Ekonomi
( 40814 )Restrukturisasi Jiwasraya Rampung Mei, Polis Nasbah Dialihkan
Penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui restrukturisasi pemegang polis masih berjalan sampai saat ini. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim hingga saat ini semua prosesnya berjalan dengan lancar dan ditargetkan selesai pada 31 Mei 2021.
Pria yang akrab disapa Tiko itu mengatakan Jiwasraya tidak akan beroperasi lagi menjadi perusahaan asuransi. Polis yang direstrukturisasi beserta aset yang berstatus clear and clean akan dipindahkan ke IFG Life yang menjadi holding BUMN asuransi dan membawahi 9 BUMN yang bergerak di industri jasa keuangan non bank.
Jiwasraya nantinya hanya beroperasi untuk menampung polis yang tidak setuju direstrukturisasi. Jiwasraya akan melakukan pengalihan seluruh polis asuransi yang telah direstrukturisasi termasuk utang klaim beserta aset pendukungnya.
Jatim Genjot Perdagangan Antar Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur menjadikan kerjasama perdagangan antar daerah sebagai proyek strategis dalam mengendalikan inflasi dengan memasok bahan pangan ke luar daerah dari Jatim terus dimaksimalkan sebagai strategi pengendali inflasi dan meneguhkan Jatim sebagai lumbung pangan nusantara.
Dikatakan Khofifah, mengenali kebutuhan daerah yang memiliki potensi bisa disuplai oleh Jatim menjadi penting. Seperti pengiriman ayam karkas hari ini, merupakan tindak lanjut dari keglatan Misi Dagang Jatim dengan Maluku Utara yang digelar di Ternate awal bulan April lalu.
Berdasarkan data tahun 2020, perdaganganantar daerah Jatim nilainya mencapai Rp 91 trilliun, Data ini ternyata menunjukkan betapa besar potensi perdagangan antar daerah. Bahkan dibandingkan ekspor. Dimana ekspor Jatim tahun 2020 defisit Rp 8,1 trilliun.
Investor Masih Tertarik Industri Mobil Listrik
Menjelang berganti label menjadi Kementerian Investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), optimistis dengan realisasi investasi di dalam negeri. Lembaga ini menargetkan realisasi investasi di kuartal Il-2021 bisa tumbuh positif ketimbang periode serupa tahun lalu.
Salah satu sektor yang bakal didongkrak investasinya oleh BKPM pada kuartal II ini adalah industri mobil listrik. Sejauh ini, Hyundai, LG Energy Solution Ltd, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CAT, serta Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF) berniat masuk ke sektor ini. Perusahaan tersebut akan membangun rantai pasok kendaraan listrik seperti baterai dan komponen lainnya secara bertahap.
Bursa Kripto Siap Hadir di Semester II
Rencana pembentukan bursa khusus kripto terus dimatangkan. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyampaikan, bursa kripto akan hadir di Indonesia pada semester dua tahun ini.
Kepala Bappebti Sidharta Utama menuturkan, pihaknya masih dalam proses verifikasi dokumen persyaratan calon Bursa Pasar Fisik Aset Kripto. "Terdapat beberapa persyaratan yang masih dilengkapi oleh calon Bursa Pasar Fisik Aset Kripto, " kata Sidharta, Selasa (27/4).
Perdagangan aset kripto di Indonesia menggunakan pendekatan yang menetapkan aset kripto sebagai komoditi yang dapat ditransaksikan di Bursa Berjangka. Ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (UU PBK).
Naik Lagi, Utang Pemerintah Maret 2021 Tembus Rp 6.445 T
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp 6.445,07 triliun per Maret 2021. Angka tersebut naik Rp 84,07 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah Rp 6.361 triliun.
Berdasarkan data APBN KiTa edisi April 2021 yang dikutip, Selasa (27/4/2021), jumlah utang pemerintah yang mencapai Rp 6.445,07 triliun ini setara dengan 41,64% terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Secara nominal, posisi utang pemerintah pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat penurunan ekonomi yang terjadi di masa pandemi COVID-19," tulis laporan APBN KiTa.
