;

Impor 9 Sektor Industri Rp.1.616 T

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 29 Jul 2020 Investor Daily
Impor 9 Sektor Industri Rp.1.616 T

Nilai impor sembilan sektor industri mencapai Rp 1.616 triliun pada 2019. Jumlah ini mencapai 88% dari total impor manufaktur tahun lalu. Kesembilan sektor yang impornya tinggi adalah mesin sebesar Rp 308 triliun, industri kimia Rp 299 triliun, industri logam Rp 242 triliun, industri elektronika Rp 231 triliun, industri makanan Rp 140 triliun, industri peralatan listrik Rp 116 triliun, industri tekstil Rp 103 triliun, industri kendaraan bermotor Rp 96 triliun, dan industri barang logam Rp 81 triliun.

Seiring dengan itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berniat memangkas impor manufaktur hingga 35% pada 2022.   Kemenperin akan fokus ke impor sembilan sektor manufaktur itu, yang sebagian telah masuk Making Indonesia 4.0. Untuk mencapai target pengurangan impor, kementerian tersebut sedang menyusun peta jalan (roadmap). Strategi yang diterapkan salah satunya adalah peningkatan utilisasi seluruh sektor industri manufaktur. Selain itu, Kemenperin akan mengusulkan beberapa instrumen untuk mengurangi impor dalam jangka pendek dan menengah. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini rata-rata utilisasi sudah naik ke level 49%.  Dan akan berusaha sekuat tenaga memacu utilisasi pada akhir 2020 menjadi 60%. Kemudian, pada 2021, menjadi 75% dan pada 2022 menjadi 85%. Bila itu terjadi, akan menimbulkan multiplier effect dalam menyerap tenaga kerja yang terdampak PHK.

Di sisi lain, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, Indonesia perlu menambah perjanjian dagang untuk meningkatkan daya saing produk, sehingga ekspor bisa terkerek. Dia mencontohkan, ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia ke Turki sempat mencapai nilai US$ 360 juta. Namun, dalam dua tahun, ekspor CPO turun menjadi US$ 5 juta, karena Turki membeli CPO dari Malaysia. Menurutnya dalam rangka meningkatkan daya saing, perlu mendorong pemanfaatan free trade agreement (FTA), seperti dalam IA CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement).

Download Aplikasi Labirin :