Ekonomi
( 40554 )Udang RI Bisa Kuasai Pasar AS
JAKARTA – Udang asal Indonesia berpeluang menguasai
pasar Amerika Serikat (AS).
Peluang tersebut kian terbuka
lantaran produk udang di pasar
AS sudah tidak dikenakan tarif
bea masuk (BM) bagi semua
negara eksportir, sehingga sudah tidak menjadi penghalang
dalam ekspor udang ke AS.
“Ekspor udang Indonesia ke
Amerika Serikat berpotensi
terus berkembang,” kata Dirjen
Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
(PDSPKP KKP) Artati Widiarti.
Sejumlah produk udang yang
memiliki pangsa besar dengan
tren meningkat di negeri Paman Sam di antaranya shrimp
warm-water peeled frozen (udang
kupas beku), shrimp breaded
frozen (udang tepung beku),
dan shrimp warm-water shell-on
frozen (udang utuh beku) dari
ukuran 15/20 sampai ukuran
51/60. “Pangsa pasar produk
udang di AS yang besar dengan
tren positif tersebut, Indonesia
pun memiliki daya saing terkait
produk dimaksud," kata Artati
dalam keterangan KKP, kemarin
(Oleh - HR1)
Musim Ekspansi Bisnis Penyimpanan Data
Pengembangan infrastruktur pusat data untuk menyokong aktivitas digital kian menjamur di berbagai daerah. PT DCI Indonesia Tbk (DCI) merupakan salah satu pengelola data center yang baru memperluas basis kerja perusahaan di Jawa Barat. Setelah memiliki empat gedung penyimpan data di sekitar Kawasan Industri Cibitung, perusahaan ini kembali membangun pusat penyimpanan data di Industrial Estate Karawang.
Account Manager DCI Indonesia, Tirza Widjaja, mengatakan pusat layanan milik entitasnya masih berpeluang bertambah sesuai dengan kebutuhan pasar pengguna jasa penyimpanan data. Pusat data DCI Indonesia di Cibitung, sudah melayani penyimpanan data yang kapasitas listriknya mencapai 37 megawatt. Dengan rencana skala besar pusat data Karawang, perusahaan menargetkan penguatan layanan hingga 1.000 megawatt. Infrastruktur DCI yang dibangun di kawasan Pertiwi Lestari itu akan mulai beroperasi pada triwulan terakhir tahun ini.
Operator pusat data asal Singapura, ST Telemedia Global Data Centres, juga berkongsi dengan Temasek serta Grup Triputra milik konglomerat Indonesia, Theodore Permadi Rachmat, untuk membangun kampus pusat data pertama di Greenland International Industrial Center, Kota Deltamas, Bekasi. ST Telemedia merupakan pemain lama data center yang memiliki lebih dari 120 basis layanan di enam negara, termasuk Cina dan Singapura.
Bagi Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga, pengelolaan data induk sangat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan digital. Layanan itu akan menentukan kecepatan pencarian produk oleh konsumen. Meski data center terus bermunculan, dia meminta aspek perlindungan data diperkuat. "Ini pekerjaan rumah Indonesia, " tuturnya kepada Tempo.
Pasar Kripto Tergerus US$ 300 Miliar
BEIJING – Pemerintah Tiongkok
melancarkan tindakan tegas baru
terhadap industri mata uang kripto
(cryptocurrency) sehingga nilanya
tergerus US$ 300 miliar sejak Jumat
(18/6). Hal ini terjadi ketika pusat
kegiatan bitcoin utama di dunia itu
telah memerintahkan para penambang ntuk menutup operasinya.
Data CoinDesk melaporkan, harga
bitcoin mengalami penurunan sekitar
2% menjadi US$ 32.330,21 pada Selasa
(22/6), pukul 04.12 waktu setempat.
Mata uang kripto lain, termasuk ethereum (ether) dan XRP juga turun
tajam pada Senin (21/6) malam.
Berdasarkan beberapa laporan
media, pihak berwenang di provinsi
Sichuan, Tiongkok pada Jumat, memerintahkan para penambang mata
uang kripto untuk menutup operasi
mereka. Sichuan sendiri merupakan salah satu pusat penambangan
bitcoin terbesar di Negeri Tirai
Bambu itu.
