Ekonomi
( 40460 )BI Masih Kaji Kebijakan Penerbitan Rupiah Digital
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya sedang dalam tahap penyusunan kebijakan central bank digital currency (CBDC) atau rupiah digital. Dalam hal ini, BI bertugas sebagai pihak yang mencetak dan mengedarkan rupiah digital termasuk menentukan platform yang ikut menyalurkan.“Rancangan itu yang sedang kita siapkan, termasuk pusat data, keamanan, dan manajemen cyber. Tentu saja (BI) juga melihat pengalaman negara lain, sekarang belum ada negara yang menerbitkan mata uang digital. Di Tiongkok dan Swiss sedang uji coba.,” ucap Perry pada acara Focus Group Discussion (FGD) Bank Indonesia dengan para Pemimpin Redaksi Media Massa yang berlangsung secara virtual, Senin (28/6/2021).
Langkah berikutnya yaitu mempersiapkan distribusi untuk penyaluran mata uang digital. Distribusi akan dilakukan wholesaler. Sedangkan pihak yang bisa menjadi wholesaler yaitu pelaku pasar uang, digital banking maupun payment services. Wholesaler akan diberikan lisensi untuk mengedarkan secara ritel, bisa melalui Quick Response Indonesia Standard (QRIS).“Hal ini menjadi lebih efisien karena penyelesaian tidak lagi melalui rekening bank, tetapi pusat digital rupiah ada di BI sehingga kita benar-benar bisa melihat perkembangannya,” ucap Perry.Mengenai platform rupiah digital, Perry mengatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan bank sentral lain. Apakah mau menggunakan blockchain atau platform lain. Diskusi dilakukan dengan bank sentral lain agar rupiah digital dapat berada di platform dengan teknologi yang kompatibel.“Setahu kami belum ada bank sentral yang boleh menggunakan uang digital mereka baru di tahap uji coba,” kata Perry.
(Oleh - HR1)Jasa Marga Jual Saham Jalan Tol ke Astra
JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
menjual 14% saham PT Marga Lingkar
Jakarta (MLJ), anak usaha perseroan yang
mengelola Tol JORR W2 Utara (UlujamiKebon Jeruk). Saham tersebut dibeli oleh
Astra Infra melalui PT Jakarta Marga Jaya
(JMJ).
Sebelum pelaksanaan divestasi,
Jasa Marga menguasai 65% saham
MLJ dan JMJ memiliki 35% saham.
Setelah divestasi, kepemilikan Jasa
Marga di MLJ tersisa 51%. Sedangkan kepemilikan JMJ di MLJ
bertambah menjadi 49%.
“Secara resmi divestasi 14%
kepemilikan saham Jasa Marga
di MLJ dilakukan melalui penandatanganan akta jual beli saham
atau sale purchase agreement (SPA)
dengan Jakarta Marga Jaya (JMJ)
pada Senin (28/6) secara sirkuler
karena penerapan protokol kesehatan,” kata Corporate Secretary
Jasa Marga Reza Febriano dalam
keterangan tertulis, kemarin
“Pemegang saham mempertimbangkan saat ini Jasa Marga perlu
memperkuat capital structure di
tengah pandemi Covid-19 yang
turut berdampak terhadap bisnis
perseroan,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga
Dwimawan Heru.
Dia menegaskan, hal tersebut
mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlanjut hingga saat ini, serta beberapa
ruas tol milik Jasa Marga
yang baru selesai dan masuk
pada tahap awal operasional.
(Oleh - HR1)
100 Gerai Matahari Terdampak PPKM Mikro
Manajemen PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyatakan sebanyak 100 gerai ritel perusahaan terdampak Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang mulai berlaku sejak 22 Juni 2021 lalu. Disampaikan lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahan menyatakan 100 gerai terdampak mewakilkan 67 persen jumlah gerai Matahari dan 71 persen total penjualan. Meningkat 26 gerai sejak pembatasan dimulai. Dari total, ada beberapa gerai terdampak harus ditutup pada jam 6 sore.
Manajemen menyampaikan gerai di wilayah Jawa, termasuk Jabodetabek, paling terdampak. Sebarannya sebanyak 71 gerai berada di Pulau Jawa, 19 gerai di Pulau Sumatera, 4 gerai di Pulau Kalimantan, dan lainnya di luar wilayah tersebut.
Sekitar 30 persen dari total gerai terdampak atas pembatasan kunjungan mal atau pengalihan lalu lintas jalan. Sementara itu, di sisi lain, pembatasan kapasitas peritel makanan dan minuman yang mengurangi kunjungan ke mal berdampak pada 42 persen dari total gerai.
Nilai Ekonomis Ikan Cupang Disebut Capai Rp49 Miliar
Jakarta, Budidaya ikan cupang di Kediri disebut mempunyai nilai ekonomis hingga Rp49 miliar lebih dalam setahun. Hal ini diungkap Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana seraya menambahkan budi daya ikan cupang di Kabupaten Kediri merupakan produk perikanan andalan, selain ikan lele dan koi.
"Kediri dikenal sebagai penghasil ikan cupang terbesar di Indonesia. Dalam satu tahun ada sekitar 110 juta ikan cupang yang dihasilkan, dengan nilai ekonomis mencapai Rp49 miliar lebih," katanya dalam acara kontes ikan cupang di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Minggu (27/6).
