementara seluruh layanan sejak awal bulan depan, baik untuk rute internasional maupun dalam negeri. Penghentian rute domestik berlangsung hingga 21 April 2020, sedangkan rute internasional hingga 17 Mei 2020. Air Asia menawarkan perubahan jadwal tanpa biaya tambahan serta pemberian kredit saldo untuk modal pembelian tiket berikutnya. Juru bicara PT KAI Daop I Jakarta,Eva Chairunisa, mengakui perusahaannya harus membatalkan 28 perjalanan kereta jarak jauh serta 21 perjalanan kereta lokal mulai 1 April. Direktur Operasional PT Metro Multi Transportasi Tjahjo Wibowo berupaya menjadwal ulang keberangkatan. Pembataan order karena penutupan lokasi wisata membuat omset perusahaan bus wisata ini anjlok hingga 36 persen bulan ini.


Sentimen COVID–19 Pabrik TOYOTA Bersiap Shutdown

30 Mar 2020

Setelah memangkas produksi, Toyota berencana menghentikan sementara alias shutdown aktivitas pabriknya untuk mencegah penyebaran virus corona. Adapun, pabrikan lain masih beroperasi normal dengan menerapkan protokol keamanan bagi pekerjanya. Bila fasilitas produksi dihentikan sementara, semua pekerja bekerja dari rumah. Menurutnya, soal upah pegawai yang bekerja di rumah sudah diatur oleh perusahan. Sementara itu, Hino Motors memastikan akan menurunkan produksi sebagai bagian dari manajemen risiko dan respons terhadap pasar yang tertekan dampak COVID-19. Hino belum dapat memprediksi kemungkinan Hino melakukan langkah ekstrem seperti menangguhkan produksi sementara waktu. Di sisi lain, Honda menyatakan aktivitas produksi di pabriknya masih berjalan normal, kendati rencana aksi untuk menghadapi dampak COVID-19 telah disiapkan. Dari Honda, ada penurunan permintaan akibat pandemi COVID-19. Sedangkan Suzuki, sampai saat ini produksi di pabrik masih berjalan. Namun, Suzuki memberlakukan protokol ketat untuk semua aktivitas karyawan guna meminimalkan penyebaran virus corona karena kesehatan dan keselamatan karyawan menjadi prioritas.

Pandemi Covid-19 : Negara-Negara Perkeras Pembatasan

30 Mar 2020

Laju penularan dan kematian yang terus meningkat akibat Covid-19 membuat sejumlah negara semakin mengeraska kebijakan untuk menanggulangi wabah itu. HIngga minggu (29/03/2020) malam, wabah tersebut telah menulari hampir 700.000 orang dan merenggut 32.144 jiwa disejumlah negara.

Kanada melarang siapapun yang terindikasi sesak napas untuk naik pesawat domestik dan kereta. Di sejumlah wilayah polisi membuat pos-pos pemeriksaan untuk memastikan orang tidak keluar rumah tanpa alasan kuat. Adapun di Irlandia Utara memastikan siapapun dilarang keluar rumah tanpa izin. Semua perusahaan dan pelaku usaha diminta mengoptimalkan kerja dari rumah. Pelanggar dapat dikenakan denda 5.000 poundsterling atau sekitar Rp 101 juta. India mempertahankan kebijakan isolasi total di negaranya. Namun Perdana Menteri India Narendra Modi meminta maaf karena kebijakan tersebut menimbulkan kekacauan. Di Amerika Serikat menerapkan anjuran bagi siapapun untuk tidak pergi ke tiga negara bagian (New York, New Jersey dan Connecticut) selama dua pekan ke depan. Sedangkan Italia dan Spanyol menuntut Uni Eropa (UE) bertindak lebih besar membantu kedua negara itu menghadapi Covid-19. Italia bolak balik kecewa dengan UE yang dinilai tidak cukup membantu negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Eropa itu. Roma membandingkan UE dengan China dan Rusia yang sigap mengirimkan tenaga medis, aneka peralatan kesehatan hingga obat.

Larangan Ekspor Etil Alkohol, Serapan Etanol Harus Dijamin

30 Mar 2020

Para produsen etil alkohol berharap ada jaminan serapan etanol di dalam negeri pascaditerbitkannya aturan larangan sementara ekspor produk tersebut demi menjaga pasokan di tengah pandemi COVID-19. Asosiasi Produsen Spiritus dan Etanol Indonesia (Asendo) mengemukakan rerata produksi etanol per tahun Indonesia sangat besar dengan tingkat serapan domestik yang tidak terlalu tinggi. Itu sebabnya, selama ini produsen etanol Tanah Air mengandalkan pasar ekspor untuk serapan produksinya. Berdasarkan catatan Asendo, kapasitas maksimal produksi etanol nasional mencapai 240 juta liter. Adapun, 6 pabrik anggota Asendo yang aktif beroperasi saat ini memiliki kapasitas produksi 185 juta liter dengan serapan dalam negeri hanya 50% dari total volume tersebut.

