Ekonomi
( 40430 )Pasar Meragukan Cara Penanganan Corona
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus melemah. Kemarin, indeks saham merosot ke 4.456,75 setelah sempat mengalami trading halt. Sejak awal tahun, IHSG turun 29,25%, sementara nilai kapitalisasi bursa saham turun lebih dari Rp 2.000 triliun. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) merosot 8,61% sejak awal tahun dan menjadi kurs dengan kinerja terburuk di Asia. Kemarin, kurs spot rupiah ditutup di Rp 15.173 per dollar AS.
Pelaku pasar tampak meragukan dan merespons negatif langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona. Apalagi, jumlah korban terus bertambah. Berdasarkan data Selasa (17/3), jumlah pasien positif corona bertambah 38 orang menjadi 172 kasus positif virus korona. Dari jumlah itu, sembilan pasien virus korona dinyatakan sembuh, dan tujuh pasien meninggal dunia. Situasi inilah yang membikin panik pelaku pasar. Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyebut, pemerintah sudah menerbitkan sejumlah kebijakan fiskal.
Setali tiga uang, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, ketegasan pemerintah saat ini dalam menangani corona sangat dibutuhkan. Namun Hans berpendapat lockdown bukan solusi terbaik. Alasannya, setiap negara memiliki karakteristik penduduk berbeda. Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah bergerak. Tapi komunikasi stimulus perlu diperbaiki supaya sepenuhnya sampai ke telinga masyarakat. Hans dan Wawan sepakat, pemerintah secara paralel memikirkan efek ekonomi setelah wabah ini bisa dikendalikan. Sebab dengan kondisi saat ini saja ekonomi global dan Indonesia tengah terancam. Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi berujar, penanganan usai Covid-19 bisa dikendalikan juga sangat penting. Ia menilai perlu ada stimulus dari pemerintah. Kepala Riset Trimegah Sekuritas Sebastian Tobing berharap, stimulus pajak bukan hanya ditujukan ke sektor tertentu, tapi ke semua sektor industri. Ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar.
Indeks Saham Bakal Terus Tertekan
Sejumlah analis memperkirakan laju indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI masih tertekan sentimen negatif wabah virus corona yang kian meluas.
Direktur PT Anugrah Mega Investama, Hans Kwee, mengatakan investor khawatir atas efek berantai penyebaran virus corona. Terlebih, sejumlah negara telah menerapkan karantina wilayah atau lockdown. Pembatasan aktivitas seperti di Italia telah diikuti hampir semua negara di Eropa. Yang terbaru, Jerman dan Prancis menyatakan akan mengisolasi diri. Berkaca pada kondisi ini, Hans memperkirakan IHSG sulit meninggalkan level 4.400. Namun dia optimistis indeks tak akan jauh lebih dalam sehingga tak perlu sampai ada penghentian perdagangan. Hans menilai sejauh ini otoritas pasar moda telah mengantisipasi anjloknya IHSG dengan baik. Penerbitan aturan pembelian kembali saham (buyback) emiten adalah salah satu kebijakan yang dapat mengurangi tekanan di pasar. Aksi buyback emiten meberi sinyal positif dan mendorong pembelia saham oleh investor. BEI juga mengatur batas bawah auto rejection dengan menyesuaikan kondisi pasar. Pada 9 Maret lalu, manajemen BEI mengubah batas bawah maksimal 10 persen. Namun, selepas terjadi penurunan perdagangan hingga 5 persen pada 12 Maret, batasan tersebut diubah menjadi maksimal 7 persen per 13 Maret.
BUMN Jasa Transportasi Terdampak Korona
Wabah virus korona yang meluas telah memengaruhi aktivitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jasa transportasi di Tanah Air. Penurunan angka pengguna jasa cukup sig nifikan sejak wabah Covid-19 merebak. Dari 1 sampai 17 Maret 2020, penumpang Ferry Ketapang-Gilimanuk terjadi penurunan sebesar 65 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2019. ASDP juga mencatat penurunan penumpang meng gunakan kendaraan roda dua sebesar 65 persen pada periode tersebut. Begitu juga kendaraan mobil pribadi yang juga turun sebesar 26 persen pada periode tersebut.
