Ekonomi
( 40733 )Diversifikasi Portofolio demi Meredam Risiko
Pemerintah berupaya menjaga risiko pembiayaan utang di tengah kebutuhan belanja yang meningkat untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dan menopang pemulihan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, meski tekanan pasar keuangan telah mereda, volatilitas ke depan masih perlu diwaspadai, khususnya terhadap beban bunga utang pemerintah.
Tahun ini defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditargetkan sebesar 5,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sri Mulyani memastikan utang pemerintah dikelola secara terbuka dan transparan serta dapat dipertanggung jawabkan. Salah satunya melalui diversifikasi portofolio utang.
Hingga akhir Mei 2021, realisasi pembiayaan utang mencapai Rp 330,1 triliun. Berdasarkan komposisi utang pemerintah pusat dalam bentuk surat berharga negara (SBN) domestik, hingga akhir April 2021 jumlahnya mencapai 67,30 persen. Sri Mulyani menuturkan penerbitan utang dilakukan dengan strategi oportunistis, yaitu dengan memantau pasar serta memasuki pasar dalam kondisi yang kondusif untuk mendapatkan biaya yang efisien.
Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, menilai tingkat keterserapan surat utang pemerintah tetap tinggi. Hal ini terbukti dari hasil lelang yang cukup solid di tengah fluktuasi pasar global dan domestik. Deni berujar jumlah penawaran yang masuk dalam lelang pekan ini mencapai Rp 69,95 triliun, didukung oleh likuiditas pasar keuangan domestik yang masih relatif tinggi.
Kripto Masih Jauh dari Bear Market
NEW YORK – Penurunan harga
bitcoin yang sempat di bawah US$
30.000 pada Selasa (22/6) kembali
membangkitkan perdebatan soal
kemerosotan nilai mata uang kripto
(cryptocurrency), seperti dogecoin,
XRP, dan lainnya. Yang juga mengalami penurunan tajam dalam 24
jam terakhir.
Namun, para ahli mengatakan
fundamental bitcoin bagus dan
kondisi pasar pada 2021 sangat
berbeda dari kehancuran besar-besaran terakhir kripto pada 2018.
“Kami jauh dari bear market, hanya para pedagang yang panik atas
teknis yang terlihat di bursa seperti
volume dan aksi harga,” ujar analis
dan ahli statistik on-chain Willy
Woo kepada CNBC.
Sebagai informasi sejak harga
bitcoin memuncak lebih dari US$
63.000 pada April, kondisi beberapa
bulan terakhir ini telah membuat
mata uang kripto terbesat di dunia
mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya adalah langkah-langkah
tegas yang dilakukan Tiongkok
terhadap para penambang bitcoin
di seluruh negeri, dan memperparah keadaan bitcoin.
“Kabar baru-baru ini tentang
penutupan tambang Tiongkok
sudah sangat mengingatkan Tiongkok setiap beberapa tahun.
Mereka telah melarang perbankan
menggunakan bitcoin, tetapi ini
sebenarnya berbeda. Saya belum
pernah melihat eksodus seperti ini
sebelumnya,” kata Darin Feinstein,
pendiri Blockcap, salah satu operator penambangan bitcoin terbesar
di Amerika Utara
(Oleh - HR1)
Bappenas: Utang Pemerintah Tetap Dikelola Hati - hati
JAKARTA – Pemerintah tidak menampik
bahwa rasio utang pemerintah Indonesia
telah melebihi batas yang direkomendasikan
oleh Dana Moneter Internasional (IMF)
maupun International Debt Relief (IDR).
Namun demikian, dipastikan pemerintah
tetap melakukan pengelolaan utang secara
hati-hati dan kondisi ini tidak hanya dialami
oleh Indonesia.
“Hampir seluruh negara selama pandemi (Covid-19) ini
utangnya meningkat signifikan.
Pengelolaan utang tetap terjaga,
meski ada rasio-rasio dari IDR,
IMF, dan World Bank yang kita
lampaui. Tapi, hampir tidak ada
negara lain yang memenuhi
standar itu," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
(PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Suharso Monoarfa
saat rapat kerja dengan Komisi
XI DPR RI, Rabu (23/6).
Bahkan, Suharso menjelaskan, rasio utang pemerintah
hingga akhir 2020 tercatat masih
39,4% dari produk domestik
bruto (PDB) dengan total utang
mencapai Rp 6.074,6 triliun.
Rinciannya adalah total utang
denominasi valas sebesar Rp
2.037 triliun, sedangkan utang
denominasi rupiah tercatat Rp
4.037,6 triliun.
