;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Bukalapak Miliki 7 Juta Mitra UMKM

27 Apr 2021

JAKARTA - Bukalapak, salah satu platform e-commerce di Tanah Air, mengungkapkan, saat ini, memiliki 7 juta mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM, atau lazim disebut sebagai Mitra Bukalapak. Para UMKM tersebut terdiri atas warung tradisional dan agen individu untuk terus memberikan layanan jual-beli kepada masyarakat, khususnya yang berada di luar kota tier-1 di wilayah Indonesia.

“Buka Mitra Indonesia sebagai online to offline (O2O) platform terbesar di Indonesia, melalui teknologi akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan produk agar kebutuhan masyarakat dapat selalu terpenuhi,” kata CEO Buka Mitra Indonesia Howard Gani, dalam keterangannya, dikutip Senin (26/4). Gani menjelaskan, produk yang dijual Mitra Bukalapak sangat beragam, mulai dari produk FMCG, fresh product, barang-barang fesyen, produk elektronik, spare parts kendaraan bermotor, hingga 42 jenis produk virtual untuk membuat masyarakat tetap terhubung sekaligus memenuhi kebutuhan di tengah pandemi Covid-19.

(Oleh - HR1)

Tujuh Startup Raup Investasi US$ 572 Juta

27 Apr 2021

JAKARTA – Sebanyak tujuh perusahaan rintisan teknologi (startup) di berbagai sektor meraup investasi US$ 532 juta tahun ini. Mereka adalah Bukalapak, Shipper, SiCepat, CoLearn, Ruangguru, Sayurbox, dan Halodoc.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro memperkirakan investasi startup kuartal I-2021 naik. Namun, dia belum bisa memastikan berapa nilainya. Yang jelas, peningkatan itu didorong oleh perekonomian yang sudah mulai pulih.

Berdasarkan data Amvesindo, sampai kuartal III-2020, terdapat 52 transaksi pendanaan untuk start up senilai US$ 1,92 miliar. Modal ventura antara lain berinvestasi di startup sektor keuangan atau fintech, edukasi atau edutech, dan software as a service (SaaS).

Detail Pendanaan 

Di sisi lain, Shipper, perusahaan penyedia logistik nasional, menutup pendanaan Seri B senilai US$ 63 juta. Pendanaan ini dipimpin DST Global and Sequoia Capital India dengan partisipasi dari Prosus Ventures, Floodgate, Lightspeed, Insignia Ventures, AC Ventures, dan Y Combinator. “Pendanaan ini ditutup kurang dari setahun setelah Shipper mengantongi pendanaan Seri A Juni 2020,” tulis Stat Times. Shipper didirikan oleh Budi Handoko selaku COO dan Phil Opamuratawongse, CEO, pada 2017. Shipper menyediakan layanan pengiriman barang untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan e-commerce secara digital, baik untuk call center, mitra pengiriman.

“Saat ini, Ruangguru melayani 22 juta pengguna di negara-negara itu. Sebelumnya, Ruangguru mendapatkan pendanaan seri C senilai US$ 150 juta pada 2019, yang dipimpin General Atlantic dan GGV Capital. Investor awal Ruangguru adalah East Ventures, Venturra Capital, and UOB Venture Management,” tulis Tech in Asia. Startup edtech lainnya, CoLearn, telah meraup US$ 10 juta dari pendanaan Seri A yang dipimpin Alpha Wave Incubation dan investor yang fokus ke sektor edtech GSV Ventures. Kedua perusahaan itu baru kali pertama berinvestasi di Indonesia. Investor lama Surge dan AC Ventures tetap berpartisipasi. Sejak dirilis Agustus 2020, techcrunch. com melaporkan, CoLeard telah diunduh 3,5 juta lali dengan pengguna aktif sekitar 1 juta. Sementara itu, Reuters melaporkan, pemain marketplace Bukalapak telah menggalang dana US$ 234 million, yang dipimpin Microsoft, sovereign wealth fund Singapura GIC, dan Grup Emtek, pemain media papan atas Indonesia. Pendanaan ini masuk di tengah meningkatnya minat investor global ke sektor teknologi Asia Tenggara. Adapun investor lain yang masuk pendanaan itu antara lain sayap bisnis investasi Standar Chartered SC Ventures dan portal berita Korea Selatan Naver Corp.

Terakhir, Grup Astra menyuntik Halodoc dan Sayurbox masing-masing US$ 35 juta dan US$ 5 juta pada Maret dan April 202. Sayurbox adalah e-commerce grocery farm-to-table platform dan distributor sayuran segar, sedangkan Halodoc merupakan platform kesehatan berbasis daruing. Astra merupakan investor utama pada funding rounds baru dari kedua startup asal Indonesia ini

(Oleh - HR1)

99% Laba Adaro untuk Dividen

27 Apr 2021

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui pembagian dividen sebesar US$ 146,8 juta kepada pemegang saham. Dividen tersebut sekitar 99,2% dari laba bersih 2020.

Tahun lalu, Adaro Energy meraih laba bersih sebesar US$ 147 juta. Selain digunakan untuk pembayaran dividen tunai, perseroan mengalokasikan sisa laba sebesar US$ 110,8 ribu sebagai laba ditahan. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri batu bara pada 2020 dan menyebabkan penurunan signifikan terhadap permintaan maupun harga batu bara. Meski demikian, pihaknya tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan para karyawan serta meminimalkan dampak pandemi terhadap aktivitas operasional. Dengan strategi tersebut, Adaro Energy berhasil mempertahankan marjin yang sehat, melalui fokus yang berkesinambungan pada keunggulan operasi dan pengendalian biaya. “Kami menjaga komitmen untuk memberikan pengembalian pemegang saham dengan membagikan dividen tunai secara berkala, yang mencapai US$ 146,8 juta untuk tahun buku 2020,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (26/4).

Chief Financial Officer (CFO) Adaro Energy Luckman Lie mengatakan, perseroan juga berupaya menyesuaikan kondisi kas internal dengan pembayaran dividen tahun buku 2020. Pihaknya akan menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dan pengembalian kepada pemegang saham. Sementara itu, Adaro bersiap menambah lini bisnis baru yakni energi ramah lingkungan atau disebut Adaro Green Initiative. Bisnis tersebut akan menjadi pilar bisnis kesembilan perseroan. Selama ini, perseroan memiliki delapan pilar bisnis antara lain Adaro Mining, Adaro Services, Adaro Logistics, Adaro Power, Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital, dan Adaro Foundation.

(Oleh - HR1)

KBI Siap Fasilitasi Perdagangan Aset Kripto

27 Apr 2021

JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyatakan kesiapannya untuk menjadi lembaga kliring dalam ekosistem investasi di aset kripto. Pernyataan ini sejalan dengan diterbitkannya perdagangan aset kripto melalui bursa yang sedang dalam tahap persetujuan. Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan diri hingga 100% baik dari segi permodalan maupun infrastrukturnya. Nantinya, tugas KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi delivery versus payment, pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, rekomendasi sistem dan anggota.

Perdagangan Aset Kripto melalui bursa masih menunggu persetujuan dari otoritas yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti). Setelah rampung, otoritas akan memperlengkap kelembagaan perdagangan kripo mulai dari bursanya yaitu di Digital Future Exchange (DFX), para pedagang aset kripto, serta PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Fajar menambahkan, pihaknya sebagai lembaga kliring akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait investasi ini. Karena bagaimanapun, sebuah investasi selalu memiliki resiko yang harus dipahami secara baik.

(Oleh - HR1)

Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi, UMKM Di Bali Didorong Terapkan Digitalisasi

27 Apr 2021

Bisnis, DENPASAR — Usaha mikro kecil menengah di Provinsi Bali didorong untuk memanfaatkan jalur pemasaran dan penjualan secara digital melalui marketplace untuk bisa menjangkau pasar nasional dan sebagai upaya bertahan di tengah pandemi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Digital Competitiveness Index Bali berada di posisi 4 se-Indonesia.

Hal tersebut menunjukan bahwa Bali siap menyongsong era digital sejalan dengan perkembangan infrastruktur yang tersedia.

Sebagai upaya untuk mendorong UMKM di Bali go digital, Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah se-Bali, IdeA, 10 penyedia platform marketplace, dan 5 PJSP melaksanakan Roadshow On-Boarding UMKM Bali Batch II secara virtual yang dihadiri oleh sekitar 250 UMKM se-Bali.

Program on-boarding UMKM Bali batch II tersebut akan berlangsung dari 26—30 April 2021 yang diikuti 10 marketplace untuk memberikan pelatihan-pelatihan secara intensif kepada UMKM dalam mendigitalisasikan pemasaran dan penjualan.

Selain itu, melengkapi pengetahuan era digital bagi UMKM, 5 PJSP juga akan membekali UMKM dalam mendigitalisasikan pembayaran.

Targetnya sebanyak 9.000 UMKM atau 1.000 UMKM per Kabupaten/Kota di Bali bisa melakukan on-boarding.

Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Sartin mengapresiasi Bank Indonesia yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Bank Indonesia mencatat sampai dengan April 2021 QRIS telah diadopsi oleh sekitar 206.000 merchant di Bali dan Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong adopsi penggunaan QRIS sampai dengan 300.000 merchant di tahun ini.

(Oleh - HR1)

Jejaring Usaha Ekosistem Pariwisata

27 Apr 2021

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membentuk jaringan usaha yang akan menghubungkan bisnis anggota holding atau usaha gabungan bidang pariwisata.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan pembentukan holding perhotelan yang menggabungkan lebih dari 20 aset hotel dan akomodasi merujuk pada paparan program holding pariwisata yang disosialisasi oleh Kementerian BUMN pada Oktober 2020, skema peryatuan usaha itu akan melibatkan berbagai BUMN dan anak usahanya.

Entitas utama yang akan bergabung adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels and Resorts yang dikelola PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Sarinah (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) alias Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas (Persero) ditunjuk sebagai induk holding.

Keanggotaan holding terbagi dalam empat kluster. Bila sesuai dengan rencana, kluster bandara dipegang Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Sementara itu, kluster penerbangan digarap Garuda Indonesia dan Pelita Air Service. Ada juga kluster manajemen destinasi yang beranggotakan lima korporasi, termasuk ITDC. Kluster terakhir terkait dengan servis aviasi dan logistik yang ditangani 11 entitas, termasuk PT Sarinah dan beberapa anak usaha BUMN.

 


Pulih Perlahan

27 Apr 2021

Industri asuransi jiwa mulai mencatatkan perbaikan kinerja pada awal tahun ini. Hal itu tampak dari kenaikan jumlah pendapatan premi hingga hasil investasi. Rasio keuangan industri asuransi juga terus menguat setelah sempat terkena dampak pandemi Covid-19.

Adu Strategi Bisnis Asuransi Jiwa

27 Apr 2021

Produk asuransi tradisional, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, diprediksi lebih banyak diminati, alih-alih produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link.

Terkait dengan produk asuransi unit link, Asuransi Generali Indonesia meluncurkan layanan robot pengelola investasi RoboARMS yang ditujukan untuk menjaga kinerja unit link para nasabahnya.

Edy mengatakan, hingga Maret 2021, sebanyak 97 persen pemegang polis telah mengaktifkan fitur tersebut, dan hal itu terbukti mampu menjaga kinerja investasinya di zona hijau atau di atas pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).  

Sementara itu, Direktur Utama BRI Life, Iwan Pasila, berujar fitur yang beragam serta premi yang terjangkau diharapkan dapat menjaring lebih banyak nasabah. Saat ini, porsi asuransi tradisional telah mencapai 60 persen dari total premi BRI Life.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Februari 2021, industri asuransi terus mengalami pertumbuhan aset yang nilainya mencapai Rp 554,38 triliun. Adapun sepanjang 2020, pendapatan industri asuransi jiwa merosot 8,6 persen, yaitu sebesar Rp 215,42 triliun.


Gegara Mobil Listrik, Investasi Korsel Kini Terbesar Ketiga di RI

27 Apr 2021

Indonesia sudah mampu memproduksi mobil listrik. Hal itu menyusul investasi yang dilakukan oleh Hyundai. Hyundai berinvestasi membangun pabrik mobil listrik di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Pada kuartal I-2021, investasi terbesar ke Indonesia masih dipegang oleh Singapura dengan nilai US$ 2,6 miliar dan disusul oleh China dengan nilai US$ 1,03 miliar. Setelah itu baru Korea Selatan di posisi ketiga dengan nilai US$ 851,1 juta.

Hyundai Group telah menggelontorkan investasi di Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik itu hingga sebesar US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21,8 triliun. Rencananya, di pabrik itu nanti, Hyundai akan memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan mobil lainnya jenis SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan. Selama menunggu pabrik mobil itu jadi, Hyundai sendiri sudah memasarkan beberapa mobil listriknya seperti mobil listrik Ioniq dan Kona Electric.


Menko Airlangga: Indonesia Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia

27 Apr 2021

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan Indonesia merupakan negara produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah produksi mencapai 137 ribu barel minyak per hari lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brazil, dan Jerman. Ketua Umum Golkar ini mengatakan bahwa keberhasilan ini telah menempatkan posisi Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan dalam pasar biodiesel dunia.

Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku utama biodiesel. Minyak sawit dipilih karena pembudidayaanya sudah mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia. Ilmuwan mencampurkan minyak sawit sebanyak 30 persen ke dalam minyak solar, sehingga menghasilkan produk bernama B30 yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Setiap tahun angka produksi biodiesel terus mengalami pertumbuhan yang positif. Jumlah produksi biodiesel pada 2016 tercatat mencapai 3 juta kiloliter, lalu meningkat 300 persen menjadi 8,5 juta kiloliter pada 2020.