Meskipun, terdapat pening katan untuk kendaraan logistic sebanyak 4%. Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah meminta perusahaan pelat merah yang melayani publik tetap harus berjalan dan harus dilakukan pengaturan sebaik-baiknya. Saat ini, tidak ada pengurangan operasional rangkaian kereta. Karena kereta api transportasi public, semua perjalanannya seperti biasa. Tapi, penurunan penumpang terjadi di layanan kereta rel listrik (KRL) sebesar 30%. Di Stasiun Ancol, penumpang turun 50 persen, Sta siun Jakarta Kota penumpang turun 38 persen, Stasiun Juanda penumpang turun 25 persen, dan Stasiun UI penumpang turun 17 persen. Penularan virus korona juga berdampak kepada operasional Perum Damri. Sejak mewabah, jumlah penumpang turunnya sampai 20 persen.
Pertumbuhan Diproyeksi tak Sampai 5 Persen
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya dapat tumbuh dalam ren tang 4,5 sampai 4,9 persen. Proyeksi tersebut lebih lambat di bandingkan keran realisasi pertum buhan ekonomi periode yang sama pada tahun lalu, yakni 5,07 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, prediksi di bawah 5 persen bagi ekonomi Indonesia relatif masih baik di tengah dinamika ekonomi global saat ini. Sementara di Cina, sudah negative, di beberapa negara sudah negatif, tapi kita masih bisa bertahan. Lembaga Dana Mone terInternasional (IMF) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Eco no mic Co-operation and Development/OECD) memprediksi ekonomi global mampu membaik dibandingkan tahun lalu yang di bawah 3 persen. OECD menurunkan proyeksinya 0,5 basis poin menjadi 2,4 persen, dengan asumsi wabah Covid-19 di Cina hanya berlangsung selama satu kuartal dan tidak menyebar signifikan ke negara lain. Namun, pemotongan pertumbuhan bisa menjadi 1,5 persen apabila asumsi tidak terpenuhi. Revisi ke bawah itu karena Cina menjadi mitra dagang utama Indonesia, terutama dari sisi perdagangan. Karena itu, kemampuan Cina menyem buhkan diri menen tukan situasi ekonomi Indonesia ke depannya. Kemenkeu belum bisa memberikan proyek si ekonomi sepanjang 2020. Banyak kemungkinan bisa ter jadi dan memengaruhi prediksi pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun.
Dari sisi APBN, apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai defisit yang dialami APBN per Februari ini tumbuh 16,2 persen. Pada Februari 2019, defisit APBN sebesar Rp 54 triliun atau 0,34 persen dari PDB. Pelebaran defisit disebabkan pendapatan negara, terutama dari sisi pajak, mengalami kontraksi, sedang kan belanja negara terus tumbuh. Terlihat, penerimaan pajak pada Februari tumbuh negatif 5,0 persen menjadi Rp 152,9 triliun dari sebelumnya, Rp 160,9 triliun pada periode sama tahun lalu. Pemerintah kini meng go dok paket stimulus ketiga, poin utama yang akan masuk dalam paket itu adalah bidang ke sehatan. Kemenkeu segera mengalirkan dana ke segala kebutuhan di bidang kesehatan me la lui paket stimulus ketiga. Salah satu poin yang masuk dalam aspek kesehatan adalah peningkatan kapasitas rumah sakit dan ke butuhan peralatan kesehatan, seperti alat pelindung diri (APD) dan masker. Dengan stimulus yang ada, pemerintah menetapkan target pelebaran defisit sam pai 2,5 persen terhadap PDB atau lebih lebar dari asumsi makro di Undang-Undang APBN 2020 sebesar 1,76 persen dari PDB.Rantai Pasok E-commerce, RI Perlu Desentralisasi Logistik
Indonesia lebih tepat menerapkan desentralisasi logistik perdagangan daring, seiring dengan tuntutan kecepatan penerimaan barang serta biaya pengiriman yang rendah. Musibah pandemi virus corona (COVID-19) telah maningkatkan pengguna baru dalam pembelanjaan online. Pada masa mendatang, tren industri perdagangan daring (e-commerce) sebagai salah satu channel penjualan akan semakin bertumbuh dengan baik. Namun, aspek logistik baik itu ongkos pengiriman dan lead time pengiriman menjadi salah satu kunci utama dalam jangka panjang. Pelaku bisnis e-commerce disarankan menerapkan kebijakan desentralisasi logistik sebagai solusi integrasi perdagangan dalam jaringan pada masa mendatang. Secara umum, aktivitas belanja daring mengalami peningkatan hingga puluhan kali lipat sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien pertama virus corona pada 4 Maret 2020. Produk incaran konsumen perdagangan daring semenjak virus corona merebak adalah perlindungan diri, healthcare, produk sanitasi, hingga bahan makanan. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan menyiapkan jalur logistik aman virus corona sehingga arus barang tetap terkendali kendati virus merebak ke seluruh negeri. Jalur logistik bebas virus corona berarti peralatan dan personel mengikuti standar pencegahan.
