Ekonomi
( 40460 )OJK Siap Atur Investasi Unitlink
Perdagangan Daerah, Kinerja Ekspor Kopi Kebal Di Tengah Pandemi
Bisnis, SURABAYA — Tren permintaan pasar ekspor komoditas kopi tahun ini diprediksi mengalami peningkatan meskipun masih di tengah pandemi Covid-19. Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jawa Timur memprediksi kinerja ekspor mampu meningkat hingga 20%.
Sekretaris Gaeki Jatim Ichwan Nursidik mengatakan peningkatan itu seiring dengan adanya potensi sejumlah pengembangan pasar baru. Pasar baru yang potensial bagi komoditas kopi Jatim yakni Irak, Iran, Lebanon, UEA, Filipina, Malaysia, dan China terutama untuk jenis kopi olahan.
Data Gaeki menyebutkan bahwa ekspor kopi Jatim pada 2020 mencapai 64.621 ton dengan total nilai US$138,5 juta atau turun dibandingkan dengan 2019 yang mampu mencapai 70.238 ton atau US$148,9 juta.
Kinerja ekspor kopi 2019 lebih tinggi jika dibandingkan dengan kinerja ekspor 2018 yang mencapai 66.881 ton atau US$154,8 juta.
Ichwan menyatakan dengan mulai bergeraknya roda perekonomian, awal tahun ini ekspor kopi Jatim juga menunjukan tren yang positif.
Pada kuartal I/2021 tercatat sudah ada ekspor kopi sebanyak 23.102 ton dengan nilai US$46,3 juta. Volume ekspor itu meningkat 52% dibandikan dengan kuartal I/2020 yakni 15.193 ton atau US$33,5 juta.
Bahkan, lanjut Ichwan, jika melihat kinerja dari bulan ke bulan, ada tren peningkatan yang bagus, dari Januari 2021 ekspornya 6.693 ton atau US$13,7 juta
Kemudian Februari meningkat menjadi 7.227 ton atau US$14,6 juta, dan pada Maret naik lagi menjadi 9.236 ton atau US$17,8 juta.
“Pasar ekspor pada Maret lalu ini cukup bagus, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, bahkan dibandingkan Maret 2020 ada tren kenaikan sampai 101%, karena Maret tahun lalu volumenya hanya terealisasi 4.606 ton,” imbuhnya.
Ichwan menambahkan dari data kinerja ekspor kopi Jatim selama kuartal I/2021, sebanyak 17,8 juta kg dikontribusi oleh kopi jenis Robusta dengan nilai US$31,9 juta, disusul kopi olahan 4,51 juta kg dengan nilai US$11,4 juta, serta kopi jenis Arabika sebanyak 669.330 kg dengan nilai US$2,95 juta.
Berdasarkan data dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, volume ekspor biji kopi melalui Pelabuhan Belawan hingga Februari 2021 menuju Amerika Serikat adalah 4.263 ton atau memberi andil sebesar 44,77% terhadap ekspor kopi Sumut.
Adapun nilai ekspornya mencapai US$17,33 juta atau memberi andil sebesar 43,12% terhadap total nilai ekspor kopi Sumut.
Sementara itu, volume ekspor kopi Sumut sepanjang 2020 menuju Negeri Paman Sam adalah 28.824 ton.
(Oleh - HR1)
Cheil Jedang Ekspor Produk Bioteknologi US$ 580 Juta
JAKARTA – PT Cheil Jedang Indonesia (CJI), perusahaan bioteknologi ternama asal
Korea Selatan, menargetkan
ekspor sebesar US$ 580 juta atau
setara Rp 8,41 triliun pada tahun
2021. Seluruh produk ekspor
CJI merupakan produk yang
sangat dibutuhkan dalam mata
rantai perdagangan global untuk
produk pakan dan makanan.
“Target kami bisa menguasai
pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS), karena memang permintaan pasar untuk produk dengan konsep alam dan ramah
lingkungan ini sedang meningkat
di negara tersebut,” kata Wakil
Presiden CJI Plant Pasuruan
Yoon Tae Sang dalam keterangan
resmi, belum lama ini.
