Ekonomi
( 40554 )World Bank Sarankan Cukai Tembakau Indonesia Naik
World Bank dalam laporannya yang berjudul Indonesia Economic Prospects menyarankan agar pemerintah Indonesia meningkatkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau rokok pada 2022. Cara itu diyakini bisa meningkatkan penerimaan negara di tahun depan.
Secara bersamaan, World Bank juga menilai pemerintah Indonesia dapat melakukan penyederhanaan struktur CHT saat ini yang terdapat sepuluh layer. Dengan demikian, semakin banyak industri rokok yang menyetor cukai dengan tarif lebih tinggi dari saat ini.
Dalam laporan yang dipublikasikan Juni 2021 itu, World Bank mengatakan kebijakan fiskal tersebut dapat menolong pemerintah untuk menyehatkan fiskal. Pasalnya, realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 6,09% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Adapun pemerintah menargetkan, penerimaan perpajakan cukai pada 2022 tumbuh 5%-8% dari proyeksi tahun ini sebesar Rp 173,78 triliun. Artinya, tahun depan target penerimaan cukai sebesar Rp 182,46 triliun sampai dengan Rp 187,68 triliun.
China Larang Bitcoin, Penambang 'Kabur' ke AS hingga RI
Jakarta, Sejumlah penambang uang kripto di China mulai pindah dan menjual mesin tambang mereka ke luar negeri, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Rusia, Kazakhstan, hingga Indonesia. Ini merupakan dampak dari larangan dan tindakan keras China terhadap uang kripto, seperti bitcoin dan lainnya."Banyak penambang keluar dari bisnis (uang kripto) untuk mematuhi kebijakan pemerintah (China). Mesin tambang (uang kripto) dijual seperti besi tua," ungkap Mike Huang, seorang operator tambang uang kripto di Sichuan, China, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (25/6).Huang Dezhi, operator tambang uang kripto lain di Sichuan mengaku juga sudah melakukan penjajakan ke luar negeri seperti Kazakhstan. Sichuan sendiri merupakan salah satu kawasan yang terkenal sebagai pusat penambangan bitcoin nomor dua di China setelah Xinjiang.
Pindahnya para penambang uang kripto di China merupakan dampak lanjutan dari larangan pemerintah negeri tirai bambu terhadap bitcoin dan lainnya di negara mereka. Sebelumnya, larangan ini memberi dampak pada penurunan harga berbagai uang kripto, misalnya harga bitcoin yang jatuh dari kisaran US$60 ribu menjadi US$30 ribu per koin. China mengambil kebijakan ini untuk menghindari risiko spekulatif uang kripto terhadap pasar keuangan mereka. Di saat yang sama, bank sentral China tengah menguji mata uang digitalnya sendiri.
(Oleh - HR1)
Utang Pemerintah Semakin Berat
Laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas keuangan pemerintah pusat tahun 2020 jelas-jelas telah menunjukkan tren penambahan utang dan biaya bunga yang telah melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun yang sama. Karena itu, pemerintah dan DPR harus dapat mengendalikan diri dalam membuat kebijakan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terkendali, sekaligus cermat mengatasi pagebluk Covid-19. Tidak ada perbaikan ekonomi tanpa mengatasi pandemi.
Jadi, kebijakan politik ekonomi anggaran usulan presiden dan keputusan di DPR menjadi penyebab utang Indonesia yang sangat besar sekarang ini dan defisit anggaran menjadi sangat lebar. Di masa presiden sebelumnya, politik anggaran dijalankan dengan hati-hati, perubahan defisit dari 1% terhadap PDB menjadi 2% begitu susah. Tetapi sekarang perubahan defisit dari 2% PDB menjadi 6% PDB dilakukan dengan gampang karena alasan untuk penanganan Covid-19.