Pemerintah daerah juga perlu membantu pengadaan alat kerja karena sudah menjadi barang langka dan mahal.
Tren Saat Wabah Corona, Aksi Borong Meluber ke Dagang-el
Imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas ke ruang-ruang publik dalam rangka mencegah penularan virus corona memicu aksi belanja dalam jumlah besar secara di platform dagang-el. Kebutuhan yang bakal meningkat penjualannya secara daring mencakup produk-produk kesehatan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari termasuk pangan pokok. Pemerintah tidak perlu intervensi untuk menjaga harga barang agar tak melonjak drastis. Namun, hal yang diperlukan adalah upaya agar pasokan cukup. Salah satu platform e-commerce, Shopee, telah memiliki tim internal yang secara aktif melakukan perbandingan harga situasi pasar dan nominal yang dinilai wajar. Hal ini disertai pula dengan penyesuaian dan pertimbangan yang berkaitan dengan kondisi pasokan dan permintaan. Adapun, jika terdapat mitra pelapak yang kedapatan menjual produk tersebut dengan kenaikan harga yang tak masuk akal, tim Shopee bakal mengambil langkah lanjutan. Sedangkan salah satu unicorn, Tokopedia, kegiatan belanja secara daring memang bisa menjadi alternatif untuk mengurangi risiko penyebaran virus di tempat ramai sekaligus mendorong bisnis lokal terus beroperasi secara daring. Adapun, dalam upaya mencegah adanya kenaikan harga seiring dengan potensi naiknya permintaan, Tokopedia terus melakukan edukasi bagi para penjual di platform tersebut.
Perkembangan wabah COVID-19 di wilayah Asia Tenggara ternyata juga berimbas pada peningkatan pembelian kebutuhan secara daring di tingkat regional. Dalam hasil survei terbarunya, BrandIQ menyoroti adanya pengurungan jumlah kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan disertai dengan peningkatan jumlah pemesananan makanan secara daring. Hal ini setidaknya terlihat pada total pesanan di GrabFood yang tercatat mencapai 4 juta pesanan selama Januari 2020, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 3 juta pesanan.
Turbulensi Industri Perhotelan, Saatnya Stimulus Pariwisata Dikaji Ulang
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah meninjau ulang stimulus pariwisata yang diluncurkan awal Maret sebagai aksi penanggulanganan dampak COVID-19. Pemberian stimulus sektor pariwisata— khususnya bagi perhotelan dan restoran—saat ini sudah tak lagi relevan karena di tengah penyebaran wabah virus corona yang terus berkembang, pengusaha tidak akan menerima manfaat langsung stimulus tersebut. Justru, pihak yang menerima manfaat adalah pemerintah daerah (pemda) di 36 kabupaten/kota yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas.
PHRI mendata, per Maret 2020, tingkat okupansi hotel secara nasional terpelanting di bawah 50%. Terlebih, sejak dikeluarkannya nota dinas dari beberapa kementerian/lembaga yang menginstruksikan pembatasan rapat atau acara yang mengumpulkan banyak orang. Saat ini kondisi keuangan industri perhotelan makin menyusut, sehingga kemampuan untuk membayar kewajiban perbankan, pajak (pajak pemerintah pusat, serta pajak dan retribusi daerah), iuran BPJS Ketenagakerjaan, iuran BPJS Kesehatan dan biaya operasional (gaji karyawan, pemasok bahan baku, listrik, air, telepon dan lain-lain) menurun dengan kemungkinan gagal bayar bila pemerintah tidak melakukan kebijakan untuk mengantisipasinya.
Saat ini sudah banyak manajemen perhotelan yang mulai membicarakan kemungkinan terburuk, seperti menguraing biaya tenaga kerja dengan cara mengatur giliran kerja/merumahkan sebagian karyawan, mengurangi jam kerja, menghentikan pekerja harian, serta kemungkinan pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang tidak utuh. PHRI meminta sejumlah hal kepada pemerintah. Pertama, relaksasi PPh Pasal 21 untuk membantu likuiditas pekerja perhotelan. Kedua, relaksasi PPh Pasal 25 untuk memberi ruang likuiditas bagi usaha pariwisata, khususnya subsektor perhotelan dan restoran. Ketiga, penangguhan atau cuti dalam melakukan pembayaran kewajiban perbankan, baik bunga maupun pokok pinjaman atas fasilitas kredit yang diterima oleh pelaku usaha pariwisata, khususnya subsektor perhotelan dan restoran (baik korporasi maupun perorangan). Keempat, pembebasan pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu likuiditas pekerja dan perusahaan
Seharusnya pemberian insentif penundaan pungutan PPh Pasal 21 tak hanya ditujukan bagi pelaku industri berbasis manufaktur saja. Insentif tersebut juga harus diberikan kepada pelaku industri pariwisata, terlebih sektor tersebut menyumbang banyak bagi perekonomian nasional, khususnya pendapatan devisa. Di sisi lain, pelaku sektor pariwisata saat ini adalah yang paling rentan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pekerjanya.
