Ekonomi
( 40460 )Impor 9 Sektor Industri Rp.1.616 T
Nilai impor sembilan sektor industri mencapai Rp 1.616 triliun pada 2019. Jumlah ini mencapai 88% dari total impor manufaktur tahun lalu. Kesembilan sektor yang impornya tinggi adalah mesin sebesar Rp 308 triliun, industri kimia Rp 299 triliun, industri logam Rp 242 triliun, industri elektronika Rp 231 triliun, industri makanan Rp 140 triliun, industri peralatan listrik Rp 116 triliun, industri tekstil Rp 103 triliun, industri kendaraan bermotor Rp 96 triliun, dan industri barang logam Rp 81 triliun.
Seiring dengan itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berniat memangkas impor manufaktur hingga 35% pada 2022. Kemenperin akan fokus ke impor sembilan sektor manufaktur itu, yang sebagian telah masuk Making Indonesia 4.0. Untuk mencapai target pengurangan impor, kementerian tersebut sedang menyusun peta jalan (roadmap). Strategi yang diterapkan salah satunya adalah peningkatan utilisasi seluruh sektor industri manufaktur. Selain itu, Kemenperin akan mengusulkan beberapa instrumen untuk mengurangi impor dalam jangka pendek dan menengah. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini rata-rata utilisasi sudah naik ke level 49%. Dan akan berusaha sekuat tenaga memacu utilisasi pada akhir 2020 menjadi 60%. Kemudian, pada 2021, menjadi 75% dan pada 2022 menjadi 85%. Bila itu terjadi, akan menimbulkan multiplier effect dalam menyerap tenaga kerja yang terdampak PHK.
Di sisi lain, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, Indonesia perlu menambah perjanjian dagang untuk meningkatkan daya saing produk, sehingga ekspor bisa terkerek. Dia mencontohkan, ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia ke Turki sempat mencapai nilai US$ 360 juta. Namun, dalam dua tahun, ekspor CPO turun menjadi US$ 5 juta, karena Turki membeli CPO dari Malaysia. Menurutnya dalam rangka meningkatkan daya saing, perlu mendorong pemanfaatan free trade agreement (FTA), seperti dalam IA CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement).
Bumiputera Mencicil Klam Rp 5.3 triliun
Direktur Utama AJB Bumiputera, Faizal Karim, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan berbagai opsi pendanaan untuk bayar klaim 365.000 polis sebesar Rp 5.3 Triliun. Rencananya, Bumiputera memprioritaskan pembayaran ke klaster atau kelompok polis dengan klaim bernilai rendah, Faizal membaginya dalam lima klaster dan paling rendah Rp 1 juta-Rp 10 juta. Ia juga memperkirakan keseluruhan dapat dibayarkan pada pertengahan 2021.
Mengenai sumber dana, ia memperkirakan dana internal bisa menyelesaikan 7,5%-15% dari total klaim Rp 5.3 triliun. Opsi pendanaan ini akan dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemudian perusahaan tagih klaim ke perusahaan reasuransi. Kemudian dana dari aset properti baik dari hotel maupun perkantoran yang dikelola anak usaha, sementara aset finansial di pasar modal dan obligasi yang macet senilai Rp 1.2 triliun. Dari dana pasar modal, Ia memperkirakan Bumiputera bisa melunasi utang antara 35%-40% dari total klaim. Terakhir, sumber dana dari pinjaman BPD.
Janji Kemtan Bisa Menstabilkan Harga Ayam
Harga Daging ayam di pasaran anjlok dan memukul UMKM menjadi Rp 12.500 / kg. Padahal tepat sebulan lalu, harga livebird di tingkat peternak mandiri ini masih Rp. 21.000 – Rp. 22.000 per ekor. Menyikapi Hal ini, menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemtan I Ketut Diarmita, langkah pertama Kemtan adalah menghimbau perusahaan skala besar menyerap livebird ditingkat peternak UMKM. Saat ini, sudah ada 22 perusahaan perunggasan yang berkomitmen menyerap livebird dari peternak UMKM dengan targer 4.11 juta ekor.
Kedua, mengendalikan produksi day old chicken (DOC) final stack (FS) agar menyesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan data setting Hatching Record (SHR), produksi DOC bulan Juni sebanyak 186.082.424 ekor dan berpotensi menjadi daging ayam pada juli sebanyak 205.178 ton. Kebutuhan daging ayam ras bulan juli 2020 sebanyak 162.465 ton dan begitu di perkirakan akan terjadi surplus sebanyak 42.173 ton atau 26,29%. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kemtan Sugiono tahapan – tahapan ini akan membantu sebagai tindakan antisipatif.
Sekjen Gopan Sugeng Wahyudi mengatakan harga saat ini mengalami kenaikan sebagai dampak dari imbauan dan dialog antara peternak dan pemerintah untuk mencari solusi. Namun, harga saat ini masih di bawah harga pokok produksi pada tingkat peternak yang mencapai sekitar Rp. 18.000 per kg.
