Realisasi Investasi Naik, Ekonomi RI Mulai Bangkit
JAKARTA – Realisasi penanaman modal asing
(PMA) yang melonjak 14% secara tahunan (year
on year/yoy) menjadi Rp 111,7 triliun pada kuartal
I-2021 mengindikasikan perekonomian nasional
sedang bangkit sejalan dengan meningkatnya
kepercayaan internasional. Jika pemerintah
mampu mengoptimalkan UU Cipta Kerja dan
Lembaga Pengelola Investasi (LPI), target realisasi
investasi pada 2021 sebesar Rp 900 triliun
dipastikan tercapai, sehingga perekonomian
domestik tahun ini bisa tumbuh di atas 5%.
Berdasarkan data Badan
Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) yang diumumkan Senin
(26/4) kemarin, realisasi penanaman modal atau investasi langsung pada kuartal I-2021 mencapai
Rp 219,7 triliun, naik 4,3% (yoy).
Sedangkan dibanding kuartal IV2020 atau secara kuartalan (quarter
to quarter/qtq) tumbuh 2,3%.
Realisasi penanaman modal
kuartal I tahun ini dimotori PMA
yang mencapai Rp 111,7 triliun,
meningkat 14% (yoy) dan 0,6% (qtq).
Adapun realisasi penanaman modal
dalam negeri (PMDN) turun 4,2%
secara tahunan (yoy), namun naik
4,2% secara kuartalan (qtq).
Pada kuar tal I-2021 terjadi
pergeseran tren investasi. Jika pada
kuartal I-2020 PMDN lebih dominan
dengan realisasi Rp 112,7 triliun
dibanding PMA Rp 98 triliun, pada
kuartal I-2021 PMA kembali dominan, dengan realisasi Rp 117 triliun
berbanding PMDN Rp 108 triliun.
Berdasarkan sektor, realisasi PMA
kuartal I-2021 melanjutkan tren
investasi sepanjang tahun lalu yang
didominasi industri manufaktur.
Pada 2018 dan 2019, realisasi PMA
didominasi sektor jasa.
Optimistis Tercapai
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia
mengungkapkan, realisasi PMA
dan PMDN pada kuartal I-2021
sudah mencapai 25,66% dari target
investasi yang dipatok BKPM tahun
ini senilai Rp 856 triliun. Namun,
dibanding target baru pemeritah
sebesar Rp 900 triliun, realisasinya
mencapai 24,4%.
Menurut Bahlil, telah terjadi pemerataan investasi seiring masifnya
pembangunan infrastruktur dalam
lima tahun terakhir. Hal itu tercermin
pada realisasi investasi di Pulau Jawa
pada Januari-Maret 2021 sebesar Rp
105,3 triliun, turun 2,7% (yoy). Di pihak
lain, investasi di luar Jawa naik 11,7%
(yoy) menjadi Rp 114,4 triliun.
Pemerataan investasi antara Jawa
dan luar Jawa, kata Kepala BKPM,
sangat penting untuk menciptakan
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan efek pengganda (multiplier effect) yang besar. “Pemerataan
pertumbuhan ekonomi di luar Jawa
sudah membaik. Ini tidak terlepas dari
apa yang dilakukan Presiden selama
lima tahun terakhir, yaitu membangun
infrastruktur secara masif,” tegas dia.
Bahlil Lahadalia menambahkan,
berdasarkan asal negara, peringkat
pertama PMA pada kuartal I-2021
ditempati Singapura senilai US$ 2,6
miliar, diikuti Tiongkok US$ 1,0 miliar, dan Korea Selatan US$ 900 juta.
Selanjutnya Hong Kong dengan nilai
investasi US$ 800 juta dan Swiss US$
500 juta.
Investasi Mangkrak
Bahlil Lahadalia mengemukakan,
BKPM juga berhasil menyelesaikan
investasi mangkrak senilai Rp 517,6
triliun pada kuartal I-2021. “Angka ini
setara 73% dari total investasi mangkrak yang mencapai Rp 708 triliun,”
tutur dia.
Kepala BKPM mengungkapkan,
investasi mangkrak yang telah dieksekusi berkontribusi terhadap
realisasi investasi kuartal I-2021. “Namun kontribusinya hanya sebagian.
Sebab eksekusi investasi mangkrak
tidak diselesaikan secara sekaligus,
melainkan per termin. Misalnya yang
diproses izin lahan terlebih dahulu,”
ucap dia.
Kepala BKPM mengatakan, dengan adanya OSS risk ased approach
(OSS RBA), proses penerbitan izin
usaha dapat lebih mudah dan cepat.
Prosesnya dilakukan berdasarkan
pengelompokkan usaha yang memiliki
risiko rendah, menengah, dan tinggi.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023