Ekonomi
( 40733 )Rencana Kenaikan PPN Terus Ditentang
Rencana pemerintah mengerek tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari yang berlaku saat ini 10%, terus menuai penolakan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga menolak rencana tersebut lantaran tak sejalan dengan upaya mempercepat pemulihan ekonomi.
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mukhammad Misbakhun menilai, rencana kebijakan itu kontra produktif dengan kebijakan pemerintah saat ini yang memberikan sejumlah relaksasi perpajakan. Misalnya diskon PPN atas properti, diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil, juga penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan. Menurut Misbakhun, tidak adil jika di satu sisi pemerintah menurunkan tarif PPh badan, tetapi di sisi lain malah meningkatkan tarif PPN. Untuk mengoptimalkan PPN,
Misbakhun menyarankan pemerintah menerapkan skema goods and services tax (GST). GST merupakan PPN berbasis tujuan dan dibebankan pada produksi, penjualan, serta konsumsi barang dan jasa yang belum memiliki nilai tambah di setiap tahapan. Skema GST digunakan berbagai negara, misalnya Singapura. "Pada GST, perbedaannya lewat pengkreditan yang lebih selektif. Bisa juga membatasi restitusi PPN untuk korporasi yang menjalin kerjasama dengan proyek pemerintah, " kata Misbakhun kepada KONTAN, Kamis (6/5).
Mafia Tanah Menggurita di Jakarta
Mafia tanah menggurita di Jakarta. Mereka mengincar rumah mewah dengan pemilik berusia lanjut atau properti yang hendak dijual ahli waris.
Investigasi Kompas mengungkap, mafia tanah di Jakarta melibatkan pemodal, broker, notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT), dan pegawai di kantor kecamatan, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sindikat ini biasa menyamar sebagai pembeli dan memalsukan dokumen, antara lain sertifikat tanah, akta terkait jual beli, serta kartu identitas pemilik. Saat beraksi sebagai pembeli properti, mafia tanah mampu membayar uang muka dalam jumlah besar untuk meyakinkan korbannya agar menyerahkan sertifikat asli. Setelah sertifikat asli diserahkan, para pelaku kemudian memalsukannya. Sertifikat asli akan digunakan pimpinan sindikat sebagai jaminan utang pada koperasi dan bank, digadaikan, hingga diperjualbelikan. Adapun sertifikat palsu diberikan kepada pemilik properti. Secara spesifik mafia tanah di Jakarta mengincar rumah atau properti bernilai di atas Rp 10 miliar dan berlokasi di Jakarta Selatan (Jaksel) lantaran harganya tergolong tinggi.
Setidaknya ada empat kelompok mafia tanah di Jakarta yang saling terkait. Mereka dipimpin oleh DR, AS, SD, dan FK. Dari penelusuran berkas di pengadilan serta berkas penyidikan polisi, ada 13 kasus pidana dan perdata soal pertanahan dari empat kelompok itu. Keterkaitan antarmafia tanah terlihat dari anggota yang sama pada dua kelompok. Kelompok DR dan AS, misalnya, mempunyai anggota sindikat yang sama, yakni Derus. Kepala Subdit Harta Benda Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyatputera menyatakan, DR dan AS adalah mafia tanah karena kejahatan mereka dikerjakan dua orang atau lebih dengan memalsukan dokumen, mulai dari identitas untuk para figur, akta-akta palsu, hingga sertifikat palsu.
Selain notaris/PPAT, mafia tanah juga melibatkan pegawai pemerintahan. Jejaring AS, misalnya, melibatkan DO, mantan pegawai honorer di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, ketika menyasar rumah Indra di Jalan Brawijaya. DO membuatkan KTP palsu dengan nama Indra dan istrinya, Nadine. KTP palsu ini dipakai figur palsu pemeran Indra dan Nadine saat proses jual beli
Kegiatan Ekspor Impor, Pebisnis Peroleh Kemudahan
Bisnis, JAKARTA — Kementerian Perdagangan akan memberi fasilitas kemudahan ekspor dan impor kepada eksportir dan importir yang menyandang predikat baik.
Fasilitas ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 17/2021 tentang Eksportir dan Importir yang Bereputasi Baik.
Lewat beleid ini, usaha yang memenuhi kriteria akan menerima kemudahan atas perizinan berusaha di bidang perdagangan. Kemudahan ini berupa penerbitan perizinan berusaha di bidang ekspor dan impor secara elektronik dan otomatis.