Yoon Tae Sang menyampaikan,
cysteine dengan merk Flavor
Nrich™ Master C telah menjawab permintaan pasar global,
khususnya untuk industri makanan. Produk ini merupakan
asam amino alami yang dapat
dipergunakan oleh siapapun,
termasuk para kelompok vegan.
Pada 2021, CJI menargetkan
penjualan produk FlavorNrich™
Master C dapat menembus negara-negara di Eropa dan AS.
Presiden Direktur CJ Indonesia Group Shin Hee Sung mengungkapkan, total investasi untuk
produk asam amino, khususnya
cysteine mencapai US$ 100 juta.
Selain itu, saat ini CJI mengembangkan produksi polihidroksialkanoat (PHA) yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan
pakan yang bisa dikembangkan
sebagai bahan biopolimer untuk
produksi plastik ramah lingkungan senilai US$ 50 juta dan segera
dipasarkan dalam waktu dekat.
(Oleh - HR1)
Astra Suntik Dana ke Halodoc dan Sayurbox
JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) terus melebarkan
sayap bisnisnya dengan menjadi investor di perusahaan rintisan
(start-up). Astra mengucurkan dana sebesar US$ 5 juta ke
Sayurbox dan US$ 35 juta ke Halodoc pada Maret dan April
2021.
Halodoc merupakan aplikasi kesehatan berbasis online. Sedangkan Sayurbox merupakan
e-commerce grocery farm to table platform and
distributor of fresh goods. Astra adalah investor
utama dalam pendanaan dua start-up tersebut.
Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung
ternyata tak menghambat perseroan untuk
mengembangkan bisnisnya. Sementara itu,
pada kuartal I-2021, Astra International membukukan penurunan laba bersih sebesar 22%
menjadi Rp 3,72 triliun dibandingkan periode
sama tahun lalu sebesar Rp 4,81 triliun.
Adapun pendapatan bersih Astra turun 4%
menjadi Rp 51,7 triliun pada kuartal I-2021.
Pencapaian yang lebih rendah pada kuartal I
tahun ini karena pandemi di Indonesia dimulai
pada Maret 2020, yang kemudian memengaruhi ekonomi nasional dan kinerja bisnis
secara substansial.
Hingga 31 Maret 2021, kas bersih Astra
mencapai Rp 15,9 triliun dibandingkan per akhir
2020 yang sebesar Rp 7,3 triliun. Arus kas yang
lebih tinggi pada kuartal I-2021 disebabkan oleh
kinerja bisnis yang membaik, serta belanja
modal dan modal kerja yang lebih rendah.
Menurut Djony, jika volume bisnis terus
membaik hingga akhir tahun ini, belanja modal
dan modal kerja kemungkinan meningkat.
Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan
Astra meningkat dari Rp 39,2 triliun pada akhir
2020 menjadi Rp 40,3 triliun per 31 Maret 2021.
Hampir seluruh segmen bisnis Astra mengalami penurunan laba bersih pada kuartal
I-2021. Laba bersih divisi otomotif menurun
26% menjadi Rp 1,4 triliun, yang mencerminkan penurunan volume penjualan.
Penjualan mobil Astra menurun 24% menjadi
99.000 unit dengan pangsa pasar menurun
dari 55% menjadi 53%. Pada periode ini telah
diluncurkan lima model revamped. Sementara,
penjualan Astra atas sepeda motor Honda
menurun 17% menjadi 1.008.000 unit, namun
pangsa pasar sedikit meningkat. Pada periode
tersebut telah diluncurkan dua model baru dan
lima model revamped.
(Oleh - HR1)
Jumlah Investor Aset Kripto dan Saham Saling Menyalip
JAKARTA – Jumlah
investor aset kripto per
akhir Februari 2021
mencapai 4,2 juta,
menurut data Badan
Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi
(Bappebti). Jumlah
tersebut melampaui
investor saham yang
sebanyak 2 juta single
investor identification
(SID), berdasarkan data
Bursa Efek Indonesia
(BEI). Namun, jumlah
investor aset kripto bisa
double karena belum
ada SID seperti saham.
