Ekonomi
( 40460 )Bisnis Perkebunan Menyokong Kinerja Konglomerasi
Kenaikan harga komoditas perkebunan di paruh kedua tahun lalu mendongkrak kinerja perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Bahkan, kinerja perusahaan perkebunan tampak menopang bisnis para konglomerat tahun lalu.
Menilik laporan keuangan sejumlah emiten angggota konglomerasi yang telah mengumumkan kinerja keuangan di 2020, secara agregat, Grup Salim dan Grup Triputra mencetak kinerja paling moncer. Kinerja kedua emiten ini ditopang emiten yang bergerak di sektor perkebunan. Secara agregat, laba bersih Grup Salim naik 44,73% secara tahunan. Laba bersih Grup Triputra bahkan melesat 147%.
Di Grup Astra, AALI juga mencetak kinerja moncer. Laba bersih emiten ini bahkan melesat 294,60%. Namun, kinerja emiten Grup Astra lain, terutama di sektor otomotif dan pertambangan, merosot tertekan pandemic.
Analis RHB Sekuritas Andre Benas menyebut, kinerja emiten perkebunan terkerek naiknya harga komoditas. Harga crude palm oil (CPO) sempat menembus RM 4.000 per ton.
Ditopang Optimisme Sektor Riil
JAKARTA — Pasar saham tengah diwarnai sentimen positif. Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,26 persen dalam sepekan terakhir. Meski begitu, pergerakan indeks masih rawan terkoreksi pada pekan ini. Analis dari Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, menuturkan salah satu sentimen positif bersumber dari kinerja neraca perdagangan pada Maret 2021 yang tercatat surplus US$ 1,57 miliar. “Hasil ini diapresiasi pasar, meski perbaikannya masih di bawah ekspektasi konsensus pasar,” ujarnya, akhir pekan lalu. Dalam penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu, indeks menguat 0,11 persen ke level 6.086,2. “Kinerja industri negara-negara mitra juga mulai menunjukkan aktivitas yang signifikan, seperti kinerja pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal I 2021 yang melampaui ekspektasi,” kata Nafan.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan kinerja positif neraca perdagangan pada Maret 2021 mengindikasikan kegiatan pemulihan pertumbuhan ekonomi berjalan baik. Dia merinci, ekspor non-migas mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah. Struktur ekspor didominasi sektor industri yang jumlahnya mencapai 80,84 persen dari total ekspor Indonesia. “Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi,” ucapnya.
Terdapat tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor non-migas. Pertama, ekspor besi dan baja yang tumbuh 60,67 persen hingga Maret 2021. Berikutnya, ekspor crude palm oil (CPO) yang meningkat 60,67 persen. Terakhir, ekspor otomotif yang tumbuh 15,48 persen. “Ekspor tumbuh tinggi, baik karena sektor pertanian, industri, maupun tambang,” kata Lutfi. Di sisi lain, kinerja impor juga mulai membaik, yaitu tumbuh 25,73 persen. Hal ini ditopang oleh kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong, ataupun barang modal.
(Oleh - HR1)
Menteri KKP Minta Eksportir Perikanan Taat Pajak
Jakarta, CNN Indonesia --Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta eksportir perikanan untuk mengikuti aturan terkait pajak hingga jaminan sosial bagi anak buah kapal perikanan.
"Saya berharap kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah ini tidak disalah-artikan dengan melanggar aturan-aturan yang ada. Dengan melaporkan harga jual yang lebih rendah dibanding harga jual sebenarnya yang bertujuan untuk mengurangi pajak, mengambil ikannya tidak bayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian pajak penjualannya direndahkan. Itu namanya tidak ada bela negaranya," tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (18/4).
Trenggono menginginkan agar iklim usaha di sektor perikanan berlangsung secara sehat, baik untuk kelangsungan industri, pemerintahan, serta para pekerja di dalamnya. Ia memastikan pihaknya tidak akan memberi toleransi kepada eksportir yang melanggar aturan hukum maupun aturan administratif.
Secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai US$1,27 miliar atau naik 1,4 persen dibanding periode yang sama 2020, dengan surplus neraca perdagangan sebesar US$1,14 miliar atau naik 0,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Komoditas ekspor utamanya yaitu udang sebesar US$527 juta atau 42 persen dari nilai ekspor total, tuna-cakalang-tongkol sebesar US$169 juta (13 persen), cumi-sotong-gurita sebesar US$128 juta (10 persen), rajungan-kepiting sebesar US$103 juta (8 persen), rumput laut sebesar US$64 juta (5 persen), dan layur sebesar US$22 juta (2 persen).
"Sektor perikanan ini tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara, tapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil perikanan. Di samping itu, sektor ini menyerap banyak tenaga kerja," pungkasnya.
