;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Merger Pelindo Segera Berjalan

23 Apr 2021

Pemerintah akan melebur empat operator pelabuhan milik negara ke dalam holding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sebelum akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), Arif Suhartono, mengatakan Pelindo bakal menyatukan permodalan dan mengatur investasi dengan lebih baik. Alokasi belanja modal (capital expenditure) pun dianggap lebih terukur jika dilaksanakan di bawah satu manajemen. Setelah merger, Pelindo akan mengelola bisnis peti kemas hingga 16,7 juta twenty-foot equivalent units (TEUs).

Wacana merger Pelindo muncul menjelang akhir 2019. Saat itu, Elvyn Gani Masassya, yang menjadi Direktur Utama Pelindo II, mengatakan rencana yang sudah lama dibahas tersebut sedang disempurnakan dan akan diselesaikan pada 2020. Namun target itu belum terwujud.

Bila merujuk pada statistik Kementerian Perhubungan pada 2019, Pelindo IV mengelola 25 pelabuhan, paling banyak dibanding Pelindo I, II, dan III. Namun Pelindo II memimpin dalam pengelolaan peti kemas, sebanyak 7,66 juta TEUs.


Peta Jalan Pengembangan Industri Baterai

23 Apr 2021

Produksi baterai untuk kendaraan listrik menjadi fokus baru pemerintah di sektor transportasi. Sumber daya nikel yang melimpah serta proyeksi peningkatan permintaan kendaraan listrik menjadi basis program ini. Pada 2025, pemerintah menargetkan menjadi produsen global baterai kendaraan listrik dan menguasai pasar manufaktur kendaraan listrik regional.


Induk Usaha Baterai Jamin Pasokan Nikel

23 Apr 2021

Indonesia Battery Corporation (IBC) memastikan ketersediaan pasokan nikel dan material penyusun baterai lainnya cukup untuk mendukung industri baterai kendaraan listrik.

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik, Agus Tjahajana Wirakusumah, menyatakan Indonesia memiliki cadangan nikel sebanyak 21 juta ton. Berdasarkan hitungan sementara, kebutuhan nikel untuk mendukung program baterai kendaraan listrik ini akan mencapai 15-16 juta ton hingga 2030.  

Terlepas dari masalah cadangan yang aman, Agus menilai tantangannya justru terletak pada perubahan jenis baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik. Perusahaan harus mengantisipasi perkembangan teknologi yang akan menggantikan nickel manganese cobalt (NMC) seperti lithium ferrous phospate (LFP).

Agus menuturkan timnya telah menyortir 11 calon mitra yang merupakan pemain di industri baterai dan kendaraan listrik global. Dari hasil seleksi itu, terjaring tiga kandidat utama. Salah satunya Contemporary Amperex Technology Co, Ltd (CATL).


Pinjol dan Fintech Wajib Lapor Transaksi ke PPATK

22 Apr 2021

Pemerintah mengeluarkan beleid baru tentang Pihak Pelapor dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Lewat peraturan pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2021 yang merevisi beberapa poin dalam PP Nomor 43 Tahun 2015 tentang pihak pelapor dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Yang terbaru adalah penyelenggara financial technology (fintech) kini juga berkewajiban untuk melaporkan transaksi keuangan mencurigakan.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae menjelaskan, dalam PP 61/2021 menetapkan peer-to-peer (P2P) lending atau Pinjol, equity crowdfunding atau urun dana, dan fintech lainnya menjadi pihak pelapor.

Dian menuturkan, dengan ditetapkannya P2P lending, urun dana dan fintech sebagai pihak pelapor, akan mempermudah kerja PPATK dalam menelusuri transaksi mencurigakan di sektor usaha ini.

Menanggapi aturan baru ini Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menyatakan, pihaknya siap mendukung kebijakan tersebut. Menurut dia, masuknya fintech sebagi pihak yang wajib melapor transaksi karena fintech masuk kategori penyedia jasa keuangan.