Total utang pemerintah yang mencapai Rp 6.445,07 triliun ini terdiri dari pinjaman sebesar Rp 861,91 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 5.583,16 triliun atau pinjaman sebesar 13,37% dan SBN sebesar 86,63% dari total utang pemerintah.
Persaingan Ketat Industri Telekomunikasi
Persaingan di industri telekomunikasi Indonesia kian ketat. Selama masa pandemi, rata-rata pendapatan operator mengalami pertumbuhan. Namun tak sedikit yang justru perolehan laba bersihnya menurun.
Tiga Grup Platform Digital RI Miliki Valuasi US$ 240 Miliar
JAKARTA – Tiga grup raksasa ekonomi digital
Indonesia memiliki valuasi sebesar US$ 240 miliar
atau ekuivalen seperempat Produk Domestik
Bruto (PDB) Indonesia. Fakta ini merupakan salah
satu indikator bahwa Indonesia merupakan pasar
ekonomi digital paling penting dan berpengaruh
di Asean.
Hal itu diungkapkan Co-Founder
& Executive Chairman Triputra
Agro Persada Group, Arif P Rachmat
dalam silaturahmi dengan pemimpin
redaksi media massa secara virtual,
Selasa (27/4/2021). Arif lantas memaparkan tiga
ekosistem atau grup pelaku ekonomi digital yang disebutnya
memiliki valuasi sekitar US$
240 miliar tersebut. Per tama,
platform e-commerce terbesar
Shopee yang memiliki kapitalisasi
pasar sebesar US$ 140 miliar dan
sudah listed di bursa Amerika
Serikat. Shopee bahkan menjadi
perusahaan e-commerce terbesar
di Asean. “Shopee di Indonesia
menguasai 40% volume pasar. Itu
membuktikan betapa pentingnya
Indonesia,” kata dia.
Kedua, platform digital Grab
juga berniat listing di AS dengan
valuasi US$ 40 miliar. Grab yang
berada dalam satu grup platform
pembayaran OVO akan berpartisipasi dalam rights issue PT Elang
Mahkota Teknologi Tbk (Emtek)
yang memiliki dompet digital Dana.
Emtek sendiri memiliki valuasi US$
10 miliar. “Jadi, kalau Emtek dengan
valuasi US$ 10 miliar digabung Grab
US$ 40 miliar, bernilai total US$ 50
miliar,” kata Arif.
Ketiga, sinergi Grup Triputra,
Tokopedia, Gojek, dan Bank Jago.
Triputra menekuni bisnis e-commerce berawal dari pendirian PT
Anteraja. Menurut dia, ekonomi
digital tidak terlepas dari tiga hal,
yakni platform e-commerce, e-payment dan logistik.
Grup Triputra bermitra
dengan Bank Jago yang sudah
mendeklarasikan sebagai bank
digital. Triputra sebagai pemegang
saham, meskipun kecil. Triputra
juga menggandeng platform e-commerce Tokopedia. Seiring dengan
itu, Gojek bermerger dengan Tokopedia menjadi GoTo.
Arif Rachmat menyatakan, GoTo
dengan valuasi US$ 18 miliar
diyakini akan tumbuh ke level US$
40 miliar. Jika GoTo bersinergi Bank
Jago dengan valuasi US$ 10 miliar,
nilainya keduanya bakal menembus
US$ 50 miliar.
Untuk mengakselerasi PDB per
kapita, kata Arif, salah satunya
adalah harus banyak mencetak
enterprenur, termasuk dalam bisnis
ekonomi digital. “Apa yang dilakukan Aldi Haryopratomo dengan
membangun Mapan kemudian masuk ke GoPay dan Gibran Huzaifah
di eFishery itu luar biasa. Mereka
benar-benar leading the way,” kata
Arif.
Selain itu, dalam pandangan Arif,
e-commerce jangan hanya bersifat
konsumtif. “E-commerce ini harus
mampu meningkatkan produktivitas terutama dari sisi supply chainnya. Harus membantu UMKM,
petani, nelayan, dan sebagainya,”
kata Arif.
