;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Investor Masih Tertarik Industri Mobil Listrik

28 Apr 2021

Menjelang berganti label menjadi Kementerian Investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), optimistis dengan realisasi investasi di dalam negeri. Lembaga ini menargetkan realisasi investasi di kuartal Il-2021 bisa tumbuh positif ketimbang periode serupa tahun lalu.

Salah satu sektor yang bakal didongkrak investasinya oleh BKPM pada kuartal II ini adalah industri mobil listrik. Sejauh ini, Hyundai, LG Energy Solution Ltd, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CAT, serta Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF) berniat masuk ke sektor ini. Perusahaan tersebut akan membangun rantai pasok kendaraan listrik seperti baterai dan komponen lainnya secara bertahap.

Bursa Kripto Siap Hadir di Semester II

28 Apr 2021

Rencana pembentukan bursa khusus kripto terus dimatangkan. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyampaikan, bursa kripto akan hadir di Indonesia pada semester dua tahun ini.

Kepala Bappebti Sidharta Utama menuturkan, pihaknya masih dalam proses verifikasi dokumen persyaratan calon Bursa Pasar Fisik Aset Kripto. "Terdapat beberapa persyaratan yang masih dilengkapi oleh calon Bursa Pasar Fisik Aset Kripto, " kata Sidharta, Selasa (27/4).

Perdagangan aset kripto di Indonesia menggunakan pendekatan yang menetapkan aset kripto sebagai komoditi yang dapat ditransaksikan di Bursa Berjangka. Ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (UU PBK).

Naik Lagi, Utang Pemerintah Maret 2021 Tembus Rp 6.445 T

28 Apr 2021

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp 6.445,07 triliun per Maret 2021. Angka tersebut naik Rp 84,07 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah Rp 6.361 triliun.

Berdasarkan data APBN KiTa edisi April 2021 yang dikutip, Selasa (27/4/2021), jumlah utang pemerintah yang mencapai Rp 6.445,07 triliun ini setara dengan 41,64% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Secara nominal, posisi utang pemerintah pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat penurunan ekonomi yang terjadi di masa pandemi COVID-19," tulis laporan APBN KiTa.

Total utang pemerintah yang mencapai Rp 6.445,07 triliun ini terdiri dari pinjaman sebesar Rp 861,91 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 5.583,16 triliun atau pinjaman sebesar 13,37% dan SBN sebesar 86,63% dari total utang pemerintah.


Persaingan Ketat Industri Telekomunikasi

28 Apr 2021

Persaingan di industri telekomunikasi Indonesia kian ketat. Selama masa pandemi, rata-rata pendapatan operator mengalami pertumbuhan. Namun tak sedikit yang justru perolehan laba bersihnya menurun.


Tiga Grup Platform Digital RI Miliki Valuasi US$ 240 Miliar

28 Apr 2021

JAKARTA – Tiga grup raksasa ekonomi digital Indonesia memiliki valuasi sebesar US$ 240 miliar atau ekuivalen seperempat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Fakta ini merupakan salah satu indikator bahwa Indonesia merupakan pasar ekonomi digital paling penting dan berpengaruh di Asean.

