Ekonomi
( 40460 )Investasi Manufaktur Melejit 38%
JAKARTA – Investasi manufaktur mencapai Rp
88,3 triliun kuartal I-2021, melejit 38% dibanding
periode sama tahun lalu Rp 64 triliun. Investasi
manufaktur berkontribusi 40,2% terhadap total
nilai penanaman modal nasional pada periode itu
Rp 219,7 triliun.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),
penanaman modal dalam negeri
(PMDN) pada periode itu mencapai
mencapai Rp 23 triliun, sedangkan
penanaman modal asing (PMA) Rp
65,3 triliun, naik dari masing-masing
Rp 19,8 triliun dan PMA Rp 44,2 triliun pada kuartal I tahun lalu.
“Selama ini, investasi sektor industri berdampak pada peningkatan
penyerapan tenaga kerja lokal, menggerakkan sektor industri kecil, dan
memacu ekspor ke pasar global. Oleh
karena itu, Kementerian Perindustrian
(Kemenperin) berkomitmen menjaga
aktivitas sektor industri agar tetap bisa
berproduksi,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang
Kartasasmita di Jakarta, Selasa (27/4).
Menperin mengatakan, sektor makanan mengontribusi 9,9% terhadap total
investasi manufaktur senilai Rp 21,7
triliun dan logam dasar, barang logam,
bukan mesin dan peralatannya sebesar
Rp 27,9 triliun. Menperin mengapresiasi para pelaku industri yang masih
semangat berekspansi di Tanah Air,
meskipun diterjang pandemi Covid-19.
Kemenperin menargetkan investasi manufaktur mencapai Rp 323,56
triliun pada 2021, naik Rp 58,28 triliun
dari target 2020 sebesar Rp 265,28
triliun. Proyeksi serapan investasi
ini berdasarkan asumsi pandemi
Covid-19 yang terkendali dengan
adanya program vaksinasi.
Sasaran investasi yang tumbuh
positif tersebut, kata Menperin, juga
sejalan dengan pertumbuhan industri
pengolahan nonmigas yang diproyeksikan 3,95% pada 2021. “Investasi akan
menjadi faktor penggerak pertumbuhan sektor industri,” imbuh dia.
(Oleh - HR1)
Dampak Insentif Pajak, Titik Terang Emiten Otomotif
Bisnis, JAKARTA — Geliat penjualan emiten otomotif yang tersulut oleh bergulirnya diskon pajak diharapkan berlanjut pada kuartal II/2021 yang juga bertepatan dengan momentum Lebaran dan penyelenggaraan pameran. Induk Grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) optimistis kinerja penjualan akan terus terdongkrak berbagai sentimen positif seperti perluasan relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra International, menuturkan program relaksasi PPnBM dan penambahan stok kendaraan untuk mengantisipasi Lebaran menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021. Per Maret 2021 Astra mencatatkan penjualan mobil domestik total sebanyak 45.521 unit, meningkat signifikan hingga 71,76% dari penjualan pada Februari 2021 sebanyak 26.502 unit.
Secara terpisah, emiten dealer kendaraan roda empat, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) juga menuai berkah dari relaksasi PPnBM mobil baru. Investor Relations Bintraco Dharma Yosef menjelaskan tren penjualan mobil pada Maret 2021 menunjukan peningkatan positif jika dibandingkan dengan Februari dan Januari 2021. “Dalam 2 bulan pertama rata-rata penjualan sekitar 890 unit sedangkan pada Maret 2021 diperkirakan kenaikan mencapai hampir 100% dari rata-rata 2 bulan pertama karena banyak pelanggan memanfaatkan realisasi dari kebijakan pemerintah melalui insentif PPnBM,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (27/4). Sementara itu, PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) mencatatkan volume penjualan mobil sebanyak 7.865 unit pada kuartal I/2021. Realisasi itu turun 27% secara tahunan saat pasar mobil nasional mengalami kontraksi 21%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, TURI ini mencatatkan penurunan pendapatan bersih 17% yoy menjadi Rp2,64 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk pada kuartal pertama 2021 merosot 23% menjadi Rp96,8 miliar. Rico Setiawan, Direktur Utama Tunas Ridean, menuturkan penurunan kinerja terjadi karena melemahnya kontribusi di semua segmen.