Polisi Telusuri Aliran Dana Pembobolan Kas BNI
Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menelusuri aliran uang dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang Bank BNI dengan tersangka Maria Pauline Lumowa. Upaya ini diharapkan mampu membuka jalan pemulihan aset yang diduga dilarikan ke luar negeri. Dari hasil sementara, didapati bahwa saksi atas nama RK selaku Direktur PT MT menandatangani sejumlah dokumen untuk MPL (Maria Pauline). Pada 13 Juli 2003, PT MT mencairkan L/C 4,8 juta euro dan dikonversi ke dollar AS lalu mentransfer ke dua perusahaan, yaitu PT APB dan PT OMI atas perintah MPL selaku pemilik perusahaan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Awi Setiyono mengatakan bahwa Maria Pauline memiliki PT APB dan PT OMI melalui saudara kandung dan orang-orang kepercayaanya. Selain itu, Maria Pauline adalah tokoh kunci dan pihak pengambil kebijakan di Group Gramarindo yang terdiri atas delapan perusahaan. Grup Gamarindo mengajukan 40 surat kredit ke Bank BNI senilai 76,943 juta dollar AS dan 56,114 juta euro bagi delapan perusahaan. Rincianya adalah PT TJP 5 surat kredit, PT FK 2 surat kredit, PT MUEI 9 surat kredit, PT GMI 8 surat kredit, PT GMK 7 surat kredit, PT DSM 6 surat kredit, PT FM 2 surat kredit dan PT MT 1 surat kredit.
Waktu Semakin Terbatas
Mengutip data Kementrian Keuangan, realisasi stimulus penanganan Covid – 19 dan pemulihan Ekonomi Nasional per 22 Juli 2020 sebesar Rp.138,28 trilliun atau 19,89 persen dari pagu yang sebesar Rp.695,2 trilliun. Anggaran itu untuk kesehatan, perlindungan sosial, usaha miro, kecil, dan menengah ( UMKM ), pembiayaan korporasi, insentif dunia usaha, serta tambahan belanja sektoral dan pemda.
Indef memprediksi Indonesia akan masuk ke jurang resesi yang cukup dalam. Pada triwulan II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi minus 4 persen. Pertumbuhan negatif akan berlanjut sampai dengan triwulan III-2020, yang diproyeksikan minus 1,3 persen hingga minus 1,75 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi minus 3,4 persen pada triwulan III tahun ini.
Realisasi tertinggi adalah program perlindungan sosial Rp.78,12 trilliun atau 38,31 persen pagu, kemudian stimulus UMKM Rp.30,21 trilliun atau 25,3 persen dari pagu. Realisasi stimulus program lainnya masih di bawah 15 persen pagu.
Konsumsi Baja Indonesia Rendah
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KS) Silmy Karim mengatakan, Indonesia memerlukan industri baja yang kuat untuk menopang pembangunan infrastruktur jika ingin menjadi negara besar. Sebab, semua negara yang maju memiliki industri baja yang kuat dan konsumsi tinggi.
Jika konsumsinya bermasalah, lanjut dia, artinya ada kendala di industri atau pembangunan infrastrukturnya. “Idealnya, konsumsi baja Indonesia per kapita per tahun itu sekitar 200-300 kg. Posisi Indonesia hanya mengkonsumsi hampir 60 kg per kapita pertahun. Artinya, itu masih sangat rendah bila dibandngkan dengan Korea Selatan yang konsumsinya mencapai 1300 kg per kapita per tahun,” ujar dia dalam webinar “Sinergi Industri Nasional Dalam Membangun Industri baja pada akhir pekan lalu.
Silmy menerangkan, untuk mencapai konsumsi ideal tersebut dibutuhkan sekitar 4 kali dari kapasitas yang sekarang. Hal ini menjadi kesempatan untuk semua pihak berpartisipasi dan bersinergi. Dia menekankan, sinergi bukan hanya di industri baja saja melainkan juga di industri pendukungnya seperti logistik, bahan baku, sistem, atau hal-hal yang berhubungan dengan industri baja. “Oleh karena itu, kita mencanangkan untuk membangun kluster baja 10 juta ton yang ada di Cilegon dengan mitra.Traveloka Raih Dana Segar USD 250 juta
Perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring, Traveloka, meraih putaran pendanaan terbaru senilai US$ 250 juta yang dipimpin oleh sebuah institusi keuangan global. Startup berstatus unicorn ini juga mendapat dukungan dari investor sebelumnya, yakni EV Growth, dalam pendanaan tersebut. Co-founder dan CEO Traveloka Ferry Unardi mengatakan, pihaknya tidak dapat memungkiri, Traveloka sangat terpengaruh dengan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan bisnis perseroan berada di titik terendah yang belum pernah terjadi sejak perusahaan pertama kali berdiri. Meskipun masih berada di tahap awal pemulihan, lanjut dia, pasar terus memperlihatkan momentum yang menjanjikan dengan kemajuan dari minggu ke minggu, terutama untuk lini bisnis akomodasi dengan kemunculan tren berlibur jarak dekat. Traveloka akan bangkit kembali dengan Industri perjalanan, lanjut dia, juga dengan adanya penyesuaian strategi bisnis mengalami masa sulit yang belum pernah secara cepat, bekerja sama dengan terjadi sebelumnya, termasuk Traveloka.