(Oleh - HR1)
BPK: Pemerintah Harus Waspadai Tren Penambahan Utang
JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) mengingatkan bahwa kesinambungan
fiskal perlu menjadi perhatian seiring dengan
penambahan utang pemerintah. Apalagi, tren
penambahan utang pemerintah beserta biaya
bunganya telah melampaui pertumbuhan
produk domestik bruto (PDB) dan penerimaan
negara.
Ketua BPK Agung Firman
Sampurna menyebutkan, indikator kesinambungan fiskal Indonesia pada 2020 tercatat sebesar
4,27%. Angka ini melampaui
batas yang direkomendasikan
The International Standards of
Supreme Audit Institution (ISSAI) 5411 – Debt Indicators yaitu
di bawah 0%.
Salah satu agenda rapat
paripurna tersebut adalah penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan
Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020 dan Ikhtisar Hasil
Pemeriksaan Semester (IHPS)
II Tahun 2020 kepada pimpinan
DPR. Rapat paripurna dipimpin
langsung oleh Ketua DPR Puan
Maharani.
BPK menyebut realisasi pendapatan negara dan hibah pada
2020 tercatat sebesar Rp 1.647,78
triliun atau mencapai 96,93% dari
target anggaran. Sedangkan
realisasi belanja negara sebesar
Rp 2.595,48 triliun atau mencapai
94,75% dari target anggaran. Hal
itu membuat defisit anggaran
tahun lalu mencapai Rp 947,70
triliun atau 6,14% dari produk
domestik bruto (PDB).
Sementara realisasi pembiayaan APBN 2020 mencapai
Rp 1.193,29 triliun atau sebesar
125,91% dari nilai defisitnya.
Sehingga terdapat Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SILPA)
sebesar Rp 245,59 triliun.
BPK juga mengungkapkan,
utang pemerintah 2020 telah
melampaui batas yang direkomendasikan Dana Moneter
Internasional (IMF) dan/atau
International Debt Relief (IDR)
yakni, rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77%
melampaui rekomendasi IMF
sebesar 25% - 35%.
(Oleh - HR1)
Menkeu: PP Holding Ultramikro Tunggu Teken Presiden
JAKAR TA – Menteri
Keuangan (Menkeu) Sri
Mulyani Indrawati menyatakan, peraturan pemerintah
(PP) terkait dengan pembentukan holding badan usaha milik negara (BUMN)
ultramikro tinggal menunggu tanda tangan Presiden
Joko Widodo (Jokowi).
“Izin holding BUMN
ultramikro sudah selesai
dan tinggal paraf dari para
menteri dan akan ditandatangani oleh Pak Presiden,
tinggal proses ke depan,”
kata Sri Mulyani dalam
ke terangannya di Jakarta,
Selasa (22/6).
Menkeu memastikan,
holding yang melibatkan
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk atau BRI,
PT Pegadaian (Persero),
dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau
PNM, tidak akan berdampak negatif terhadap bisnis
ketiga perusahaan negara
tersebut.
Bahkan dia menegaskan holding BUMN ultramikro (UMi) akan mempertahankan keunggulan
masing-masing perseroan,
sehingga dapat dipastikan
tidak ada ‘kanibalisasi’ perusahaan setelah integrasi
tersebut.
Berdasarkan perhitungan
Kementerian Keuangan,
pascaholding BUMN UMi
terbentuk maka jumlah
aset BRI akan bertambah
se besar 1,5%. Kemudian,
kemampuan ketiga perusahaan juga akan lebih besar
untuk menjangkau hingga
29 juta pelaku usaha UMi
dan UMKM yang selama
ini belum terlayani lembaga
keuangan formal atau unbankable.
“Ini yang akan dijadikan
fokus bagi kita untuk memberikan dukungan tersebut.
Kami sudah konsultasi juga
dengan OJK dan mereka
sampaikan mereka dukung
langkah tersebut,” ucap dia.
(Oleh - HR1)
E-Smart Percepat 6,1 juta UMKM Masuk Pasar Digital
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus
berupaya mengakselerasi sektor
industri kecil dan menengah
(IKM) untuk melakukan transformasi digital dalam proses
produksi dan bisnis. Langkah
strategis ini dilakukan melalui
program e-Smart IKM yang bertujuan untuk memacu daya saing
dan memperluas akses pasar.
“Progam ini dapat mempercepat target 6,1 juta UMKM go digital,” ujar Menteri Perindustrian
(Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (22/6/2021).