(Oleh - HR1)Bursa Cryptocurrency, Kolaps Di Turki, Bagaimana Di Indonesia?
Salah satu exchanger mata uang kripto terbesar di Turki yakni Thodex, menyatakan tidak mampu untuk melanjutkan operasionalnya, setelah pendirinya membawa kabur aset nasabahnya. Kondisi tersebut membuat ratusan ribu investor khawatir dana mereka lenyap. Apalagi pihak berwenang Turki juga sedang berupaya mencari pendiri Thodex yang melarikan diri dari negara tersebut. Melansir Bloomberg Jumat (23/4/2021), fenomena tersebut memunculkan kebingungan akan berapa banyak nasabah Thodex yang terpengaruh, serta berapa banyak uang yang telah hilang. Sementara itu, Chief Executive Officer Thodex Faruk Fatih Ozer berjanji untuk mengembalikan uang investor dan kembali ke Turki untuk menyelesaian permasalahan yang telah dilakukannya. Pemerintah juga telah memblokir rekening perusahaan dan menggerbek kantor pusat di Istanbul. Adapun kerugian ditaksir mencapai US$2 miliar, menurut surat kabar Haberturk. Selain itu, pengacara para korban mengatakan uang yang diinvestasikan oleh sekitar 390.000 pengguna aktif menjadi tidak dapat diambil kembali.
Inflasi mencapai 16,2 persen pada Maret, lebih dari tiga kali lipat dari target bank sentral sebesar 5 persen. Sementara itu nilai tukar lira Turki telah melemah 10 persen terhadap dolar AS tahun ini. Menurut data dari coingecko.com, pada akhir pekan lalu, volume perdagangan di pasar kripto Turki naik tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 1,2 miliar dari pekan sebelumnya. Di sisi lain regulasi di Turki cukup longgar bagi badan usaha untuk mendirikan bursa penukaran mata uang kripto. "Di sini, seseorang dapat membangun pertukaran kripto hanya dengan modal 50.000 lira (sekitar US$6.000)," kata Oguz Evren Kilic, seorang pengacara yang mewakili pengguna Thodex.
Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, dengan populernya aset kripto, maka perlu diperkuat regulasi yang mengakomodasi aspek keamanan bagi para investor. Terlebih, pemerintah sedang mengupayakan adanya bursa berjangka khusus untuk aset kripto. Seperti diketahui pembentukan bursa berjangka untuk aset kripto telah mendapatkan lampu hijau dari Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Bahkan, kedua wakil menteri telah bertemu, dan secara khusus membahas tentang rencana pendirian pasar kripto.
CEO Indodax Oscar Darmawan menyebutkan aturan aset kripto di Indonesia bisa dikatakan cukup detail dan diatur ketat. Hal itu dilakukan untuk memitigasi agar tidak terjadi fenomena seperti di Turki. “Kita harus menyadari di Turki sendiri aturan kripto di sana masih tidak jelas berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya.
(Oleh - HR1)
Petani Milenial, Agro Jabar Jadi Offtaker
Satu bulan setelah kick off Petani Milenial, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mulai menjalankan Program Pembudidaya Ikan Milenial (PIM). Budi daya ikan perdana ditandai dengan penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok yang khusus dibangun untuk Peserta PIM di PSDKP WS Ciherang – Cianjur dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Cianjur Herman Suherman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Hermansyah dan Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar, Selasa (27/4/2021). Pada budi daya ikan perdana ini juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama kegiatan PIM antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Hermansyah dan Direktur utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar dan juga simbolis penyerahan mockup penyaluran KUR BJB kepada perwakilan peserta PIM, yaitu Rendy Triyadi dan Dimas Liggo Niode, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kegiatan PIM bertujuan mencetak Pembudidaya Ikan Milenial sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat: Menumbuhkembangkan kewirausahaan muda perikanan di Jawa Barat, Mengubah wajah perikanan menjadi segar, agar generasi milenial tertarik dengan pemanfaatan sain dan teknologi aquaculture, serta menciptakan perikanan lebih maju, mandiri, dan modern.