Peningkatan rasio utang ini,
kata Suharso, sejalan dengan
langkah pemerintah untuk menangani Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi nasional yang berimplikasi pada
defisit anggaran yang melebar.
“Namun, itu juga terjadi di negara Filipina, Korea Selatan,
Chili, Vietnam, Kolombia, dan
Turki,” tutur dia.
Menur ut Suharso, utang
luar negeri juga dimanfaatkan
untuk menggerakkan sektor
riil, khususnya yang bisa turut
menyokong kinerja ekspor dan
menjaga keberlangsungan fiskal
(utang pemerintah). Karena
itu, debt to service ratio (DSR)
atas ekspor relatif terjaga, yaitu
27% pada 2019 dan hanya naik
menjadi 27,9% pada 2020 yaitu
pandemi Covid-19 terjadi.
Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengi ngatkan bahwa kesinambungan
fiskal perlu menjadi perhatian
seiring dengan penambahan
utang pemerintah. Apalagi, tren
penambahan utang pemerintah
beserta biaya bunganya telah
melampaui pertumbuhan PDB
dan penerimaan negara.
Ketua BPK Agung Firman
Sampurna menyebutkan, indikator kesinambungan fiskal Indonesia pada 2020 tercatat sebesar
4,27%. Angka ini melampaui
batas yang direkomendasikan
The International Standards of
Supreme Audit Institution (ISSAI) 5411 – Debt Indicators yaitu
di bawah 0%. "Ini memunculkan
kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah
untuk membayar utang dan
bu nga utang," ujar dia.
(Oleh - HR1)
Udang RI Bisa Kuasai Pasar AS
JAKARTA – Udang asal Indonesia berpeluang menguasai
pasar Amerika Serikat (AS).
Peluang tersebut kian terbuka
lantaran produk udang di pasar
AS sudah tidak dikenakan tarif
bea masuk (BM) bagi semua
negara eksportir, sehingga sudah tidak menjadi penghalang
dalam ekspor udang ke AS.
“Ekspor udang Indonesia ke
Amerika Serikat berpotensi
terus berkembang,” kata Dirjen
Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
(PDSPKP KKP) Artati Widiarti.
Sejumlah produk udang yang
memiliki pangsa besar dengan
tren meningkat di negeri Paman Sam di antaranya shrimp
warm-water peeled frozen (udang
kupas beku), shrimp breaded
frozen (udang tepung beku),
dan shrimp warm-water shell-on
frozen (udang utuh beku) dari
ukuran 15/20 sampai ukuran
51/60. “Pangsa pasar produk
udang di AS yang besar dengan
tren positif tersebut, Indonesia
pun memiliki daya saing terkait
produk dimaksud," kata Artati
dalam keterangan KKP, kemarin
(Oleh - HR1)
Musim Ekspansi Bisnis Penyimpanan Data
Pengembangan infrastruktur pusat data untuk menyokong aktivitas digital kian menjamur di berbagai daerah. PT DCI Indonesia Tbk (DCI) merupakan salah satu pengelola data center yang baru memperluas basis kerja perusahaan di Jawa Barat. Setelah memiliki empat gedung penyimpan data di sekitar Kawasan Industri Cibitung, perusahaan ini kembali membangun pusat penyimpanan data di Industrial Estate Karawang.
Account Manager DCI Indonesia, Tirza Widjaja, mengatakan pusat layanan milik entitasnya masih berpeluang bertambah sesuai dengan kebutuhan pasar pengguna jasa penyimpanan data. Pusat data DCI Indonesia di Cibitung, sudah melayani penyimpanan data yang kapasitas listriknya mencapai 37 megawatt. Dengan rencana skala besar pusat data Karawang, perusahaan menargetkan penguatan layanan hingga 1.000 megawatt. Infrastruktur DCI yang dibangun di kawasan Pertiwi Lestari itu akan mulai beroperasi pada triwulan terakhir tahun ini.
Operator pusat data asal Singapura, ST Telemedia Global Data Centres, juga berkongsi dengan Temasek serta Grup Triputra milik konglomerat Indonesia, Theodore Permadi Rachmat, untuk membangun kampus pusat data pertama di Greenland International Industrial Center, Kota Deltamas, Bekasi. ST Telemedia merupakan pemain lama data center yang memiliki lebih dari 120 basis layanan di enam negara, termasuk Cina dan Singapura.
