;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Efisiensi Pengadaan Barang dan Jasa, Pemprov Riau Manfaatkan Platform Mbizmarket

30 Apr 2021

Pemerintah Provinsi Riau memanfaatkan platform perdagangan elektronik Mbizmarket untuk pengadaan barang dan jasa dengan belanja maksimal Rp50 juta per transaksi. Chief Executive Officer Mbizmarket Rizal Paramarta menjelaskan Pemprov Riau mengadaptasi pemanfaatan platform perdagangan elektronik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja pemerintah.

“Pemanfaatan platform B2B e-commerce di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa pemerintah ini telah sesuai dengan Peraturan Presiden No. 12/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No. 16/2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (29/4). Kolaborasi antara Provinsi Riau dan Mbizmarket secara resmi ditandai dengan pendandatanganan kerja sama oleh Rizal Paramarta dan Gubernur Riau Syamsuar pada 28 April 2021.

Mbizmarket sebagai marketplace merupakan platform yang dapat memenuhi kebutuhan rancangan bisnis pemerintah dalam hal pengadaan barang dan jasa. Menurutnya, Mbizmarket dapat mengakomodasi kebutuhan pembayaran pemerintah ini, berbeda dengan model bisnis pada marketplace C2C (customer to customer) atau B2C yang menggunakan escrow account di mana pembeli wajib membayar sebelum penyerahan barang/jasa. “Selain itu di dalam platform Mbizmarket terdapat fitur yang dapat mengakomodasi kebutuhan bendahara pemerintah dalam memungut, menyetor, dan melaporkan penerimaan pajak atas transaksi belanja pemerintah.”

(Oleh - HR1)

Aset Kripto, Panjangnya Daftar Kejahatan Cryptocurrency

30 Apr 2021

Meroketnya pamor aset kripto, salah satunya Bitcoin, menambah panjang deretan aksi kejahatan investasi. Pamor mata uang kripto belakangan makin kencang dan menjadi instrumen investasi fenomenal. Ironisnya, kondisi ini dibarengi dengan banyaknya kasus kriminal atau penipuan yang melibatkan mata uang digital tersebut. Alhasil, alih-alih mendapatkan untung, banyak orang justru buntung. Belum lama ini, kasus besar terjadi di Turki yang menambah panjang daftar hitam kejahatan investasi kripto di dunia. Kriptomania mendapatkan alarm peringatan di Turki setelah dua bursa lokal runtuh dalam beberapa hari. Seperti dilansir Bloomberg, runtuhnya bursa kripto lokal Turki yakni Thodex dan Vebitcoin telah memicu perburuan pendirinya karena menyebabkan kerugian yang tidak terhitung terhadap warga Turki. Ledakan mata uang kripto di Turki dipicu banyaknya orang yang berusaha melindungi tabungan mereka. Inflasi mencapai 16,2% pada Maret 2021, lebih dari tiga kali lipat target bank sentral. Sementara itu, nilai tukar lira Turki telah melemah lebih dari 10% terhadap dolar AS, tahun ini.

Gejolak berawal ketika Thodex menghentikan perdagangan serta CEO Faruk Fatih Ozer, pendiri Thodex, menghilang dan diduga telah melarikan dana penggunanya. Kemudian, pada Jumat (23/4), Vebitcoin menghentikan operasi dengan alasan kondisi keuangan yang memburuk. CEO Ilker Bas dan tiga karyawan lainnya ditahan. Badan Investigasi Kejahatan Keuangan memblokir akun Vebitcoin dan membuka penyelidikan. Gubernur Bank Sentral Turki Sahap Kavcioglu kemudian menyatakan pembayaran dan lembaga keuangan elektonik dilarang menengahi transfer ke platform kripto, serta melarang kripto sebagai bentuk pembayaran mulai 30 April.

Fenomena kejahatan lain yang melibatkan kripto terjadi di Amerika Serikat (AS). Departemen Kehakiman (Depkeh) AS mendakwa tiga pejabat intelijen militer Korea Utara (Korut) pada 17 Februari 2021, atas serangan siber mencuri mata uang kripto dan tradisional dari bank serta target lainnya senilai total US$1,3 miliar. AS menuduh tiga pejabat intelijen militer Korut melakukan operasi peretasan dan malware yang luas untuk mendapatkan dana bagi Pemerintah Korut. Selain itu, strategi tersebut dilakukan untuk menghindari hukuman sanksi PBB yang telah merusak sumber pendapatan negara itu. Selain itu, mereka diduga merampok mata uang digital di Slovenia dan Indonesia serta memeras bursa New York sebesar US$11,8 juta. Dalam sebuah skema pada 2018, mereka merampok US$6,1 juta dari mesin ATM BankIslami Pakistan setelah mendapatkan akses ke jaringan komputernya.