Hal itu diungkapkan Co-Founder & Executive Chairman Triputra Agro Persada Group, Arif P Rachmat dalam silaturahmi dengan pemimpin redaksi media massa secara virtual, Selasa (27/4/2021). Arif lantas memaparkan tiga ekosistem atau grup pelaku ekonomi digital yang disebutnya memiliki valuasi sekitar US$ 240 miliar tersebut. Per tama, platform e-commerce terbesar Shopee yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 140 miliar dan sudah listed di bursa Amerika Serikat. Shopee bahkan menjadi perusahaan e-commerce terbesar di Asean. “Shopee di Indonesia menguasai 40% volume pasar. Itu membuktikan betapa pentingnya Indonesia,” kata dia. Kedua, platform digital Grab juga berniat listing di AS dengan valuasi US$ 40 miliar. Grab yang berada dalam satu grup platform pembayaran OVO akan berpartisipasi dalam rights issue PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) yang memiliki dompet digital Dana. Emtek sendiri memiliki valuasi US$ 10 miliar. “Jadi, kalau Emtek dengan valuasi US$ 10 miliar digabung Grab  US$ 40 miliar, bernilai total US$ 50 miliar,” kata Arif. Ketiga, sinergi Grup Triputra, Tokopedia, Gojek, dan Bank Jago. Triputra menekuni bisnis e-commerce berawal dari pendirian PT Anteraja. Menurut dia, ekonomi digital tidak terlepas dari tiga hal, yakni platform e-commerce, e-payment dan logistik. Grup Triputra bermitra dengan Bank Jago yang sudah mendeklarasikan sebagai bank digital. Triputra sebagai pemegang saham, meskipun kecil. Triputra juga menggandeng platform e-commerce Tokopedia. Seiring dengan itu, Gojek bermerger dengan Tokopedia menjadi GoTo. Arif Rachmat menyatakan, GoTo dengan valuasi US$ 18 miliar diyakini akan tumbuh ke level US$ 40 miliar. Jika GoTo bersinergi Bank Jago dengan valuasi US$ 10 miliar, nilainya keduanya bakal menembus US$ 50 miliar.

Untuk mengakselerasi PDB per kapita, kata Arif, salah satunya adalah harus banyak mencetak enterprenur, termasuk dalam bisnis ekonomi digital. “Apa yang dilakukan Aldi Haryopratomo dengan membangun Mapan kemudian masuk ke GoPay dan Gibran Huzaifah di eFishery itu luar biasa. Mereka benar-benar leading the way,” kata Arif. Selain itu, dalam pandangan Arif, e-commerce jangan hanya bersifat konsumtif. “E-commerce ini harus mampu meningkatkan produktivitas terutama dari sisi supply chainnya. Harus membantu UMKM, petani, nelayan, dan sebagainya,” kata Arif. Optimistis Di lain sisi, Arif Rachmat menyatakan bahwa dia dan para koleganya yang memimpin grup usaha besar di Indonesia sama-sama optimistis tentang prospek perekonomian nasional ke depan. Dia baru saja berbicara dengan petinggi di Grup BCA dan Grup Wing tentang ekonomi Indonesia, mereka menilai tanda kebangkitan semakin jelas.

Sedangkan Aldi Haryopratomo, komisaris eFishery yang juga mantan CEO GoPay menyatakan pengalaman mendirikan startup Mapan pada 2009. Mapan kemudian dibeli Gojek menjadi GoPay pada 2017. Dia menceritakan, saat mendirikan Mapan, secara ekosistem baik funding maupun mentorship masih sangat kurang. Beda dengan di AS tempat dia menimba ilmu, mentorship begitu berlimpah, terutama di Silicon Valley. “Di Indonesia belum ada, karena tech-entrepreneur bukan sesuatu yang bergengsi,” kata dia.

(Oleh - HR1)

Investasi Manufaktur Melejit 38%

28 Apr 2021

JAKARTA – Investasi manufaktur mencapai Rp 88,3 triliun kuartal I-2021, melejit 38% dibanding periode sama tahun lalu Rp 64 triliun. Investasi manufaktur berkontribusi 40,2% terhadap total nilai penanaman modal nasional pada periode itu Rp 219,7 triliun.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada periode itu mencapai mencapai Rp 23 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) Rp 65,3 triliun, naik dari masing-masing Rp 19,8 triliun dan PMA Rp 44,2 triliun pada kuartal I tahun lalu. “Selama ini, investasi sektor industri berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, menggerakkan sektor industri kecil, dan memacu ekspor ke pasar global. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen menjaga aktivitas sektor industri agar tetap bisa berproduksi,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (27/4). Menperin mengatakan, sektor makanan mengontribusi 9,9% terhadap total investasi manufaktur senilai Rp 21,7 triliun dan logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 27,9 triliun. Menperin mengapresiasi para pelaku industri yang masih semangat berekspansi di Tanah Air, meskipun diterjang pandemi Covid-19.

