Industri di Batam Terdampak
Industri manufaktur dan jasa pelayaran di Batam Kepulauan Riau merugi hingga miliaran rupiah akibat pembatasan mobilitas Singapura dan Malaysia terkait pandemi Covid-19.
Ketua Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA) Batam Osman Hasyim mengatakan kebijakan pembatasan mobilitas oleh Singapura dan Malaysia membuat industri pelayaran di Batam terpukul hebat. Penurunan penumpang diperkirakan mencapai 90%, dari awalnya sekitar 13.200 orang per hari menjadi lebih kurang 200 penumpang per hari. Pendapatan potensial jasa pelayaran yang hilang akibat pembatasan mobilitas tidak kurang dari Rp 20 miliar per hari. Itu belum termasuk nilai barang yang diangkut kapal-kapal niaga. Pembatasan mobilitas oleh Singapura dan Malaysia membuat 2900 pabrik di Batam mengalami kekurangan bahan baku dan tenaga ahli.
Para pengusaha menggalang dana untuk mendukung pemerintah kota Batam dalam menghadapi pandemi. Hasilnya terkumpul uang Rp 6,47 miliar dan akan digunakan untuk membeli alat medis guna mempercepat deteksi Covid-19.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023