(Oleh - HR1)

Selain Peternakan, Erick Thohir Berminat Beli Tambang Garam di Luar Negeri

30 Apr 2021

Menteri BUMN Erick Thohir tertarik mengambil alih tambang garam di luar negeri. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan garam industri dalam negeri agar Indonesia bisa mengurangi ketergantungannya akan garam impor.

Pak Menteri juga membuka opportunity apabila harus men-take over tambang garam di luar, untuk transfer teknologi juga. Untuk menyiapkan garam yang berkualitas NaCL di atas 96% untuk industri yang membutuhkan garam. Jadi bukan garam konsumsi, tapi garam industri

Sedangkan, untuk garam konsumsi dianggap sudah cukup. Hanya saja yang masih jadi PR adalah terkait harganya. PR lainnya adalah terkait mekanisasi tambak garam, juga menjadi salah satu poin kunci yang harus dikerjakan dan perbaiki demi produksi garam berkualitas tinggi.

Sebagaimana diketahui, tahun ini Indonesia kembali mengimpor garam. Tak tanggung-tanggung jumlahnya sampai 3 juta ton. Jumlah itu meningkat dari impor tahun lalu.


Bersiap Antre Masuk Bursa

30 Apr 2021

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sejumlah anak usaha pelat merah. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan langkah go public di bursa saham ditempuh untuk meningkatkan daya saing dan sebagai bagian dari transformasi bisnis di era digitalisasi.

Setidaknya ada 14 perusahaan yang disiapkan untuk dapat melantai di bursa dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan yang akan dilego ke pasar tersebut berasal dari berbagai macam kluster industri, dari telekomunikasi, kesehatan, energi, pangan, hingga jasa keuangan. Suka tidak suka era di semua sektor sekarang serba terbuka. Digitalisasi membuat kompetisi tidak bisa dibendung lagi.

Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengungkapkan, khusus tahun ini terdapat dua anak usaha yang digadang-gadang bakal melakukan IPO dengan nilai jumbo. Kedua anak usaha tersebut adalah PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero).


Industri Komponen Kendaraan Turut Bergairah

30 Apr 2021

Produsen komponen kendaraan bermotor berupaya mendongkrak penjualan setelah pemerintah memberi keringanan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan. Kenaikan angka penjualan mobil baru bisa sejalan dengan perkembangan bisnis komponen. Pesanan komponen original equipment manufacturer (OEM) naik dari yang diperkirakan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Otomotif Indonesia, ekspor komponen terus tumbuh selama triwulan pertama tahun ini. Ekspor komponen sepanjang kuartal I mencapai 22,3 juta keping dengan rincian 7,2 juta keping pada Januari, 7,5 juta keping pada Februari, dan 7,6 juta keping pada Maret.

Bisnis penunjang otomotif terbantu karena produksi yang meningkat. Saat ini, meski tanpa pandemi Covid-19, utilisasi pabrikan domestik masih belum optimal, yaitu 54 persen dari kapasitas produksi 2,4 juta mobil pertahun. "Indonesia hanya produksi 1,3 juta, yaitu 1 juta untuk dalam negeri dan 300 ribu untuk ekspor, " kata Kukuh.


Gapki: Ekspor Sawit RI ke India Masih Normal

29 Apr 2021

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di India yang terjadi sejak pekan lalu belum mempengaruhi kinerja ekspor minyak sawit nasional. Ekspor sawit Indonesia ke India hingga saat ini masih berjalan normal. Pada 2020, India merupakan pasar ekspor terbesar kedua untuk sawit Indonesia dengan volume 4,65 juta ton setelah Tiongkok yang sebesar 5 juta ton.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, pekan lalu, India memang mengalami kasus lonjakan Covid-19 gelombang kedua. Namun sejauh ini dampak lonjakan kasus tersebut belum dirasakan Indonesia, kecuali terjadi tambahan kasus hingga selama satu bulan baru hal itu nantinya akan berdampak, termasuk terhadap kinerja ekspor sawit nasional. “Sikap Indonesia masih memasang status wait and see dan terus melihat perkembangan India. Kami berharap kasus Covid-19 di India segera turun,” kata Joko Supriyono saat buka puasa Gapki bersama media di Jakarta, Rabu (28/4). Joko menjelaskan, India memang pasar terbesar ekspor sawit Indonesia. Saat ini, Pemerintah India tengah dihadapi kepanikan karena jumlah kematian dalam sehari sangat banyak. Lonjakan kasus Covid-19 di India diduga terjadi karena masyarakatnya menganggap remeh Covid-19 pascavaksinasi. 

