;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

OJK Ingatkan Masyarakat Soal Paylater

18 Jun 2021

Saat ini belanja dengan berhutang, tidak hanya bisa dilakukan menggunakan kartu kredit. Fitur paylater di sejumlah marketplace juga menawarkan fasilitas serupa, belanja dulu bayar kemudian, dengan sistem pinjaman uang atau utang. Fitur transaksi digital paylater saat ini banyak diminati.

Saat ini, paylater difasilitasi melalui beberapa lembaga jasa keuangan seperti, bank, lembaga pembiayaan, atau Fintech Peer-to-Peer Lending. Nurdin mengingatkan masyarakat untuk selalu batasi nilai pinjaman sesuai dengan kemampuan membayar.

Di samping itu, masyarakat juga harus memahami kontrak perjanjian serta wajib melunasi dana pinjaman tepat waktu untuk menghindari denda. Jangan lupa perhatikan suku bunga. Juga mengetahui denda keterlambatan pengembalian pinjaman.


Merengguk Triliunan Rupiah dari Bisnis Minyak Jelantah

18 Jun 2021

Harga komoditas energi terus merangkak naik. Bahkan, harga salah satu komoditas andalan Indonesia, minyak sawit mentah (CPO), sudah menyentuh US$ 816 per ton. Harga ini sudah menguat 10% sejak awal tahun (ytd). Bukan hanya CPO, produk turunannya seperti minyak goreng hingga minyak jelantah (limbah minyak goreng) pun laris manis.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga menyebut, berdasarkan perkiraan lembaganya, volume minyak jelantah di Indonesia saat ini 18%-22% dari total pemakaian minyak goreng biasa per tahun. Jadi, jika pemakaian minyak goreng biasa 5,8 juta ton per tahun, maka volume minyak jelantah berkisar 1,1 juta ton per tahun. Dengan asumsi harga minyak jelantah senilai Rp 5.000 per kilogram, maka potensi bisnis dan perputaran uang dalam transaksi minyak jelantah Indonesia mencapai Rp 5,5 triliun dalam setahun.

Wakil Ketua Umum III Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir, ekspor minyak jelantah menyasar berbagai negara, termasuk kawasan Eropa yang ternyata punya minat tinggi Fakta ini cukup mengejutkan. Sebab, di satu sisi Eropa menentang produk minyak sawit Indonesia hingga memboikotnya. Namun di sisi lain mereka justru mengimpor minyak jelantah dari Indonesia.


Industri Keramik, Investasi Baru Siap Meluncur

18 Jun 2021

JAKARTA — Kemen­terian Perindustrian menyatakan akan ada investasi baru untuk industri keramik di Kawasan Industri Batang senilai Rp5 triliun hingga 2024. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perin­dustrian Muhammad Khayam mengatakan dengan mening­katnya permintaan dalam negeri dan ekspor, sejumlah produsen keramik nasional telah melakukan ekspansi atau perluasan. Hal tersebut mengundang ketertarikan beberapa investor baru.

Sementara itu, Asosiasi Ane­ka Keramik Indonesia (Asaki) menandatangani kerja sama dengan perusahaan pengembang properti di bawah REI guna men­dukung penyerapan produk komponen bangunan lokal. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengatakan kegiatan yang diprakarsai oleh Kemen­terian Perindustrian ini meru­pakan satu terobosan dan wujud kerja nyata pemerintah untuk membantu pemulihan industri keramik dan pe­nguat­an industri keramik dalam rangka substitusi impor.

(Oleh - HR1)

DBS: Dana Mengucur Deras ke Investasi Berkelanjutan

18 Jun 2021

Singapura - Grup DBS, bank terbesar Singapura, menyampaikan bahwa investasi berkelanjutan pada investasi lingkungan, sosial dan tata kelola (environmentalsocialand governance/ESG) diperkirakan dapat memberikan hasil baik, karena gelombang uang yang mengalir deras ke aset-aset semacam itu. Investasi ini kemungkinan akan menuai hasil yang baik.

Faktor lain yang menjadi pertanda baik untuk investasi berkelanjutan adalah perusahaan yang fokus pada ESG cenderung menjadi perusahaan berkinerja tinggi. Para investor baik swasta maupun institusi mulai sengaja memilih investasi yang bertanggung jawab secara sosial atau yang mempromosikan kelestarian lingkungan. Tetapi masih harus dilihat apakah investor masih akan memilih keberlanjutan jika investasinya tidak berjalan dengan baik. 

(Oleh - IDS)

Bank Dunia Sarankan Empat Kebijakan Pemulihan Ekonomi

18 Jun 2021

Jakarta - Bank Dunia menyarankan empat kebijakan agar perekonomian Indonesia bisa pulih pascapandemi pandemi Covid-19. Meski tingkat resesi indonesia lebih kecil dari resesi dunia, namun jutaan orang telah kehilangan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan lebih kecil, sehingga sekitar tiga juta orang jatuh dalam lingkaran kemiskinan. Kondisi pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak ke sektor kesehatan, namun juga menyebabkan terjadinya resesi ekonomi. Seluruh negara saat ini berupaya untuk mengakhiri resesi secepat mungkin dan membangun ekonomi pascapandemi yang lebih kuat, memiliki ketahanan tinggi, dan lebih berkesinambungan.

