;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Petani Milenial, Tanaman Hias Jadi Komoditas Unggulan

29 Jun 2021

BANDUNG - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jawa Barat merekomendasikan tanaman hias sebagai komoditas unggulan dalam program Petani Milenial. Selain bernilai ekonomis tinggi dan tidak memerlukan lahan luas, tanaman hias diminati pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Inggris, Siprus, dan Kanada.Kepala Dinas TPH Jabar Dadan Hidayat mengatakan peluang pasar ekspor yang besar dapat memicu petani milenial untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman hias.

Sebelumnya, empat petani milenial binaan Dinas TPH Jabar sukses memanen jagung hibrida di lahan Satpel Cikadu Balai Benih Holtikultura (BBH) Dinas TPH Jabar, Kabupaten Cianjur.Setiap petani milenial menggarap lahan seluas satu hektare untuk komoditas jagung hibrida. Penanaman jagung dilakukan pada 26 Februari 2021. Ini menjadi panen pertama bagi petani milenial binaan Dinas TPH Jabar. Satu hektare lahan menghasilkan 5,5-6 ton jagung hibrida. Harga jagung hibrida berada di angka Rp5.000 per kilogram. Jika ditotalkan, setiap petani milenial mampu mendapatkan Rp27,5 juta. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail mengatakan saat ini Pemprov Jabar berencana terus mengembangkan sektor peternakan dengan meningkatkan jumlah peternak milenial. “Sangat tepat bila kaum milenial terjun di dunia peternakan, karena masyarakat semua dalam keadaan apapun pasti memerlukan hasil-hasil peternakan,” kata Jafar.

(Oleh - HR1)

Salim dan Sampoerna Siap Tambah Modal Bank

29 Jun 2021

Bank-bank kecil tinggal punya waktu enam bulan lagi untuk memenuhi tahapan ketentuan modal inti minimum menjadi Rp 2 triliun. Pencarian calon investor terus dilakukan untuk memperkuat permodalan, meskipun pengendali di beberapa bank masih tetap berkomitmen mengucurkan suntikan modal. Bank Sahabat Sampoerna masih terus melakukan penjajakan dengan beberapa calon investor strategis untuk masuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan ke depan. Salah satu mekanisme membuka pintu baginvestor strategi tersebut adalah lewat initial public offering (IPO).

Jika penjajakan dengan calon investor tidak berhasil, konglomerat keluarga Sampoerna sebagai pengendali berkomitmen memenuhi aturan modal inti hingga Rp 2 triliun pada akhir 2021. "Pemegang saham pengendali telah komitmen memenuhi aturan modal minimum akhir 2021, dengan maupun tanpa investor baru, " kata Henky Suryaputra, Direktur Bank Sampoerna ke KONTAN, Senin (28/6). Per Maret 2021, modal inti bank ini baru mencapai Rp 1,47 triliun. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) akan menambah modal lewat rights issue dengan membidik dana segar sekitar Rp 1 triliun.

Perseroan ini akan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya sekitar 2 miliar unit saham. Modal inti bank ini per kuartal I-2021 baru Rp 1,1 triliun. Salim Group sebagai pengendali saham Bank Ina akan melakukan injeksi modal dengan menyerap haknya dalam penerbitan rights issue. "Untuk sementara ini, existing shareholders menyerap rights issue, kata Daniel Budirahayu, Direktur Utama Bank Ina. Sedangkan bank milik Wings Group, PT Bank Multiarta Sentosa, telah mempersiapkan aksi IPO untuk memenuhi aturan modal inti. Bank ini akan menawarkan sekitar 186,17 juta saham dengan harga Rp 3. 360. Modal inti per Maret 2021 Rp 1,81 triliun. Masa penawaran umum saham IPO pada 24-28 Juni 2021. "Pencatatan di BEl akan dilakukan pada 30 Juni 2021," tulis manajemen bank tersebut dalam keterbukaan informasi.

PT Bank Bisnis Indonesia Tbk (BBSI) akan melakukan rights issue pada kuartal IV mendatang untuk memenuhi modal inti minimal Rp 2 triliun. Namun, belum ada update apakah ada investor baru selain Kredivo yang mencaplok 24% saham bank ini pada Mei lalu. "Jumlah saham yang akan diterbitkan belum ditentukan. Investor baru atau diserap pemegang saham eksisting belum ada update informasi, " kata Paulus Wijaya, Sekretaris Perusahaan Bank Bisnis.

PLN Kembangkan 104 Desa Wisata Melalui Program TJSL

29 Jun 2021

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan, PLN telah berkomitmen untuk mengembangkan Program Desa Wisata di 80 lokasi tersebar di wilayah Indonesia. Dengan nilai bantuan mencapai Rp 7,4 miliar di tahun 2021 ini.