Kemenperin menargetkan investasi manufaktur mencapai Rp 323,56 triliun pada 2021, naik Rp 58,28 triliun dari target 2020 sebesar Rp 265,28 triliun. Proyeksi serapan investasi ini berdasarkan asumsi pandemi Covid-19 yang terkendali dengan adanya program vaksinasi. Sasaran investasi yang tumbuh positif tersebut, kata Menperin, juga sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang diproyeksikan 3,95% pada 2021. “Investasi akan menjadi faktor penggerak pertumbuhan sektor industri,” imbuh dia.

(Oleh - HR1)

Dampak Insentif Pajak, Titik Terang Emiten Otomotif

28 Apr 2021

Bisnis, JAKARTA — Geliat penjualan emiten otomotif yang tersulut oleh bergulirnya diskon pajak diharapkan berlanjut pada kuartal II/2021 yang juga bertepatan dengan momentum Lebaran dan penyelenggaraan pameran. Induk Grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) optimistis kinerja penjualan akan terus terdongkrak berbagai sentimen positif seperti perluasan relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra International, menuturkan program relaksasi PPnBM dan penambahan stok kendaraan untuk mengantisipasi Lebaran menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021. Per Maret 2021 Astra mencatatkan penjualan mobil domestik total sebanyak 45.521 unit, meningkat signifikan hingga 71,76% dari penjualan pada Februari 2021 sebanyak 26.502 unit.

Secara terpisah, emiten dealer kendaraan roda empat, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) juga menuai berkah dari relaksasi PPnBM mobil baru. Investor Relations Bintraco Dharma Yosef menjelaskan tren penjualan mobil pada Maret 2021 menunjukan peningkatan positif jika dibandingkan dengan Februari dan Januari 2021. “Dalam 2 bulan pertama rata-rata penjualan sekitar 890 unit sedangkan pada Maret 2021 diperkirakan kenaikan mencapai hampir 100% dari rata-rata 2 bulan pertama karena banyak pelanggan memanfaatkan realisasi dari kebijakan pemerintah melalui insentif PPnBM,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (27/4). Sementara itu, PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) mencatatkan volume penjualan mobil sebanyak 7.865 unit pada kuartal I/2021. Realisasi itu turun 27% secara tahunan saat pasar mobil nasional mengalami kontraksi 21%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, TURI ini mencatatkan penurunan pendapatan bersih 17% yoy menjadi Rp2,64 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk pada kuartal pertama 2021 merosot 23% menjadi Rp96,8 miliar. Rico Setiawan, Direktur Utama Tunas Ridean, menuturkan penurunan kinerja terjadi karena melemahnya kontribusi di semua segmen.

(Oleh - HR1)

Bursa Cryptocurrency, Kolaps Di Turki, Bagaimana Di Indonesia?

28 Apr 2021

Salah satu exchanger mata uang kripto terbesar di Turki yakni Thodex, menyatakan tidak mampu untuk melanjutkan operasionalnya, setelah pendirinya membawa kabur aset nasabahnya. Kondisi tersebut membuat ratusan ribu investor khawatir dana mereka lenyap. Apalagi pihak berwenang Turki juga sedang berupaya mencari pendiri Thodex yang melarikan diri dari negara tersebut. Melansir Bloomberg Jumat (23/4/2021), fenomena tersebut memunculkan kebingungan akan berapa banyak nasabah Thodex yang terpengaruh, serta berapa banyak uang yang telah hilang. Sementara itu, Chief Executive Officer Thodex Faruk Fatih Ozer berjanji untuk mengembalikan uang investor dan kembali ke Turki untuk menyelesaian permasalahan yang telah dilakukannya. Pemerintah juga telah memblokir rekening perusahaan dan menggerbek kantor pusat di Istanbul. Adapun kerugian ditaksir mencapai US$2 miliar, menurut surat kabar Haberturk. Selain itu, pengacara para korban mengatakan uang yang diinvestasikan oleh sekitar 390.000 pengguna aktif menjadi tidak dapat diambil kembali.