Empat rekomendasi pemulihan ekonomi itu meliputi pertama, memutus mata rantai penyebaran virus, sebab ini menjadi prasyarat penyelesaian permasalahan baik di sektor kesehatan maupun perekonomian. Memberikan vaksinasi dan upaya kesehatan pun menjadi utama untuk mengendalikan pandemi dan membangun rasa percaya dari pelaku ekonomi. Pemerintah harus melakukan akselerasi vaksinasi. Pada saat yang sama, testing dan tracing terus dilakukan serta upaya untuk restriksi mobilisasi. 

Kedua, menjaga kebijakan moneter serta menstimulasi kredit untuk terus bertumbuh. Hal ini dilakukan dengan cara mengelola sektor keuangan serta beberapa kerentanan perbankan. Ketiga, memberikan dukungan fiskal jangka pendek, namun tetap menjaga kesinambungan fiskal di jangka menengah. Pemerintah juga harus memberikan dukungan terhadap rumah tangga miskin dan usaha kecil menengah (UKM) sehingga pemulihan bisa berjalan dengan baik. Keempat, meningkatkan penciptaan lapangan kerja produktif baik bagi perempuan dan laki-laki. Pandemi memberikan tantangan lapangan pekerjaan bagi Indonesia.

(Oleh - IDS)

Singapura akan Jadi Pusat Keuangan Hijau

17 Jun 2021

Singapura berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam membangun ekonomi hijau yang baru. Darurat iklim telah menimbulkan ancaman eksistensial sekaligus memberikan peluang baru seputar keberlanjutan. Singapura, yang memiliki luas wilayah lebih kecil dari New York itu, telah bekerja sama bertahun-tahun untuk melestarikan garis pantainya dari kenaikan permukaan laut dan kerusakan lingkungan lainnya.

Sebagian besar wilayah Singapura terletak dalam jarak 15 meter di atas permukaan laut rata, dan sekitar 30% kurang dari 5 meter di atas permukaan laut rata-rata. Setiap penambahan kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh perubahan iklim, merupakan ancaman langsung bagi negara kota ini. Mengenai kriteria yang digunakan dalam melakukan investasi hijau, Singapura memepertimbangkan berbagai langkah yang berbeda. 

Di sisi lain, investor negara Singapura, telah berkomitmen sebesar US$ 600 juta dengan manajer aset BlackRock untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang bekerja untuk mengurangi emisi karbon. Pemerintah dunia dan perusahaan-perusahaan swasta telah meluncurkan target pengurangan emisi karbon yang ambisius guna membendung apa yang banyak diperingatkan bakal menjadi bencana iklim, akibat peningkatan permukaan laut dan suhu global. 

(Oleh - IDS)

Start-up Finantier Raih Pendanaan Tahap Awal

17 Jun 2021

Jakarta - Finantier, start-up open finance yang menyediakan platform application programming interface (API) bagi institusi keuangan dalam mengakses dan menganalisa data finansial konsumen, telah meraih pendanaan tahap awal yang dipimpin oleh Global Founders Capital (GFC) dan East Ventures (EV). Tanpa disebutkan nilainya, pendanaan yang diperoleh sebesar tujuh digit sudah melebihi target dan diperoleh pada valuasi post-money sebesar lebih dari 20 kali dibandingkan valuasi pre-seed bukan November 2020. Pendanaan tersebut akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan dan memperbesar penawaran produk Finantier, melakukan ekspansi di Indonesia dan sekitarnya, serta menggandakan jumlah karyawan.  

Finantier sebelumnya merupakan bagian dari batch musim dingin 2021 Y Combinator. Sejak awal tahun, perusahaan telah menambah timnya lebih dari lima kali lipat menjadi 50 karyawan, serta memperbanyak klien dan kemitraan hingga lebih dari 50% per bulan. Finantier memberikan kebebasan keuangan untuk semua orang di kawasan Asia Tenggara. Setiap orang kini pun dapat dengan mudah membagikan data transaksi digitalnya dilakukan dengan berbagai merchant dan dapat membantu membangun kelayakan kreditnya. Finantier memberikan solusi dengan menggabungkan dari data dari sumber-sumber data alternatif seperti platform gig economy dan telekomunikasi. Perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 150 perusahaan dan memberikan akses ke beragam set data. 

(Oleh - IDS)

Bank Dunia Setujui Pendanaan Reformasi Investasi Ri Rp 11,4 Triliun

17 Jun 2021

Jakarta - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar US$ 800 juta atau setara dengan Rp 11,4 triliun untuk mendukung reformasi kebijakan investasi dan perdagangan serta membantu percepatan pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia. Persetujuan pendanaan itu diberikan di Washington. Bank Dunia menilai hambatan besar bagi investasi dan perdagangan telah membatasi kemampuan Indonesia untuk menarik investasi asing langsung yang berorientasi ekspor, mengurangi integrasi Indonesia ke dalam rantai nilai global, dan meningkatkan harga pangan di dalam negeri. Tantangan-tantangan tersebut juga telah memperlambat pertumbuhan sektor manufaktur dan nonkomoditas.