 


Khawatir Pajak, Insentif Pajak PEN Sepi Peminat

22 Apr 2021

Kementerian Keuangan mencatat, hingga 1 April 2021, realisasi insentif pajak dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 baru terealisasi Rp 14,02 triliun. Pencapaian ini 23,98% dari total pagu anggaran Rp 58,47 triliun, atau masih tersisa Rp 44,45 triliun. 

Insentif pajak tersebut untuk enam program. Pertama, pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 terserap 10,55%. Kedua, PPh Final UMKM 16,67%. Ketiga, pembebasan PPh 22 Impor 18,8%. Keempat, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 35,67%. Kelima, penurunan tarif PPh Badan 52,37%. Keenam, pengembalian pendahuluan pajak pertambahanilai (PPN) yang baru 7,9%.

Selain enam insentif ini ada diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor dan potongan PPN untuk properti. Namun, dua insentif ini belum ada catatan meski sudah berlaku sejak Maret 2021.

Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai insentif PPh 21 DTP sepi peminat karena yang mengajukan adalah pengusaha selaku pemberi kerja. Sementara yang mendapatkan manfaat insentif ini adalah adalah karyawan. Karena tidak mendapatkan manfaat langsung sebagian pengusaha pilih tidak ikut insentif ini.


OJK Siap Atur Investasi Unitlink

22 Apr 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan aturan mengenai investasi produk unitlink. Aturan diperkirakan rampung di kuartal dua tahun ini.

Dalam aturan tersebut, OJK akan membatasi investasi asuransi unitlink pada grup terafiliasi. Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah menyebutkan, melalui pembatasan tersebut, perusahaan tidak menanggung risiko yang lebih besar. Misalnya, perusahaan investasi pada grup terafiliasi yang melebihi batas. Namun batasan tersebut tidak dihitung dengan aset yang sudah diakui atau tercatat.

Sayang, ia belum mengungkapkan portofolio investasi apa saja yang dibatasi dan nilanya berapa besar. Yang jelas, regulator membatasi investasi pada grup terafiliasi dan satu pihak agar risiko tidak terpusat satu tempat.


Perdagangan Daerah, Kinerja Ekspor Kopi Kebal Di Tengah Pandemi

22 Apr 2021

Bisnis, SURABAYA — Tren permintaan pasar ekspor komoditas kopi tahun ini diprediksi mengalami peningkatan meskipun masih di tengah pandemi Covid-19. Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jawa Timur memprediksi kinerja ekspor mampu meningkat hingga 20%.

Sekretaris Gaeki Jatim Ichwan Nursidik mengatakan peningkatan itu seiring dengan adanya potensi sejumlah pengembangan pasar baru. Pasar baru yang potensial bagi komoditas kopi Jatim yakni Irak, Iran, Lebanon, UEA, Filipina, Malaysia, dan China terutama untuk jenis kopi olahan.

Data Gaeki menyebutkan bahwa ekspor kopi Jatim pada 2020 mencapai 64.621 ton dengan total nilai US$138,5 juta atau turun dibandingkan dengan 2019 yang mampu mencapai 70.238 ton atau US$148,9 juta.

Kinerja ekspor kopi 2019 lebih tinggi jika dibandingkan dengan kinerja ekspor 2018 yang mencapai 66.881 ton atau US$154,8 juta.

Ichwan menyatakan dengan mulai bergeraknya roda perekonomian, awal tahun ini ekspor kopi Jatim juga menunjukan tren yang positif.

Pada kuartal I/2021 tercatat sudah ada ekspor kopi sebanyak 23.102 ton dengan nilai US$46,3 juta. Volume ekspor itu meningkat 52% dibandikan dengan kuartal I/2020 yakni 15.193 ton atau US$33,5 juta.