Direktur PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan model bisnis yang dirumuskan DKP Jabar adalah menggandeng pihaknyasebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa Kolam Bioflok (beserta aerator dan peralatan Pembudidaya Ikan lainnya) dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kemudian Penyediaan Opex: bibit, pakan, obat-obatan, listrik, dan operasional lainya menggunakan KUR dari BJB,” katanya dalam keterangan resmi. Kurnia juga memastikan bahwa BUMD yang dia pimpin sudah melangkah lebih awal untuk menggenjot usaha di sektor pangan dari mulai melon, jahe hingga rencana peluncuran beras Juara pasca Lebaran mendatang. Dalam program PIM pihaknya akan berdiri di ujung sebagai offtaker.
(Oleh - HR1)
Realisasi Investasi Naik, Ekonomi RI Mulai Bangkit
JAKARTA – Realisasi penanaman modal asing
(PMA) yang melonjak 14% secara tahunan (year
on year/yoy) menjadi Rp 111,7 triliun pada kuartal
I-2021 mengindikasikan perekonomian nasional
sedang bangkit sejalan dengan meningkatnya
kepercayaan internasional. Jika pemerintah
mampu mengoptimalkan UU Cipta Kerja dan
Lembaga Pengelola Investasi (LPI), target realisasi
investasi pada 2021 sebesar Rp 900 triliun
dipastikan tercapai, sehingga perekonomian
domestik tahun ini bisa tumbuh di atas 5%.
Berdasarkan data Badan
Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) yang diumumkan Senin
(26/4) kemarin, realisasi penanaman modal atau investasi langsung pada kuartal I-2021 mencapai
Rp 219,7 triliun, naik 4,3% (yoy).
Sedangkan dibanding kuartal IV2020 atau secara kuartalan (quarter
to quarter/qtq) tumbuh 2,3%.
Realisasi penanaman modal
kuartal I tahun ini dimotori PMA
yang mencapai Rp 111,7 triliun,
meningkat 14% (yoy) dan 0,6% (qtq).
Adapun realisasi penanaman modal
dalam negeri (PMDN) turun 4,2%
secara tahunan (yoy), namun naik
4,2% secara kuartalan (qtq).
Pada kuar tal I-2021 terjadi
pergeseran tren investasi. Jika pada
kuartal I-2020 PMDN lebih dominan
dengan realisasi Rp 112,7 triliun
dibanding PMA Rp 98 triliun, pada
kuartal I-2021 PMA kembali dominan, dengan realisasi Rp 117 triliun
berbanding PMDN Rp 108 triliun.
Berdasarkan sektor, realisasi PMA
kuartal I-2021 melanjutkan tren
investasi sepanjang tahun lalu yang
didominasi industri manufaktur.
Pada 2018 dan 2019, realisasi PMA
didominasi sektor jasa.
Optimistis Tercapai
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia
mengungkapkan, realisasi PMA
dan PMDN pada kuartal I-2021
sudah mencapai 25,66% dari target
investasi yang dipatok BKPM tahun
ini senilai Rp 856 triliun. Namun,
dibanding target baru pemeritah
sebesar Rp 900 triliun, realisasinya
mencapai 24,4%.
Menurut Bahlil, telah terjadi pemerataan investasi seiring masifnya
pembangunan infrastruktur dalam
lima tahun terakhir. Hal itu tercermin
pada realisasi investasi di Pulau Jawa
pada Januari-Maret 2021 sebesar Rp
105,3 triliun, turun 2,7% (yoy). Di pihak
lain, investasi di luar Jawa naik 11,7%
(yoy) menjadi Rp 114,4 triliun.