Jadi, pelebaran defisit untuk alasan mengatasi Covid-19 menjadi tidak benar. Yang masuk akal adalah dugaan lobi politik yang kuat masuk ke dalam pemerintahan dan DPR, selain korupsi bisa berpeluang lebih besar dilakukan pada masa krisis, seperti kasus Bansos. Masalah utang yang bersamaan dengan krisis pandemi saat ini akan menjadi beban berat dan lebih berat lagi pada periode pemerintahan berikutnya. Beban berat utang sekarang ini akan terus bertambah dan kemudian diwariskan pada pemimpin berikutnya. Kecuali ada keinginan untuk mengerahkan kekuatan politik dan publik untuk melanggengkan kepemimpinan nasional menjadi tiga periode dengan mengubah Undang-Undang Dasar.
(Oleh - HR1)
Kelebihan Cost Recovery Rp 4,24 T Belum Dikembalikan ke Pemerintah
JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan, hingga kini pemerintah belum menerima
pengembalian atas kelebihan
pembebanan cost recovery
pada proyek-proyek industri
hulu minyak dan gas bumi
(migas) 2018 yang nilainya
mencapai Rp 4,24 triliun. Ini
didasarkan hasil pemeriksaan
dengan tujuan tertentu atas
pelaksanaan proyek dan rantai
suplai tahun 2018 pada SKK
Migas dan Kontraktor Kontrak
Kerja Sama (KKKS).
“Permasalahan yang perlu
mendapat perhatian adalah
pemerintah belum menerima
tambahan bagian negara atas
kelebihan pembebanan cost
recovery sebesar US$ 294,72
juta, GBP 3,18 juta, NOK 14,79
juta, dan EUR 29,62 ribu atau
total sebesar Rp 4,24 triliun,”
tulis BPK dalam Ikhtisar Hasil
Pemeriksaan Semester (IHPS)
II Tahun 2020 yang dikutip
Investor Daily, Kamis (24/6).
Sedangkan kelebihan pembebanan yang terakhir diakibatkan oleh penyelesaian
pekerjaan lease purchase of
floating production unit (FPU)
untuk pengembangan lapangan MDA-MBH pada KKKS
Husky-CNOOC Madura Ltd
(HCML) yang berlarut-larut.
“Akibatnya, terdapat denda
keterlambatan penyelesaian
pekerjaan yang belum dikenakan minimal sebesar US$
19,52 juta,” kata BPK.
(Oleh - HR1)
Ekspor Perikanan ke Tiongkok Diperketat
JAKARTA – Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) memperketat ekspor produk
hasil perikanan ke pasar Tiongkok dengan
mewajibkan unit penanganan dan pengolahan ikan (UPI) di Tanah Air menerapkan
protokol kesehatan ketat dalam proses
produksinya. Hal itu menyusul penemuan 20
kasus paparan Covid-19 pada produk hasil
perikanan asal Indonesia oleh otoritas Tiongkok baru-baru ini.
Menteri KP Sakti Wahyu
Trenggono mengatakan, belum
lama ini, produk hasil perikanan
Indonesia yang diproduksi 14
UPI di Tanah Air dikembalikan
oleh otoritas Tiongkok dalam
hal ini General Administration
of Custom the people's Republik of China (GACC) karena
terindikasi atau terpapar virus
Covid-19. “Ada 20 kasus produk
dari 14 UPI yang terpapar Covid-19. Untuk menindaklanjutinya, seluruh UPI telah kami
lakukan inspeksi. Kami juga
menerapkan langkah-langkah
strategis yakni KKP melakukan
pertemuan bilateral dengan
GACC untuk menghindari kasus
serupa ke depan,” kata Menteri
Trenggono saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta,
Kamis (24/6).
Trenggono menjelaskan, pertemuan bilateral dengan GACC
dilakukan untuk memastikan
UPI-UPI di Indonesia mempunyai prosedur dan melaksanakan
proses desinfeksi terhadap
sarana dan prasarananya, termasuk kemasan dari supplier
dan proses pengemasan itu
sendiri. Di sisi lain, UPI harus
memastikan telah melakukan
pengujian kemasan pada produk
hasil perikanannya. “Selain itu,
akan dilakukan penerapan penghentian sementara (suspend)
untuk ekspor ke Tiongkok
apabila (UPI) tidak menerapkan
protokol kesehatan ketat dan
memberi jaminan keamanan
(pangan) hasil perikanan,” kata
dia.
