Dampak Wabah COVID-19, Industri Elektronika Bersiap Pangkas Target
Pelaku industri elektronika nasional berancang-ancang untuk merevisi target pertumbuhan dan menahan produksi karena masih dibayangi oleh pelemahan daya beli konsumen akibat dampak sistemik merebaknya wabah COVID-19. Beberapa perseroan melakukan pemangkasan proyeksi permintaan. Isu kesulitan bahan baku dimulai saat China mulai melakukan penguncian salah satu wilayah pusat pandemi dan bertepatan dengan perayaan Imlek. Adapun, 70% bahan baku elektronika nasional memang dari China. Gabungan Pengusaha Elektronika (Gabel) mengatakan saat ini sebagian besar pabrikan elektronika nasional lebih memikirkan keselamatan karyawan daripada perkembangan bisnis. Oleh karena itu, sebagian pabrikan akan menghentikan operasi setidaknya selama 2 minggu ke depan. Di samping pelemahan pasar dan penurunan produktivitas, industri elektronika juga dihantam dari sisi bahan baku. Saat ini pabrikan bahan baku di China baru belum berjalan sempurna. Maraknya kasus COVID-19 dan naiknya nilai tukar, maka permintaan pasar akan produk elektronika diproyeksi turun. Untuk itu, persoalan utama bukan lagi bahan baku yang sudah naik, melainkan pada permintaan yang turun.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023