Ekspor minyak sawit RI Maret 2021 mencapai 3,24 juta ton atau 62,70% lebih tinggi dari Februari yang hanya 1,99 juta ton. Kenaikan harga dan volume menghasilkan nilai ekspor sawit Maret 2021 sebesar U$ 3,74 miliar atau lebih tinggi dari Februari 2021 yang hanya US$ 2,08 miliar. Konsumsi domestik pada Maret 2021 mencapai 1,59 juta ton atau sedikit terkoreksi dari Februari 2021 yang sebesar 1,61 juta ton, konsumsi minyak sawit untuk biodiesel pada Maret 2021 turun 0,50% menjadi 625 ribu ton dari 635 ribu ton pada Februari, oleokimia juga turun 3,40% menjadi 168 ribu ton dari 174 ribu ton. Secara year on year (yoy) sampai Maret 2021, konsumsi dalam negeri 3,80% lebih tinggi dari 2020.

(Oleh - HR1)

AsetKu Beri Asuransi Gratis ke 500 Ribu Pengguna

29 Apr 2021

Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending PT Pintar Inovasi Digital (Asetku) bekerja sama dengan PT Asuransi Cakrawala Proteksi memberikan jaminan asuransi kecelakaan diri gratis kepada lebih dari 500 ribu pengguna AsetKu yang sudah terverifikasi. Pemberian asuransi gratis tersebut bertepatan dengan peringatan hari kesehatan dan keselamatan kerja setiap tanggal 28 April. Direktur AsetKu Andrisyah Tauladan menjelaskan, hal tersebut menjadi bentuk komitmen AsetKu dalam melindungi finansial maupun keselamatan pengguna. Seluruh pengguna dapat mengaktifkan asuransi kecelakaan diri di aplikasi AsetKu dengan mudah dan cepat.

Adapun beberapa alasan kenapa asuransi kecelakaan diri itu penting antara lain memberi rasa aman dari sisi keuangan musibah kecelakaan merupakan sesuatu yang tidak bisa diprediksi dan sangat tidak terduga. “Dengan memiliki asuransi kecelakaan diri tentu saja bisa memberikan rasa aman kepada siapa yang memilikinya. Terutama dari sisi finansial apabila terjadi hilangnya penghasilan karena kecelakaan yang dapat menyebabkan kematian atau cacat tetap,” ujar dia

Ditambah lagi, asuransi juga dapat meringankan biaya setiap risiko kesehatan terutama pada kecelakaan diri yang tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Untuk menghindari terjadinya pengeluaran biaya besar secara tidak terduga, memiliki asuransi kecelakaan diri dapat membantu meringankan biaya pada saat terjadinya musibah,” jelas Andrisyah.

(Oleh - HR1)

Industri Penggemukan Sapi, Masa Sulit Berlanjut

29 Apr 2021

Tekanan pada industri penggemukan sapi diperkirakan masih berlanjut pada 2021 menyusul tingginya harga sapi bakalan asal Australia. Para pelaku usaha dihadapkan pada risiko hilangnya pasar yang kini mulai diisi pasokan daging sapi/kerbau murah dari negara alternatif seperti India dan Brasil. 

Presiden Direktur PT Juang Jaya Abdi Alam—perusahaan penggemukan sapi bakalan eks impor anggota Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong (Gapuspindo)—Dicky Adiwoso mengatakan bisnis feedlot tengah menghadapi tekanan berat akibat ketergantungan yang tinggi pada pasokan sapi bakalan dari Australia selama 30 tahun terakhir. Kapasitas kandang yang terisi dia sebut hanya mencapai 50% dari rata-rata 200.000 ekor dalam satu kali siklus penggemukan. Adapun, laporan Status Industri Sapi Indonesia-Australia 2020 yang diterbitkan oleh Indonesia-Australia Red Meat and Cattle Partnership (RMCP) menunjukkan bahwa keanggotaan Gapuspindo telah menurun dari 26 pada 2019 menjadi 24 anggota pada akhir 2020. Sementara itu, empat perusahaan telah menyatakan rencana untuk berhenti beroperasi secara permanen karena iklim bisnis yang tidak kondusif. Dicky mengatakan bahwa untuk kali pertama dalam sejarah bisnis penggemukan sapi di Indonesia, harga jual sapi jenis Brahman Cross asal Australia lebih mahal dibandingkan dengan harga sapi lokal.

Harga jual sapi hidup eks impor dia sebut telah mencapai Rp48.000 sampai Rp50.000 per kilogram (kg), sementara sapi lokal masih di angka Rp46.000 sampai Rp47.000 per kg. ada tahun ini, pemerintah menugasi BUMN untuk mengimpor 80.000 ton daging kerbau India dan 20.000 ton daging sapi asal Brasil. Dari rata-rata kebutuhan daging sapi impor sebesar 400.000 yang setiap tahunnya, 45% diisi oleh daging hasil usaha penggemukan. Dicky menyebutkan pelaku usaha kini tengah mengupayakan impor sapi bakalan dari negara alternatif seperti Meksiko. Laporan Indonesia-Australia RMCP menyebutkan bahwa pelaku usaha dan pemerintah sedang mengupayakan impor 200.000 sampai 300.000 ekor sapi bakalan dari Meksiko pada 2021.