Adapun, jenis perizinan usaha yang termasuk dalam fasilitas kemudahan mencakup persetujuan ekspor untuk sembilan jenis komoditas dan barang. Di antaranya adalah ekspor beras ketan hitam, beras organik, beras medium, hewan dan produk hewan, pupuk urea nonsubsidi, serta sisa dan skrap logam.
Sementara dari sisi impor, kemudahan mencakup persetujuan impor atas 77 jenis barang dan komoditas. Di antaranya adalah jagung untuk pangan dan pakan, impor produk hewan segar, sapi bakalan, tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk industri kecil menengah (IKM), dan impor barang modal tidak baru untuk remanufacturing.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno menyebutkan kehadiran beleid ini tak lepas dari semangat kemudahan dan kepastian usaha yang dijanjikan lewat Undang-Undang Cipta Kerja. Dengan janji fasilitas perizinan, dia mengatakan perusahaan akan terpacu memenuhi kriteria.
(Oleh - HR1)Industri Kreatif, Pemanfaatan Platform Digital UMKM Kian Luas
Bisnis, BANDUNG — Para pelaku UMKM di Jawa Barat terpantau mulai masif menggunakan platform digital untuk menyasar konsumen di masa pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan banyak pelaku UMKM Jabar yang mulai memanfaatkan peluang bisnis di pasar digital. Aktivitas pelaku UMKM Jabar di marketplace pun semakin masif.
“Di salah satu marketplace, ada kenaikan sekitar 31% UMKM yang on boarding. Lalu, aktivitas UMKM Jabar di marketplace meningkat. Itu terlihat dari pelaku UMKM Jabar yang aktif di market place mencapai 57%,” kata Kusmana, Kamis (6/5).
Salah satu faktor penyebab meningkatnya aktivitas UMKM Jabar di pasar digital adalah Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia. Selain mempromosikan produk UMKM, Gernas BBI mampu meningkatkan kepercayaan dan antusias masyarakat untuk membeli produk UMKM dalam negeri.
Dalam Gernas BBI di Jabar, kata Kusmana, nilai transaksi dari penjualan langsung mencapai Rp2,7 miliar. Angka tersebut berpotensi meningkat karena belum semua kabupaten/kota melaporkan.
Kemudian, Dinas KUK Jabar terus menginventarisasi nilai transaksi dari penjualan tidak langsung atau online. “Hampir ada 100 event dalam Gernas BBI di Jabar. Baru beberapa kabupaten/kota yang melapor ke kita. Transaksinya Rp2,7 miliar. Itu penjualan langsung. Terus juga transaksi pembiayaan mencapai Rp10,6 miliar,” ucapnya.
Kesadaran digitalisasi pelaku UMKM yang terus meningkat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat dengan berbelanja online. Apalagi di tengah pandemi, masyarakat dapat tetap berbelanja sekaligus turut serta mencegah penularan Covid-19.
“Ada marketplace untuk UMKM. Jabar sendiri punya borondong.id dan marketplace lainnya. Sekarang pelaku UMKM sudah mulai memasarkan produknya secara online. Ini juga membuat peluang UMKM untuk memperluas pasar semakin besar,” ucap Kusmana.
(Oleh - HR1)Pemerintah Diminta Kenakan Pajak Karbon terhadap Industri Besar
Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform, Fabby Tumiwa, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati merancang aturan perdagangan karbon dioksida (CO2). Penciptaan pasar menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian utama.
Instrumen seperti pajak karbon bisa efektif mendorong entitas bisnis menurunkan kadar emisi CO2. Penerapannya bisa dimulai dari sektor energi, yaitu bahan bakar minyak, karena penggunaannya yang masif. Entitas yang memproduksi CO2 lebih dari batasannya akan dikenakan sanksi.
Penerapan pajak karbon akan membuka kesempatan bagi berkembangnya sumber-sumber energi terbarukan yang rendah emisi. Namun besaran pajaknya perlu ditentukan secara cermat agar regulasi ini berjalan efektif.
Pemerintah juga perlu menyiapkan metode evaluasi dan pengawasan. "Program ini dapat dilakukan secara progresif untuk mempercepat perubahan perilaku. Di Prancis, penerapan pajak karbon ditolak sopir truk karena membuat harga bahan bakar minyak meningkat.
Pajak karbon diterapkan bagi konsumen mobil di atas 2.500 cc, lalu diperluas secara bertahap. Pajak juga bisa diterapkan pada tarif pesawat premium.
