;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

KKP yakini peningkatan ekspor ungkit kinerja ekonomi masa pandemi

28 Jun 2021

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyakini dengan tercatatnya peningkatan ekspor kelautan dan perikanan seiring naiknya permintaan global juga akan mengungkit kinerja perekonomian nasional masa pandemi."Sektor kelautan dan perikanan mencatatkan kinerja positif selama lima bulan awal 2021," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarti di Jakarta, Senin.Bahkan, lanjutnya, neraca perdagangan sektor ini surplus 1,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp27 triliun, atau naik 3,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Secara kumulatif, nilai ekspor produk perikanan pada Januari–Mei, mencapai 2,1 miliar dolar. Angka ini naik 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Artati mengungkapkan jajarannya berperan aktif dalam peningkatan ekspor antara lain melakukan komunikasi dengan Perwakilan RI di berbagai negara guna memfasilitasi kebutuhan para eksportir. Selain itu, pihaknya juga memastikan hambatan dan permasalahan ekspor dapat diminimalisir dengan antisipasi dan komunikasi lintas otoritas kompeten terutama di pasar Tiongkok dan Amerika Serikat.

(Oleh - HR1)


Kasus baru COVID-19 terus meningkat, rupiah melemah

28 Jun 2021

Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah seiring penguatan dolar dan juga kasus baru COVID-19 yang terus meningkat.Pada pukul 10.16 WIB, rupiah menguat 35 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp14.460 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.425 per dolar AS. "Sentimen penguatan dolar AS nampak bertahan di awal sesi Senin, didukung optimisme kembali membaiknya perekonomian di AS, dengan pelaku pasar menantikan laporan tenaga kerja bulanan AS yang akan dirilis di akhir pekan nanti," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

(Oleh - HR1)

Fokus Bisnis Inti, Alfamart Lepas 90% Saham Unit Logistik Alfatrex

28 Jun 2021

Sumber Alfaria Trijaya, pengelola Alfamart, sebelumnya memiliki 99,96% saham SWS, anak usaha bidang logistik dengan merek dagang Alfatrex. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola Alfamart mengalihkan 90% kepemilikan sahamnya di PT Sumber Wahana Sejahtera (SWS) kepada PT Galaxy Mitra Global (GMG). Sebelum dialihkan, Sumber Alfaria memiliki 99,96% saham dan menjadi pengendali anak usahanya tersebut. Pengalihan saham itu diresmikan dalam penandatanganan perjanjian definitif antara Sumber Alfaria dan GMG. Aksi ini juga merupakan tindak lanjut dari lembar ketentuan indikatif (term sheet) yang sebelumnya disepakati kedua pihak pada 26 Maret 2021.

Direktur Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widlan menyampaikan hal ini dilakukan karena pengelola gerai Alfamart itu ingin mengembalikan fokus kegiatan bisnis induk usaha dan anak usahanya. Pada 23 Juni lalu, pengelola waralaba gerai kebutuhan pokok ini memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait perubahan anggaran dasar perusahaan. Perseroan mengubah anggaran dasar terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perusahaan.

(Oleh - HR1)

IPO Jumbo Rp 2,7 T, Harga Saham Archi Milik Peter Sondakh Melesat 13%

28 Jun 2021

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO), Senin (28/8). Harga saham perusahaan tambang pure-play emas ini langsung naik hingga 13,3% menyentuh harga Rp 850 pada awal perdagangan. Berdasarkan data RTI Infokom, hingga 10 menit usai perdagangan dibuka, saham Archi diperdagangkan sebanyak 131,69 juta unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 104,04 miliar. Nilai kapitalisasi pasar Archi mencapai Rp 20,12 triliun. Archi Indonesia memperoleh dana hasil IPO Rp 2,79 triliun dari penjualan 3,72 miliar unit saham atau setara 15%. Harga penawaran Rp 750 per saham.

(Oleh - HR1)

Lonjakan Covid-19 Ancam Pelemahan Ekonomi, IHSG Diprediksi Turun

28 Jun 2021

Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih dalam fase konsolidasi wajar. Secara teknikal, area pergerakan indeks berada pada level antara 5.913 dan 6.123. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (28/6). Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (25/6), IHSG ditutup menguat 0,17% menjadi 6.022. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, secara teknikal, area pergerakan indeks berada pada level antara 5.913 dan 6.123. Pergerakannya masih terlihat betah dalam fase konsolidasi wajar.