Akibat pandemi, Indonesia mengalami resesi pertamanya dalam dua dekade. Hal ini memperburuk tantangan yang dihadapi perekonomian untuk melakukan perluasan ke sektor-sektor yang lebih canggih agar dapat menciptakan lapangan kerja dengan upah yang lebih baik dan memiliki produktivitas lebih tinggi. Saat ini pemerintah Indonesia sedang menjalankan program reformasi besar untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. Reformasi ini memiliki potensi mendukung transformasi ekonomi untuk beralih dari sektor komoditas kepada sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi. 

Pembiayaan untuk dukungan kebijakan pembangunan (development policy operation/DPO) ini disusun berdasarkan dua pilar. Pertama, bertujuan untuk meningkatkan investasi dengan membuka lebih banyak sektor bagi investasi swasta, khususnya investasi asing langsung, menambah tenaga profesional berketerampilan tinggi di pasar tenaga kerja, serta mendorong investasi swasta pada energi terbarukan. Kedua, mendukung reformasi kebijakan perdagangan untuk mendorong daya saing dan pemulihan ekonomi. Tujuannya adalah meningkatkan akses dan keterjangkauan harga komoditas pangan pokok maupun bahan baku serta memfasilitasi akses kepada input manufaktur.

(Oleh - IDS)

Saham Teknologi Melejit, Anabatic dan Multipolar Memimpin

17 Jun 2021

Jakarta - Harga saham sejumlah emiten teknologi melejit pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lonjakan harga dipicu oleh aksi korporasi dan sentimen positif dari rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham GoTo serta Bukalapak. Berdasarkan data RTI, dari 21 saham teknologi, 6 saham di antaranya membukukan kenaikan harga di atas 17% dibandingkan penutupan penutupan perdagangan. Kenaikan paling tinggi dicetak oleh saham PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) yang meningkat 24,73% menjadi Rp 1.160 pada penutupan perdagangan. Sehari sebelumnya, harga ATC bertengger harga ATIC bertengger di posisi Rp 990.

Kemudian, saham PT Multipolar Technology Tbk (MPLT) yang melesat 24,71% ke level RP 5.350 dari Rp 4.290. Peningkatan juga terjadi pada saham PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) sebesar 20,69% dari Rp 2.570 menjadi Rp 3.150. Selain itu, saham PT Indointernet Tbk (EDGE) juga menjadi salah satu saham teknologi yang mencetak peningkatan harga signifikan, yakni19,93% ke level Rp 36.250. Peningkatan harga saham ini seiring dengan Digital Edge Ltd yang kini menguasai 59,1% saham Indointernet atau Indonet. 

BEI sempat menghentikan sementara (suspensi) perdagangan DCII karena adanya lonjakan harga dari Rp 13.750 pada akhir Mei 2021 menjadi Rp 50.250 pada penutupan perdagangan. BEI akhirnya kembali membuka perdagangan DCII sejak sesi I pada perdagangan. Sejak pandemi Covid-19, teknologi digital berkembang pesat, sehingga memicu peningkatan harga saham di sektor teknologi. Selain itu, sumber daya data terus meningkat dan bakal mengerek pendapatan emiten di sektor teknologi. Faktor lainnya adalah era digitalisasi yang bisa membuat emiten teknologi berkembang dan bisa memberikan terobosan dalam bisnis digital. Peningkatan harga juga ditopang oleh aksi korporasi sejumlah emiten. Kendati saham teknologi saat ini meningkat pesat, namun eksposur pasar saham Indonesia terhadap sektor teknologi masih sangat rendah. 

(Oleh - IDS)

Otak Atik Saham Pengendali IPO Start-Up

17 Jun 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat aturan mengenai penerapan saham dengan hak suara multipel dalam satu perusahaan. Beleid ini disiapkan untuk mengakomodasi initial public offering (IPO) perusahaan rintisan berskala unicorn atau di atasnya.

OJK mengatur, total jumlah maksimal saham berbentuk SDHSM mencapai 47,3%. Selebihnya merupakan saham biasa. Pemegang SDHSM dimungkinkan memiliki saham lebih dari 47,3%, tapi selebihnya dianggap saham biasa.

Semakin kecil SDHSM yang dimiliki pemegang saham, makin besar hak setara saham biasa yang dimiliki pemegang saham itu. SDHSM ini tidak berlaku selamanya. Pertimbangan OJK, 10 tahun merupakan waktu yang dibutuhkan perusahaan rintisan mencapai visi dan misi.

Ketua Indonesia Fintech Society (IF Soc) Mirza Adityaswara menyambut baik langkah OJK mengakomodasi IPO perusahaan rintisan ini. IPO akan membuka kesempatan investor lokal memiliki saham startup.