Ekonomi
( 40460 )Harga Aneka Jenis Ikan Asin di Kota Pematangsiantar Semakin Melonjak
Harga aneka jenis ikan asin yang diperdagangkan di pasar -pasar tradisional Pematang-siantar, Kamis (28/1), semakin melonjak harganya.
Adapun jenis-jenis ikan asin yang mengalami lonjakan harga diantara, ikan teri Medan ( nasi) Rp 150.000 per kg -Rp 200.000 per kg, pekto Rp 140.000, ikan teri belah Rp 100.000 per kg, ikan teri belah putih Rp 120.000, ikan sampah Rp 80.000 per kg, ikan kerupuk Rp 100.000 per kg dan lainnya.
Pengusaha Hiburan Desak Relaksasi
Para pengusaha Rumah Hiburan Umum (RHU) mendesak Pemkot Surabaya memberikan relaksasi saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiagan Masyarakat (PPKM).
“Tanggung jawab kami mempekerjakan karyawan. Tapi situasi saat ini seperti bakar uang, Kami ingin pencegahan penularan covid berjalan seiring dengan pemulihan ekonomi, “ kata Ketua Gabungan Pengusaha Rumah Hiburan Umum (Gaperhu) Kota Surabaya, Didit Indra Yuda, Kamis (28/1).
Para pengusaha RHU itu akhirnya mendesak relaksasi atas pemberlakuan Perwali 67/2020. Mereka siap memberlakukan protokoler kesehatan secara ketat, termasuk mempersilakan ada Satgas dari Gugus Tugas yang ditempatkan di setiap tempat hiburan.
Saat ini, berlaku Perwali 67 dalam pelaksanaan PPKM. Ada delapan jenis usaha di bidang RHU yang tidak boleh buka selama pandemi. Di antaranya bar atau rumah minum, karaoke, diskotik, pub, kelab malam, panti pijat, spa, dan bioskop.
Industri Perkebunan, Peremajaan Sawit 76,32% dari Target
Sepanjang 2020, realisasi peremajaan tanaman kelapa sawit atau replanting di Sumatra Utara mencapai 11.067 hektare (ha) atau 76,32% dari target seluas 14.500 ha. Adapun, Terdapat 15 kabupaten di Sumatra Utara yang lahannya di targetkan untuk mendapatkan replanting sawit, yakni Kabupaten Asahan, Batu Bara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Deli Serdang, dan Pakpak Bharat. Peremajaan lahan sawit di masingmasing kabupaten ditargetkan seluas 1.500 ha. Kabupaten Padang Lawas Utara adalah daerah dengan realisasi replanting lahan sawit terluas di tahun 2020, yakni 2.018 ha, diikuti Tapanuli Tengah 1.379 ha, dan Labuhan Batu Utara 1.205 ha.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatra Utara Nazli mengatakan alokasi dana replanting kebun sawit pada tahun lalu adalah Rp 30 juta per ha. Dana tersebut bersumber dari pajak ekspor sawit yang dihimpun oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). “Kami hanya memfasilitasi, termasuk dana Rp30 juta per ha. Itu langsung masuk ke rekening petani di bawah payung kelompok tani,” katanya, Kamis (28/1). Berdasarkan data yang dicatatkan oleh Dinas Perkebunan Sumatra Utara, petani sawit yang menerima alokasi dana replanting kebun sawit berjumlah 4.998 pekebun yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani.
Pada perkembangan lain, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Sumatra Selatan mencatat panen sawit hasil peremajaan kebun mencapai 1.000 ton tandan buah segar (TBS) hingga akhir 2020. Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex mengatakan sebanyak 1.000 ton TBS berasal dari kebun hasil replanting yang luasannya men capai 1.843 ha. Menurut Dodi, hasil yang maksimal dan lebih awal tersebut lantaran sejumlah faktor pendukung. Salah satunya, dibekali dengan bibit unggul berkualitas.
(Oleh - HR1)
Sewa Ruang Perkantoran 2021, E-Commerce Tetap Mendominasi
Sektor e-commerce diprediksi tetap mendominasi serapan ruang perkantoran di kawasan bisnis terpadu Jakarta pada tahun ini yang masih diwarnai pandemi Covid-19. Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan serapan ruang perkantoran di central business district (CBD) Ibu Kota memang menjadi incaran sektor perdagangan eletronik (e-commerce). Selain e-commerce, dia melanjutkan sektor logistik dan fast moving consumer goods (FMCG) juga masih mewarnai serapan pasar perkantoran di Jakarta.