Sementara itu, Managing Partner EV Growth Willson Cuaca mengatakan, krisis akibat Covid-19 merupakan yang terbesar untuk generasi saat ini, baik dari sisi keuangan maupun kemanusiaan. Situasi ini merupakan bentuk dari penyesuaian ulang yang memaksa para pelaku bisnis untuk memikirkan kembali rencana, strategi dan model bisnis mereka. Dana segar yang dikucurkan diharapkan dapat memperkuat neraca keuangan Traveloka dan memperdalam penawaran Traveloka untuk sejumlah lini produk yang diprioritaskan. Produk yang diprioritas tersebut mencakup pengembangan portofolio layanan produk perjalanan dan gaya hidup di pasar-pasar utama. Tak luput, Traveloka turut melakukan perluasan bisnis di layanan keuangan untuk memberikan dukungan yang lebih baik bagi ekosistem aplikasi perjalanan dan gaya hidup.Kawasan Industri Siap Tampung Relokasi Pabrik
Belom lama ini, Presiden Joko Widodo mengungkapkan ada potensi relokasi pabrik-pabrik dari tiongkok yakni sebanyak 119 perusahaan. Salah satu perusahaan telah berkomitmen yaitu LG Chemical dengan nilai investasi US$ 9.8 miliar dan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 14.000 orang. Disisi lain, BKPM menyiapkan dukungannya dan menyodorkan kawasan industri di kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang Jawa Tengah.
Sebagaimana dikatakan Sanny Iskandar Ketua HKI, bila mengacu data pihaknya, hingga Juni 2020 jumlah investor yang sudah masuk ke dalam 17 kawasan industry sebanyak 50 perusahaan dengan total 139.31 hektare. Umumnya penyewa berasal dari Cina, Jepang, dan Korea. Sepanjang tahun 2019, dari 96 kawasan industry yang di kelola HKI ada 122 perusahaan yang masuk ke-23 kawasan industri atau seluas 506.3 ha. Jumlah itu meliputi 60 perusahaan PMA, yang menempati 387,96 ha. Kemudian, 62 perusahaan PMDN dengan menempat lahan seluas 118,34 ha.
Pandemi Covid-19 Bank BUMN Paling Terdampak
Sepak terjang bank-bank BUMN memang sangat dominan tahun 2015-2019.salah satunya kebijakan pemerintahan Jokowi yang menjadikan BUMN sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi global. Namun, pandemi Covid-19 yang merebak tahun 2020 membalikan kondisi perekonimian. Alhasil, pandemic Covid-19 membuat kelompok bank BUMN lebih terdampak ketibang kelompok bank menengah dan kecil yang banyak memiliki nasabah korporasi.
Selama pandemi Covid-19, pertumbuhan DPK dan kredit Bank-bank BUMN lebih lambat dibandingkan dengan kelompok bank lainnya. Dampaknya, pangsa DPK dan kredit kelompok bank BUMN pun turun drastic. Meski paling terdampak , secara fundamental dan keuangan, bank-bank BUMN tetap kuat dan sehat. Disisi lain, untuk memulihkan perekonomian, pemerintah mengharapkan bank-bank BUMN menjadi lokomotif penyaluran ke sector riil.
Pelaku Usaha Mikro di Ibu Kota Sekarat
Krisis ekonomi yang timbul akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) benar-benar membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta sekarat. Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, modal pelaku UMKM habis untuk kebutuhan rumah tangga selama pandemi.
Sektor usaha yang menurut dia perlu mendapat bantuan adalah pengolahan makanan dan minuman, pariwisata, dan transportasi. Pemerintah diharapkan segera mengevaluasi kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi agar tak menghambat dunia usaha.
Salah satu hal yang disarankan adalah membentuk komite percepatan pemulihan perekonomian seperti yang telah dilakukan pemerintah pusat. Komite versi pusat bernama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Dalam diskusi yang sama, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis moneter yang terjadi pada 1997. Menurut dia, pada 23 tahun lalu, sektor usaha besar yang terkena dampak. UMKM justru menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.
Menurut Anies, dibutuhkan pendekatan induktif agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM. Anies melanjutkan, pemerintah DKI Jakarta telah proaktif membantu pelaku UMKM, misalnya memberikan relaksasi perizinan.
Anies berharap pendekatan induktif ini dapat bersentuhan langsung dengan pelaku UMKM. Dengan begitu, langkah ini bisa menghasilkan solusi jangka menengah hingga panjang, mengingat kondisi krisis ekonomi akibat pandemi dirasakan pelaku usaha di seluruh belahan dunia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









