Ekonomi
( 40733 )Adu visi calon petinggi BI
Tantangan BI cukup berat, terutama dalam pemulihan ekonomi yang terimbas Covid-19.Kandidat deputi gubernur BI yang terpilih nanti tetap perlu menjaga independensi BI.Tiga calon deputi gubernur BI menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan. Ketiganya membawa sejumlah visi dan misi dengan tujuan yang sama, yakni tercapainya pemulihan ekonomi dan terjaganya stabilitas ekonomi pasca pandemi Covid-19. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Sumber Daya Manusia Bank Indonesia (BI) Doni Primianto Joewono menjadi calon deputi gubernur BI ketiga yang menyelesaikan uji kelayakan setelah dua kandidat lain, Juda Agung dan Aida S Budiman. Saat ini, Juda menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makro prudensial BI dan Aida sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomidan Moneter BI.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, tugas utama dari figure terpilih adalah membantu meningkatkan peran BI dalam menanggulangi dampak Covid-19. Menurut Piter, independensi BI perlu dijaga, terutama dalam konteks berbagi beban (burden sharing) BI dan Kementerian Keuangan. Kebijakan moneter dan kolaborasi yang dilakukan BI kala Covid-19 tidak berbeda dari berbagai bank sentral negara lain. Bahkan, apayang dilakukan BI jauh lebih konservatif, khususnya dari sisikuantitas. Langkah monetisas iutang yang dilakukan BI dianggap sama sekali tidak mengganggu stabilitas nilai tukar. Yang relatif stabil dan cenderung menguat.
OJK Hentikan 589 Pinjaman Daring Ilegal
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, OJK menghentikan usaha 589 pinjaman dalam jaringan (daring/online) ilegal selama semester pertama 2020 berdasarkan hasil penindakan bersama Satuan Tugas Waspada Investasi.
Selama periode itu, regulator ini juga menghentikan usaha 61 investasi ilegal dan 25 usaha gadai ilegal.
Selain itu, Anto mengatakan, OJK membekukan dua izin wakil penjamin emisi efek (WPEE) serta mencabut izin usaha tujuh perantara pedagang efek (PPE), penjamin emisi efek (PEE), dan enam wakil perantara pedagang efek (WPPE).
OJK mencatat kinerja pasar modal dalam penghimpunan dana naik dari posisi Mei lalu sebesar Rp 32,6 triliun menjadi Rp 39,6 triliun pada Juni 2020.
Beban Bunga Utang RI Bengkak Jadi 17%
Lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020, pemerintah resmi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 menjadi 6,34% dari produk domestic bruto (PDB) . Sebelumnya dalam Perpres 54 Tahun 2020 pemerintah mematok defisit 5,07% dari PDB. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dengan menggunakan acuan defisit terbaru, outlook rasio utang terhadap PDB ditahun ini akan meningkat menjadi 37,6% dari PDB, hal ini merupakan kenaikan yang tidak normal, karena memang kita berada di kondisi tidak normal. Dengan meningkatnya utang tersebut, rasio pembayaran bunga utang dari total pengeluaran pemerintah juga akan meningkat menjadi 17%. Padahal selama ini rasio pembayaran Bunga utang sudah berada di sekitar 12% dari pengeluaran pemerintah. Menteri Keuangan juga menyebutkan bahwa defisit anggaran tahun 2020 ini mencatatkan kenaikan yang besar. Pelebaran defisit tersebut akan menjadi beban pemerintah, paling tidak untuk 10 tahun kedepan.
Investor Asing Merelokasi Pabrik ke Indonesia
Presiden Joko Widodo mengaku senang dengan masuknya tujuh investor untuk berbisnis di Indonesia. Ketujuh investor asing tersebut akan merelokasi pabrik mereka dari China ke Indonesia. Ketujuh investor tersebut antara lain adalah PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia (Alpan), PT Kenda Ruber Indonesia, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, PT LG Electronics Indonesia. Presiden memerintahkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) agar memberikan pelayanan dan mengejar komitmen investasi mereka.