Secara umum, imbuhnya, dari total ruang yang ada me mang terjadi penurunan serapan ruang. Namun, tidak terjadi pada ruang kantor di premium grade A, yang memiliki serapan paling positif saat ini. “Di antaranya karena ada tren lokasi dari para tenant yang memburu gedung dengan kualitas layanan prima dan teknologi yang menunjang protokol kesehatan,” tuturnya
Country Head dari Knight Frank Indonesia Willson Kalip menambahkan kondisi hunian perkantoran Jakarta masih menantang dengan penyerapan ruang yang masih didominasi dari relokasi. Salah satu yang bisa menjadi opsi pada kondisi okupansi perkantoran yang rendah adalah proses due deligence untuk proyek perkantoran yang sedang dikembangkan.
(Oleh - HR1)
Transportasi dan Logistik, Swasta Mulai Distribusikan Vaksin
Beberapa perusahaan transportasi dan logistik mulai sibuk mendistribusikan vaksin virus corona untuk membantu pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19 yang bergulir awal Januari 2021. Perusahaan penerbangan seperti NAM Air (Sriwijaya Air Group) dan Garuda Indonesia sudah lebih dulu mengantarkan vaksin Covid-19 ke sejumlah wilayah, baik menggunakan penerbangan reguler maupun carter.
Direktur Niaga Sriwijaya Air Group Henoch Rudi Iwanudin me ngatakan NAM Air telah menerbangkan vaksin Covid-19 dari Bandara Supadio Pontianak ke berbagai wilayah seperti Ketapang, Putussibau dan Sintang untuk diserahterimakan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten setempat mulai Rabu (27/1).
Menurutnya, penerbangan NAM Air untuk mengantar vaksin Covid-19 merupakan penerbangan reguler NAM Air yang terdiri atas nomor penerbangan IN154, IN140 dan IN144. Rudi menjelaskan NAM Air telah memperoleh izin mengantarkan vaksin sejak dari Pontianak hingga ke daerah yang dituju. Selain bentuk kepercayaan dari Pemprov Kalimantan Barat, dia menegaskan distribusi yang dilakukan NAM Air itu merupakan bentuk dukungan mencegah penyebaran Covid-19.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Irfan Setiaputra men jelaskan Garuda juga te lah menyelesaikan tiga tahap pengangkutan vaksin Covid-19 sejak Desember 2020 hingga awal 2021. Corporate Secretary Dewata Freight International Nur Hasanah mengatakan pendistribusian vaksin akan menjadi salah satu yang di bidik kendati bukan menjadi fokus utama perseroan. Menurutnya, emiten dengan kode saham DEAL lebih berfokus kepada distribusi farmasi dan alat kesehatan. Nur menyatakan DEAL telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Promosindo Medika (Promedik), anak usaha PT Indofarma Global Medika.
Direktur utama Dewata Freight International Bimada menyatakan nilai impor dari industri pengolahan barang konsumsi pada Oktober 2020 khusus industri farmasi, produk obat kimia dan produk obat tradisional mencapai US$65,89 miliar. Besarnya nilai pasar tersebut akan menjadi pasar yang cukup potensial untuk memulai model bisnis logistik terintegrasi. Bimada juga menjelaskan penandatanganan MoU dengan anak usaha Indofarma itu membuka peluang bagi anak usaha PT Arrow Chain Management Logistics (ACML) untuk mengembangkan pergudangan dan transportasi distribusi rantai pasok dingin (cold chain).
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dalam kegiatan distribusi ini nantinya ada dua penanggung jawab yakni Kementerian Kesehatan untuk vaksin jenis bantuan pemerintah dan Kementerian BUMN untuk vaksin mandiri. Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero) Soleh Udin Al Ayubi menyebut saat ini sudah ada tiga anak perusahaan yang akan mendistribusikan vaksin covid-19 yakni PBF-Bio Farma, PT Kimia Farma Trading & Distribution, dan PT Indofarma Global Medika (IGM). Menurutnya, ketiganya dipastikan sudah memiliki kemampuan dan infrastruktur yang memadai dalam kegiatan distribusi vaksin.
Daftar Domain .id Bertambah 133.909
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mencatat, total daftar nama domain tingkat tinggi kode negara indonesia .id sebanyak 486.814 pada akhir 2020. Jumlahnya bertambah 133.909 (37,94%) dibandingkan tahun 2019 masih sebanyak 352.905 nama domain. Angka tersebut melampaui 472.569 nama domain yang ditargetkan pada 2020. Persebaran nama domain .id terdiri atas 453.100 yang didaftarkan oleh masyarakat Indonesia dan 33.714 nama domain yang didaftarkan oleh masyarakat mancanegara.