(Oleh - HR1)
Daftar 229 Uang Kripto yang Diakui Bappebti
Sejumlah mata uang kripto yang diakui oleh Bappebti antara lain Bitcoin, Ethereum, Tether, XRP atau Ripple, dan Bitcoin Cash. Selanjutnya, Binance Coin, Polkadot, Chainlink, Lightcoin, dan Bitcoin SV, juga disetujui oleh Bappebti. Ketua Bappebti Sidharta Utama mengungkapkan rencananya untuk mendirikan bursa mata uang kripto di Indonesia. Ia mengatakan pembentukan bursa tersebut bertujuan untuk perlindungan pelaku usaha. "Bursa ini fokusnya pada perlindungan pelaku usaha agar hubungan antar semua pihak bisa berjalan dengan baik, antara pedagang, investor, maupun dengan lembaga lain bisa jelas dan aman," ujarnya dalam keterangan resmi belum lama ini. Sebagai informasi, Bappebti merupakan badan yang berada di bawah Kementerian Perdagangan. Dalam laman resminya,
Bappebti memiliki sejumlah kewenangan meliputi, menerbitkan izin usaha bagi bursa berjangka, lembaga kliring berjangka, pialang berjangka, dan sebagainya. Bappebti juga berhak untuk memastikan agar bursa berjangka dan lembaga kliring berjangka melaksanakan semua ketentuan dan peraturan, serta melakukan pengawasan yang intensif dan pengenaan sanksi tegas terhadap pelanggaran.
(Oleh - HR1)
Pangkas Beban Utang , BUMN bisa Jual Aset ke LPI
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini bisa mengalihkan aset-asetnya ke Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Invesment Authority alias INA.
Lewat Peraturan Menteri BUMN Erick Thohir No 03/MBU/03/2/21 yang merupakan perubahan ketiga atas aturan tentang Tatacara Penghapusbukuan dan Pemindahtanganan Aktiva Tetap BUMN, pemindahan aset ke LPI sah bisa dilakukan.
Beleid ini adalah amanah Undang-Undang (UU) No 11/2020 tentang Cipta Kerja. UU ini mengharuskan adanya pemindahtanganan aset BUMN ke soverign wealth fund atau pengelola dana investasi pemerintah alias LPI.
Merujuk Peraturan Pemerintah No 74/2020 tentang LPI, pasal 58, bila terjadi perpindahan aset BUMN ke LPI, lembaga ini punya hak menilai harga wajar aset BUMN itu. Dengan nilai wajar itu, LPI akan membayar aset BUMN sehingga mengurangi beban utang akibat aset BUMN itu. Apalagi, sebagian besar aset itu dibiayai dengan utang.
Kemenperin Bidik Industri Farmasi Tumbuh Dua Digit Kuartal I
Jakarta, CNN Indonesia --Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri farmasi sepanjang kuartal I 2020 berada di atas 9 persen atau tumbuh dua digit. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan hal tersebut realistis sebab kinerja tersebut pernah tercapai. "Kami berharap di atas 9 persen di kuartal I ini karena dulu pada 2015 itu pernah mencapai 15 persen, tapi terus turun lagi, sekarang kuat lagi kami harapkan kontribusinya kepada PDB juga meningkat jadi 1,13 persen," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (16/4). Selain itu dia juga mengatakan bahwa "Tahun lalu realisasinya (investasi) Rp11 triliun. Kami harapkan juga di 2021, bahkan ada subsektor industri kimia dan farmasi tumbuh 9,3 persen. Kemudian kontribusi sektor IKFT ke total PDB juga besar, 4,48 persen dengan realisasi investasi IKFT tahun lalu mencapai Rp61,97 triliun didominasi industri kimia dan bahan kimia. Tenaga kerja 6,24 juta orang yang diserap,".
(Oleh - HR1)China Siap Investasi Rp20,01 T di Bidang Furnitur RI
Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengungkapkan China siap menanamkan investasi ke Indonesia senilai US$1,38 miliar atau sekitar Rp20,01 triliun ke Indonesia. Rencananya, investasi tersebut ditempatkan pada sektor furnitur. "Sejauh ini Tiongkok sudah banyak investasi ke Kalbar (Kalimantan Barat). Tahun ini investor dari sana akan berinvestasi ke Indonesia terutama di Kalbar dan Kota Batang, Jawa Tengah (Jateng). Nilai investasi di bidang furnitur US$1,38 miliar," ujarnya saat Webinar Internasional Menggali Potensi Ekonomi Tiongkok-Kalbar Pasca, seperti dikutip Jumat (16/4).
Djauhari mengungkapkan sejumlah pengusaha China akan berkunjung ke Indonesia pada pertengahan April - Mei 2021, terutama ke dua daerah, Kalbar dan Jateng yang dapat menjadi peluang daerah untuk maju dan terus membangun kerja sama perdagangan, Dia juga mengatakan bahwa ekspor Indonesia meningkat, termasuk kontribusi dari Kalbar, signifikan 10,13 persen. Dengan peningkatan ini, kita mampu mengurangi permasalahan perdagangan Indonesia-Tiongkok nyaris 69 persen, berdasarkan data dari Tiongkok, "Adapun produk unggulan dan potensialnya di antaranya, besi dan baja meningkat 136,52 persen, kertas dan kertas karton 133,25 persen, timah dan barang daripadanya 544,07 persen dan barang lainnya," kata dia. Kendati demikian, total perdagangan antar dua negara tersebut turun menjadi US$78,48 miliar karena pandemi covid-19.