Optimistis
Di lain sisi, Arif Rachmat menyatakan bahwa dia dan para koleganya
yang memimpin grup usaha besar
di Indonesia sama-sama optimistis
tentang prospek perekonomian
nasional ke depan. Dia baru saja
berbicara dengan petinggi di Grup
BCA dan Grup Wing tentang ekonomi Indonesia, mereka menilai tanda
kebangkitan semakin jelas.
Sedangkan Aldi Haryopratomo,
komisaris eFishery yang juga mantan CEO GoPay menyatakan pengalaman mendirikan startup Mapan
pada 2009. Mapan kemudian dibeli
Gojek menjadi GoPay pada 2017.
Dia menceritakan, saat mendirikan Mapan, secara ekosistem baik
funding maupun mentorship masih
sangat kurang. Beda dengan di AS
tempat dia menimba ilmu, mentorship begitu berlimpah, terutama
di Silicon Valley. “Di Indonesia
belum ada, karena tech-entrepreneur bukan sesuatu yang bergengsi,”
kata dia.
(Oleh - HR1)
Investasi Manufaktur Melejit 38%
JAKARTA – Investasi manufaktur mencapai Rp
88,3 triliun kuartal I-2021, melejit 38% dibanding
periode sama tahun lalu Rp 64 triliun. Investasi
manufaktur berkontribusi 40,2% terhadap total
nilai penanaman modal nasional pada periode itu
Rp 219,7 triliun.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),
penanaman modal dalam negeri
(PMDN) pada periode itu mencapai
mencapai Rp 23 triliun, sedangkan
penanaman modal asing (PMA) Rp
65,3 triliun, naik dari masing-masing
Rp 19,8 triliun dan PMA Rp 44,2 triliun pada kuartal I tahun lalu.
“Selama ini, investasi sektor industri berdampak pada peningkatan
penyerapan tenaga kerja lokal, menggerakkan sektor industri kecil, dan
memacu ekspor ke pasar global. Oleh
karena itu, Kementerian Perindustrian
(Kemenperin) berkomitmen menjaga
aktivitas sektor industri agar tetap bisa
berproduksi,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang
Kartasasmita di Jakarta, Selasa (27/4).
Menperin mengatakan, sektor makanan mengontribusi 9,9% terhadap total
investasi manufaktur senilai Rp 21,7
triliun dan logam dasar, barang logam,
bukan mesin dan peralatannya sebesar
Rp 27,9 triliun. Menperin mengapresiasi para pelaku industri yang masih
semangat berekspansi di Tanah Air,
meskipun diterjang pandemi Covid-19.
Kemenperin menargetkan investasi manufaktur mencapai Rp 323,56
triliun pada 2021, naik Rp 58,28 triliun
dari target 2020 sebesar Rp 265,28
triliun. Proyeksi serapan investasi
ini berdasarkan asumsi pandemi
Covid-19 yang terkendali dengan
adanya program vaksinasi.
Sasaran investasi yang tumbuh
positif tersebut, kata Menperin, juga
sejalan dengan pertumbuhan industri
pengolahan nonmigas yang diproyeksikan 3,95% pada 2021. “Investasi akan
menjadi faktor penggerak pertumbuhan sektor industri,” imbuh dia.
(Oleh - HR1)
Dampak Insentif Pajak, Titik Terang Emiten Otomotif
Bisnis, JAKARTA — Geliat penjualan emiten otomotif yang tersulut oleh bergulirnya diskon pajak diharapkan berlanjut pada kuartal II/2021 yang juga bertepatan dengan momentum Lebaran dan penyelenggaraan pameran. Induk Grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) optimistis kinerja penjualan akan terus terdongkrak berbagai sentimen positif seperti perluasan relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra International, menuturkan program relaksasi PPnBM dan penambahan stok kendaraan untuk mengantisipasi Lebaran menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021. Per Maret 2021 Astra mencatatkan penjualan mobil domestik total sebanyak 45.521 unit, meningkat signifikan hingga 71,76% dari penjualan pada Februari 2021 sebanyak 26.502 unit.