“Pencapaian kami tahun 2020 tidak luput dari mindset percepatan transformasi digital yang mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan situasi anomali,” kata Ketua Pandi Yudho Sucahyo, melalui virtual conference, Rabu (27/1). Tak hanya itu, pertambahan nama domain .id juga dibarengi dengan upaya Pandi untuk memperkuat keamanan dan menanggulangi phising. Dalam praktiknya, Pandi bekerja sama dengan komunitas lokal maupun internasional.
Pada Desember 2020, Pandi
telah melaksanakan selebrasi
program Merajut Indonesia
Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN), sebuah
program untukmengupayakan
proses digitalisasi tujuh aksara
Nusantara, yaitu Jawa, Sunda,
Bugis (Lontara), Rejang, Batak,
Makassar, dan Bali.
Proses tersebut berupa pendaftaran ke Unicode sampai
ke Internet Corporation for
Assigned Names and Numbers
(ICANN).
(Oleh - HR1)
Defisit Perdagangan dengan Tiongkok Turun 69%
Defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok turun 69% menjadi US$ 3,6 miliar tahun lalu, dibandingkan 2019 sebesar US$ 11,7 miliar. Hal itu dipicu kenaikan ekspor yang signifikan ke Negeri Tirai Bambu. Berdasarkan data Kepabeanan Tiongkok menyebutkan, total nilai perdagangan Indonesia dan Tiongkok pada 2020 mencapai US$ 78,5 miliar. Ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai US$ 37,4 miliar, tumbuh 10,1% dibandingkan 2019. Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Tiongkok sekitar US$ 41 miliar, turun 10,13% dibandingkan total nilai impor tahun lalu. Per tumbuhan ekspor Indonesia dikontribusi oleh beberapa produk andalan seperti sarang burung walet, tekstil, serta besi dan baja.
“Nilai ekspor Indonesia pada 2020
naik signifikan. Jika pada 2019 nilai ekspor Indonesia dibandingkan negara
anggota Asean berada di peringkat
kelima, tahun 2020 kita naik menjadi
peringkat empat,” kata Duta Besar
Indonesia untuk Tiongkok merangkap
Mongolia Djauhari Oratmangun dalam
keterangan resminya, Rabu (27/1).
Djauhari mengungkapkan, beberapa produk unggulan dan potensial
Indonesia dalam periode ini tercatat
mengalami peningkatan nilai ekspor
secara signifikan, di antaranya besi
dan baja (HS 72) meningkat 134,3%;
sarang burung walet (HS 0410) meningkat 88,05%; kertas dan produk
kertas (HS 48) naik 133,25%; kopi,
teh, mate dan rempah-rempah (HS
09) tumbuh 175,34%; alas kaki (HS
64) meningkat 19,75%; minyak atsiri, preparat wewangian, kosmetika
(HS 33) meningkat 15,62%; produk
keramik (HS 69) meningkat 53,8%;
timah dan produk turunannya (HS
80) naik 544,07%; serta aluminium dan
produk turunannya (HS 76) meningkat 2.031,53%.
Di sisi lain, ekspor produk industri menyentuh US$ 131 miliar selama 2020 atau naik 2,95% dari 2019. Kinerja positif ini membuat neraca perdagangan sektor manufaktur sepanjang 2020 surplus US$ 14,17 miliar. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) R. Janu Suryanto mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada para pelaku industri di tanah air yang masih agresif menembus pasar ekspor di tengah tekanan kondisi pandemi Covid-19. Sektor industri pengolahan masih memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, terutama melalui capaian nilai ekspornya.
Sementara itu, dia menuturkan,
ekspor industri pengolahan pada Desember 2020 mencapai US$ 12,92 miliar
atau naik 6,79% dibandingkan November sebesar US$ 12,09 miliar. Hasil itu
membuat neraca perdagangan industri
pengolahan pada Desember 2020 mencatatkan surplus US$ 1,07 miliar
(Oleh - HR1)
Kemenkeu Pangkas Anggaran KKP Rp 157,6 Miliar
Kementerian Keuangan memangkas anggaran Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2021 sebesar Rp 157,6 miliar. Dengan pemangkasan anggaran ini, anggaran KKP yang semula Rp 6,65 triliun di APBN 2020 dipangkas menjadi Rp 6,49 triliun.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan pemangkasan ini maka instansinya akan melakukan penghematan belanja dan fokus ke program prioritas. Pertama, sebesar Rp 8,99 miliar dari kegiatan dekonsentrasi pada 34 Dinas Perikanan Provinsi.
Kedua, penundaan pengadaan kapal plat datar dan mengurangi jumlah lokasi program untuk kampung nelayan maju sebesar Rp 29 miliar. Ketiga, anggaran sebesar Rp 22,46 miliar yang awalnya untuk pengadaan tanah untuk pusat produksi benih dan induk di Jawa Barat. Keempat, mengubah komposisi pengadaan kapal pada tahun pertama untuk kapal pengawas kelas B, multi years contract sebesar Rp 28 miliar.
