Bumiputera Mencicil Klam Rp 5.3 triliun
Direktur Utama AJB Bumiputera, Faizal Karim, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan berbagai opsi pendanaan untuk bayar klaim 365.000 polis sebesar Rp 5.3 Triliun. Rencananya, Bumiputera memprioritaskan pembayaran ke klaster atau kelompok polis dengan klaim bernilai rendah, Faizal membaginya dalam lima klaster dan paling rendah Rp 1 juta-Rp 10 juta. Ia juga memperkirakan keseluruhan dapat dibayarkan pada pertengahan 2021.
Mengenai sumber dana, ia memperkirakan dana internal bisa menyelesaikan 7,5%-15% dari total klaim Rp 5.3 triliun. Opsi pendanaan ini akan dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemudian perusahaan tagih klaim ke perusahaan reasuransi. Kemudian dana dari aset properti baik dari hotel maupun perkantoran yang dikelola anak usaha, sementara aset finansial di pasar modal dan obligasi yang macet senilai Rp 1.2 triliun. Dari dana pasar modal, Ia memperkirakan Bumiputera bisa melunasi utang antara 35%-40% dari total klaim. Terakhir, sumber dana dari pinjaman BPD.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023