Bahkan, lanjut Ichwan, jika melihat kinerja dari bulan ke bulan, ada tren peningkatan yang bagus, dari Januari 2021 ekspornya 6.693 ton atau US$13,7 juta

Kemudian Februari meningkat menjadi 7.227 ton atau US$14,6 juta, dan pada Maret naik lagi menjadi 9.236 ton atau US$17,8 juta.

“Pasar ekspor pada Maret lalu ini cukup bagus, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, bahkan dibandingkan Maret 2020 ada tren kenaikan sampai 101%, karena Maret tahun lalu volumenya hanya terealisasi 4.606 ton,” imbuhnya.

Ichwan menambahkan dari data kinerja ekspor kopi Jatim selama kuartal I/2021, sebanyak 17,8 juta kg dikontribusi oleh kopi jenis Robusta dengan nilai US$31,9 juta, disusul kopi olahan 4,51 juta kg dengan nilai US$11,4 juta, serta kopi jenis Arabika sebanyak 669.330 kg dengan nilai US$2,95 juta.

Berdasarkan data dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, volume ekspor biji kopi melalui Pelabuhan Belawan hingga Februari 2021 menuju Amerika Serikat adalah 4.263 ton atau memberi andil sebesar 44,77% terhadap ekspor kopi Sumut.

Adapun nilai ekspornya mencapai US$17,33 juta atau memberi andil sebesar 43,12% terhadap total nilai ekspor kopi Sumut.

Sementara itu, volume ekspor kopi Sumut sepanjang 2020 menuju Negeri Paman Sam adalah 28.824 ton.

(Oleh - HR1)

Cheil Jedang Ekspor Produk Bioteknologi US$ 580 Juta

22 Apr 2021

JAKARTA – PT Cheil Jedang Indonesia (CJI), perusahaan bioteknologi ternama asal Korea Selatan, menargetkan ekspor sebesar US$ 580 juta atau setara Rp 8,41 triliun pada tahun 2021. Seluruh produk ekspor CJI merupakan produk yang sangat dibutuhkan dalam mata rantai perdagangan global untuk produk pakan dan makanan.   “Target kami bisa menguasai pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS), karena memang permintaan pasar untuk produk dengan konsep alam dan ramah lingkungan ini sedang meningkat di negara tersebut,” kata Wakil Presiden CJI Plant Pasuruan Yoon Tae Sang dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Yoon Tae Sang menyampaikan, cysteine dengan merk Flavor Nrich™ Master C telah menjawab permintaan pasar global, khususnya untuk industri makanan. Produk ini merupakan asam amino alami yang dapat dipergunakan oleh siapapun, termasuk para kelompok vegan. Pada 2021, CJI menargetkan penjualan produk FlavorNrich™ Master C dapat menembus negara-negara di Eropa dan AS. Presiden Direktur CJ Indonesia Group Shin Hee Sung mengungkapkan, total investasi untuk produk asam amino, khususnya cysteine mencapai US$ 100 juta. Selain itu, saat ini CJI mengembangkan produksi polihidroksialkanoat (PHA) yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan pakan yang bisa dikembangkan sebagai bahan biopolimer untuk produksi plastik ramah lingkungan senilai US$ 50 juta dan segera dipasarkan dalam waktu dekat.

(Oleh - HR1)

Astra Suntik Dana ke Halodoc dan Sayurbox

22 Apr 2021

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) terus melebarkan sayap bisnisnya dengan menjadi investor di perusahaan rintisan (start-up). Astra mengucurkan dana sebesar US$ 5 juta ke Sayurbox dan US$ 35 juta ke Halodoc pada Maret dan April 2021.

Halodoc merupakan aplikasi kesehatan berbasis online. Sedangkan Sayurbox merupakan e-commerce grocery farm to table platform and distributor of fresh goods. Astra adalah investor utama dalam pendanaan dua start-up tersebut. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ternyata tak menghambat perseroan untuk mengembangkan bisnisnya. Sementara itu, pada kuartal I-2021, Astra International membukukan penurunan laba bersih sebesar 22% menjadi Rp 3,72 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 4,81 triliun. Adapun pendapatan bersih Astra turun 4% menjadi Rp 51,7 triliun pada kuartal I-2021. Pencapaian yang lebih rendah pada kuartal I tahun ini karena pandemi di Indonesia dimulai pada Maret 2020, yang kemudian memengaruhi ekonomi nasional dan kinerja bisnis secara substansial.