Di sisi lain, merespons lonjakan kasus Covid-19 di berbagai
daerah maka untuk menjaga
produktivitas industri perikanan,
khususnya skala menengah besar orientasi pasar ekspor, Ditjen
Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP membagikan panduan Sanitasi dan Higiene Plus
pengendalian risiko Covid-19 di
UPI. “KKP, khususnya Ditjen
PDSPKP, serta Dinas KP setempat siap memberikan bimbingan
penerapan panduan ini," kata
Dirjen PDSPKP KKP Ar tati
Widiarti. Seluruh pemasok dan
UPI harus menguatkan penerapan prinsip-prinsip Sanitasi dan
Higiene Plus untuk memberikan
perlindungan pada karyawannya
dan juga produk perikanan yang
ditangani atau diolah.
National Chief Technical Advisor Global Quality and Standard
Programme (GQSP) Indonesia
Pelatihan Bercocok Tanam
Peserta rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) mengikuti pelatihan bercocok tanam di Balai Residen Galih Pakuan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin bagi para peserta rehabilitasi guna melatih kemandirian dan
keterampilan agar dapat berdaya saing di dunia kerja, sehingga dapat meninggalkan kebiasaan lama mengonsumsi Napza.
Beritasatu Photo/Uthan AR
Sakti Wahyu Trenggono
SMART-Fish 2 Sudari Pawiro
menilai, pandemi Covid-19 telah
memaksa penerapan tindakantindakan baru atau ekstra yang
disebut sebagai new normal,
tidak terkecuali di UPI. Kendati
tindakan sanitasi dan higiene
sudah merupakan hal yang rutin dilakukan oleh UPI, namun
dalam masa pandemi ini tidak
bisa menggunakan prinsip business as usual.
(Oleh - HR1)
Bukalapak Siap lepas 25% Saham ke Publik
JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk berencana
mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek
Indonesia (BEI) dengan kode saham BUKA pada
29 Juli 2021. Perusahaan e-commerce itu siap
melepas sebanyak-banyaknya 25% saham melalui
penawaran umum perdana (initial public offering/
IPO).
Berdasarkan materi IDX Mini
Expose disebutkan bahwa Bukalapak
akan melangsungkan penawaran
awal (bookbuilding) dan roadshow
pada 28 Juni 2021. Penawaran umum
dijadwalkan pada 23-27 Juli 2021.
Bukalapak menunjuk Mandiri
Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas sebagai joint lead managing
underwriter, serta UBS Sekuritas
Indonesia sebagai domestic underwriter. Selain itu, Bukalapak
menunjuk UBS dan BofA Securities
sebagai joint global coordinators.
UBS, BofA Securities, dan Mandiri
Sekuritas juga bertindak sebagai
joint bookrunners.
Terkait kinerja keuangan, Bukalapak tercatat masih rugi sepanjang tahun lalu sebesar Rp 1,34
triliun. Namun, rugi tersebut
turun 51,73% dibandingkan 2019
yang mencapai Rp 2,79 triliun.
Sedangkan pendapatan bersih
naik 25,55% menjadi Rp 1,35 triliun
pada 2020 dari tahun sebelumnya
Rp 1,07 triliun. Sementara, kerugian operasional tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,83 triliun, turun
dibandingkan 2019 yang sebesar
Rp 2,84 triliun.
Perseroan juga mencatatkan
penurunan beban penjualan dan
pemasaran menjadi Rp 1,51 triliun
dari tahun sebelumnya Rp 2,32
triliun. Sedangkan beban umum
dan administrasi naik menjadi Rp
1,49 triliun dari tahun sebelumnya
Rp 1,26 triliun. Liabilitas Bukalapak
sebesar Rp 985,82 miliar dan ekuitas
Rp 1,6 triliun. Adapun total aset
perusahaan meningkat menjadi
Rp 2,59 triliun dari sebelumnya Rp
2,05 triliun.