Bagi Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga, pengelolaan data induk sangat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan digital. Layanan itu akan menentukan kecepatan pencarian produk oleh konsumen. Meski data center terus bermunculan, dia meminta aspek perlindungan data diperkuat. "Ini pekerjaan rumah Indonesia, " tuturnya kepada Tempo.
Pasar Kripto Tergerus US$ 300 Miliar
BEIJING – Pemerintah Tiongkok
melancarkan tindakan tegas baru
terhadap industri mata uang kripto
(cryptocurrency) sehingga nilanya
tergerus US$ 300 miliar sejak Jumat
(18/6). Hal ini terjadi ketika pusat
kegiatan bitcoin utama di dunia itu
telah memerintahkan para penambang ntuk menutup operasinya.
Data CoinDesk melaporkan, harga
bitcoin mengalami penurunan sekitar
2% menjadi US$ 32.330,21 pada Selasa
(22/6), pukul 04.12 waktu setempat.
Mata uang kripto lain, termasuk ethereum (ether) dan XRP juga turun
tajam pada Senin (21/6) malam.
Berdasarkan beberapa laporan
media, pihak berwenang di provinsi
Sichuan, Tiongkok pada Jumat, memerintahkan para penambang mata
uang kripto untuk menutup operasi
mereka. Sichuan sendiri merupakan salah satu pusat penambangan
bitcoin terbesar di Negeri Tirai
Bambu itu.
(Oleh - HR1)
BPK: Pemerintah Harus Waspadai Tren Penambahan Utang
JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) mengingatkan bahwa kesinambungan
fiskal perlu menjadi perhatian seiring dengan
penambahan utang pemerintah. Apalagi, tren
penambahan utang pemerintah beserta biaya
bunganya telah melampaui pertumbuhan
produk domestik bruto (PDB) dan penerimaan
negara.
Ketua BPK Agung Firman
Sampurna menyebutkan, indikator kesinambungan fiskal Indonesia pada 2020 tercatat sebesar
4,27%. Angka ini melampaui
batas yang direkomendasikan
The International Standards of
Supreme Audit Institution (ISSAI) 5411 – Debt Indicators yaitu
di bawah 0%.
Salah satu agenda rapat
paripurna tersebut adalah penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan
Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020 dan Ikhtisar Hasil
Pemeriksaan Semester (IHPS)
II Tahun 2020 kepada pimpinan
DPR. Rapat paripurna dipimpin
langsung oleh Ketua DPR Puan
Maharani.
BPK menyebut realisasi pendapatan negara dan hibah pada
2020 tercatat sebesar Rp 1.647,78
triliun atau mencapai 96,93% dari
target anggaran. Sedangkan
realisasi belanja negara sebesar
Rp 2.595,48 triliun atau mencapai
94,75% dari target anggaran. Hal
itu membuat defisit anggaran
tahun lalu mencapai Rp 947,70
triliun atau 6,14% dari produk
domestik bruto (PDB).
Sementara realisasi pembiayaan APBN 2020 mencapai
Rp 1.193,29 triliun atau sebesar
125,91% dari nilai defisitnya.
Sehingga terdapat Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SILPA)
sebesar Rp 245,59 triliun.
BPK juga mengungkapkan,
utang pemerintah 2020 telah
melampaui batas yang direkomendasikan Dana Moneter
Internasional (IMF) dan/atau
International Debt Relief (IDR)
yakni, rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77%
melampaui rekomendasi IMF
sebesar 25% - 35%.
(Oleh - HR1)
Menkeu: PP Holding Ultramikro Tunggu Teken Presiden
JAKAR TA – Menteri
Keuangan (Menkeu) Sri
Mulyani Indrawati menyatakan, peraturan pemerintah
(PP) terkait dengan pembentukan holding badan usaha milik negara (BUMN)
ultramikro tinggal menunggu tanda tangan Presiden
Joko Widodo (Jokowi).
“Izin holding BUMN
ultramikro sudah selesai
dan tinggal paraf dari para
menteri dan akan ditandatangani oleh Pak Presiden,
tinggal proses ke depan,”
kata Sri Mulyani dalam
ke terangannya di Jakarta,
Selasa (22/6).
Menkeu memastikan,
holding yang melibatkan
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk atau BRI,
PT Pegadaian (Persero),
dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau
PNM, tidak akan berdampak negatif terhadap bisnis
ketiga perusahaan negara
tersebut.
Bahkan dia menegaskan holding BUMN ultramikro (UMi) akan mempertahankan keunggulan
masing-masing perseroan,
sehingga dapat dipastikan
tidak ada ‘kanibalisasi’ perusahaan setelah integrasi
tersebut.