Ekspansi Penyedia Kargo Global
Para penyedia jasa pelayaran peti kemas berlomba menggenjot kinerja karena lalu lintas kargo internasional mulai pulih perlahan. Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk, Bani Maulana Mulia, mengatakan persaingan operator kapal barang untuk mengejar pasar internasional di sekitar Asia semakin ketat. Salah satu pemicunya adalah pergeseran area operasi para pemain besar bisnis kargo selama masa pandemi Covid-19.
Dalam hal peti kemas, Bani menuturkan, entitasnya mengoperasikan 36 kapal untuk 28 rute servis yang melintasi 46 pelabuhan di Asia Tenggara, area Subbenua India di Asia Selatan, serta kawasan timur jauh (far east). Emiten berkode bursa SMDR itu baru menyepakati kontrak pembangunan dua kapal kontainer baru dari Jepang. Ada juga rencana pembelian armada chemical tanker untuk pasar domestik Indonesia.
Bila ditotal dengan satu rencana pengadaan yang tertunda pada tahun lalu. PT Samudera Indonesia akan memiliki empat kapal baru pada tahun ini. Sebelumnya, perusahaan membeli empat kapal pada 2020.
Direktur PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk atau Temas Line, Faty Khusumo, sebelumnya mengatakan perusahaannya berfokus melayani bisnis kargo domestik. Pergerakan kontainer di dalam negeri dianggap masih mencukupi kebutuhan distribusi. Ketersediaan untuk dalam negeri masih cukup bagus.Pada akhir 2020, emiten pelayaran berkode TMAS itu berencana menambah sembilan kapal baru lewat anak usahanya, PT Temas Shipping. Dari jumlah itu, sudah ada empat yang dibeli, terdiri atas dua kapal berkapasitas 2.600 TEUs dan dua unit berkapasitas sekitar 600 TEUs.
Industri Pengolahan Baja, Pengenaan Bea Masuk Antidumping Terus Dibahas
Bisnis, JAKARTA — Tim Pertimbangan Kepentingan Nasional tengah membahas usulan pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) untuk bahan baku baja lapis aluminium seng atau BjLAS. Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menyatakan usulan BMAD tersebut ditujukan bagi komoditas BjLAS asal Vietnam dan China. Adapun hal tersebut telah disampaikan kepada pemerintah sejak Februari 2021.Ketua KADI Bachrul Chairi mengatakan pembahasan pengenaan BMAD untuk BjLAS cukup alot di pemerintah.
Saat ini, Bachrul menyebut Vietnam dan China melakukan dumping berkisar 25%-30% di bawah harga jual industri di dalam negeri. Namun, bagi Bachrul hal itu justru menimbulkan pertanyaan akan ketahanan industri dalam negeri sendiri. Dari sisi kapasitas, menurut kajian KADI, Indonesia pada 2018 memang belum mampu memenuhi kebutuhan BjLAS dalam negeri. Namun, ketika sudah ada komitmen pemerintah menerapkan fair trade, ada tambahan kapasitas dari dua perusahaan baru.
Di sisi lain, sejumlah proyek pemerintah diproyeksi bakal mangkrak bila BMAD untuk BjLAS diterapkan.Wakil Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Bidang Logistik dan Kepelabuhanan Erwin Taufan mengatakan importir kesulitas membeli BjLAS.
(Oleh - HR1)
Komoditas Pertanian, Dorong Kemitraan Petani Jagung
Bisnis, BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung
mengembangkan pola kemitraan antara petani, perusahaan, dan
perbankan untuk komoditas
jagung hibrida. Bupati Bandung Dadang
Supriatna mengatakan
para petani di
Desa Cikasungka, Kecamatan
Cikancung, mulai
melirik bentuk sinergitas
ini di atas
lahan garapan seluas
3.000 hektare.
Dengan pola itu,
tutur bupati, semua sudah
dipersiapkan sejak awal. Mulai dari
proses penanaman, pemeliharaan, hingga pihak mana yang akan menampung
hasil panen.Risiko kerugian dari pihak petani dapat diminimalisir, meningkatkan hasil
produksi dan otomatis menambah penghasilan,
sehingga para
petani lebih sejahtera.“Pola kemitraan ini
tidak terbatas pada jagung saja, tapi bisa juga pada kedelai, padi
dan umbi-umbian. Kita akan dukung, kita
kawal dan pantau perkembangannya minimal satu bulan
sekali, bagaimana ke-lanjutan dan
hasil produksinya,” tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian
(Kadistan) Kabupaten Bandung A Tisna Umaran menjelaskan
meskipun di luar
musim atau off season, penanaman hari
itu merupakan kesanggupan dari
para petani Cikasungka.“Ada kesanggupan dari
kelompok tani untuk ceboran, sebagai bentuk memulai. Karena
saya dengar ini ada yang
membiayai, juga ada yang menampung.