Sementara itu, VP of Corporate
Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu enggan berkomentar terkait
materi IDX Mini Expose soal rencana IPO tersebut.“Kami senantiasa
mengeksplorasi kesempatan bagi
perusahaan untuk terus bertumbuh
dan berkembang secara finansial.
Namun, untuk saat ini, kami belum
membuat keputusan apapun,” kata
dia kepada Investor Daily, Kamis
(24/6).
(Oleh - HR1)
Bursa Aset Kripto Diharapkan Bantu Ekonomi Indonesia
JAKARTA, Kehadiran bursa khusus aset kripto di Indonesia yang rencananya dapat diluncurkan pada akhir tahun ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Pasalnya, sebagai sebuah ekosistem investasi, aset kripto di Indonesia dinilai belum membawa dampak menyegarkan bagi perekonomian Indonesia. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, aset kripto saat ini belum memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi, beda halnya dengan obligasi dan saham yang sudah menunjukkan kontribusinya ke negara. Hal ini termasuk dari sisi perpajakan. ”Dampak perekonomiannya (aset kripto) belum ada, kalau sekedar beranak pinak tapi tidak masuk ke hal-hal riil, lalu manfaat buat negara dalam bangun ekonomi apa. Ini jadi sekedar perjudian atau spekulatif. Diharapkan dengan adanya bursa kripto bisa jadi model atau sumber dana baru bagi perekonomian,” katanya dalam diskusi publik ”Plus Minus Investasi Aset Kripto”, Kamis (24/6).
(Oleh - HR1)
Diversifikasi Portofolio demi Meredam Risiko
Pemerintah berupaya menjaga risiko pembiayaan utang di tengah kebutuhan belanja yang meningkat untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dan menopang pemulihan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, meski tekanan pasar keuangan telah mereda, volatilitas ke depan masih perlu diwaspadai, khususnya terhadap beban bunga utang pemerintah.
Tahun ini defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditargetkan sebesar 5,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sri Mulyani memastikan utang pemerintah dikelola secara terbuka dan transparan serta dapat dipertanggung jawabkan. Salah satunya melalui diversifikasi portofolio utang.
Hingga akhir Mei 2021, realisasi pembiayaan utang mencapai Rp 330,1 triliun. Berdasarkan komposisi utang pemerintah pusat dalam bentuk surat berharga negara (SBN) domestik, hingga akhir April 2021 jumlahnya mencapai 67,30 persen. Sri Mulyani menuturkan penerbitan utang dilakukan dengan strategi oportunistis, yaitu dengan memantau pasar serta memasuki pasar dalam kondisi yang kondusif untuk mendapatkan biaya yang efisien.
Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, menilai tingkat keterserapan surat utang pemerintah tetap tinggi. Hal ini terbukti dari hasil lelang yang cukup solid di tengah fluktuasi pasar global dan domestik. Deni berujar jumlah penawaran yang masuk dalam lelang pekan ini mencapai Rp 69,95 triliun, didukung oleh likuiditas pasar keuangan domestik yang masih relatif tinggi.
Kripto Masih Jauh dari Bear Market
NEW YORK – Penurunan harga
bitcoin yang sempat di bawah US$
30.000 pada Selasa (22/6) kembali
membangkitkan perdebatan soal
kemerosotan nilai mata uang kripto
(cryptocurrency), seperti dogecoin,
XRP, dan lainnya. Yang juga mengalami penurunan tajam dalam 24
jam terakhir.
Namun, para ahli mengatakan
fundamental bitcoin bagus dan
kondisi pasar pada 2021 sangat
berbeda dari kehancuran besar-besaran terakhir kripto pada 2018.