Pemerataan investasi antara Jawa
dan luar Jawa, kata Kepala BKPM,
sangat penting untuk menciptakan
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan efek pengganda (multiplier effect) yang besar. “Pemerataan
pertumbuhan ekonomi di luar Jawa
sudah membaik. Ini tidak terlepas dari
apa yang dilakukan Presiden selama
lima tahun terakhir, yaitu membangun
infrastruktur secara masif,” tegas dia.
Bahlil Lahadalia menambahkan,
berdasarkan asal negara, peringkat
pertama PMA pada kuartal I-2021
ditempati Singapura senilai US$ 2,6
miliar, diikuti Tiongkok US$ 1,0 miliar, dan Korea Selatan US$ 900 juta.
Selanjutnya Hong Kong dengan nilai
investasi US$ 800 juta dan Swiss US$
500 juta.
Investasi Mangkrak
Bahlil Lahadalia mengemukakan,
BKPM juga berhasil menyelesaikan
investasi mangkrak senilai Rp 517,6
triliun pada kuartal I-2021. “Angka ini
setara 73% dari total investasi mangkrak yang mencapai Rp 708 triliun,”
tutur dia.
Kepala BKPM mengungkapkan,
investasi mangkrak yang telah dieksekusi berkontribusi terhadap
realisasi investasi kuartal I-2021. “Namun kontribusinya hanya sebagian.
Sebab eksekusi investasi mangkrak
tidak diselesaikan secara sekaligus,
melainkan per termin. Misalnya yang
diproses izin lahan terlebih dahulu,”
ucap dia.
Kepala BKPM mengatakan, dengan adanya OSS risk ased approach
(OSS RBA), proses penerbitan izin
usaha dapat lebih mudah dan cepat.
Prosesnya dilakukan berdasarkan
pengelompokkan usaha yang memiliki
risiko rendah, menengah, dan tinggi.
(Oleh - HR1)
Bukalapak Miliki 7 Juta Mitra UMKM
JAKARTA - Bukalapak, salah satu
platform e-commerce di Tanah Air,
mengungkapkan, saat ini, memiliki
7 juta mitra usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM, atau lazim
disebut sebagai Mitra Bukalapak.
Para UMKM tersebut terdiri
atas warung tradisional dan agen
individu untuk terus memberikan
layanan jual-beli kepada masyarakat,
khususnya yang berada di luar kota
tier-1 di wilayah Indonesia.
“Buka Mitra Indonesia sebagai
online to offline (O2O) platform terbesar di Indonesia, melalui teknologi
akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan produk
agar kebutuhan masyarakat dapat
selalu terpenuhi,” kata CEO Buka
Mitra Indonesia Howard Gani, dalam
keterangannya, dikutip Senin (26/4).
Gani menjelaskan, produk yang
dijual Mitra Bukalapak sangat beragam, mulai dari produk FMCG,
fresh product, barang-barang fesyen,
produk elektronik, spare parts kendaraan bermotor, hingga 42 jenis
produk virtual untuk membuat
masyarakat tetap terhubung sekaligus memenuhi kebutuhan di tengah
pandemi Covid-19.
(Oleh - HR1)
Tujuh Startup Raup Investasi US$ 572 Juta
JAKARTA – Sebanyak tujuh perusahaan
rintisan teknologi (startup) di berbagai
sektor meraup investasi US$ 532 juta tahun
ini. Mereka adalah Bukalapak, Shipper,
SiCepat, CoLearn, Ruangguru, Sayurbox, dan
Halodoc.
Sekretaris Jenderal Asosiasi
Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro memperkirakan investasi
startup kuartal I-2021 naik. Namun, dia belum bisa memastikan
berapa nilainya. Yang jelas, peningkatan itu didorong oleh perekonomian yang sudah mulai pulih.
Berdasarkan data Amvesindo,
sampai kuartal III-2020, terdapat
52 transaksi pendanaan untuk
start up senilai US$ 1,92 miliar. Modal ventura antara lain
berinvestasi di startup sektor
keuangan atau fintech, edukasi
atau edutech, dan software as a
service (SaaS).