Namun demikian, seiring dengan dilarangnya ekspor etanol hingga 30 Juni 2020, Asendo pun mempertanyakan jaminan serapan stok etil alkohol lokal yang surplus. Meski terdapat lonjakan permintaan produk yang menjadi bahan baku cairan sanitasi tangan tersebut, stok etanol di luar kontrak dengan pembeli masih berlebih. Mengingat belum adanya jaminan serapan etanol di dalam negeri, berharap pemerintah mempertimbangkan pelarangan sementara impor produk sejenis demi mencegah banjir pasokan. Pemerintah juga harus mengawasi ekspor tetes tebu (molasses), yang merupakan bahan baku utama etanol. Pengawasan perlu dilakukan mengingat makin berkurangnya pasokan tetes tebu, yang saat ini mencapai 800.000 ton. Hal ini berefek pada kenaikan harga molasses. Berdasarkan catatan Asendo, harga lelang untuk tetes tebu tahun lalu berkisar antara Rp1,8 juta—Rp1,9 juta per ton. Saat ini, harga lelang bisa menyentuh Rp2,3 juta per ton.

Jaring Pengaman untuk Pekerja Seni

30 Mar 2020

Pandemi Covid-19 memukul industri seni dan budaya. Mereka kini mulai memasuki masa paceklik. Skema jaring pengaman perlu disiapkan.Skema ini dilontarkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, opsi skema yang bisa diambil adalah dana talangan atau pre financing. Menanggapi hal tersebut Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Dewan Kesenian Jakarta Hikmat Darmawan memandang jika wacana itu jadi digulirkan, pemerintah perlu lebih dulu mendata pekerja seni dan budaya yang terdampak.Upaya membangun jejaring data tersebut sebaiknya menggandeng komunitas, organisasi dan asosiasi untuk mempermudah pendataan pekerja yang terdampak.

Ketua Nadan Perfilman Indonesia Chand Parwez memperkirakan industri film akan terganggu selama 1 tahun akibat wabah Covid-19. Dampaknya terhadap industri film nyata. Produksi yang sudah berjalan harus dihentikan. Kru yang sudah keluar kota harus ditarik kembali untuk mengurangi risiko terpapar.

Kerjasama Internasional : RI Serukan G-20 Jadi Motor Solidaritas Global

27 Mar 2020

Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin negara-negara G-20 bersama-sama memenangi dua peperangan yaitu melawan Covid-19 dan melawan pelemahan ekonomi dunia. G-20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan Covid-19 dan mendorong agar pandemi tidak menganggu kemitraan serta kerjasama yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Terkait persoalan ekonomi, Presiden mendorong negara G-20 bekerjasama serta menyinkronkan kebijakan dan instrumen ekonomi untuk melawan keterpurukan ekonomi sebagai dampak covid-19.  Presiden juga mendorong G-20 menjaga stabilitas sektor keuangan termasuk kesediaan likuiditas serta memberikan relaksasi dan dukungan bagi dunia usaha yang terpukul akibat Covid-19. Penting bagi anggota G-20 mencegah disrupsi produksi dan menjaga kelancaran distribusi.

Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan di Bawah 4 Persen

27 Mar 2020

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, menyatakan wabah corona akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan kajian Indef, kata dia, wabah corona akan berdampak besar padalaju konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek.

Menurut Andry, turunnya konsumsi membuat pertumbuhan PDB merosot menjadi 3,58 persen hingga 3,66 persen.Angka ini jauh di bawah asumsi APBN 2020 yang mencapai 5,3 persen. Dia juga mengatakan wabah corona akan menurunkan PDRB di semua provinsi. Penurunan PDRB didorong oleh lesunya produktivitas sektoral yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja minim. Andry mengatakan ada dua sektor yang paling terkena dampak wabah corona, yaitu jasa pariwisata dan penerbangan. Saat ini, pendapatan hotel sudah turun menjadi hanya rata-rata 20-50 persen. Begitu juga dengan restoran. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan telah membuat skenario pasca-wabah corona meluas. Menurut dia, jika wabah ini berlangsung hingga lebih dari enam bulan, skenario paling buruk ialah pertumbuhan ekonomi hanya 2,5 persen atau bahkan sampai 0 persen. Menurut Sri, skenario ini terjadi jika protokol lockdown berlaku di Indonesia. Adapun dalam skenario paling moderat, kata Sri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bertahan di atas 4 persen. Direktur Riset Center of Reform on Economy Piter Abdullah mengatakan wabah corona juga bisa menyebabkan kenaikan angka kemiskinan. Berdasarkan data BPS, penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,7 juta jiwa pada September 2019. Angka ini merepresentasikan 9,22 persen dari total penduduk di Indonesia.


Pemerintah Prioritaskan Ketersediaan Dana Stimulus

27 Mar 2020

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan pemerintah sudah menggelontorkan dana secara langsung ataupun tak langsung untuk dua stimulus kebijakan ekonomisenilai Rp 158,2 triliun. Meski begitu, dia memastikan anggaran untuk sembilan kebijakan lanjutan yang baru diumumkan pemerintah pada Selasa lalu itu tercukupi.

Selain mengotak-atik alokasi pos anggaran yang sudah ada, pemerintah masih bisa memainkan instrumen pelebaran defisit. Dia merujuk pada pelebaran defisit sebesar 0,8 persen dari produk domestik bruto senilai Rp125 triliun yang bakal dijadikan amunisi untuk menanggulangi bencana wabah corona. Selain itu, kata dia, masih ada rencana penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang perihal keuangan negara. Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, engatakan skema utama pemerintah dalam menanggulangi virus corona adalah merealokasi dan memfokuskan ulang pos belanja yang ada. Sebelumnya, Selasa lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada peluang untuk memperlebar defisit dan utang negara. Selain memutuskan ada pelebaran defisit mencapai batas 3 persen, Sri mengatakan pemerintah giat mencari pendanaan dari utang luar negeri. Akhir pekan lalu, Asian Development Bank mengumumkan menyetujui utang ringan untuk Indonesia sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun.