Ekonomi
( 40554 )Bukalapak Miliki 7 Juta Mitra UMKM
JAKARTA - Bukalapak, salah satu
platform e-commerce di Tanah Air,
mengungkapkan, saat ini, memiliki
7 juta mitra usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM, atau lazim
disebut sebagai Mitra Bukalapak.
Para UMKM tersebut terdiri
atas warung tradisional dan agen
individu untuk terus memberikan
layanan jual-beli kepada masyarakat,
khususnya yang berada di luar kota
tier-1 di wilayah Indonesia.
“Buka Mitra Indonesia sebagai
online to offline (O2O) platform terbesar di Indonesia, melalui teknologi
akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan produk
agar kebutuhan masyarakat dapat
selalu terpenuhi,” kata CEO Buka
Mitra Indonesia Howard Gani, dalam
keterangannya, dikutip Senin (26/4).
Gani menjelaskan, produk yang
dijual Mitra Bukalapak sangat beragam, mulai dari produk FMCG,
fresh product, barang-barang fesyen,
produk elektronik, spare parts kendaraan bermotor, hingga 42 jenis
produk virtual untuk membuat
masyarakat tetap terhubung sekaligus memenuhi kebutuhan di tengah
pandemi Covid-19.
(Oleh - HR1)
Tujuh Startup Raup Investasi US$ 572 Juta
JAKARTA – Sebanyak tujuh perusahaan
rintisan teknologi (startup) di berbagai
sektor meraup investasi US$ 532 juta tahun
ini. Mereka adalah Bukalapak, Shipper,
SiCepat, CoLearn, Ruangguru, Sayurbox, dan
Halodoc.
Sekretaris Jenderal Asosiasi
Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro memperkirakan investasi
startup kuartal I-2021 naik. Namun, dia belum bisa memastikan
berapa nilainya. Yang jelas, peningkatan itu didorong oleh perekonomian yang sudah mulai pulih.
Berdasarkan data Amvesindo,
sampai kuartal III-2020, terdapat
52 transaksi pendanaan untuk
start up senilai US$ 1,92 miliar. Modal ventura antara lain
berinvestasi di startup sektor
keuangan atau fintech, edukasi
atau edutech, dan software as a
service (SaaS).
Detail Pendanaan
Di sisi lain, Shipper, perusahaan
penyedia logistik nasional, menutup pendanaan Seri B senilai US$
63 juta. Pendanaan ini dipimpin
DST Global and Sequoia Capital
India dengan partisipasi dari
Prosus Ventures, Floodgate,
Lightspeed, Insignia Ventures,
AC Ventures, dan Y Combinator.
“Pendanaan ini ditutup kurang
dari setahun setelah Shipper
mengantongi pendanaan Seri A
Juni 2020,” tulis Stat Times.
Shipper didirikan oleh Budi
Handoko selaku COO dan Phil
Opamuratawongse, CEO, pada
2017. Shipper menyediakan layanan pengiriman barang untuk
usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) dan e-commerce secara
digital, baik untuk call center,
mitra pengiriman.
“Saat ini, Ruangguru melayani
22 juta pengguna di negara-negara
itu. Sebelumnya, Ruangguru mendapatkan pendanaan seri C senilai
US$ 150 juta pada 2019, yang dipimpin General Atlantic dan GGV
Capital. Investor awal Ruangguru
adalah East Ventures, Venturra
Capital, and UOB Venture Management,” tulis Tech in Asia.
Startup edtech lainnya, CoLearn,
telah meraup US$ 10 juta dari pendanaan Seri A yang dipimpin Alpha
Wave Incubation dan investor yang
fokus ke sektor edtech GSV Ventures. Kedua perusahaan itu baru
kali pertama berinvestasi di Indonesia. Investor lama Surge dan AC
Ventures tetap berpartisipasi. Sejak
dirilis Agustus 2020, techcrunch.
com melaporkan, CoLeard telah
diunduh 3,5 juta lali dengan pengguna aktif sekitar 1 juta.
Sementara itu, Reuters melaporkan, pemain marketplace
Bukalapak telah menggalang
dana US$ 234 million, yang dipimpin Microsoft, sovereign wealth
fund Singapura GIC, dan Grup
Emtek, pemain media papan atas
Indonesia. Pendanaan ini masuk di
tengah meningkatnya minat investor global ke sektor teknologi Asia
Tenggara. Adapun investor lain
yang masuk pendanaan itu antara
lain sayap bisnis investasi Standar
Chartered SC Ventures dan portal
berita Korea Selatan Naver Corp.
Terakhir, Grup Astra menyuntik Halodoc dan Sayurbox masing-masing US$ 35 juta dan US$
5 juta pada Maret dan April 202.
Sayurbox adalah e-commerce grocery farm-to-table platform dan distributor sayuran segar, sedangkan
Halodoc merupakan platform
kesehatan berbasis daruing. Astra
merupakan investor utama pada
funding rounds baru dari kedua
startup asal Indonesia ini
(Oleh - HR1)
99% Laba Adaro untuk Dividen
JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST)
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui pembagian dividen
sebesar US$ 146,8 juta kepada pemegang saham. Dividen
tersebut sekitar 99,2% dari laba bersih 2020.
Tahun lalu, Adaro Energy meraih laba bersih sebesar US$ 147 juta. Selain digunakan
untuk pembayaran dividen tunai, perseroan
mengalokasikan sisa laba sebesar US$ 110,8
ribu sebagai laba ditahan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Garibaldi Thohir
menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri batu bara pada 2020 dan
menyebabkan penurunan signifikan terhadap
permintaan maupun harga batu bara. Meski
demikian, pihaknya tetap memprioritaskan
kesehatan dan keselamatan para karyawan
serta meminimalkan dampak pandemi terhadap aktivitas operasional.
Dengan strategi tersebut, Adaro Energy
berhasil mempertahankan marjin yang sehat,
melalui fokus yang berkesinambungan pada
keunggulan operasi dan pengendalian biaya.
“Kami menjaga komitmen untuk memberikan
pengembalian pemegang saham dengan membagikan dividen tunai secara berkala, yang
mencapai US$ 146,8 juta untuk tahun buku
2020,” kata dia dalam keterangan tertulis,
Senin (26/4).
Chief Financial Officer (CFO) Adaro Energy
Luckman Lie mengatakan, perseroan juga
berupaya menyesuaikan kondisi kas internal
dengan pembayaran dividen tahun buku 2020.
Pihaknya akan menjaga keseimbangan antara
kebutuhan investasi dan pengembalian kepada
pemegang saham.
Sementara itu, Adaro bersiap menambah lini
bisnis baru yakni energi ramah lingkungan
atau disebut Adaro Green Initiative. Bisnis
tersebut akan menjadi pilar bisnis kesembilan
perseroan. Selama ini, perseroan memiliki
delapan pilar bisnis antara lain Adaro Mining,
Adaro Services, Adaro Logistics, Adaro Power,
Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital, dan
Adaro Foundation.
(Oleh - HR1)
KBI Siap Fasilitasi Perdagangan Aset Kripto
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyatakan kesiapannya untuk
menjadi lembaga kliring dalam ekosistem
investasi di aset kripto. Pernyataan ini sejalan
dengan diterbitkannya perdagangan aset
kripto melalui bursa yang sedang dalam
tahap persetujuan.
Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi
menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan
diri hingga 100% baik dari segi permodalan
maupun infrastrukturnya. Nantinya, tugas
KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi
delivery versus payment, pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, rekomendasi sistem dan anggota.
Perdagangan Aset Kripto melalui bursa
masih menunggu persetujuan dari otoritas yaitu Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi (Bappepti). Setelah
rampung, otoritas akan memperlengkap
kelembagaan perdagangan kripo mulai
dari bursanya yaitu di Digital Future Exchange (DFX), para pedagang aset kripto,
serta PT Kliring Berjangka Indonesia
(Persero).
Fajar menambahkan, pihaknya sebagai
lembaga kliring akan melakukan edukasi
kepada masyarakat terkait investasi ini.
Karena bagaimanapun, sebuah investasi
selalu memiliki resiko yang harus dipahami
secara baik.
(Oleh - HR1)
Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi, UMKM Di Bali Didorong Terapkan Digitalisasi
Bisnis, DENPASAR — Usaha mikro kecil menengah di Provinsi Bali didorong untuk memanfaatkan jalur pemasaran dan penjualan secara digital melalui marketplace untuk bisa menjangkau pasar nasional dan sebagai upaya bertahan di tengah pandemi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Digital Competitiveness Index Bali berada di posisi 4 se-Indonesia.
Hal tersebut menunjukan bahwa Bali siap menyongsong era digital sejalan dengan perkembangan infrastruktur yang tersedia.
Sebagai upaya untuk mendorong UMKM di Bali go digital, Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah se-Bali, IdeA, 10 penyedia platform marketplace, dan 5 PJSP melaksanakan Roadshow On-Boarding UMKM Bali Batch II secara virtual yang dihadiri oleh sekitar 250 UMKM se-Bali.
Program on-boarding UMKM Bali batch II tersebut akan berlangsung dari 26—30 April 2021 yang diikuti 10 marketplace untuk memberikan pelatihan-pelatihan secara intensif kepada UMKM dalam mendigitalisasikan pemasaran dan penjualan.
Selain itu, melengkapi pengetahuan era digital bagi UMKM, 5 PJSP juga akan membekali UMKM dalam mendigitalisasikan pembayaran.
Targetnya sebanyak 9.000 UMKM atau 1.000 UMKM per Kabupaten/Kota di Bali bisa melakukan on-boarding.
Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Sartin mengapresiasi Bank Indonesia yang menginisiasi kegiatan tersebut.
Bank Indonesia mencatat sampai dengan April 2021 QRIS telah diadopsi oleh sekitar 206.000 merchant di Bali dan Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong adopsi penggunaan QRIS sampai dengan 300.000 merchant di tahun ini.
(Oleh - HR1)
Jejaring Usaha Ekosistem Pariwisata
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membentuk jaringan usaha yang akan menghubungkan bisnis anggota holding atau usaha gabungan bidang pariwisata.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan pembentukan holding perhotelan yang menggabungkan lebih dari 20 aset hotel dan akomodasi merujuk pada paparan program holding pariwisata yang disosialisasi oleh Kementerian BUMN pada Oktober 2020, skema peryatuan usaha itu akan melibatkan berbagai BUMN dan anak usahanya.
Entitas utama yang akan bergabung adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels and Resorts yang dikelola PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Sarinah (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) alias Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas (Persero) ditunjuk sebagai induk holding.
Keanggotaan holding terbagi dalam empat kluster. Bila sesuai dengan rencana, kluster bandara dipegang Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Sementara itu, kluster penerbangan digarap Garuda Indonesia dan Pelita Air Service. Ada juga kluster manajemen destinasi yang beranggotakan lima korporasi, termasuk ITDC. Kluster terakhir terkait dengan servis aviasi dan logistik yang ditangani 11 entitas, termasuk PT Sarinah dan beberapa anak usaha BUMN.
Pulih Perlahan
Industri asuransi jiwa mulai mencatatkan perbaikan kinerja pada awal tahun ini. Hal itu tampak dari kenaikan jumlah pendapatan premi hingga hasil investasi. Rasio keuangan industri asuransi juga terus menguat setelah sempat terkena dampak pandemi Covid-19.
Adu Strategi Bisnis Asuransi Jiwa
Produk asuransi tradisional, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, diprediksi lebih banyak diminati, alih-alih produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link.
Terkait dengan produk asuransi unit link, Asuransi Generali Indonesia meluncurkan layanan robot pengelola investasi RoboARMS yang ditujukan untuk menjaga kinerja unit link para nasabahnya.
Edy mengatakan, hingga Maret 2021, sebanyak 97 persen pemegang polis telah mengaktifkan fitur tersebut, dan hal itu terbukti mampu menjaga kinerja investasinya di zona hijau atau di atas pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Sementara itu, Direktur Utama BRI Life, Iwan Pasila, berujar fitur yang beragam serta premi yang terjangkau diharapkan dapat menjaring lebih banyak nasabah. Saat ini, porsi asuransi tradisional telah mencapai 60 persen dari total premi BRI Life.
Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Februari 2021, industri asuransi terus mengalami pertumbuhan aset yang nilainya mencapai Rp 554,38 triliun. Adapun sepanjang 2020, pendapatan industri asuransi jiwa merosot 8,6 persen, yaitu sebesar Rp 215,42 triliun.
Gegara Mobil Listrik, Investasi Korsel Kini Terbesar Ketiga di RI
Indonesia sudah mampu memproduksi mobil listrik. Hal itu menyusul investasi yang dilakukan oleh Hyundai. Hyundai berinvestasi membangun pabrik mobil listrik di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Pada kuartal I-2021, investasi terbesar ke Indonesia masih dipegang oleh Singapura dengan nilai US$ 2,6 miliar dan disusul oleh China dengan nilai US$ 1,03 miliar. Setelah itu baru Korea Selatan di posisi ketiga dengan nilai US$ 851,1 juta.
Hyundai Group telah menggelontorkan investasi di Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik itu hingga sebesar US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21,8 triliun. Rencananya, di pabrik itu nanti, Hyundai akan memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan mobil lainnya jenis SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan. Selama menunggu pabrik mobil itu jadi, Hyundai sendiri sudah memasarkan beberapa mobil listriknya seperti mobil listrik Ioniq dan Kona Electric.
Menko Airlangga: Indonesia Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan Indonesia merupakan negara produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah produksi mencapai 137 ribu barel minyak per hari lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brazil, dan Jerman. Ketua Umum Golkar ini mengatakan bahwa keberhasilan ini telah menempatkan posisi Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan dalam pasar biodiesel dunia.
Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku utama biodiesel. Minyak sawit dipilih karena pembudidayaanya sudah mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia. Ilmuwan mencampurkan minyak sawit sebanyak 30 persen ke dalam minyak solar, sehingga menghasilkan produk bernama B30 yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Setiap tahun angka produksi biodiesel terus mengalami pertumbuhan yang positif. Jumlah produksi biodiesel pada 2016 tercatat mencapai 3 juta kiloliter, lalu meningkat 300 persen menjadi 8,5 juta kiloliter pada 2020.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