Dia menerangkan, program
e-Smart IKM ini telah berjalan
sejak 2017 dan telah melatih
sebanyak 13.184 pelaku IKM
di seluruh Indonesia. Program
e-Smart IKM digelar agar pelaku
IKM juga dapat mengakses mitra
yang dapat membantu untuk
go digital, seperti marketplace,
relawan teknologi informasi dan
komunikasi, serta BUMN yang
membina IKM.
Direktur Jenderal Industri
Kecil, Menengah, dan Aneka
(IKMA) Kemenperin, Gati
Wibawaningsih mengatakan
bahwa program e-Smart IKM
akan digelar dalam bentuk
workshop-workshop di berbagai
daerah. Adapun materi workshop berupa pembuatan konten
video pemasaran online, tips
dan trik pembuatan foto produk, pemanfaatan marketplace
untuk pemasaran dan dalam
rangka pengadaan barang dan
jasa pemerintah, serta mengenai
sertifikasi tingkat komponen
dalam negeri (TKDN) dan pasar
digital BUMN.
“Tahun ini, Ditjen IKMA menargetkan pemberian edukasi,
pelatihan, dan pendampingan
e-business kepada 4.000 pelaku
IKM di tanah air,” ujar Gati.
(Oleh - HR1)
1 Juli , BI Rilis Dua PBI Sistem Pembayaran
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus
mengakomodasi transformasi yang dilakukan
perbankan di era digital saat ini. Untuk itu, pada 1
Juli mendatang, BI akan merilis dua Peraturan Bank
Indonesia (PBI) mengenai sistem pembayaran guna
mendukung perkembangan industri keuangan.
“Pada 1 Juli 2021 kebetulan masih
beberapa hari ke depan, mudah-mudahan sudah menjadi suatu ketentuan
yang dikeluarkan. Yang dikeluarkan
adalah PBI Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan PBI Penyelenggara
Infrastruktur Sistem Pembayaran
(PIP),” tutur Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI
Bastian Muzbar Zams, Selasa (22/6).
Bastian menjelaskan, BI selalu
mendukung digitalisasi dan sejak lama
juga telah mengakomodir melalui berbagai kebijakan. Pada Desember 2020,
telah dikeluarkan regulatory reform,
untuk menjaga titik keseimbangan
antara memanfaatkan digitalisasi
dengan tetap menjaga stabilitas sistem
keuangan.
Pihaknya melihat kebutuhan industri dengan menyeimbangkan harmonisasi menuju ekonomi keuangan
digital yang secara end to end bisa
menata industri dengan baik. “Ada
beberapa hal yang sudah dilakukan
BI, seperti mengeluarkan PBI Sistem
Pembayaran, paling tidak, ada perubahan pendekatan dari rule base menjadi
principal base,” kata Bastian.
Lintasarta menyediakan data center
hingga sediakan cloud dan security.
Lintasarta juga mulai menyediakan
solusi untuk pemerintah, seperti smart
tax, smart tourism, smart farmer, analytics. “Dan penyedia solusi ini bukan
dari Lintasarta tapi kerja sama dari
pemasok-pemasok dan meletakan di
Cloud Lintasarta. Di, education juga
kami punya mobile apps, payment.
Untuk payment, kami punya pemasok
eKYC dan Third Party Card Management (TPCM),” sebut dia
(Oleh - HR1)
Memperluas Pasar ke Kanada
Potensi ekspor produk Indonesia ke Kanada belum dimanfaatkan sepenuhnya. Padahal pasar Kanada memiliki sifat melengkapi karena sebagian besar produk ekspor Indonesia tidak bersaing secara langsung dengan produk lokal setempat.
Shinta yakin perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) bisa memperbesar pemanfaatan potensi ekspor Indonesia. Ia mencontohkan, Indonesia memiliki potensi ekspor kendaraan atau suku cadang kendaraan yang mencapai US$ 72,5 juta per tahun ke Kanada.
Shinta juga mencatat potensi ekspor minyak sawit mentah (CPO) atau turunannya yang belum dipakai mencapai US$ 48 juta per tahun. Lalu ekspor karet dan ban juga masih belum dimanfaatkan sekitar US$ 23 juta.
Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Handito Joewono, menilai sejauh ini ekspor Indonesia ke Kanada masih sangat terbatas dan pertumbuhannya agak lambat. Di sisi lain, nilai investasi dari Kanada ke Indonesia berpotensi ditingkatkan karena kemampuan mereka cukup besar.