Inflasi mencapai 16,2 persen pada Maret, lebih dari tiga kali lipat dari target bank sentral sebesar 5 persen. Sementara itu nilai tukar lira Turki telah melemah 10 persen terhadap dolar AS tahun ini. Menurut data dari coingecko.com, pada akhir pekan lalu, volume perdagangan di pasar kripto Turki naik tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 1,2 miliar dari pekan sebelumnya. Di sisi lain regulasi di Turki cukup longgar bagi badan usaha untuk mendirikan bursa penukaran mata uang kripto. "Di sini, seseorang dapat membangun pertukaran kripto hanya dengan modal 50.000 lira (sekitar US$6.000)," kata Oguz Evren Kilic, seorang pengacara yang mewakili pengguna Thodex.

Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, dengan populernya aset kripto, maka perlu diperkuat regulasi yang mengakomodasi aspek keamanan bagi para investor. Terlebih, pemerintah sedang mengupayakan adanya bursa berjangka khusus untuk aset kripto. Seperti diketahui pembentukan bursa berjangka untuk aset kripto telah mendapatkan lampu hijau dari Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Bahkan, kedua wakil menteri telah bertemu, dan secara khusus membahas tentang rencana pendirian pasar kripto.

CEO Indodax Oscar Darmawan menyebutkan aturan aset kripto di Indonesia bisa dikatakan cukup detail dan diatur ketat. Hal itu dilakukan untuk memitigasi agar tidak terjadi fenomena seperti di Turki. “Kita harus menyadari di Turki sendiri aturan kripto di sana masih tidak jelas berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya.

(Oleh - HR1)

Petani Milenial, Agro Jabar Jadi Offtaker

28 Apr 2021

Satu bulan setelah kick off Petani Milenial, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mulai menjalankan Program Pembudidaya Ikan Milenial (PIM). Budi daya ikan perdana ditandai dengan penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok yang khusus dibangun untuk Peserta PIM di PSDKP WS Ciherang – Cianjur dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Cianjur Herman Suherman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Hermansyah dan Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar, Selasa (27/4/2021). Pada budi daya ikan perdana ini juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama kegiatan PIM antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Hermansyah dan Direktur utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar dan juga simbolis penyerahan mockup penyaluran KUR BJB kepada perwakilan peserta PIM, yaitu Rendy Triyadi dan Dimas Liggo Niode, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kegiatan PIM bertujuan mencetak Pembudidaya Ikan Milenial sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat: Menumbuhkembangkan kewirausahaan muda perikanan di Jawa Barat, Mengubah wajah perikanan menjadi segar, agar generasi milenial tertarik dengan pemanfaatan sain dan teknologi aquaculture, serta menciptakan perikanan lebih maju, mandiri, dan modern.

Direktur PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan model bisnis yang dirumuskan DKP Jabar adalah menggandeng pihaknyasebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa Kolam Bioflok (beserta aerator dan peralatan Pembudidaya Ikan lainnya) dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kemudian Penyediaan Opex: bibit, pakan, obat-obatan, listrik, dan operasional lainya menggunakan KUR dari BJB,” katanya dalam keterangan resmi. Kurnia juga memastikan bahwa BUMD yang dia pimpin sudah melangkah lebih awal untuk menggenjot usaha di sektor pangan dari mulai melon, jahe hingga rencana peluncuran beras Juara pasca Lebaran mendatang. Dalam program PIM pihaknya akan berdiri di ujung sebagai offtaker.