Pada kesempatan yang sama Kepala BKPM menyampaikan, total keseluruhan nilai investasi dari tujuh perusahaan tersebut sebesar US$ 850 juta atau sekitar Rp 11,9 triliun. Sementara, potensi penyerapan tenaga kerja hingga 30.000 orang. Selain itu, menurut kepala BKPM selain tujuh perusahaan tersebut, masih ada 17 investor lain yang telah menyampaikan minatnya untuk melakukan relokasi atau diversifikasi industrinya ke Indonesia. Salah satunya yaitu investor asal Korea Selatan yakni LG Chemicals yang menyampaikan komitmennya akan membangun industry baterai kendaraan terintegrasi dengan smelter. Rencana nilai investasi LG Chemicals diperkirakan US$ 9,8 Miliar dan menyerap 14.000 tenaga kerja.
Belum Ada Tanda Pemulihan Daya Beli
Badan Pusat Statisti (BPS) mencatat, Inflasi Juni 2020 sebesar 0,18% inflasi ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada Ramadan dan Idul Fitri pada April dan Mei, yang masing-masing 0,08% dan 0,07%. Kepala BPS menyatakan, pola pergerakan inflasi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya puncak inflasi terjadi pada Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini tidak terjadi ditahun ini, karena Ramadan dan Idul Fitri ada pandemi Covid -19 sehingga inflasi flat. Baru naik lagi di bulan Juni 2020. Kenaikan inflasi tersebut lantaran kenaikan harga daging ayam ras dengan andil inflasi 0,14% serta telur ayam ras dengan andil 0,04% . Selain itu, peningkatan tarif angkutan udara yang memberi andil inflasi 0,02% juga tarif angkutan antarkota dan kendaraan roda dua online yang masing-masing memberi andil inflasi sebesar 0,01%. Pada kelompok pengeluaran Kesehatan juga masih mencatatkan inflasi 0,13%, meski mulai menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat 0,27% . Disisi lain, ada juga beberapa komoditas yang menjadi penghambat inflasi, yakni bawang putih dengan andil deflasi 0,04% cabai merah 0,03% serta bumbu-bumbuan seperti cabai rawit, minyak goreng, dan gula pasir dengan andil deflasi 0,01%. Dengan pergerakan tersebut, inflasi tahun kalender sebesar 1,09% year to date (ytd). Sementara inflasi tahunan bergerak di level 1,96% year on year (yoy).
Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, kenaikan inflasi Juni dipengaruhi oleh relaksasi kebijakan PSBB yang dilakukan sejumlah daerah. Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Eric Sugandi mengatakan, inflasi Juni disebabkan oleh tekanan dari sisi supply terutama terkait dengan transportasi dan distribusi beberapa komoditas yang terganggu karena pembatasan mobilitas orang dan barang antar provinsi.
Bisnis Perhotelan Mulai Kedatangan Tamu
Relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di fase transisi new normal pandemi korona (Covid-19) menjadi angin segar bagi bisnis perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebutkan, tingkat okupansi hotel di daerah penyangga DKI Jakarta mulai mengalami peningkatan sekitar 30% pada akhir pekan setelah pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru. Namun Wakil Ketua PHRI Maulana Yusran menilai, kenaikan saat ini belum dapat memperbaiki kinerja sector perhotelan secara keseluruhan. PHRI masih meragukan sector perhotelan dapat pulih dengan cepat karena okupansi di hari biasa masih rendah. Okupansi pertemuan-pertemuan bisnis saat ini sama sekali tidak bergerak. Kalau hanya mengandalkan orang liburan, PHRI tidak yakin tingkat okupansi bakal lebih tinggi. Bahkan rata-rata okupansi 20%-30% itu sudah sangat tinggi untuk pencapaian saat ini.