(Oleh - HR1)Mendag: Ekspor Non Migas US$17,44 M Tertinggi dalam Sejarah
Menteri Perdagangan M Lutfi mengatakan jumlah ekspor non migas Indonesia per Maret 2021 sebesar US$17,44 miliar. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah Indonesia, khususnya sejak krisis 1998. "Indonesia pada Maret 2021 ini tertinggi dalam sejarah terutama pasca krisis 1998," ungkap Lutfi dalam konferensi pers, Jumat (16/4). Ia menjelaskan total ekspor Indonesia secara kumulatif sempat tembus US$18,6 miliar pada 2011 lalu. Namun, angka itu mencakup migas dan non migas. Indikator ekonomi yang sehat tercermin dari meningkatnya impor yang tinggi dan ekspor yang lebih tinggi lagi. Bila dirinci, ekspor Januari-Maret 2021 mencapai US$48,90 miliar atau naik 17,11 persen dari US$41,76 miliar pada Januari-Maret 2020. Sementara, impor Januari-Maret 2021 mencapai US$43,38 miliar atau naik 10,76 persen dari US$39,17 miliar pada Januari-Maret 2020.
(Oleh - HR1)
Gojek dan Tokopedia Dikabarkan IPO, Ini Jawaban BEI
Menanggapi kabar IPO Gojek dan Tokopedia, BEI mengatakan sampai saat ini belum menerima dokumen pengajuan penawaran saham perdana (IPO) dari perusahaan digital tersebut.
Penggabungan usaha Gojek dan Tokopedia dikabarkan sudah dalam tahap akhir. Manajemen dan pimpinan kedua perusahaan sudah setuju dengan rencana tersebut. Jika berjalan mulus, langkah selanjutnya adalah penawaran saham perdana ke publik atau IPO Gojek dan Tokopedia. Kedua perusahaan rintisan (startup) yang kini telah menjelma korporasi raksasa itu juga disebut-sebut telah membahas berbagai skenario penambahan modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II 2021. Reuters mengungkap, perseroan juga akan mencatatkan saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada 2022 mendatang.
Menurut sumber D-Insights, Gojek dan Tokopedia sudah menandatangani kesepakatan jual beli saham bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA), dengan kesepakatan Gojek menggenggam 60% saham entitas gabungan, sedangkan Tokopedia memiliki sisanya sebesar 40%. Sumber The Information menyebut gabungan kedua startup raksasa itu akan bernama GoTo. Nantinya, GoTo akan menjalankan beberapa bisnis inti, yakni menyediakan layanan berbagi tumpangan (ride hailing), e-commerce, pengiriman makanan, pembayaran, dan logistik.
(Oleh - HR1)
Pertanian : Tiada Habis Nestapa Petani Didera Impor
Pemerintah menerbitkan izin impor berkisar 680.000 ton dalam bentuk gula mentah (raw sugar) dan gula kristal putih atau gula konsumsi 150.000 ton. Impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan mengantisipasi lonjakan harga karena musim giling tebu setelah Idul Fitri. Padahal, kebutuhan gula biasanya meningkat saat Ramadhan (Kompas, 16/3/2021).
Mae Azhar (38), petani lainnya, menilai pemerintah mempermudah impor gula saat biaya produksi petani meningkat. Padahal, banyak petani muda mulai menanam tebu. Luas lahan tebu tahun ini di PG Tersana Baru bertambah dari 4.100 hektar menjadi 4.500 hektar.
Sebelumnya, pemerintah berencana mengimpor 1 juta ton beras. Setelah menimbulkan polemik, Presiden Joko Widodo memastikan tidak ada impor beras, setidaknya hingga Juni 2021 dan menjamin hasil panen petani terserap. Faktanya, harga gabah Mamat masih saja ditawar rendah.
Sekitar 9 km dari kebun tebu, petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, juga galau karena hasil panennya belum terjual. Garam yang dibungkus karung itu itu menumpuk di tambak, gudang, bahkan pinggir jalan raya. Hanya terpal dan spanduk bekas yang melindunginya dari hujan.
Kala itu belum ada UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja yang mendefinisikan ketersediaan pangan berasal dari dalam negeri, cadangan pangan nasional, dan impor pangan. Sebelumnya, ketersediaan pangan dari hasil produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional serta impor apabila kedua sumber utama itu tidak memenuhi kebutuhan.
Para petani yang seharusnya menjadi pelaku utama ekonomi hingga kini masih saja terpinggirkan. Di tengah kebijakan pemerintah yang mengejutkan, sekedar untuk bertahan saja tampaknya tidak mudah mereka dapatkan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