Kasus Korupsi Asuransi Jiwasraya, Ratusan Bidang Tanah Benny Tjokro Disita
Kejaksaan Agung diketahui telah melakukan penyitaan terhadap 458 bidang tanah atas nama Benny Tjokrosaputro terkait dengan penyelidikan kasus dugaan korupsi penempatan dana investasi di PT Asuransi Jiwasraya. Kejagung tidak akan berhenti untuk mencari aset milik para tersangka baik yang disembunyikan di dalam maupun di luar negeri. Hal tersebut dilakukan,dalam rangka pengembalian kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi Asuransi Jiwasraya sebesar Rp16,81 triliun. Kejagung baru melimpahkan berkas tiga tersangka dari enam tersangka yaitu mantan Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan. Sementara, tiga tersangka sisanya, akan dilimpahkan pada awal April 2020. Ketiga tersangka sisanya itu adalah Komisasris Utama PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat.
Jalur Daring Jadi Alternatif
Anjuran menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan massa dinilai berdampak ke perdagangan, pariwisata dan jasa. Namun teknologi menawarkan alternatif. Salah satunya belanja daring untuk usaha perdagangan . Konsumsi masyarakat dinilai bisa disokong melalui perdagangan elektronik atau e-dagang.
Akan tetapi kepanikan waga terkait wabah Covid-19 berpengaruh ke pasar. Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal menyatakan pemerintah perlu mengambil langkah serius, cepat dan tegas untuk mencegah penyebaran penyakit. Pemerintah bisa bekerja sama dengan swasta seperti peritel untuk membatasi pembelian barang serta menindak tegas spekulan atau penimbun.
Imbauan Kerja Dari Rumah, Lini Produksi Manufaktur Masih Laju
Pelaku industri manufaktur tak mengendurkan lini produksinya meski pemerintah membatasi ruang gerak masyarakat sebagai antisipasi penyebaran COVID-19. Pemenuhan kebutuhan konsumen menjadi pertimbangan utama langkah ini.
Pabrikan farmasi, makanan & minuman, hingga plastik kemasan tetap menjaga laju lini produksinya untuk mengantisipasi kebutuhan. Sejak Presiden Joko Widodo mengimbau agar masyarakat membatasi interaksi sosial dan sebaiknya bekerja dari rumah, pelaku usaha sudah mulai membuat sejumlah penyesuaian. Namun, konsep work from home (WfH) jelas tak bisa serta merta diejawantahkan secara menyeluruh. Pabrikan farmasi, makanan & minuman, hingga plastik kemasan tetap menjaga laju lini produksinya untuk mengantisipasi kebutuhan.
Beberapa perusahaan manufaktur telah menerapkan protokol preventif untuk kesehatan karyawan termasuk pemberian vitamin untuk karyawan dan pembersihan atau disinfektan berkala fasilitas fisik pabrik, kerja dari rumah diterapkan secara fleksibel, bagian produksi tetap bekerja normal, kecuali bagi yang sakit atau ada anggota keluarga yang diduga terpapar COVID-19, sales dan marketing, banyak meeting dilakukan dengan audio atau video conference juga order online.
Untuk sektor manufaktur memang akan cukup sulit membatasi ruang kerja. Namun, perlu dipastikan setiap pabrikan sudah memiliki kebijakan guna menekan penyebaran COVID-19. Manufaktur memiliki beban kerja masing-masing mungkin untuk kewajiban ekspor dan yang lain yang harus tetap dikerjakan di pabrik. Mendorong gairah pelaku industri di dalam negeri agar tetap berproduksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. Langkah strategis yang telah dilakukan antara lain adalah menjaga ketersediaan bahan baku, meskipun di tengah kondisi tekanan ekonomi global sampai dampak terhadap pandemi COVID-19. Bahan baku yang berasal dari China sudah kembali masuk ke Indonesia, meski jumlahnya belum maksimal.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