Pukulan Ganda Cukai Minuman Manis
Pemerintah berencana memungut cukai minuman berpemanis dan minuman bersoda tahun ini. Kebijakan ini untuk mengurangi konsumsi masyarakat atas minuman berpemanis dan bersoda lantaran turut memicu penyakit kronis seperti diabetes, obesitas dan lain lain.
Menkeu mengusulkan, pengenaan cukai sebesar Rp 1.200-Rp 1.500 per liter. Berdasarkan simulasi Direktorat Jederal Bea Cukai, potensi penerimaan cukai minuman berpemanis mencapai Rp 6,25 triliun per tahun.
Selain mengenakan cukai minuman berpemanis, sebelumnya pemerintah juga mengusulkan cukai kemasan plastic termasuk botol plastik. Hanya, hingga saat ini yang sudah mendapatkan lampu hijau dari DPR baru cukai untuk kantong plastik.
Wakil Ketua Umum Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) Rachmat Hidayat mengatakan, kebijakan pemerintah ini hanya untuk mendongkrak penerimaan negara, bukan pengendalian konsumsi atau kesehatan.
Komoditas Perkebunan, Ekspor Kopi Masih Bertaji
Kebutuhan kopi di dunia ternyata tetap tinggi kendati ada pandemi Covid-19. Oleh karena itu, sejumlah provinsi seperti Bali dan Jawa Timur tetap mencoba peruntungan dari komoditas perkebunan yang bernilai tinggi tersebut. Komang Sukarsana, pemilik Bali Arabika Roastery, tidak kehabisan cara untuk mempertahankan usaha di tengah pandemi Covid-19. Pengusaha kopi asal Pulau Dewata itu memilih mengubah segmen pasar setelah pola konsumsi konsumen bergeser akibat pandemi. Awalnya, Komang hanya menjual kopi spesialti dengan harga Rp80.000 per kilogram (kg). Kini, dia memilih untuk memasarkan komersial grade atau kopi kelas dua dengan harga Rp30.000 per kg setelah pandemi menyebabkan penurunan daya beli masyarakat terhadap kopi kelas satu.
Dari segi pemasaran seperti hotel, restoran, dan kafe sangat terdampak pandemi Covid-19. Namun, dia menyatakan untuk roastery lain yang menjadi mitranya di luar Bali seperti Jakarta masih tetap eksis. Bahkan, dia mencatat penyerapan produk kopi miliknya pada 2020 mencapai 39 ton atau meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya secara year on year (yoy).
Pada sisi lain, dia meyakini bertahannya usaha itu karena dalam kondisi apapun budaya mengkonsumsi kopi tidak dapat digantikan oleh jenis minuman lainnya. “Mungkin memang ada penurunan sedikit dari segi omzet karena tidak 100% specialty, tapi ini sudah cukup mengingat masih dalam situasi pandemi,” tambahnya. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Lanang Aryawan mengatakan komoditas kopi memiliki potensi yang tinggi untuk terus dikembangkan. Saat ini, lahan budi daya kopi di Bali mencapai 35.000 hektare (ha)37.000 ha.
Perinciannya, untuk luas kopi arabika yakni 13.000 ha14.000 ha dan kopi robusta mendominasi sekitar 23.000 ha-24.000 ha. Sementara itu, lanjutnya, pada musim panen raya, setiap hari kopi beras atau biji kopi kering dapat diperoleh hingga 15.000 ton. “Kopi memang menjadi komoditas andalan Bali,” kata Lanang.
Ichwan mengatakan melihat tren ekspor per kuartal pada tahun lalu juga menunjukan dampak dari pandemi. Pada kuartal I/2020, volume ekspor kopi Jatim mampu tumbuh 6% (yoy), pada kuartal II/2020 mampu tumbuh 1%, kemudian pada kuartal III mulai turun 14%, dan pada kuartal terakhir anjlok 16%. Adapun, realisasi ekspor kopi asal Jatim pada 2020 tercatat hanya mencapai 64.621 ton atau turun 8% dibandingkan dengan realisasi ekspor pada 2019 yakni mencapai 70.238 ton. Pada tahun lalu, dia menyatakan ekspor kopi menyasar 16 negara tujuan, dengan sebanyak lima negara di antaranya merupakan negara tujuan ekspor nontradisional yang relatif baru bagi eksportir Jatim. Untuk negara tujuan ekspor yang selama ini sudah menjadi langganan kopi dari Jatim di antaranya Mesir, Italia, Malaysia, Jepang, Inggris, Taiwan, Belgia, Amerika Serikat, Thailand, Maroko dan Timor Leste.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