(Oleh - HR1)

Realisasi Investasi Naik, Ekonomi RI Mulai Bangkit

27 Apr 2021

JAKARTA – Realisasi penanaman modal asing (PMA) yang melonjak 14% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 111,7 triliun pada kuartal I-2021 mengindikasikan perekonomian nasional sedang bangkit sejalan dengan meningkatnya kepercayaan internasional. Jika pemerintah mampu mengoptimalkan UU Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI), target realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp 900 triliun dipastikan tercapai, sehingga perekonomian domestik tahun ini bisa tumbuh di atas 5%.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diumumkan Senin (26/4) kemarin, realisasi penanaman modal atau investasi langsung pada kuartal I-2021 mencapai Rp 219,7 triliun, naik 4,3% (yoy). Sedangkan dibanding kuartal IV2020 atau secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) tumbuh 2,3%. Realisasi penanaman modal kuartal I tahun ini dimotori PMA yang mencapai Rp 111,7 triliun, meningkat 14% (yoy) dan 0,6% (qtq). Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) turun 4,2% secara tahunan (yoy), namun naik 4,2% secara kuartalan (qtq). Pada kuar tal I-2021 terjadi pergeseran tren investasi. Jika pada kuartal I-2020 PMDN lebih dominan dengan realisasi Rp 112,7 triliun dibanding PMA Rp 98 triliun, pada kuartal I-2021 PMA kembali dominan, dengan realisasi Rp 117 triliun berbanding PMDN Rp 108 triliun. 

Berdasarkan sektor, realisasi PMA kuartal I-2021 melanjutkan tren investasi sepanjang tahun lalu yang didominasi industri manufaktur. Pada 2018 dan 2019, realisasi PMA didominasi sektor jasa.

Optimistis Tercapai 

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, realisasi PMA dan PMDN pada kuartal I-2021 sudah mencapai 25,66% dari target investasi yang dipatok BKPM tahun ini senilai Rp 856 triliun. Namun, dibanding target baru pemeritah sebesar Rp 900 triliun, realisasinya mencapai 24,4%.

Menurut Bahlil, telah terjadi pemerataan investasi seiring masifnya pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Hal itu tercermin pada realisasi investasi di Pulau Jawa pada Januari-Maret 2021 sebesar Rp 105,3 triliun, turun 2,7% (yoy). Di pihak lain, investasi di luar Jawa naik 11,7% (yoy) menjadi Rp 114,4 triliun. Pemerataan investasi antara Jawa dan luar Jawa, kata Kepala BKPM, sangat penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan efek pengganda (multiplier effect) yang besar. “Pemerataan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa sudah membaik. Ini tidak terlepas dari apa yang dilakukan Presiden selama lima tahun terakhir, yaitu membangun infrastruktur secara masif,” tegas dia. Bahlil Lahadalia menambahkan, berdasarkan asal negara, peringkat pertama PMA pada kuartal I-2021 ditempati Singapura senilai US$ 2,6 miliar, diikuti Tiongkok US$ 1,0 miliar, dan Korea Selatan US$ 900 juta. Selanjutnya Hong Kong dengan nilai investasi US$ 800 juta dan Swiss US$ 500 juta.

Investasi Mangkrak 

Bahlil Lahadalia mengemukakan, BKPM juga berhasil menyelesaikan investasi mangkrak senilai Rp 517,6 triliun pada kuartal I-2021. “Angka ini setara 73% dari total investasi mangkrak yang mencapai Rp 708 triliun,” tutur dia. Kepala BKPM mengungkapkan, investasi mangkrak yang telah dieksekusi berkontribusi terhadap realisasi investasi kuartal I-2021. “Namun kontribusinya hanya sebagian. Sebab eksekusi investasi mangkrak tidak diselesaikan secara sekaligus, melainkan per termin. Misalnya yang diproses izin lahan terlebih dahulu,” ucap dia.

Kepala BKPM mengatakan, dengan adanya OSS risk ased approach (OSS RBA), proses penerbitan izin usaha dapat lebih mudah dan cepat. Prosesnya dilakukan berdasarkan pengelompokkan usaha yang memiliki risiko rendah, menengah, dan tinggi.

(Oleh - HR1)