Agung menjelaskan, program TJSL Desa Wisata ini bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis desa. Salah satu Desa Wisata Unggulan yang telah dibina oleh PLN adalah Wisata Edukasi Terpadu (WET) Sendi yang berada di Jawa Timur. Lokasi ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alam saja namun berbagai wisata edukasi terpadu yang dapat dinikmati pengunjung di lokasi seperti Kawasan wisata outbond hingga agro wisata pertanian.

Pengembangan Desa Wisata Sendi yang dilakukan PLN berfokus pada pembangunan infrastruktur, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat sehingga mampu bertransformasi layaknya sebuah wisata edukasi berwawasan lingkungan dan budaya yang membawa peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi warga.


OJK sebut bank digital hadapi sejumlah tantangan apa saja?

29 Jun 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan menghadapi sejumlah tantangan dalam mengadopsi teknologi dan menjalankan transformasi digital dalam aktivitas bisnisnya. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat mengatakan, salah satu tantangan terbesar dalam transformasi digital perbankan ialah terkait pengelolaan, pertukaran dan perlindungan data nasabah. Padahal, data menjadi aset yang sangat berharga sebagai kunci daya saing bisnis di era disrupsi teknologi saat ini.

Tantangan berikutnya yang perlu diwaspadai adalah potensi serangan siber. "Sangat disadari penggunaan IT (teknologi informasi) secara masif akan meningkatkan risiko serangan siber yang dapat juga berakibat pada kebocoran atau pencurian data nasabah," katanya. Penggunaan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat menimbulkan risiko terkait penerapan algoritma. Maka itu, bank perlu berhati-hati mengimplementasikan AI dalam proses bisnisnya.

(Oleh - HR1)

Singapura Mau Jadi Pusat E-commerce

29 Jun 2021

Singapura berkeinginan untuk menjadi pusat kegiatan (hub) e-commerce terkemuka di Asia, walau harus menghadapi tantangan-tantangan di depannya. Hal ini seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi digital.Pandemi Covid-19 telah membentuk ulang perilaku konsumen di seluruh dunia sehingga semakin banyak orang di kawasan ini yang berbelanja daring (online). Ekonomi digital Asia Tenggara pun telah mengalami pertumbuhan yang signifikan.“E-commerce di Asia Tenggara mengalami lonjakan. Namun yang membedakan di Singapura adalah kebijakan, dan inisiatifnya yang membantu menumbuhkan lingkungan bagi industri digital dan ekonomi digital untuk berkembang. Tetapi, negara kota itu juga menghadapi kekurangan keterampilan dalam hal talenta digital. Padahal itu sangat penting untuk ambisinya menjadi pemain e-commerce global,” ujar Country Director Google Singapura Ben King kepada Christine Tan dari CNBC.

Kepala ekonom OCBC Bank di Singapura, Selena Ling mengungkapkan agar Singapura dapat memanfaatkan tren ini. Ada beberapa faktor perlu disatukan untuk mendorong pertumbuhan itu.“Anda harus memiliki populasi yang cukup paham internet, penetrasi seluler yang tinggi (dan) konektivitas internet yang baik dan terjangkau. Banyak penawaran baik dari segi barang maupun jasa juga penting,” tambah Ling.Sebagai bagian dari strategi e-commerce Singapura, pemerintah berencana meluncurkan dua jaringan 5G di seluruh negara kota pada 2025. Jaringan 5G, adalah generasi berikutnya dari konektivitas internet seluler yang menjanjikan kecepatan lebih cepat.

(Oleh - HR1)

BI Masih Kaji Kebijakan Penerbitan Rupiah Digital

29 Jun 2021

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya sedang dalam tahap penyusunan kebijakan central bank digital currency (CBDC) atau rupiah digital. Dalam hal ini, BI bertugas sebagai pihak yang mencetak dan mengedarkan rupiah digital termasuk menentukan platform yang ikut menyalurkan.“Rancangan itu yang sedang kita siapkan, termasuk pusat data, keamanan, dan manajemen cyber. Tentu saja (BI) juga melihat pengalaman negara lain, sekarang belum ada negara yang menerbitkan mata uang digital. Di Tiongkok dan Swiss sedang uji coba.,” ucap Perry pada acara Focus Group Discussion (FGD) Bank Indonesia dengan para Pemimpin Redaksi Media Massa yang berlangsung secara virtual, Senin (28/6/2021).

Langkah berikutnya yaitu mempersiapkan distribusi untuk penyaluran mata uang digital. Distribusi akan dilakukan wholesaler. Sedangkan pihak yang bisa menjadi wholesaler yaitu pelaku pasar uang, digital banking maupun payment services. Wholesaler akan diberikan lisensi untuk mengedarkan secara ritel, bisa melalui Quick Response Indonesia Standard (QRIS).“Hal ini menjadi lebih efisien karena penyelesaian tidak lagi melalui rekening bank, tetapi pusat digital rupiah ada di BI sehingga kita benar-benar bisa melihat perkembangannya,” ucap Perry.Mengenai platform rupiah digital, Perry mengatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan bank sentral lain. Apakah mau menggunakan blockchain atau platform lain. Diskusi dilakukan dengan bank sentral lain agar rupiah digital dapat berada di platform dengan teknologi yang kompatibel.“Setahu kami belum ada bank sentral yang boleh menggunakan uang digital mereka baru di tahap uji coba,” kata Perry.