Berdasarkan perhitungan
Kementerian Keuangan,
pascaholding BUMN UMi
terbentuk maka jumlah
aset BRI akan bertambah
se besar 1,5%. Kemudian,
kemampuan ketiga perusahaan juga akan lebih besar
untuk menjangkau hingga
29 juta pelaku usaha UMi
dan UMKM yang selama
ini belum terlayani lembaga
keuangan formal atau unbankable.
“Ini yang akan dijadikan
fokus bagi kita untuk memberikan dukungan tersebut.
Kami sudah konsultasi juga
dengan OJK dan mereka
sampaikan mereka dukung
langkah tersebut,” ucap dia.
(Oleh - HR1)
E-Smart Percepat 6,1 juta UMKM Masuk Pasar Digital
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus
berupaya mengakselerasi sektor
industri kecil dan menengah
(IKM) untuk melakukan transformasi digital dalam proses
produksi dan bisnis. Langkah
strategis ini dilakukan melalui
program e-Smart IKM yang bertujuan untuk memacu daya saing
dan memperluas akses pasar.
“Progam ini dapat mempercepat target 6,1 juta UMKM go digital,” ujar Menteri Perindustrian
(Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (22/6/2021).
Dia menerangkan, program
e-Smart IKM ini telah berjalan
sejak 2017 dan telah melatih
sebanyak 13.184 pelaku IKM
di seluruh Indonesia. Program
e-Smart IKM digelar agar pelaku
IKM juga dapat mengakses mitra
yang dapat membantu untuk
go digital, seperti marketplace,
relawan teknologi informasi dan
komunikasi, serta BUMN yang
membina IKM.
Direktur Jenderal Industri
Kecil, Menengah, dan Aneka
(IKMA) Kemenperin, Gati
Wibawaningsih mengatakan
bahwa program e-Smart IKM
akan digelar dalam bentuk
workshop-workshop di berbagai
daerah. Adapun materi workshop berupa pembuatan konten
video pemasaran online, tips
dan trik pembuatan foto produk, pemanfaatan marketplace
untuk pemasaran dan dalam
rangka pengadaan barang dan
jasa pemerintah, serta mengenai
sertifikasi tingkat komponen
dalam negeri (TKDN) dan pasar
digital BUMN.
“Tahun ini, Ditjen IKMA menargetkan pemberian edukasi,
pelatihan, dan pendampingan
e-business kepada 4.000 pelaku
IKM di tanah air,” ujar Gati.
(Oleh - HR1)
1 Juli , BI Rilis Dua PBI Sistem Pembayaran
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus
mengakomodasi transformasi yang dilakukan
perbankan di era digital saat ini. Untuk itu, pada 1
Juli mendatang, BI akan merilis dua Peraturan Bank
Indonesia (PBI) mengenai sistem pembayaran guna
mendukung perkembangan industri keuangan.
“Pada 1 Juli 2021 kebetulan masih
beberapa hari ke depan, mudah-mudahan sudah menjadi suatu ketentuan
yang dikeluarkan. Yang dikeluarkan
adalah PBI Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan PBI Penyelenggara
Infrastruktur Sistem Pembayaran
(PIP),” tutur Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI
Bastian Muzbar Zams, Selasa (22/6).
Bastian menjelaskan, BI selalu
mendukung digitalisasi dan sejak lama
juga telah mengakomodir melalui berbagai kebijakan. Pada Desember 2020,
telah dikeluarkan regulatory reform,
untuk menjaga titik keseimbangan
antara memanfaatkan digitalisasi
dengan tetap menjaga stabilitas sistem
keuangan.
Pihaknya melihat kebutuhan industri dengan menyeimbangkan harmonisasi menuju ekonomi keuangan
digital yang secara end to end bisa
menata industri dengan baik. “Ada
beberapa hal yang sudah dilakukan
BI, seperti mengeluarkan PBI Sistem
Pembayaran, paling tidak, ada perubahan pendekatan dari rule base menjadi
principal base,” kata Bastian.
Lintasarta menyediakan data center
hingga sediakan cloud dan security.
Lintasarta juga mulai menyediakan
solusi untuk pemerintah, seperti smart
tax, smart tourism, smart farmer, analytics. “Dan penyedia solusi ini bukan
dari Lintasarta tapi kerja sama dari
pemasok-pemasok dan meletakan di
Cloud Lintasarta. Di, education juga
kami punya mobile apps, payment.
Untuk payment, kami punya pemasok
eKYC dan Third Party Card Management (TPCM),” sebut dia
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