Detail Pendanaan
Di sisi lain, Shipper, perusahaan
penyedia logistik nasional, menutup pendanaan Seri B senilai US$
63 juta. Pendanaan ini dipimpin
DST Global and Sequoia Capital
India dengan partisipasi dari
Prosus Ventures, Floodgate,
Lightspeed, Insignia Ventures,
AC Ventures, dan Y Combinator.
“Pendanaan ini ditutup kurang
dari setahun setelah Shipper
mengantongi pendanaan Seri A
Juni 2020,” tulis Stat Times.
Shipper didirikan oleh Budi
Handoko selaku COO dan Phil
Opamuratawongse, CEO, pada
2017. Shipper menyediakan layanan pengiriman barang untuk
usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) dan e-commerce secara
digital, baik untuk call center,
mitra pengiriman.
“Saat ini, Ruangguru melayani
22 juta pengguna di negara-negara
itu. Sebelumnya, Ruangguru mendapatkan pendanaan seri C senilai
US$ 150 juta pada 2019, yang dipimpin General Atlantic dan GGV
Capital. Investor awal Ruangguru
adalah East Ventures, Venturra
Capital, and UOB Venture Management,” tulis Tech in Asia.
Startup edtech lainnya, CoLearn,
telah meraup US$ 10 juta dari pendanaan Seri A yang dipimpin Alpha
Wave Incubation dan investor yang
fokus ke sektor edtech GSV Ventures. Kedua perusahaan itu baru
kali pertama berinvestasi di Indonesia. Investor lama Surge dan AC
Ventures tetap berpartisipasi. Sejak
dirilis Agustus 2020, techcrunch.
com melaporkan, CoLeard telah
diunduh 3,5 juta lali dengan pengguna aktif sekitar 1 juta.
Sementara itu, Reuters melaporkan, pemain marketplace
Bukalapak telah menggalang
dana US$ 234 million, yang dipimpin Microsoft, sovereign wealth
fund Singapura GIC, dan Grup
Emtek, pemain media papan atas
Indonesia. Pendanaan ini masuk di
tengah meningkatnya minat investor global ke sektor teknologi Asia
Tenggara. Adapun investor lain
yang masuk pendanaan itu antara
lain sayap bisnis investasi Standar
Chartered SC Ventures dan portal
berita Korea Selatan Naver Corp.
Terakhir, Grup Astra menyuntik Halodoc dan Sayurbox masing-masing US$ 35 juta dan US$
5 juta pada Maret dan April 202.
Sayurbox adalah e-commerce grocery farm-to-table platform dan distributor sayuran segar, sedangkan
Halodoc merupakan platform
kesehatan berbasis daruing. Astra
merupakan investor utama pada
funding rounds baru dari kedua
startup asal Indonesia ini
(Oleh - HR1)
99% Laba Adaro untuk Dividen
JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST)
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui pembagian dividen
sebesar US$ 146,8 juta kepada pemegang saham. Dividen
tersebut sekitar 99,2% dari laba bersih 2020.
Tahun lalu, Adaro Energy meraih laba bersih sebesar US$ 147 juta. Selain digunakan
untuk pembayaran dividen tunai, perseroan
mengalokasikan sisa laba sebesar US$ 110,8
ribu sebagai laba ditahan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Garibaldi Thohir
menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri batu bara pada 2020 dan
menyebabkan penurunan signifikan terhadap
permintaan maupun harga batu bara. Meski
demikian, pihaknya tetap memprioritaskan
kesehatan dan keselamatan para karyawan
serta meminimalkan dampak pandemi terhadap aktivitas operasional.
Dengan strategi tersebut, Adaro Energy
berhasil mempertahankan marjin yang sehat,
melalui fokus yang berkesinambungan pada
keunggulan operasi dan pengendalian biaya.