Pola seperti itu saya
pikir sangat baik
karena intinya pertanian
itu kan bisnis, bukan hanya
kegiatan bercocok tanamnya,” terang
Tisna.
(Oleh - HR1)
Social Bella Raih Pendanaan Rp 818 Miliar
JAKARTA – Sociall Bella, start-up
teknologi kecantikan (beauty-tech),
mengumumkan pendanaan terbarunya senilai Rp 818 miliar dari empat
investor yang dipimpin oleh L Catterton, perusahaan investasi dan
pengelola dana (private equity firm)
yang berpusat di Amerika Serikat.
Indies Capital, bersama dua pemegang saham Social Bella sebelumnya,
East Ventures dan Jungle Ventures,
juga turut berpartisipasi pada pendanaan di putaran kali ini. Pendanaan L
Catterton ke Social Bella merupakan
investasi pertamanya di Indonesia.
Sementara itu, bagi Social Bella, selain
menunjukkan potensi industri ritel kecantikan di Indonesia yang begitu besar di
Indonesia, pendanaan ini juga membuktikan kapabilitas serta kepemimpinan
perusahaan yang solid di industrinya.
President dan Co-founder Social
Bella Christopher Madiam mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun
yang sulit. Akibat pandemi, kesehatan
dan mobilitas masyarakat sangat terdampak.
Principal L Catterton and Investment
Lead for Southeast Asia Yock Siong Tee
mengungkapkan, penetrasi industri kecantikan dan perawatan diri di kawasan
Asia Tenggara terus berkembang pesat
dengan pemain yang inovatif.
Lewat brand Sociolla, Social Bella
menjadi salah satu contoh yang menyediakan lebih banyak pilihan, produkproduk premium, dan terus meningkatkan jangkauannya, baik secara online
maupun offline terhadap konsumennya.
“Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh
Sociolla mampu memuaskan, baik
konsumen serta brand principal secara seimbang,” tutur Yock Siong Tee.
(Oleh - HR1)
MPPA Gandeng JD.ID Perkuat Layanan Omni-channel
JAKARTA - PT Matahari Putra
Prima Tbk (MPPA) terus memperkuat layanan omni-channel O2O
melalui kolaborasi terbaru dengan
JD.ID. Kolaborasi ini memungkinkan MPPA menempatkan Toko
Virtual Resmi Hypermart, Foodmart, Primo, dan Hyfresh di JD.ID
untuk memberikan lebih banyak
akses dan kenyamanan bagi pelanggan dalam berbelanja berbagai
macam produk segar berkualitas
dan barang-barang rumah tangga.
“Mulai hari ini, 30 toko di Jabodetabek siap mendukung kolaborasi ini. Sementara MPPA akan
menambah lebih banyak toko
secara nasional ke dalam platform
sepanjang tahun 2021. MPPA juga
terus meningkatkan penawaran
online organiknya di Chat & Shop
by WhatsApp dan Hypermart Online e-commerce untuk solusi bisnis
ritel online lengkap bagi pelanggan
secara nasional di tengah pandemi
Covid-19 dan tren pertumbuhan
gaya hidup digital modern yang diadopsi oleh konsumen,” kata Corporate Secretary & Public Affairs
MPPA Danny Kojongian dalam
keterangan resmi, Rabu (5/5).
Terkait kolaborasi ini, Head of
Offline Business JD.ID Eyvette
Tung mengungkapkan kegembiraannya atas kolaborasi antar kedua
perusahaan. “JD.ID bukan hanya
platform ‘#DijaminOri’ atas produk
3C (komputer, elektronik rumah
tangga, dan perangkat komunikasi), tetapi juga merupakan platform belanja online ‘all-in-one’ dan
‘one-stop’ untuk semua kebutuhan
konsumen. Melalui kolaborasi ini,
kami berharap dapat memberikan
lebih banyak lagi pilihan produk
bagi pelanggan kami, terutama
produk makanan, makanan segar
segar, hingga perlengkapan rumah
tangga. Melalui kemitraan kami
dengan MPPA, kami pun akan tetap
setia pada komitmen untuk hanya
menyediakan produk berkualitas
tinggi, dengan layanan pengiriman
yang cepat dan andal,” kata Eyvette.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