Brasil pun dikabarkan juga secara aktif mendorong peningkatan akses ke pasar Indonesia dengan menawarkan harga sapi bakalan dengan plafon harga tetap dari kawasan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). Australia Co-chair Indonesia-Australia RMCP Chris Tinning menyebutkan para peternak di Australia tengah melakukan repopulasi ternak dengan dukungan cuaca dan lingkungan yang lebih baik. Hal ini dia sebut meningkatkan kompetisi antarpeternak, pemasok, eksportir, dan agen lain dalam mendapatkan sapi.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menyebutkan penurunan daya beli pada 2020 menyebabkan permintaan daging sapi dari sektor hotel, restoran, dan kafe terkoreksi. Hal ini dia sebut turut membantu stabilitasi harga di tengah pasokan yang ketat.

(Oleh - HR1)

Pengembangan Kendaraan Listrik, Industri Ban SIap Buka Pasar

29 Apr 2021

Industri ban dalam negeri siap menyambut era kendaraan listrik yang diyakini dapat membuka pasar baru bagi para pelaku usaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan pada dasarnya tidak ada perbedaan signifikan dalam memproduksi ban untuk mobil listrik atau jenis lainnya. Namun, ban mobil listrik sedikit berbeda dengan ban mobil pada umumnya karena harus didesain lebih ringan. “Kami siap saja dan akan bisa memenuhi permintaan yang ada,” katanya kepada Bisnis, Rabu (28/4). Oleh karena itu, dia meminta pemerintah untuk terus menyosialisasikan kendaraan listrik. Selain itu, kesiapan dan keamanannya pun tetap perlu diperhatikan. Secara keseluruhan, Azis menyebut industri ban saat ini masih mencatatkan utilitas di level 65%-70%. Meskipun belum signifikan, tetapi sudah ada perbaikan permintaan di pasar.

Sementara itu, industri komponen otomotif menjadi salah satu industri yang akan terpengaruh oleh kehadiran kendaraan listrik. Ketua Umum Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Hamdhani Dzulkarnaen Salim mengatakan peluang masih ada waktu bagi para pelaku usaha industri komponen untuk mempersiapkan diri. Sebagai gambaran, saat ini pemerintah telah menetapkan target produksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB mencapai 400.000 unit untuk roda empat dan 1,76 juta unit roda dua pada 2025.

(Oleh - HR1)

Dampak Covid-19, Pandemi Gerus Nilai Ekonomi RI

29 Apr 2021

Bisnis, JAKARTA — Nilai ekonomi nasional yang hilang akibat pandemi Covid-19 sepanjang tahun lalu tercatat mencapai Rp1.356 triliun. Angka tersebut dihitung oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan dengan menggunakan dasar pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu.

Berdasarkan data Ba-dan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan yang di-peroleh Bisnis, angka Rp1.356 triliun tersebut setara dengan 8,8% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun lalu.Adapun, penghitungan tersebut mengacu pada selisih realisasi PDB nominal 2020 dengan PDB nominal dalam target pertumbuhan ekono-mi yang tertuang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yakni sebesar 5,3%.“Dampak Covid-19 sangat dra-matis, mengguncang perekonomian dan membutuhkan biaya besar untuk menanganinya,” kata Ana-lis Kebijakan Madya BKF Wahyu Utomo, Rabu (28/4).

Intervensi fiskal juga telah di-lakukan oleh pemerintah sejak tahun lalu dan berlanjut pada tahun ini.Besarnya biaya penanganan pandemi Covid-19, kata Wahyu, terlihat dari penurunan PDB dan tekanan APBN baik dari sisi pen-dapatan, belanja, dan pembiayaan. Namun demikian, menurutnya, risiko ekonomi dan fi skal yang dihadapi Indonesia relatif moderat.

Kerugian ekonomi akibat pandemi memang cukup besar. Selain mengukur nilai ekonomi yang hilang, pemerintah juga melakukan penghitungan terkait dengan jumlah pendapatan yang hilang akibat pandemi.Berdasarkan catatan Bisnis, Ba-dan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas/PPN) mencatat, total loss of income atau pendapatan yang hilang dalam ekonomi mencapai Rp1.158 triliun.Laporan yang dirilis pada tahun lalu itu menggunakan asumsi penurunan jam kerja di sektor manufaktur dalam 30 pekan sebanyak 11,1 miliar jam akibat utilisasi industri yang hanya 50%.

(Oleh - HR1)