;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Bitcoin Tertekan Pemberantasan Tambang Kripto di Tiongkok

22 Jun 2021

BEIJING – Nilai Bitcoin jatuh lebih dari 10% pada Senin (21/6) setelah Tiongkok memperluas pemberantasan terhadap industri penambangan besar-besaran kripto, dengan larangan tambang kripto di provinsi bagian barat daya. Tambang Tiongkok menggerakkan hampir 80% perdagangan global dalam kripto, meskipun ada larangan perdagangan domestik sejak 2017. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir sejumlah provinsi telah memerintahkan penutupan tambang karena pemerintah Tiongkok mengalihkan perhatiannya ke industri tersebut. Harga bitcoin kemudian merosot ke level US$ 32.309. Unit tersebut telah terpukul parah dalam beberapa minggu terakhir, setelah memukul rekor mendekati US$ 65.000 pada April, sebagian penurunan disebabkan tindakan keras pemerintah Tiongkok. Pemberitahuan tersebut dilaporkan menginstruksikan perusahaan listrik untuk berhenti memasok listrik ke semua tambang cryptocurrency pada Minggu (20/6).

Bank sentral Tiongkok (PBoC) mengatakan kegiatan transaksi mata uang virtual mengganggu ekonomi normal dan tatanan keuangan, serta berisiko berkembang biak dari transfer aset lintas batas ilegal. Pihaknya menambahkan, lembaga harus memotong penghubung yang memfasilitasi mereka. Pemerintah Tiongkok telah menambah tekanan pada para penambang cryptocurrency untuk mengeliminasi risiko keuangan dari spekulasi, meskipun kekhawatiran lingkungan tentang tambang yang menghabiskan gas juga menjadi faktor.

(Oleh - HR1)

Mastel dan iDEA akan Kawal Pengesahan UU Data Pribadi

22 Jun 2021

JAKARTA - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) berkolaborasi dalam penguatan ekosistem ekonomi digital di Indonesia dengan melindungi data pribadi konsumen. Salah satunya dilakukan dengan mengawal pengesahan Rancangan UndangUndang tentang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjadi UU. Kedua asosiasi tersebut sepakat bahwa pengawalan bersama proses pembahasan RUU PDP hingga pengesahan menjadi UU sebagai instrumen legislasi yang fundamental dalam perdagangan secara elektronik berbasis platform loka pasar (market place) sebagai pilar pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, kompetisi global telah menjadikan isu pelindungan data pribadi (data protection) sebagai standar yang absolut dan perlu disikapi dengan lebih bijak oleh pelaku usaha di Tanah Air. “Karena itu, Mastel dan idEA berkolaborasi untuk mengidentifikasi permasalahan sekaligus mencari solusi yang aplikatif dalam pelindungan data pribadi di Indonesia,” ungkap Sarwoto, dalam pernyataannya, dikutip Senin (21/6). 

Mengutip Laporan Ernst & Young tahun 2020, Sarwoto menyampaikan bahwa pasar perdagangan secara elektronik (e-commerce) dunia telah tumbuh lebih dari 100% setahunnya selama lima tahun terakhir. Sementara itu, Indonesia bersama India, Meksiko, dan Tiongkok, menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Ketua Umum idEA Bima Laga menambahkan, interaksi masyarakat melalui e-commerce pada faktanya telah menjadi salah satu fasilitator dan dinamisator hidup (living enabler) sektor telematika di Tanah Air. “Karena itu, pelindungan terhadap data pribadi konsumen, merchant, sekaligus penyelenggara loka pasar melalui kebijakan swaregulasi perlu diperkuat dan ditingkatkan menjadi legislasi melalui UU PDP,” tutur Bima.

(Oleh - HR1)

Transaksi Produk Lokal di Tokopedia Naik 6 Kali Lipat

22 Jun 2021

Jakarta - Kampanye Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) mendapatkan antusiasme sangat tinggi dari masyarakat. Kampanye yang didukung oleh 72 platform e-commerce di Indonesia tersebut pun mendongkrak transaksi produk lokal di Tokopedia hingga enam kali lipat. Kategori produk makanan dan minuman masih tetap menjadi kategori favorit masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan transaksi sebanyak lebih dari dua kali lipat selama kampanye belangsung dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya 

Selanjutnya, transaksi pada kategori produk ibu dan bayi juga meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada kategori ini, makanan dan susu bayi, produk perawatan bayi, serta makanan dan susu ibu hamil, menjadi produk paling diincar selama kampanye berjalan. Pada kategori kesehatan, perlengkapan kebersihan, masker dan obat-obatan, menjadi tiga produk paling dicari konsumen selama kampanye hari BBI berlangsung. Antusiasme masyarakat terhadap produk elektronik buatan lokal pun meningkat berkat kampanye Hari BBI 2021. Ada kenaikan hingga lebih dari enam kali lipat pada kategori elektronik lokal selama kampanye. Produk elektronik seperti audio, lampu, dan elektronik kantor, menjadi produk terpopuler. 