Sebenarnya jumlah
investor aset kripto dan
saham saling menyalip.
Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto
Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO
Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, jumlah investor
aset kripto per akhir Februari memang
mencapai 4,2 juta. Tetapi, mengingat
belum adanya bursa aset digital, jadi
belum bisa menilai secara tepat.
“Sebenarnya jumlah investor saham
dengan aset kripto itu saling menyalip.
Pada 2015, investor saham lebih
banyak, tapi pada 2017 aset kripto
yang lebih banyak. Pada 2020, karena
pertumbuhan di capital market luar
biasa, jadi tersalip. Tapi sekarang
lebih banyak investor aset kripto,”
kata Teguh Kurniawan Harmanda
atau akrab disapa Manda, Rabu (21/4).
Dia menegaskan, aset kripto menjadi pilihan investasi yang menarik.
Jika terus meningkat, dia yakin bisa
tembus 10 juta investor akhir tahun
ini dan 2-4 tahun ke depan bisa 26 juta.
“Tapi ingat, ini bisa double datanya.
Misalnya dia ada di pedagang efek
satu dan jadi nasabah juga di pedagang
kripto lainnya. Ini beda dengan bursa
saham yang hitungannya SID. Nanti,
kalau bursa aset kripto sudah ada,
baru bisa terlihat jelas angkanya,”
tutur Manda.
Kenaikan harga aset kripto, menurut dia, seiring mulai diadopsinya aset
ini oleh perusahaan kelas dunia seperti Tesla, Paypal, dan Goldman Sachs.
Bahkan, jauh sebelum perusahaanperusahaan tersebut, tercatat Microsoft, AT&T, Burger King Venezuela,
KFC Kanada, Twitch, Air Baltic, dan
Shopify telah mengadopsinya terlebih
dahulu. Sejarah Bursa Amerika Serikat
bahkan mencatat Coinbase Global Inc,
perusahaan perantara jual beli kripto
terbesar di AS bernilai US$ 86 miliar,
yang melakukan debut di pasar saham
disambut antusias oleh investor.
(Oleh - HR1)
Pengusaha Perikanan Terima Pinjaman Ratusan Juta
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya peran pendamping Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) kepada Nelayan yang menerima dana bergulir."Dana bergulir yang diberikan harapannya bisa kembali sesuai dengan yang diberikan agar bisa digunakan untuk (pelaku usaha) yang lain. Harus didampingi karena ini kan dana bergulir sehingga pendampingan harus serius ", ucap Trenggono di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Jambi ditulis Minggu (25/4/2021).
Pendamping nelayan Batanghari Jumansyah Putra mengaku tugas ini nyatanya tidaklah mudah, mulai dari jarak tempuh yang jauh, medan yang sulit, dan waktu kerja yang dinamis menjadi tantangan. Dalam kesempatan tersebut, BLU LPMUKP menyerahkan pinjaman modal usaha Rp2,8 miliar kepada 40 orang pemanfaat dari Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Barat. Sebagian besar mereka adalah pelaku usaha penangkapan ikan, sedangkan lainnya adalah pembudidaya ikan dan pengolah dan pemasar hasil perikanan (poklahsar).(Oleh - HR1)
Presiden: Industri Kaca Terbesar Asia Tenggara Dibangun di Batang
Presiden Joko Widodo mengatakan akan ada peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan industri kaca terbesar Asia Tenggara di kawasan industri Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Mei 2021.
Setelah industri kaca, kata Presiden, akan juga dibangun industri yang menghasilkan komponen percusor dan katoda pada Juni atau Juli 2021. Dua komponen itu kerap dibutuhkan di sektor tengah dan hilir dalam alur produksi industri nikel.
Kawasan industri batang direncanakan memiliki luas 4.300 hektare dan saat ini telah siap 450 hektare. Kawasan industri yang telah siap itu, ujar Presiden, akan juga digunakan untuk pembangunan industri yang berkaitan dengan teknologi.