“Kami jauh dari bear market, hanya para pedagang yang panik atas
teknis yang terlihat di bursa seperti
volume dan aksi harga,” ujar analis
dan ahli statistik on-chain Willy
Woo kepada CNBC.
Sebagai informasi sejak harga
bitcoin memuncak lebih dari US$
63.000 pada April, kondisi beberapa
bulan terakhir ini telah membuat
mata uang kripto terbesat di dunia
mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya adalah langkah-langkah
tegas yang dilakukan Tiongkok
terhadap para penambang bitcoin
di seluruh negeri, dan memperparah keadaan bitcoin.
“Kabar baru-baru ini tentang
penutupan tambang Tiongkok
sudah sangat mengingatkan Tiongkok setiap beberapa tahun.
Mereka telah melarang perbankan
menggunakan bitcoin, tetapi ini
sebenarnya berbeda. Saya belum
pernah melihat eksodus seperti ini
sebelumnya,” kata Darin Feinstein,
pendiri Blockcap, salah satu operator penambangan bitcoin terbesar
di Amerika Utara
(Oleh - HR1)
Bappenas: Utang Pemerintah Tetap Dikelola Hati - hati
JAKARTA – Pemerintah tidak menampik
bahwa rasio utang pemerintah Indonesia
telah melebihi batas yang direkomendasikan
oleh Dana Moneter Internasional (IMF)
maupun International Debt Relief (IDR).
Namun demikian, dipastikan pemerintah
tetap melakukan pengelolaan utang secara
hati-hati dan kondisi ini tidak hanya dialami
oleh Indonesia.
“Hampir seluruh negara selama pandemi (Covid-19) ini
utangnya meningkat signifikan.
Pengelolaan utang tetap terjaga,
meski ada rasio-rasio dari IDR,
IMF, dan World Bank yang kita
lampaui. Tapi, hampir tidak ada
negara lain yang memenuhi
standar itu," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
(PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Suharso Monoarfa
saat rapat kerja dengan Komisi
XI DPR RI, Rabu (23/6).
Bahkan, Suharso menjelaskan, rasio utang pemerintah
hingga akhir 2020 tercatat masih
39,4% dari produk domestik
bruto (PDB) dengan total utang
mencapai Rp 6.074,6 triliun.
Rinciannya adalah total utang
denominasi valas sebesar Rp
2.037 triliun, sedangkan utang
denominasi rupiah tercatat Rp
4.037,6 triliun.
Peningkatan rasio utang ini,
kata Suharso, sejalan dengan
langkah pemerintah untuk menangani Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi nasional yang berimplikasi pada
defisit anggaran yang melebar.
“Namun, itu juga terjadi di negara Filipina, Korea Selatan,
Chili, Vietnam, Kolombia, dan
Turki,” tutur dia.
Menur ut Suharso, utang
luar negeri juga dimanfaatkan
untuk menggerakkan sektor
riil, khususnya yang bisa turut
menyokong kinerja ekspor dan
menjaga keberlangsungan fiskal
(utang pemerintah). Karena
itu, debt to service ratio (DSR)
atas ekspor relatif terjaga, yaitu
27% pada 2019 dan hanya naik
menjadi 27,9% pada 2020 yaitu
pandemi Covid-19 terjadi.
Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengi ngatkan bahwa kesinambungan
fiskal perlu menjadi perhatian
seiring dengan penambahan
utang pemerintah. Apalagi, tren
penambahan utang pemerintah
beserta biaya bunganya telah
melampaui pertumbuhan PDB
dan penerimaan negara.
Ketua BPK Agung Firman
Sampurna menyebutkan, indikator kesinambungan fiskal Indonesia pada 2020 tercatat sebesar
4,27%. Angka ini melampaui
batas yang direkomendasikan
The International Standards of
Supreme Audit Institution (ISSAI) 5411 – Debt Indicators yaitu
di bawah 0%. "Ini memunculkan
kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah
untuk membayar utang dan
bu nga utang," ujar dia.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









