;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Musim Giling Pabrik Gula Jatim - Manisnya Tebu Jadi Rebutan

11 Jul 2020

Peningkatan kapasitas giling pabrik gula di Jawa Timur tahun ini tidak dibarengi dengan kesiapan areal tanam lahan tebu sebagai bahan baku. Problematika komoditas tebu sebagai bahan baku utama gula seakan tiada habisnya. Dari tahun ke tahun produksi tebu menurun seiring dengan adanya alih fungsi lahan, penurunan nilai ekonomi dan kini justru muncul persoalan akibat bertambahnya pabrik gula (PG) baru. Berdasarkan Permentan No. 29/2016 disebutkan bahwa usaha industri pengolahan hasil perkebunan untuk mendapatkan IUP-P (Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan) harus memenuhi penyediaan bahan baku paling rendah 20% berasal dari kebun sendiri dan kekuranganya bisa dipenuhi dari perkebunan rakyat melalui kemitraan. 

Kepala Dinas Perkebunan Jatim Karyadi mengakui sejauh ini kehadiran PG baru belum diiringi dengan persiapan areal tanaman tebu sehingga pasokan tanaman ini menjadi terbatas di saat kapasitas produksi PG meningkat. Karyadi menambahkan pihaknya berencana melakukan sinergi on farm (kebun) dan off farm (pabrik) melalui pendampingan sejak H-32 musim giling. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Jawa Timur, produksi gula nasional pada 2019 sebesar 2,22 juta ton, sedangkan total konsumsi gula rumah tangga mencapai 2,78 juta ton sehingga mengalami defisit 554.955 ton. Karyadi menambahkan, masalah lain yang memengaruhi minat petani untuk menanam tebu adalah harga patokan petani (HPP). Hanya saja, regulasi HPP diatur oleh pemerintah pusat sehingga pemda tidak bisa mengendalikan. 

Sekjen Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Nur Khabsyin mengatakan kondisi harga gula petani saat ini Rp10.200/kg, padahal hasil kajian lapangan APTRI, rata-rata biaya produksi sudah mencapai Rp12.722/kg. 

Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan dalam musim giling tahun ini industri gula mengalami kendala yakni kekurangan pasokan bahan baku tebu sehingga ada kompetisi dalam perolehan bahan baku antarindustri gula nasional. Dia menjelaskan yang terjadi sekarang tebu petani ditebang dan dikirim langsung ke pabrik gula yang berani membayar harga lebih tinggi. Penebangan pun tidak memperhitungkan tingkat kemasakan tebu, serta pengiriman tebu yang di luar area binaan PG. 

BABAK SERU KOMPETISI BISNIS VOD

11 Jul 2020

Dibukanya blokir Netflix oleh Telkom bakal ditindaklanjuti dengan upaya menggaet investasi operator tayangan streaming asing lainnya agar kompetisi bisnis video on demand di Tanah Air makin sehat dalam jangka panjang.

Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menjabarkan manuver ‘buka blokir’ oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. berpotensi menguatkan dominasi Netflix dalam pasar layanan video on demand (VoD) di Indonesia. 

Senada, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengungkapkan operator telekomunikasi di Tanah Air perlu memperluas kemitraan dengan lebih banyak penyedia layanan VoD, sehingga masyarakat memiliki ragam pilihan tayangan dan berefek pada sehatnya iklim bisnis video streaming. 

Lebih lanjut, Heru menilai dibukanya blokir Netflix oleh Telkom memberikan dua implikasi terhadap ekosistem bisnis VoD di Tanah Air, yaitu Indonesia bakal kian menjadi pasar terbuka untuk pemasaran produk film atau tayangan asing, dan industri kreatif domestik pun memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya di platform VoD asing guna menjangkau pangsa audiens yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. 

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menyatakan terkait dengan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia, Arif berharap Netflix dapat lebih berperan dalam kemajuan industri kreatif—khususnya perfilman nasional—dengan memperbanyak produksi dan penayangan konten lokal. 

Vice President Director, PT Hutchison 3 Indonesia M. Danny Buldansyah menambahkan dibukanya blokir Netflix oleh Telkom adalah langkah yang baik bagi industri telekomunikasi Indonesia. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana menyesuaikan kebutuhan pelanggan untuk mengakses layanan streaming tertentu. Danny mengungkapkan saat ini Tri sudah menggandeng Amazon Prime, Klikfilm, Viu, Netflix, dan masih banyak lainnya. 

Setali tiga uang, Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih berpendapat bisnis VoD memiliki potensi yang besar untuk menjadi pendorong pendapatan layanan data perseroan. 

Selain itu, pendapatan streaming Netflix dari Indonesia pada tahun ini diperkirakan mencapai US$76,63 juta atau sekitar Rp1,1 triliun. Dengan demikian, setoran PPN dari Netflix ditaksir mencapai sekitar Rp110 miliar. 

Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Joseph Matheus Edward menyarankan operator harus menjaga kontrak dari penyedia layanan atau Service Level Agreement (LSA) dari VoD dengan mulai membuat paket-paket penjualan yang menarik, serta membuat jaringan distribusi konten atau content data network (CDN) yang dapat menggaet pelanggan.

LAPORAN OECD - PAJAK KORPORASI SEREMPAK TURUN

11 Jul 2020

Pemangkasan pajak penghasilan (PPh) badan menjadi tren global dalam 2 dekade terakhir. Hal itu tecermin dalam laporan terbaru yang dirilis oleh The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Dalam publikasi yang dirilis kemarin, OECD mencatat bahwa rata-rata pajak korporasi untuk seluruh yurisdiksi adalah 20,6% pada 2020. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 20,7% dan 28,0% pada 2000. Jika membandingkan tarif pajak perusahaan antara 2000—2020, sebanyak 88 yurisdiksi memiliki tarif pajak yang lebih rendah pada 2018, 15 yurisdiksi memiliki tarif pajak yang sama, dan 6 yurisdiksi memiliki tarif pajak yang lebih tinggi. 

Dalam laporannya, OECD juga menunjukkan bahwa PPh badan masih menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah di seluruh dunia dengan rata-rata 14,6% dari total pendapatan pajak di 93 yurisdiksi pada 2017, dibandingkan dengan 12,1% pada 2000. 

Tren penurunan pajak korporasi ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang akan memangkas tarif PPh badan. Namun, bagi Indonesia kebijakan ini memiliki konsekuensi yang berat mengingat PPh badan cukup signifikan dalam struktur pajak nasional. 

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat, saat ini struktur pajak di Indonesia masih bergantung pada pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPh perusahaan yang berkontribusi sekitar 50%—60%. Menurutnya, untuk kasus Indonesia, proporsi pajak badan sudah cukup baik. Hanya saja, dengan tantangan seperti saat ini ketika terjadi pelemahan ekonomi akibat Covid-19, seyogianya pemerintah mulai mencari sumber penerima pajak dari pos lain, salah satunya pajak orang pribadi nonkaryawan. Apalagi, jika melihat proporsinya, sumbangan PPh pribadi terhadap total penerimaan PPh hanya berada di kisaran 1%—2%. Artinya, potensi untuk menggali pajak dari pos ini masih relatif besar. Selain wajib pajak di luar negeri, kata Yusuf, perkembangan zaman berpotensi memunculkan profesi-profesi yang tidak terkategorikam sebagai karyawan, misalnya wajib pajak yang mendapatkan penghasilan melalui media sosial. 

Penjualan Mobil Mulai Bangkit

10 Jul 2020

Penjualan Mobil domestik mulai bangkit pada Juni 2020 dibandingkan bulan sebelumnya, terlihat dari lonjakan tiga pemain besar, Toyota, Honda, dan Daihatsu. Meski begitu, akumulasi penjualan mobil per Juni 2020 masih turun, seiring koreksi penjualan yang sangat tajam pada April dan mei, seiring berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah dan aksi beberapa pabrikan menutup sementara pabrik. Per Juni 2020, penjualan mobil secara wholesales (pengiriman mobil ke dealer) sekitar 260 ribu unit, turun 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun penjualan mobil secara ritel 290ribu unit, turun 42% dari 2019.

PCAR Memperluas Ekspor ke Pasar Asia

10 Jul 2020

Direktur Utama PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) Raditya Wardhana mengungkapkan, pihaknya berupaya melakukan diversifikasi pasar ekspor penjualan hasil laut ke sejumlah negara di Asia. Selama Inl, Prima Cakrawala bergantung pada pasar ekspor Amerika Serikat yang sempat menurun seiring adanya penerapan kebijakan lockdown dalam upaya mengantisipasi wabah Covid-19. Selama ini, penjualan ke AS berkontrIbusl hingga 90% penjualan ekspor PCAR. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2019, Prima Cakrawala mencatatkan penjualan ekspor setara 99,20% dari total penjualan bruto sebelum dikurangi retur dan potongan.

Demi mengurangi ketergantungan, Belum lama ini, PCAR telah mengantongi kontrak untuk melakukan pengiriman ekspor ikan beku ke China dengan pengapalan perdana atas 25 ton ikan beku ungkap Raditya. Selain itu upaya penjajakan ke beberapa pasar baru potensial lainnya yang tengah di bidik yakni Thailand, Vietnam, Sri Lanka dan Bahrain.

Bisnis Multivitamin Semakin Menyehatkan

10 Jul 2020

Produk multivitamin naik daun di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan farmasi meyakini kenalkan pasar akan berlanjut selring dengan tingkat kesadaran masyarakat yang meningkat untuk menjaga Imunitas tubuh.

Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) hingga bulan ini penjualan multivitamin sudah meningkat 8.5 % yoy sebagaimana disampaikan Herry Triyatno, Direktur Keuangan PT indofarma Tbk. Namun, pertumbuhan penjualan multivitamin Indofarma belum seberapa jika dibandingkan dengan PT Hexpharm jaya Laboratories, anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), yang mencatatkan pertumbuhan penjualan multivitamin sebesar 150% yoy. Hingga tutup tahun 2020 nanti Hexpharm memproyeksikan penjualan multivitamin bakal tumbuh dua kali lipat ketimbang semester pertama seperti di tuturkan Mulia Lie Presiden Direktur PT Hexpharm jaya Laboratories.

Prospek sehat bisnis multivitamin tidak serta-merta bisa menjadi tulang punggung bisnis. Induk usaha Hexpharm yakni Kalbe Farma, hanya menyatakan akan mencurahkan lebih banyak sumber daya terhadap segmen bisnis multivitamin Hal ini sebagaimana di konfirmasi Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) juga sedang menjajaki kerjasama maklun multivitamin dengan calon pelanggan perusahaan farmasi. Mereka mengakui ada kenaikan penjualan produk terkat dengan Covid-19.

Sementara itu hasil survei dan riset MarkPlus inc menyebutkan produk kesehatan dan produk herbal paling banyak dicari selama pandemi Covid-19 dengan kenaikan pembelian 5,9%. Sebelum ada Covid-19 hanya 32,7% responden yang mengonsumsi produk kesehatan itu pun sekali dalam seminggu. Namun setelah pandemi berlangsung meningkat menjadi 44,4% responden mengonsumsi produk tersebut setiap hari, terang Dini Bonafitria, Senior Business Analyst arxius dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable Sektor Farmasi.

Aktivitas Ekonomi Pulih, CPO di Level Terkuat Tiga Bulan

10 Jul 2020

Permintaan minyak kelapa sawit alas crude palm oil (CPO) kemball meningkat. Hal Ini membuat harga CPO bertahan di RM 2.400 per ton level terkuat sejak akhir Februari 2020. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan pasca pelonggaran lockdown, negara Importir kemudlan meningkatkan konsumsi CPO. Hal Ini sejalan dengan aktivitas ekonomi yang meningkat.

Analls Central Capital Futures Wahyu Laksono menambahkacadangan CPO para top importir CPO seperti india dan China sangat rendah. Sementara, laju produksi CPO di Malaysia dan Indonesia sedikit melambat. Permintaan Impor dari China, India, Korsel, dan Jepang meningkat tajam sementara suplai CPO terbatas harga perlahan naik. Tapi, ada potensi koreksi harga CPO sebab mulal muncul kekhawatiran gelombang kedua virus korona.

Ibrahim menuturkan, adanya kekhawatiran dan kehati-hatian para spekulan harga CPO dalam jangka pendek ini akan di RM 2.430-RM 2.465 per ton sementara Wahyu memproyeksikan di kisaran RM 2.300- RM 2.600 per metrik ton. Dengan kondisi tersebut jika harga CPO dekat atau di bawah RM 2300 per metrik ton investor bisa buy on weakness sedangkan jika dekat atau di atas RM 2500 per metrik ton maka bisa sell on strength. Hingga akhir tahun In Ibrahim optimistis. harga CPO bisa mencapai RM 3.000 per ton. Angka ini tidak teriepas dari jelang  akhir tahun akan memasuki musim dingin. Sehingga China Korea Selatan dan jepang menimbun CPO

Pasar Bahan Pokok Tetap Mendaki

10 Jul 2020

Konsumsi bahan makanan pokok mentah maupun setengah jadi meningkat selama pandeml Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pelaku usaha makanan yakin tren itu masih berlanjut di semester kedua meski sudah masuk masa transisi.

Mita Ardian, Senior Brand Manager Noodles PT Sayap Mas Utama (Wings Group), mengatakan peningkatan permintaan terasa mulai pertengahan Maret. Hal ini diduga terpicu oleh kebiasaan baru masyarakat yang memilih tinggal di rumah saja dan mi instan merupakan salah satu bahan makanan yang paling praktis untuk dimasak. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mencatat penjualan produk sepert bumbu masak minyak goreng dan tepung terigu naik tinggi selama semester 1 2020. Adapun kenalkan penjualan Juga menyesuaikan dengan lokasi, di wilayah perkotaan berupa makanan siap olah sedangkan lainnya pada bumbu masak dan bahan pangan segar.