Beberapa saham yang dapat menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hanjaya Mandala Samporena Tbk (HMSP), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga menilai IHSG hari ini melemah dengan area support di level 6.005 dan 5.988. Sedangkan area resistance-nya di level 6.084 dan 6.053.

(Oleh - HR1)

Pemilik Lion Air di Balik Super Air Jet

28 Jun 2021

Di tengah pagebluk Covid-19, pemilik Grup Lion Air, Rusdi Kirana menyentak bisnis maskapai penerbangan nasional. Rusdi Kirana dan keluarganya siap mengoperasikan maskapai baru bernama Super Air Jet. Kementerian Perhubungan telah selesai memproses sertifikasi terhadap permohonan Air Operator Certificate (AOC) PT Super Air Jet dengan tipe pesawat Airbus A320, pada Jumat (25/6). Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, menyebutkan Super Air Jet telah memegang Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal dengan Nomor SIUAU/NB-036, yang diterbitkan pada 17 September 2020. "Seluruh tahapan telah dilaksanakan sertifikasi selama sembilan bulan, kata Novie dalam pernyataan resminya, akhir pekan lalu.

Berdasarkan penelusuran KONTAN dari data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, mengacu perubahan terakhir per 31 Agustus 2020, pemegang saham Super Air Jet meliputi tiga pihak, yakni PT Kabin Kita Top, Achmad dan Rudy Lumingkewas. Nama terakhir menjabat Presiden Direktur Lion Air.

Sementara pemilik Kabin Kita Top adalah Farian Kirana dan Davin Kirana, yang masing-masing memiliki 50% saham. Keduanya adalah anak Rusdi Kirana. Farian saat ini menjabat CEO Lion Parcel, lini logistik Grup Lion Air. Hingga tadi malam, Rusdi Kirana dan Farian Kirana belum bisa dimintai konfirmasinya perihal kepemilikan saham maupun rencana bisnis Super Air Jet ke depan. Manajemen Lion Air juga irit bicara. "Mengenai maskapai lain, bukan kapasitas saya untuk memberikan keterangan, ungkap Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, kemarin.

Pengamat penerbangan, Arista Atmadjati menilai, kehadiran SAJ merupakan strategi Grup Lion Air untuk mengisi rute beberapa maskapai yang sudah dan terancam kolaps. "Seperti Kal Star Aviation, PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), PT Transnusa Aviation Mandiri dan PT Whitesky Aviation, itu beberapa contoh maskapai yang hilang, " ungkap dia, kemarin.

Tawar-Menawar Pajak Korporasi Global Pekan Ini

28 Jun 2021

PARIS, Sebanyak hampir 140 negara di seluruh dunia pekan ini akan tawar-menawar detail-detail kunci dari rencana penerapan pajak korporasi global. Sebagian khawatir akan kalah banyak, tapi sebagian lagi semangat betul untuk memastikan para raksasa teknologi membayar pajak sesuai proporsinya. Sebelumnya di bulan ini, kelompok negara ekonomi maju G-7 menyetujui proposal untuk mengenakan tarif minimum atas pajak korporasi global. Tarifnya paling sedikit 15%. Dengan besaran tersebut, diharapkan tidak ada lagi negara yang bersaing menawarkan tarif pajak paling murah bagi para korporasi multinasional, khususnya yang berasal dari sektor teknologi. Rencana ini menjadi satu dari dua pilar reformasi dunia. Yang nantinya juga negara-negara diperbolehkan memajaki laba 100 perusahaan paling untung di dunia. Tidak masalah di mana pun mereka bermarkas. Seperti Google, Facebook, dan Apple.

Presiden AS Joe Biden mendukung adanya pajak ini. Dan menurut dia, Eropa juga menginginkan adanya kesepakatan ini. Sementara itu, negosiasi untuk meloloskan pajak ini menjadi semakin penting karena negara-negara sedang butuh sumber-sumber penerimaan baru. Karena sudah mengeluarkan paket stimulus besar-besaran untuk menyelamatkan ekonomi dari keambrukan selama pandemi Covid-19.