Dengan mulai beroperasinya kawasan industri Batang, Presiden mengharapkan investasi langsung akan sernakin deras masuk ke Indonesia dan mampu mempercepat pemulihan perekonomian domestik.
IMF Peringatkan Risiko Mata Uang Digital
IMF menilai penerbitan mata
uang digital tak hanya memiliki sejumlah keuntungan, antara lain efisiensi biaya transaksi, tetapi juga mengandung risiko.
Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan mata uang digital berpotensi membuat layanan keuangan jauh lebih inklusif. Namun, lembaga ini juga memperingatkan ada risiko yang perlu diperhatikan. Asisten Direktur IMF Departemen Asia Pasifik Helge Berger mengatakan, mata uang digital mampu menurunkan biaya transaksi dalam memegang dan memindahkan uang tunai. Mata uang digital juga lebih aman.
Namun, ia memperingatkan ada pula risiko yang mengintai mata uang digital. Risiko, menurut dia, terutama terkait dengan keamanannya. Penerbit mata uang digital harus memiliki kerangka operasional dengan protokol yang aman. Berger mengatakan, banyak bank sentral sedang bereksperimen atau setidaknya berpikir secara konseptual untuk meluncurkan versi digital mata uang mereka. Tiongkok adalah salah satu negara ekonomi besar pertama yang telah mendorong maju dengan eksperimennya. "Ini area yang menarik.Kami terus mengawasinya dan bersama dengan otoritas Tiongkok, kami belajar dari pengalaman Tiongkok." Enditem. Tiongkok merupakan salah satu negara yang telah mengimplementasikan mata uang digital. Salah seorang warga Tiongkok, Annabele Huang bercerita pengalaman menggunakan uang digital bank sentral mirip dengan pembayaran digital Tiongkok lainnya yang sudah ada.
(Oleh - HR1)
Musim Semi Aset Digital
Popularitas aset digital kripto atau cryptocurrency di pasar Indonesia terus menanjak. Ketenaran Bitcoin cs yang dielu-elukan di pasar global membuat investor mulai melirik instrumen kripto dan beralih dari instrumen investasi konvensional.
Associate Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengungkapkan, “Banyak investor yang melihat dan meyakini kripto bisa meningkatkan keuntungan jauh lebih tinggi dari instrumen saham, surat utang, apalagi deposito perbankan, “ ujarnya kepada Tempo, kemarin.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama mengungkapkan, hingga Februari 2021, total investor aset kripto di Indonesia mencapai 4,2 juta investor. Jumlah tersebut hampir menyalip investor di bursa saham yang jumlahnya mencapai 4,5 juta investor pada periode yang sama.
Kementerian Perdagangan selaku regulator mendorong pembentukan bursa kripto pertama di Indonesia, Digital Future Exchange (DFX), di bawah naungan PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) serta dalam pengawasan Bappebti.
Ekspansi di Proyek Kertajati
PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) terus menggalang dukungan untuk pengembangan proyek pembangunan kawasan khusus AeroCity Bandara Kertajati. Komitmen permodalan dan bantuan investasi terbaru untuk manajemen bandara di Kabupaten Majalengka itu datang dari grup usaha PT Krakatau Steel (persero) Tbk.
Direktur Utama PT BIJB, Salahudin Rafi, mengatakan empat anak usaha Krakatau Steel sudah meneken nota kesepahaman untuk ikut andil menggarap beberapa bagian Aerocity, yang luas totalnya mencapai 3.480 hektare.
PT BIJB sebelumnya juga mengembangkan pusat perbaikan dan perawatan (maintenance, repair, and overhaul/MRO) pesawat. Perusahaan sudah mengalokasikan lahan seluas 67 hektare untuk bisnis MRO, tapi baru 30 hektare yang akan dimanfaatkan duluan.
Bermitra dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF), layanan MRO tersebut diprioritaskan untuk pesawat pemerintah, baik milik tentara, polisi, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Adapun Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim, membenarkan bahwa MoU dengan perusahaan lokal Jawa Barat akan menguatkan kinerja bisnis seluruh pihak yang terlibat dalam pusaran kerja sama itu.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