Pada paruh kedua 2020 seiring transisi PSBB Gapmmi menaksir pertumbuhan tidak akan setinggi paruh pertama tetapi tidak turun signifikan ungkap Wakil Ketua umum Bidang Kebijakan Publik Gapmmi, Rachmat Hidayat. Menkeu Sri Mulyani Indrawati, mengacu pada data BPS, mengatakan pola pengeluaran di dominasi oleh bahan makanan hingga 51%, 20% kesehatan, 14% pulsa, 14% makanan minuman, sisanya listrik.


Kenaikan NPL Bayangi Emiten Perbankan

10 Jul 2020

Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4.25% dari sebelumnya 4,5%. Ini merupakan penurunan ketiga suku bunga acuan. Di awal tahun suku bunga masih di angka 5%. Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, penurunan suku bunga ini memberikan dampak positif untuk emiten bank Kebijakan tersebut dapat menurunkan cost of funds atau biaya dana yang dikeluarkan bank. Tapi, la melihat penyaluran kredit akan menurun di tengah pandemi Covid-19.

Hal senada dilontarkan Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo mengatakan, pemangkasan suku bunga biasanya akan berdampak positif untuk perbankan saat kondisi normal. Sebab, ada korelasi positif dengan penyaluran kredit. Berbeda dengan kondisi sekarang ini, perbankan akan lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit Selain proyeksi penyaluran kredit yang melambat kinerja perbankan juga dibayangi oleh meningkatnya non performing loan (NPL).

Menurut Wisnu, saham perbankan pelat merah seperti BBRI cukup menarik dikoleks Meski BBRI menyalurkan kredit cukup besar terhadap usaha mikro kecil menengah atau UMKM, namun dari segi permodalan BBRI terbilang kuat ketimbang perbankan lainnya. Selain Itu, BBCA Juga patut dicermati Wisnu menilai selain memiliki modal kuat NPL BBCA Juga terbilang rendah.

Wisnu merekomendasikan pelaku pasar buy on weakness saham BBCA dan BBRI la menambahkan apabila terjadi penurunan harga BBCA di bawah hara Rp 25.000 dan BBRI turun ke harga Rp 2.200, Investor sudah dapat bisa masuk secara bertahap

Sedang Hendriko menuturkan, saham emiten perbankan sudah mengalami tren pelemahan dari fase uptrend dan saat ini cenderung s/deways Oleh karena itu la menilai pelaku pasar lebih baik wait and see. Sedang Analis Henan Putihrai Liza Camelia menyebut investor perlu mencermati kinerja kuartal 2-2020 dan melihat kembali dampak dari restrukturisasi. Liza menguraikan. jika melihat dari proporsi penyaluran kreditnya, BBCA menjadi bank yang terdiversifikasi dengan baik antara korporasi, komersial dan small medium enterprise (SME) serta kredit konsumen.

Pandemi mengubah wajah properti

10 Jul 2020

Pasokan dan permintaan properti diprediksi masih akan melemah. Ditengah tekanan itu, sektor properti menerapkan fleksibilitas pembayaran, pemberian insentif, dan penyesuaian luas unit untuk menarik calon konsumen. Hal ini dipaparkan Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto memaparkan, pasar properti masih akan terkoreksi. Koreksi akan terjadi di perkantoran, hotel, mal, serta apartemen.

Pasokan apartemen diperkirakan akan mengalami koreksi terbesar dalam 6 tahun terakhir. Pada 2020, pasokan yang semula diproyeksikan 11.834 unit diperkirakan hanya terealisasi 2.011 unit. Tingkat penyerapan apartemen juga terus merosot. Sejak 2015, tren serapan apartemen menurun. Pada semester I-2020, tingkat serapan apartemen stagnan di kisaran 87,7 persen dan mayoritas untuk apartemen kelas menengah ke bawah. Investor saat ini cenderung menahan investasi. Di tengah koreksi pasar, skema pembayaran yang ditawarkan kian fleksibel. Tarif sewa apartemen yang biasanya dibayar 2 tahun di muka, kini lebih fleksibel, menjadi per bulan atau per 3 bulan. Adapun pengembang apartemen kian membidik segmen menengah bawah dengan tawaran diskon, kemudahan pola pembayaran, dan tenor cicilan.

Sementara Senior Associate Director Residential Services Colliers International Indonesia Lenny Sinaga mengemukakan, pasar apartemen sewa kian menurun seiring jumlah ekspatriat di Indonesia yang berkurang akibat penutupan sejumlah perusahaan minyak dan dampak pandemi Covid-19. Sedang Kebijakan bekerja dari rumah yang diperpanjang mengubah wajah perkantoran. Kendati kian fleksibel, pasar perkantoran diproyeksikan tetap melemah hingga 2021. Penyewa ruang ritel cenderung menunda ekspansi, meminta penundaan pembayaran, dan keringanan tarif sewa di mal. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta, menyatakan, pembukaan sejumlah pusat perbelanjaan sejak pertengahan Juni 2020 menumbuhkan peningkatan belanja.