Hingga 31 Maret 2021, kas bersih Astra mencapai Rp 15,9 triliun dibandingkan per akhir 2020 yang sebesar Rp 7,3 triliun. Arus kas yang lebih tinggi pada kuartal I-2021 disebabkan oleh kinerja bisnis yang membaik, serta belanja modal dan modal kerja yang lebih rendah. Menurut Djony, jika volume bisnis terus membaik hingga akhir tahun ini, belanja modal dan modal kerja kemungkinan meningkat. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Astra meningkat dari Rp 39,2 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 40,3 triliun per 31 Maret 2021. Hampir seluruh segmen bisnis Astra mengalami penurunan laba bersih pada kuartal I-2021. Laba bersih divisi otomotif menurun 26% menjadi Rp 1,4 triliun, yang mencerminkan penurunan volume penjualan. Penjualan mobil Astra menurun 24% menjadi 99.000 unit dengan pangsa pasar menurun dari 55% menjadi 53%. Pada periode ini telah diluncurkan lima model revamped. Sementara, penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 17% menjadi 1.008.000 unit, namun pangsa pasar sedikit meningkat. Pada periode tersebut telah diluncurkan dua model baru dan lima model revamped.

(Oleh - HR1)

Jumlah Investor Aset Kripto dan Saham Saling Menyalip

22 Apr 2021

JAKARTA – Jumlah investor aset kripto per akhir Februari 2021 mencapai 4,2 juta, menurut data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jumlah tersebut melampaui investor saham yang sebanyak 2 juta single investor identification (SID), berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, jumlah investor aset kripto bisa double karena belum ada SID seperti saham. Sebenarnya jumlah investor aset kripto dan saham saling menyalip.

Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, jumlah investor aset kripto per akhir Februari memang mencapai 4,2 juta. Tetapi, mengingat belum adanya bursa aset digital, jadi belum bisa menilai secara tepat. “Sebenarnya jumlah investor saham dengan aset kripto itu saling menyalip. Pada 2015, investor saham lebih banyak, tapi pada 2017 aset kripto yang lebih banyak. Pada 2020, karena pertumbuhan di capital market luar biasa, jadi tersalip. Tapi sekarang lebih banyak investor aset kripto,” kata Teguh Kurniawan Harmanda atau akrab disapa Manda, Rabu (21/4). Dia menegaskan, aset kripto menjadi pilihan investasi yang menarik. Jika terus meningkat, dia yakin bisa tembus 10 juta investor akhir tahun ini dan 2-4 tahun ke depan bisa 26 juta. “Tapi ingat, ini bisa double datanya. Misalnya dia ada di pedagang efek satu dan jadi nasabah juga di pedagang kripto lainnya. Ini beda dengan bursa saham yang hitungannya SID. Nanti, kalau bursa aset kripto sudah ada, baru bisa terlihat jelas angkanya,” tutur Manda.

Kenaikan harga aset kripto, menurut dia, seiring mulai diadopsinya aset ini oleh perusahaan kelas dunia seperti Tesla, Paypal, dan Goldman Sachs. Bahkan, jauh sebelum perusahaanperusahaan tersebut, tercatat Microsoft, AT&T, Burger King Venezuela, KFC Kanada, Twitch, Air Baltic, dan Shopify telah mengadopsinya terlebih dahulu. Sejarah Bursa Amerika Serikat bahkan mencatat Coinbase Global Inc, perusahaan perantara jual beli kripto terbesar di AS bernilai US$ 86 miliar, yang melakukan debut di pasar saham disambut antusias oleh investor.

(Oleh - HR1)