(Oleh - HR1)

Jasa Marga Jual Saham Jalan Tol ke Astra

29 Jun 2021

JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menjual 14% saham PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ), anak usaha perseroan yang mengelola Tol JORR W2 Utara (UlujamiKebon Jeruk). Saham tersebut dibeli oleh Astra Infra melalui PT Jakarta Marga Jaya (JMJ). Sebelum pelaksanaan divestasi, Jasa Marga menguasai 65% saham MLJ dan JMJ memiliki 35% saham. Setelah divestasi, kepemilikan Jasa Marga di MLJ tersisa 51%. Sedangkan kepemilikan JMJ di MLJ bertambah menjadi 49%. “Secara resmi divestasi 14% kepemilikan saham Jasa Marga di MLJ dilakukan melalui penandatanganan akta jual beli saham atau sale purchase agreement (SPA) dengan Jakarta Marga Jaya (JMJ) pada Senin (28/6) secara sirkuler karena penerapan protokol kesehatan,” kata Corporate Secretary Jasa Marga Reza Febriano dalam keterangan tertulis, kemarin

“Pemegang saham mempertimbangkan saat ini Jasa Marga perlu memperkuat capital structure di tengah pandemi Covid-19 yang turut berdampak terhadap bisnis perseroan,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru. Dia menegaskan, hal tersebut mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlanjut hingga saat ini, serta beberapa ruas tol milik Jasa Marga yang baru selesai dan masuk pada tahap awal operasional.

(Oleh - HR1)

100 Gerai Matahari Terdampak PPKM Mikro

28 Jun 2021

Manajemen PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyatakan sebanyak 100 gerai ritel perusahaan terdampak Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang mulai berlaku sejak 22 Juni 2021 lalu. Disampaikan lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahan menyatakan 100 gerai terdampak mewakilkan 67 persen jumlah gerai Matahari dan 71 persen total penjualan. Meningkat 26 gerai sejak pembatasan dimulai. Dari total, ada beberapa gerai terdampak harus ditutup pada jam 6 sore.

Manajemen menyampaikan gerai di wilayah Jawa, termasuk Jabodetabek, paling terdampak. Sebarannya sebanyak 71 gerai berada di Pulau Jawa, 19 gerai di Pulau Sumatera, 4 gerai di Pulau Kalimantan, dan lainnya di luar wilayah tersebut.

Sekitar 30 persen dari total gerai terdampak atas pembatasan kunjungan mal atau pengalihan lalu lintas jalan. Sementara itu, di sisi lain, pembatasan kapasitas peritel makanan dan minuman yang mengurangi kunjungan ke mal berdampak pada 42 persen dari total gerai.


Nilai Ekonomis Ikan Cupang Disebut Capai Rp49 Miliar

28 Jun 2021

Jakarta, Budidaya ikan cupang di Kediri disebut mempunyai nilai ekonomis hingga Rp49 miliar lebih dalam setahun. Hal ini diungkap Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana seraya menambahkan budi daya ikan cupang di Kabupaten Kediri merupakan produk perikanan andalan, selain ikan lele dan koi. "Kediri dikenal sebagai penghasil ikan cupang terbesar di Indonesia. Dalam satu tahun ada sekitar 110 juta ikan cupang yang dihasilkan, dengan nilai ekonomis mencapai Rp49 miliar lebih," katanya dalam acara kontes ikan cupang di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Minggu (27/6).

Kontes ikan cupang digelar di Kabupaten Kediri, diikuti peserta pemilik ikan cupang, baik dalam maupun luar negeri. Kontes digelar di Convention Hall SLG Kabupaten Kediri dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih pandemi COVID-19. Kontes ini juga berhasil memecahkan dua rekor MURI kategori peserta kontes dengan jumlah peserta terbanyak dan kontes dengan total hadiah terbesar. Dalam kontes ikan cupang tersebut tercatat jumlah ikan yang ikut serta dilombakan adalah 2.457 ekor. Jumlah ini mengalahkan kontes yang sama di Padang, Sumatera Barat, pada 2017.

(Oleh - HR1)


Utang pemerintah meningkat, Ketua Banggar DPR: Tak perlu panik

28 Jun 2021

Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah meminta publik tidak perlu panik berlebihan merespons utang pemerintah yang meningkat selama pandemi sebagaimana yang dikhawatirkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Per Mei 2021, utang pemerintah Indonesia meningkat 22 persen menjadi Rp6.418,15 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp5.258,7 persen triliun. Sementara, rasio utang pemerintah per Mei 2021 mencapai 40,49 persen, melonjak dibandingkan posisi Mei 2020 lalu 32,09 persen.

(Oleh - HR1)