Meski nilai ekspor ke Kanada masih kecil kerja sama perdagangan dengan Kanada bisa membuka pasar ke Amerika Serikat. Apalagi ia melihat stimulus ekonomi oleh Presiden Amerika Joe Biden diprediksi meningkatkan konsumsi masyarakat, yang juga akan berdampak ke Kanada atau bahkan pasar global.
Mendorong Penyaluran Fasilitas Subsidi Perumahan
Pemerintah akan memberikan tambahan kuota dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) kepada 19 bank penyalur. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Arief Sabaruddin, mengatakan tambahan kuota tersebut diberikan berdasarkan evaluasi bank pelaksana yang dilakukan pada triwulan kedua tahun ini.
Penambahan kuota menjadi bentuk apresiasi dan konsekuensi yang dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) yang sudah disepakati antara bank pelaksana dan PPDPP. Tambahan kuota akan diberikan jika kinerja bank pelaksana mencapai lebih dari 80 persen dari target PKS yang sudah disepakati.
Menurut Arief, masih ada kendala dalam penyaluran dana FLPP, salah satunya soal kualitas rumah yang masih harus didorong agar sesuai dengan standar. Perlu ada perbaikan tata kelola untuk memastikan konstruksi rumah sesuai dengan standar.
Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk, Corina Leyla Karnalies, berujar bahwa saat ini penyaluran KRP lewat FLPP hingga pertengahan Juni masih sesuai dengan target proporsional. Ia mengatakan penyaluran telah melebihi 50 persen kuota FLPP yang diterima BNI pada tahun ini. Meski begitu, Corina mengatakan sejumlah kendala masih dijumpai dalam penyaluran FLPP, salah satunya adalah keterbatasan stok tersedia (ready stock) rumah yang dapat dibiayai.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aestika Oryza Gunarto, menyebutkan BRI bahkan telah menyerap 4.837 unit atau 81 persen kuota KPR FLPP per Mei 2021. Terkait dengan strategi BRI dalam mendorong penyaluran FLPP, Aestika melanjutkan, perusahaan bekerja sama dengan pen embang KPR FLPP.
Pinjol Ilegal Bukan Fintech Lending
JAKARTA, Pinjaman online (pinjol) ilegal bukan bagian dari perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending. Pinjol ilegal adalah praktik penipuan dan pemerasan berkedok teknologi informasi (TI). Sedangkan fintech lending legal sangat bermanfaat bagi perekonomian, karena menyalurkan pembiayaan kepada rakyat kecil, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak punya akses ke perbankan. Kehadiran pinjol ilegal berdampak buruk bagi masyarakat, sedangkan fintech P2P lending mengusung misi membuka akses bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan jasa keuangan konvensional. Jangan sampai stigma pinjol ilegal mengganggu akselerasi fintech lending untuk turut berkontribusi terhadap pengembangan perekonomian nasional. Untuk melindungi masyarakat dari praktik pinjol ilegal, pemerintah dan DPR harus segera mengegolkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi. Selain itu, pemerintah dan parlemen bisa membuat payung hukum yang lebih besar, yaitu UU Pinjaman Online atau Fintech.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi pinjaman yang disalurkan fintech lending sampai April 2021 mencapai Rp 194,09 triliun. Sebesar Rp 163,87 triliun diantaranya disalurkan di wilayah Jawa, sisanya sebesar Rp 30,22 triliun disalurkan di luar Jawa. Pinjaman tersebut diberikan kepada 60,3 juta rekening penerima pinjaman (borrower), baik kepada UMKM dan pelaku usaha ultramikro maupun penerima individu. Sebanyak 51,99 juta rekening borrower berasal dari wilayah Jawa, sedangkan 8,3 juta lainnya dari luar Jawa. Dari jumlah rekening itu telah terjadi total 364,85 juta transaksi. Data OJK menunjukkan, dari sisi penggunaan dana, penyaluran pinjaman kepada sektor produktif oleh fintech lending pada Januari-April 2021 mencapai Rp 22,17 triliun. Adapun persentase penyaluran pinjaman sektor produktif mencapai 51,65% terhadap total penyaluran pinjaman sebesar Rp 42,92 triliun, dengan tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) pada level 98,63%.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









