;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Mata Uang Kripto Masih Paling Cuan

03 May 2021

Bitcoin menorehkan performa paling baik di antara berbagai instrumen investasi di empat bulan pertama tahun ini. Harga bitcoin naik 99,13% secara year to date (ytd) hingga April.

Selain bitcoin, mata uang kripto lain juga mencetak kenaikan harga luar biasa selama empat bulan pertama tahun ini. Dogecoin misalnya, naik hingga 7.111%.

Mata uang kripto memang mendapat banyak sentimen di empat bulan pertama tahun ini. Selain ada aksi pompom dari sejumlah pesohor, termasuk Elon Musk, investor kripto merespons positif masuknya dana institusi ke mata uang kripto dan rencana pembentukan exchange traded fund berbasis duit kripto.

Gabriel memprediksi harga bitcoin mampu menembus US$ 100 per BTC jika rencana pembentukan ETF bitcoin disetujui tahun ini. "Persentase kemungkinan ETF bitcoin disetujui oleh SEC sangat tinggi di tahun ini, " kata dia.

Realisasi Rendah, Kemtan Tagih Importir Segera Menanam Bawang Putih

03 May 2021

Kementerian Pertanian (Kemtan) menyatakan hingga kini masih memantau pelaksanaan kebijakan wajib tanam bawang putih bagi para importir bawang putih yang berlaku sejak 2020.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) menyatakan bahwa importir produk hortikultura strategis seperti bawang putih wajib menanam komoditas yang sama di dalam negeri. Adapun, ketentuan ini paling lambat dilaksanakan setahun setelah penerbitan izin impor.

Menurut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kemtan Tommy Nugraha, hingga saat ini realisasi wajib tanam bawang putih tahun 2020 pada April 2021 baru mencapai 2.879 hektare (ha) atau 47,68% dari target tanam seluas 6.038 ha. Jumlah ini meningkat dari realisasi pada Januari 2021 lalu yang sekitar 2.077 ha.

Tommy menyebut, dari total target wajib tanam tersebut sudah terdapat beberapa perusahaan yang sudah melunasi wajib tanamnya. "Ada 29 perusahaan yang lunas wajib tanam, 63 perusahaan yang belum lunas wajib tanam, " ujar Tommy kepada KONTAN, Jumat (30/4). Tommy mengatakan, pihaknya terus mengingatkan para importir untuk melaksanakan wajib tanam tersebut. Pasalnya, bila importir tidak melaksanakan kewajiban ini, maka Kemtan tidak akan menerbitkan RIPH selama 1 tahun. Tommy juga menyebutkan bahwa pada 2019 realisasi wajib tanam bawang putih hanya seluas 3.974 ha, yakni 62,67% dari target yang ditetapkan sebanyak 6.341 ha.

Produsen Batubara Kerek Produksi

03 May 2021

Sejumlah produsen batubara bersiap merespons langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menaikkan kuota produksi batubara pada tahun ini. Kebijakan pemerintah itu bertujuan menggenjot volume ekspor batubara di tengah tren menguatnya harga dan permintaan komoditas energi ini.

Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Sudin Sudirman mengatakan, GEMS sedang menunggu persetujuan Kementerian ESDM atas revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) yang telah diajukan.

Jika nanti proposal disetujui, GEMS akan mengirim tambahan produksi batubara ke target pasar existing seperti China, India dan negara di kawasan ASEAN. Namun Sudin enggan membeberkan berapa kuota produksi tambahan yang diajukan GEMS. "Kami belum bisa menyampaikan karena sedang proses revisi RKAB, tunggu persetujuan dulu, " ujar dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan produksi batubara tahun ini sebesar 550 juta ton. Kini, proyeksi itu naik menjadi 625 juta ton. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM No.255.K/30/MEM/2020 tentang

Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021. Adapun penambahan 75 juta ton dikhususkan untuk pasar ekspor.

PT Harum Energy Tbk (HRUM) juga berencana mengerek produksi batubara di sepanjang tahun ini. jika semula HRUM mematok pertumbuhan produksi sebesar 25% year-on-year (yoy), kini mereka mengejar pertumbuhan 30% dibandingkan realisasi produksi tahun lalu.

Setahun Hanya Terima Setengah Gaji

03 May 2021

Sekitar 300 karyawan Perum Damri menagih gaji yang menjadi hak mereka yang belum dibayar penuh menyusul pukulan pandemi Covid-19 sejak sekitar setahun lalu. Karyawan BUMN ini hanya menerima setengah gaji saja.