“Kami menjaga komitmen untuk memberikan
pengembalian pemegang saham dengan membagikan dividen tunai secara berkala, yang
mencapai US$ 146,8 juta untuk tahun buku
2020,” kata dia dalam keterangan tertulis,
Senin (26/4).
Chief Financial Officer (CFO) Adaro Energy
Luckman Lie mengatakan, perseroan juga
berupaya menyesuaikan kondisi kas internal
dengan pembayaran dividen tahun buku 2020.
Pihaknya akan menjaga keseimbangan antara
kebutuhan investasi dan pengembalian kepada
pemegang saham.
Sementara itu, Adaro bersiap menambah lini
bisnis baru yakni energi ramah lingkungan
atau disebut Adaro Green Initiative. Bisnis
tersebut akan menjadi pilar bisnis kesembilan
perseroan. Selama ini, perseroan memiliki
delapan pilar bisnis antara lain Adaro Mining,
Adaro Services, Adaro Logistics, Adaro Power,
Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital, dan
Adaro Foundation.
(Oleh - HR1)
KBI Siap Fasilitasi Perdagangan Aset Kripto
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyatakan kesiapannya untuk
menjadi lembaga kliring dalam ekosistem
investasi di aset kripto. Pernyataan ini sejalan
dengan diterbitkannya perdagangan aset
kripto melalui bursa yang sedang dalam
tahap persetujuan.
Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi
menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan
diri hingga 100% baik dari segi permodalan
maupun infrastrukturnya. Nantinya, tugas
KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi
delivery versus payment, pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, rekomendasi sistem dan anggota.
Perdagangan Aset Kripto melalui bursa
masih menunggu persetujuan dari otoritas yaitu Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi (Bappepti). Setelah
rampung, otoritas akan memperlengkap
kelembagaan perdagangan kripo mulai
dari bursanya yaitu di Digital Future Exchange (DFX), para pedagang aset kripto,
serta PT Kliring Berjangka Indonesia
(Persero).
Fajar menambahkan, pihaknya sebagai
lembaga kliring akan melakukan edukasi
kepada masyarakat terkait investasi ini.
Karena bagaimanapun, sebuah investasi
selalu memiliki resiko yang harus dipahami
secara baik.
(Oleh - HR1)
Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi, UMKM Di Bali Didorong Terapkan Digitalisasi
Bisnis, DENPASAR — Usaha mikro kecil menengah di Provinsi Bali didorong untuk memanfaatkan jalur pemasaran dan penjualan secara digital melalui marketplace untuk bisa menjangkau pasar nasional dan sebagai upaya bertahan di tengah pandemi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Digital Competitiveness Index Bali berada di posisi 4 se-Indonesia.
Hal tersebut menunjukan bahwa Bali siap menyongsong era digital sejalan dengan perkembangan infrastruktur yang tersedia.
Sebagai upaya untuk mendorong UMKM di Bali go digital, Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah se-Bali, IdeA, 10 penyedia platform marketplace, dan 5 PJSP melaksanakan Roadshow On-Boarding UMKM Bali Batch II secara virtual yang dihadiri oleh sekitar 250 UMKM se-Bali.
Program on-boarding UMKM Bali batch II tersebut akan berlangsung dari 26—30 April 2021 yang diikuti 10 marketplace untuk memberikan pelatihan-pelatihan secara intensif kepada UMKM dalam mendigitalisasikan pemasaran dan penjualan.
Selain itu, melengkapi pengetahuan era digital bagi UMKM, 5 PJSP juga akan membekali UMKM dalam mendigitalisasikan pembayaran.
Targetnya sebanyak 9.000 UMKM atau 1.000 UMKM per Kabupaten/Kota di Bali bisa melakukan on-boarding.
Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Sartin mengapresiasi Bank Indonesia yang menginisiasi kegiatan tersebut.
Bank Indonesia mencatat sampai dengan April 2021 QRIS telah diadopsi oleh sekitar 206.000 merchant di Bali dan Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong adopsi penggunaan QRIS sampai dengan 300.000 merchant di tahun ini.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