Kontes ikan cupang digelar di Kabupaten Kediri, diikuti peserta pemilik ikan cupang, baik dalam maupun luar negeri. Kontes digelar di Convention Hall SLG Kabupaten Kediri dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih pandemi COVID-19. Kontes ini juga berhasil memecahkan dua rekor MURI kategori peserta kontes dengan jumlah peserta terbanyak dan kontes dengan total hadiah terbesar. Dalam kontes ikan cupang tersebut tercatat jumlah ikan yang ikut serta dilombakan adalah 2.457 ekor. Jumlah ini mengalahkan kontes yang sama di Padang, Sumatera Barat, pada 2017.
(Oleh - HR1)
Utang pemerintah meningkat, Ketua Banggar DPR: Tak perlu panik
Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah meminta publik tidak perlu panik berlebihan merespons utang pemerintah yang meningkat selama pandemi sebagaimana yang dikhawatirkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Per Mei 2021, utang pemerintah Indonesia meningkat 22 persen menjadi Rp6.418,15 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp5.258,7 persen triliun. Sementara, rasio utang pemerintah per Mei 2021 mencapai 40,49 persen, melonjak dibandingkan posisi Mei 2020 lalu 32,09 persen.
(Oleh - HR1)
KKP yakini peningkatan ekspor ungkit kinerja ekonomi masa pandemi
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyakini dengan tercatatnya peningkatan ekspor kelautan dan perikanan seiring naiknya permintaan global juga akan mengungkit kinerja perekonomian nasional masa pandemi."Sektor kelautan dan perikanan mencatatkan kinerja positif selama lima bulan awal 2021," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarti di Jakarta, Senin.Bahkan, lanjutnya, neraca perdagangan sektor ini surplus 1,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp27 triliun, atau naik 3,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Secara kumulatif, nilai ekspor produk perikanan pada Januari–Mei, mencapai 2,1 miliar dolar. Angka ini naik 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.
Artati mengungkapkan jajarannya berperan aktif dalam peningkatan ekspor antara lain melakukan komunikasi dengan Perwakilan RI di berbagai negara guna memfasilitasi kebutuhan para eksportir. Selain itu, pihaknya juga memastikan hambatan dan permasalahan ekspor dapat diminimalisir dengan antisipasi dan komunikasi lintas otoritas kompeten terutama di pasar Tiongkok dan Amerika Serikat.
(Oleh - HR1)
Kasus baru COVID-19 terus meningkat, rupiah melemah
Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah seiring penguatan dolar dan juga kasus baru COVID-19 yang terus meningkat.Pada pukul 10.16 WIB, rupiah menguat 35 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp14.460 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.425 per dolar AS. "Sentimen penguatan dolar AS nampak bertahan di awal sesi Senin, didukung optimisme kembali membaiknya perekonomian di AS, dengan pelaku pasar menantikan laporan tenaga kerja bulanan AS yang akan dirilis di akhir pekan nanti," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
(Oleh - HR1)
Fokus Bisnis Inti, Alfamart Lepas 90% Saham Unit Logistik Alfatrex
Sumber Alfaria Trijaya, pengelola Alfamart, sebelumnya memiliki 99,96% saham SWS, anak usaha bidang logistik dengan merek dagang Alfatrex. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola Alfamart mengalihkan 90% kepemilikan sahamnya di PT Sumber Wahana Sejahtera (SWS) kepada PT Galaxy Mitra Global (GMG). Sebelum dialihkan, Sumber Alfaria memiliki 99,96% saham dan menjadi pengendali anak usahanya tersebut. Pengalihan saham itu diresmikan dalam penandatanganan perjanjian definitif antara Sumber Alfaria dan GMG. Aksi ini juga merupakan tindak lanjut dari lembar ketentuan indikatif (term sheet) yang sebelumnya disepakati kedua pihak pada 26 Maret 2021.
Direktur Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widlan menyampaikan hal ini dilakukan karena pengelola gerai Alfamart itu ingin mengembalikan fokus kegiatan bisnis induk usaha dan anak usahanya. Pada 23 Juni lalu, pengelola waralaba gerai kebutuhan pokok ini memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait perubahan anggaran dasar perusahaan. Perseroan mengubah anggaran dasar terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perusahaan.
(Oleh - HR1)
IPO Jumbo Rp 2,7 T, Harga Saham Archi Milik Peter Sondakh Melesat 13%
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO), Senin (28/8). Harga saham perusahaan tambang pure-play emas ini langsung naik hingga 13,3% menyentuh harga Rp 850 pada awal perdagangan. Berdasarkan data RTI Infokom, hingga 10 menit usai perdagangan dibuka, saham Archi diperdagangkan sebanyak 131,69 juta unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 104,04 miliar. Nilai kapitalisasi pasar Archi mencapai Rp 20,12 triliun.
Archi Indonesia memperoleh dana hasil IPO Rp 2,79 triliun dari penjualan 3,72 miliar unit saham atau setara 15%. Harga penawaran Rp 750 per saham.
(Oleh - HR1)
Lonjakan Covid-19 Ancam Pelemahan Ekonomi, IHSG Diprediksi Turun
Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih dalam fase konsolidasi wajar. Secara teknikal, area pergerakan indeks berada pada level antara 5.913 dan 6.123. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (28/6). Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (25/6), IHSG ditutup menguat 0,17% menjadi 6.022. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, secara teknikal, area pergerakan indeks berada pada level antara 5.913 dan 6.123. Pergerakannya masih terlihat betah dalam fase konsolidasi wajar.
Beberapa saham yang dapat menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hanjaya Mandala Samporena Tbk (HMSP), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga menilai IHSG hari ini melemah dengan area support di level 6.005 dan 5.988. Sedangkan area resistance-nya di level 6.084 dan 6.053.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