Bank Dunia Mengangkat Status Indonesia
Bank Dunia (World Bank) per 1 Juli 2020 menaikan status Indonesia dari lower middle income country menjadi upper middle income country. Kenaikan status tersebut diberikan Bank Dunia berdasarkan penilaian terhadap indicator terkini Indonesia. Berdasarkan hasil penilaian itu, Bank Dunia menyatakan pendapatan nasional bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tahun 2019 naik menjadi US$ 4050 dari sebelumnya US$ 3840.
Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per kapita dalam empat kategori. Pertama, low income dengan GNI perkapita kurang dari US$ 1.035, Kedua , lower middle income sebesar US$ 1036 hingga US$ 4045. Ketiga , upper middle income sebesar US$ 4046 hingga US$ 12.535. Keempat, high income atau negara kaya yakni lebih dari US$ 12.535. World Bank menggunakan klasifikasi tersebut sebagai salah satu factor untuk menentukan sebuah negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk harga pinjaman (loan pricing).
Mengejar Mimpi Masuk Australia dengan Bea Nol Persen
Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia - Australia (IA-CEPA) resmi berlaku, Minggu (5/7) kemarin. Pelaku usaha Indonesia bisa langsung memanfaatkan perjanjian tersebut. Salah satu keuntungan bagi Indonesia adalah bea masuk produk Indonesia ke Australia dihapus. Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini menyampaikan atas fasilitas yang diperoleh Indonesia, Australia juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas setara. Hanya saja tidak seluruh produk Australia akan mendapat pembebasan tarif. Pembebasan tarif bagi produk Australia juga diyakini dapat menjadi perbaikan bagi industri Indonesia. Pasalnya Australia banyak menyediakan bahan baku bagi industri makanan dan olahan seperti gandum, gula, daging sapi, dan buah subtropik. Pembebasan tarif dapat menurunkan harga bahan baku. Sehingga nantinya produk Indonesia dapat memiliki nilai saing untuk pasar ekspor.
Nusantara Life Terbentuk Jiwasraya Akan Ditutup
Pemerintah sedang menyiapkan perusahaan baru menggantikan Jiwasraya yang bernama Nusantara Life. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, pembentukan Nusantara Life masih dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nusantara Life akan menjadi perusahaan yang membawa polis-polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi. Para nasabah Jiwasraya termasuk pemegang polis JS Saving Plan, akan ditawari ikut masuk dalam Nusantara Life. Jika pemegang polis setuju dengan skema restrukturisasi, mereka akan diajak negosiasi Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Targetnya negosiasi kelar Desember 2021.
Hasil restrukturisasi itu memang membutuhkan dukungan PMN supaya liabilitas dan asset seimbang. Sebab, Jiwasraya tak mungkin bertahan dengan ekuitas negative sekitar Rp 35,9 Triliun. Untuk kebutuhan PMN masih dibahas dengan Komisi VI dan XI DPR. Dana itu akan digunakan untuk restrukturisasi polis supaya Nusantara Life tak mengalamai masalah yang sama seperti Jiwasraya.
Pemerintah Ingin Shell Bertahan di Blok Masela
Rencana Royal Dutch Shell Plc (Shell) untuk mundur dari Proyek Gas Abadi di Blok Masela masih bergulir. Kabar terakhir, satuan kerja khusus pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mewakili pemerintah mengharapkan hak partisipasi sebesar 35% di Blok Masela itu tidak mundur. Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurachman menyayangkan rencana Shell yang hedak hengkang dari proyek yang memiliki nilai investasi mencapai US$ 19,8 Miliar tersebut. Shell tidak mengungkapkan alasan selain kondisi arus kas yang tertekan. SKK Migas mengharapkan proses diskusi diantara kedua belah pihak dapat rampung pada tahun ini demi memastikan proyek Blok Masela dapat tetap berjalan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