Secara terpisah, emiten dealer kendaraan roda empat, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) juga menuai berkah dari relaksasi PPnBM mobil baru. Investor Relations Bintraco Dharma Yosef menjelaskan tren penjualan mobil pada Maret 2021 menunjukan peningkatan positif jika dibandingkan dengan Februari dan Januari 2021. “Dalam 2 bulan pertama rata-rata penjualan sekitar 890 unit sedangkan pada Maret 2021 diperkirakan kenaikan mencapai hampir 100% dari rata-rata 2 bulan pertama karena banyak pelanggan memanfaatkan realisasi dari kebijakan pemerintah melalui insentif PPnBM,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (27/4). Sementara itu, PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) mencatatkan volume penjualan mobil sebanyak 7.865 unit pada kuartal I/2021. Realisasi itu turun 27% secara tahunan saat pasar mobil nasional mengalami kontraksi 21%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, TURI ini mencatatkan penurunan pendapatan bersih 17% yoy menjadi Rp2,64 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk pada kuartal pertama 2021 merosot 23% menjadi Rp96,8 miliar. Rico Setiawan, Direktur Utama Tunas Ridean, menuturkan penurunan kinerja terjadi karena melemahnya kontribusi di semua segmen.
(Oleh - HR1)Bursa Cryptocurrency, Kolaps Di Turki, Bagaimana Di Indonesia?
Salah satu exchanger mata uang kripto terbesar di Turki yakni Thodex, menyatakan tidak mampu untuk melanjutkan operasionalnya, setelah pendirinya membawa kabur aset nasabahnya. Kondisi tersebut membuat ratusan ribu investor khawatir dana mereka lenyap. Apalagi pihak berwenang Turki juga sedang berupaya mencari pendiri Thodex yang melarikan diri dari negara tersebut. Melansir Bloomberg Jumat (23/4/2021), fenomena tersebut memunculkan kebingungan akan berapa banyak nasabah Thodex yang terpengaruh, serta berapa banyak uang yang telah hilang. Sementara itu, Chief Executive Officer Thodex Faruk Fatih Ozer berjanji untuk mengembalikan uang investor dan kembali ke Turki untuk menyelesaian permasalahan yang telah dilakukannya. Pemerintah juga telah memblokir rekening perusahaan dan menggerbek kantor pusat di Istanbul. Adapun kerugian ditaksir mencapai US$2 miliar, menurut surat kabar Haberturk. Selain itu, pengacara para korban mengatakan uang yang diinvestasikan oleh sekitar 390.000 pengguna aktif menjadi tidak dapat diambil kembali.
Inflasi mencapai 16,2 persen pada Maret, lebih dari tiga kali lipat dari target bank sentral sebesar 5 persen. Sementara itu nilai tukar lira Turki telah melemah 10 persen terhadap dolar AS tahun ini. Menurut data dari coingecko.com, pada akhir pekan lalu, volume perdagangan di pasar kripto Turki naik tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 1,2 miliar dari pekan sebelumnya. Di sisi lain regulasi di Turki cukup longgar bagi badan usaha untuk mendirikan bursa penukaran mata uang kripto. "Di sini, seseorang dapat membangun pertukaran kripto hanya dengan modal 50.000 lira (sekitar US$6.000)," kata Oguz Evren Kilic, seorang pengacara yang mewakili pengguna Thodex.
Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, dengan populernya aset kripto, maka perlu diperkuat regulasi yang mengakomodasi aspek keamanan bagi para investor. Terlebih, pemerintah sedang mengupayakan adanya bursa berjangka khusus untuk aset kripto. Seperti diketahui pembentukan bursa berjangka untuk aset kripto telah mendapatkan lampu hijau dari Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Bahkan, kedua wakil menteri telah bertemu, dan secara khusus membahas tentang rencana pendirian pasar kripto.
CEO Indodax Oscar Darmawan menyebutkan aturan aset kripto di Indonesia bisa dikatakan cukup detail dan diatur ketat. Hal itu dilakukan untuk memitigasi agar tidak terjadi fenomena seperti di Turki. “Kita harus menyadari di Turki sendiri aturan kripto di sana masih tidak jelas berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