Bahkan, ada beberapa bulan yang menerima gaji Rp 750,000 sementara sebagian besar bulan-bulan hingga April 2021, rata-rata menerima gaji Rp 1.7 juta. Saat normal, paling sedikit Rp 3,2 juta perbulan, meningkat sesuai golongan dan masa kerja.

Penerimaan gaji tidak penuh itu dialami karyawan sejak Mei 2020. Mereka masih bisa bersabar tapi kesabaran karyawan diuji saat akhir Ramadan 2021 ini.

General Manager Damri Cabang Surabaya Jarnawi mengakui, sekitar 300 karjawan memang tidak gajian penuh. Dampak pandemi Covid-19 benar-benar menghantam lasanan moda tranaportasi darat.

Situasi sulit saat pendemi berdampak serius pada keuangan Damri. Jarnawi tetap berharap, situasi sulit ini tidak sampai menggangu operasional bus karena harus melayani masyarakat.


Pandemi Dorong Budaya Cashless Alami Peningkatan

03 May 2021

Pandemi covid 19 yang terjadi sejak tahun lalu mampu meningkatkan penggunaan uang secara non tunai atau cashless. Hal itu menunjukkan masyarakat sudah mulai bisa mengikuti kebiasaan baru tersebut. Budaya cashless harus semakin ditingkatkan untuk kemudahan, kecepatan, kemurahan biaya, keamanan dan kehandalan.

Bank Indonesia (BI) memiliki Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran secara non tunai. Penggunaan QRIS sebagai transaksi cashless sangat bermanfaat sebagai proses transaksi keuangan dan pengembangan usaha UMKM dan di masa pandemi ini sangat cocok sehingga menghindari pegang uang tunai yang kernungkinan virus bisa berpindah.


Aset LPS Tembus Rp 140 Triliun , Naik 16,24%

03 May 2021

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per 31 Desember 2020 mencatat total aset sebesar Rp 140,16 triliun. Angka ini tumbuh 16,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 120,58 triliun.

Dalam laporan keuangan LPS disebutkan sebagian besar aset ini berupa investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 133,39 triliun atau 95,17% dari total aset. Kemudian LPS juga membukukan surplus bersih sebesar Rp 19,36 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 17,73 triliun.

Sedangkan untuk pendapatan investasi juga mengalami peningkatan yaitu 15,8% menjadi Rp 8,84 triliun meningkat Rp 7,64 triliun dari tahun sebelumnya. Hal ini tentunya disertai efisiensi di sisi pengeluaran yang signifikan.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pada tahun 2020, LPS mencatat kenaikan jumlah simpanan masyarakat pada 109 bank umum sebesar 10,86% year on year jumlah rekening ini naik sebesar 16,12% yoy dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Capaian dan kondisi ini harus terus dijaga, terlebih pada saat situasi pandemi justru masyarakat semakin percaya pada sistem perbankan. Hal ini juga membuktikan bahwa langkah-langkah yang diambil Pemerintah dan otoritas sektor keuangan untuk menjaga kepercayaan kepada sistem perbankan sudah memberikan hasil yang positif.


Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri, Dua BUMN Datangkan Daging Sapi Beku

03 May 2021

Dua BUMN klaster pangan yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan PT Berdikari (Persero) mendatangkan daging sapi beku boneless asal Brasil sebanyak 420 ton secara bertahap untuk menjaga stabilitas harga daging serta memenuhi ketersediaan pasokan menjelang Idul Fitri 1442 H.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi mengatakan upaya menjaga ketersediaan daging sapi ini sejalan dengan peningkatan ketahanan pangan nasional.

Sampai dengan akhir tahun 2021 RNI melalui Berdikari akan mendistribusikan sebanyak 20 ribu ton daging sapi. Kedatangan pertama daging sapi beku boneless asal Brasil sebanyak 140 ton telah tiba di pelabuhan, Selanjutnya dijadwalkan akan tiba sekitar empat kontainer lagi sebelum lebaran.

Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara mengatakan kedatangan pasokan daging sapi ini merupakan bagian dari realisasi penugasan pemerintah guna mencukupi kebutuhan daging sapi di tengah hari besar keagamaan nasional (HBKN) khususnya di bulan puasa dan menjelang Idul Fitri.


Fintech Lending Berjaya di Masa Pandemi

01 May 2021

Penyaluran pinjaman online atau peer-to-peer (P2P) lending tetap bertumbuh meski di tengah pandemi Covid-19. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Maret 2021, fintech lending mencatatkan pembiayaan Rp 19,04 triliun atau tumbuh 28,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

UMKM memilih fintech lending karena syarat pengajuan pinjaman tanpa agunan, pencairan dana cepat, pinjaman sesuai dengan kebutuhan, serta kemudahan dan kenyamanan dalam mengajukan aplikasi.

Berdasarkan studi kuantitatif yang dilakukan Modalku terhadap nasabahnya, fintech lending unggul jika dibandingkan dengan sumber pendanaan konvensional seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan, dan kredit perbankan lainnya.

Hal senada dialami fintech lending berbasis syariah, Alami, yang sepanjang kuartal I 2021 mampu menyalurkan pembiayaan senilai Rp 187 miliar.

Kinerja fintech lending bakal terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi. Pembiayaan sektor produktif akan menjadi tumpuan pemulihan ekonomi, meski pembiayaan sektor konsumtif juga akan tetap diminati masyarakat. Fintech bisa mengakomodasi dua kebutuhan itu dengan akses yang cepat dan mudah.


Ekonomi Ditargetkan Tumbuh 6% Tahun Depan

30 Apr 2021

Pemerintah menargetkan, ekonomi Indonesia pada 2022 tumbuh 5,2% - 6%, sedikit lebih tinggi dari target dalam asumsi dasar ekonomi makro APBN 2021 yang sebesar 5%. Untuk mencapai target tersebut, defisit APBN dalam postur makro fiskal 2022 ditargetkan dalam kisaran 4,51% - 4,85% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau Rp 808,2 triliun hingga Rp 879,9 triliun.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan, pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan akan terakselerasi, sehingga 2022 diharapkan bisa menjadi tahun kunci bagi Indonesia untuk pulih cepat dari kemerosotan ekonomi akibat tekanan pandemi Covid-19. “Sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 adalah 5,4% - 6%. Tentu dalam perhitungan fiskal yang konservatif mungkin bisa dihitung 5,2% sam pai 5,6% dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi,” ucap Suharso dalam sambutannya se cara daring pada acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 pada Kamis (29/4). Pertumbuhan 5,2% - 6% tersebut, kata dia, menjadi satu dari enam fokus sasaran pembangunan Rencana Kerja Permerintah (RKP) 2022. Lima fokus lainnya adalah indeks pembangunan manusia 73,44 - 73,48, tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,5 – 6,2%, tingkat kematian menjadi 8,5 – 9,0%, rasio gini 0,376 - 0,378, dan penurunan emisi gas rumah kaca 26,8 – 27,1%.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, target pertumbuhan ekonomi yang konservatif untuk dicapai pada 2022 berada di kisaran 5,2% hingga 5,8%. Proyeksi tersebut dapat terjadi jika reformasi struktural terus dilakukan. Sri Mulyani juga mengatakan, target defisit fiskal 4,51% - 4,85% pada 2022 tersebut menurun dibandingkan target defisit tahun ini yang ditetapkan 5,7% terhadap PDB atau setara Rp 1.006,4 triliun. “Dengan defisit yang ma sih 4,5% sampai 4,8%, maka pembiayaan 2022 akan terus dijaga secara prudent,” kata dia

Sementara itu, untuk target pembiayaan anggaran 2022 akan berasal dari utang neto 4,81% sampai 5,8% dan investasi minus 0,3% sampai minus 0,95% sehingga rasio utang ditetapkan 43,76% sampai 44,28% dengan titik tengah 41,05%. Untuk keseimbangan primer tahun depan minus Rp 414,1 triliun sampai minus Rp 480,5 triliun atau minus 2,31% - minus 2,65% terhadap PDB.

(Oleh - HR1)

Kasus Covid-19 Meledak, Indonesia Tetap Ekspor ke India

30 Apr 2021

Indonesia tetap melakukan kegiatan ekspor ke India, meski negara tersebut tengah melakukan karantina wilayah (lockdown) akibat lonjakan kasus Covid-19. Dalam gelombang kedua serangan virus Covid-19, India mencatatkan 18,3 juta kasus infeksi dan 204 ribu orang yang meninggal, dengan rekor 3.645 kematian dalam satu hari.

“Secara umum, tidak ada kendala dalam kegiatan fasilitasi ekspor impor antara Indonesia dan India. Protokol kesehatan diterapkan untuk mencegah warga negara asing masuk, termasuk India. Namun hal ini tidak mengganggu kelancaran bongkar muat barang,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dalam keterangan resmi, Kamis (29/4).

“Pelabuhan Dumai merupakan salah satu pelabuhan dengan terminal curah cair terbesar di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, Dumai tetap menjadi pelabuhan umum yang tertinggi dalam pengapalan CPO dan turunannya di Indonesia. Kebanyakan ekspor Indonesia ke India saat ini adalah produk liquid atau cair yang perpindahannya lebih banyak melalui saluran pipa, jadi sangat minimal keterlibatan orang,” terang Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi.

(Oleh - HR1)