(Oleh - HR1)

Investasi INA Masuk ke Proyek Level Komersial

28 Jun 2021

JAKARTA – Juru Bicara Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Masyita Crystallin mengatakan, karakteristik investasi INA akan masuk ke proyek-proyek yang sudah mencapai level komersial. Sehingga, investasi dilakukan terhadap proyek-proyek yang memiliki interest rate return (IRR) menjual. Untuk itu, pemerintah akan berusaha untuk meningkatkan nilai jual daerah terpencil di mata investor dengan melakukan pembangunan infrastruktur yang dikerjasamakan melalui public private partnership (PPP). Pemerataan pembangunan infrastruktur juga diperlukan agar tercipta sumber ekonomi baru yang tidak hanya berpusat di Pulau Jawa.

Menurut Masyita, masuknya INA ke proyek infrastruktur tol pada tahap awal diyakini akan memberikan mulitiplier effect atau efek berganda bagi daerah sekitar termasuk UMKM. Sebab, akses yang semakin mudah akan memperpendek konektivitas saat mendistribusikan barang. “Konektivitas antarwilayah menjadi murah, banyak daerah maju terkoneksi, sehingga UMKM ikut naik. Secara direct belum ke sana,” ujar dia. Perusahaan patungan ini akan mengelola dana investasi hingga US$ 3,75 miliar atau Rp 54 triliun (kurs Rp 14.300/ US$). Investasi keempat entitas keuangan ini akan difokuskan pada proyek infrastruktur jalan tol yang ada di Indonesia. Bahkan, dalam waktu dekat, INA akan akan melakukan investasi di tiga jalan tol. Meski demikian, ia enggan memberitahukan dengan detail ketiga jalan tol yang akan dimasuki oleh INA tersebut.

(Oleh - HR1)

Juli, Transaksi Dagang RI-Tiongkok Mulai Gunakan Rupiah dan Yuan

28 Jun 2021

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memastikan penggunaan mata uang rupiah dan yuan dalam transaksi perdagangan atau kerja sama local currency settlement (LCS) bisa diterapkan mulai bulan depan. “Dengan Tiongkok, kita sedang siapkan regulatorynya, Juli atau kuartal III-2021 launching dan diterapkan,” ujar Direktur Eksekitif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Donny Hutabarat saat diskusi virtual Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025, Jumat (25/6). LCS merupakan kerja sama Indonesia dengan beberapa bank sen tral negara lain untuk mendorong peng gunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung. Tujuannya, untuk meningkatkan peng gunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Untuk saat ini, Indonesia sudah menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal dengan Malaysia, Thailand, dan Jepang. Bank Sentral mengatakan, saat ini kedua belah pihak juga terus menjalin komunikasi dengan para eksportir dan importir, di mitra negara tersebut. Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 2,36 miliar pada Mei 2021. China selalu berkontribusi terhadap nilai ekspor-impor Tanah Air. Ekspor nonmigas Mei 2021 terbesar adalah ke Tiongkok dengan nilai US$ 3,47 miliar. Adapun pada periode JanuariMei 2021, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar dengan nilai US$ 17,11 miliar atau secara persentase sebesar 21,55%.

(Oleh - HR1)

Minat Investor Bisa Bergeser dari Saham Perbankan ke Bukalapak dan GoTo

28 Jun 2021

JAKARTA – Pencatatan saham perusahaan teknologi bervaluasi besar seperti Bukalapak dan GoTo (Gojek dan Tokopedia) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah peta investasi di pasar. Investor diperkirakan bakal mengalihkan dananya dari saham perbankan ke teknologi, antara lain Bukalapak dan GoTo. Apalagi, sektor perbankan kini menghadapi ancaman peningkatan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL). 

Masuknya Bukalapak dan GoTo juga diyakini akan menggairahkan indeks harga saham gabungan (IHSG). Bukalapak dan GoTo bakal menjadi game changer yang mengubah minat investor, terutama asing. Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham unicorn dan decacorn tersebut menjadi isu bagi investor ke depannya, selain metodologi free float dalam perhitungan indeks saham serta environmental, social, and governance (ESG) investment. “Bukalapak dan GoTo sangat berpotensi mengubah landscape pasar modal Indonesia dalam hal positif. IHSG dalam 3-5 tahun ini tidak terlalu bagus, tertinggi 6.700. Sementara, dunia berubah. Saat pandemi Covid, investasi di farmasi. Ketika tidak ada Covid, investasinya di saham teknologi. Apalagi, Bukalapak dan GoTo bakal punya bobot besar ke indeks dan akan menjadi tujuan investasi asing,” kata Rudiyanto dalam acara The First Indonesia Investor Summit 2021, Minggu (27/6).

(Oleh - HR1)