(Oleh - IDS)

Indonesia Peringkat Kedua Kejahatan Cryptomining

22 Jun 2021

JAKARTA – Indonesia menempati peringkat kedua dalam upaya kejahatan penambangan mata uang digital (Cryptomining) untuk kawasan Asia Tenggara. Kaspersky mendeteksi dan memblokir sekitar 1,79 juta upaya kejahatan cryptomining di Indonesia untuk tahun 2020, setelah Vietnam sebanyak 4,95 juta. Sepanjang tahun lalu, ada 8,92 juta upaya kejahatan cryptomining di kawasan Asia Tenggara. Selain dikontribusi oleh Vietnam dan Indonesia, upaya kejahatan tersebut terjadi di Thailand sebanyak 923,76 ribu, Malaysia 831,86 ribu, Filipina 230,09 juta, dan Singapura 191,93 ribu. “Serangan siber terkait cryptomining yang mencapai 8,92 juta pada 2020 merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan upaya phishing yang terdeteksi 2,89 juta dan upaya ransomware 804.513,” ungkap General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong, Senin (21/6).

Karena itu, Kasperksy mengingatkan, jika seorang pemilik bisnis dan para staf bekerja dari jarak jauh karena pandemi Covid-19, namun tagihan listrik kantor meningkat secara tidak wajar. Pebisnis pun disarankan untuk memeriksa backend TI. Ada kemungkinan terdapat penambang kripto yang telah menggunakan sumber dayanya tersebut dan dibayari oleh pemilik bisnis.

(Oleh - HR1)

Ekspor Industri Tumbuh 30%

22 Jun 2021

JAKARTA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, selama Januari-Mei 2021, ekspor industri pengolahan mencapai US$ 66,7 miliar, naik 30,53% dibandingkan periode sama 2020 sebesar US$ 51,10 miliar. Itu artinya, industri pengolahan berkontribusi paling tinggi terhadap ekspor nasional, yakni 79,42% dari total US$ 83,99 miliar. Membaiknya kinerja ekspor selama lima bulan ini memicu surplus perdagangan US$ 10,17 miliar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, besarnya proporsi ekspor produk industri pengolahan sekaligus menggambarkan telah terjadi pergeseran ekspor Indonesia dari komoditas primer ke produk manufaktur bernilai tambah tinggi. Hal ini dinilai dapat menghindarkan ekspor dari gejolak harga komoditas primer.Kebijakan pro-investasi dan pro-ekspor, kata dia, juga perlu dibarengi dengan kebijakan peningkatan daya tahan dan daya saing industri dalam negeri. Sebagai salah satu upaya peningkatan daya tahan dan daya saing industri dalam negeri, Kemenperin telah menginisiasi kebijakan substitusi impor sebesar 35% pada tahun 2022.

(Oleh - HR1)

Jadi Super Lender AdaKami, Bank Jago Siapkan Pembiayaan Rp 100 Miliar

22 Jun 2021

JAKARTA – Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menggandeng PT Bank Jago Tbk sebagai super lender dengan nilai kerjasama pembiayaan hingga Rp 100 miliar. Dana tersebut akan disalurkan kepada 4 juta pengguna AdaKami. Direktur Utama AdaKami Bernardino M Vega Jr menyampaikan, kredit tanpa agunan melalui platform AdaKami memainkan peran penting dalam menggerakkan sektor riil dan membantu pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. Fasilitas pembiayaan dapat memacu pelaku usaha untuk ekspansi, sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Dia menyatakan, proses membangun kolaborasi dengan Bank Jago difinalisasi pada 12 April 2021. Fasilitas pembiayaan senilai Rp 100 miliar tersebut akan disalurkan ke 4 juta pengguna AdaKami yang mayoritas berprofesi sebagai pelaku usaha Sementara itu, AdaKami telah menyalurkan pinjaman secara kumulatif hingga lebih dari Rp 5 triliun kepada 6,4 juta debitur terdaftar. Dari total pinjaman tersebut, sebanyak 40% digunakan untuk modal kerja (capital loan). Selama kuartal I-2021 AdaKami telah memberikan pinjaman hampir Rp 2 triliun kepada lebih dari 1 juta peminjam.

(Oleh - HR1)

Target Investasi Rp 1.200 T Disebar ke 6 Wilayah

21 Jun 2021

Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menyebar target investasi 2022 sebesar Rp 1.200 triliun, naik 33,3% dari target tahun ini yang sebesar Rp 900 triliun ke enam wilayah yang telah dipetakan. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga ke luar Jawa. Target realisasi investasi tahun depan akan dikejar baik melalui penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). 

Ada empat hal kunci untuk mendorong pencapaian target investasi. Pertama, penyebaran investasi yang merata di berbagai daerah. Kedua, investasi yang berkualitas. Ketiga, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan terakhir terkait pemerataan pendapatan. Hingga saat ini masih ada permasalahan investasi yang terjadi. Pertama, terkait dengan rencana tata ruang, pembebasan lahan, status dan kepemilikan lahan, tumpang tindih kepemilikan konsesi, regulasi dan perpajakan, perizinan amdal, izin lingkungan IPPKH, serat kepastian jangka waktu. Kemudian masalah perjanjian kerja sama, ketenagakerjaan, dan perpajakan. 

(Oleh - IDS)

Kadin: PPN Sembako untuk Saat Ini Belum Tepat

21 Jun 2021

Jakarta - Kadin Indonesia menyatakan,pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sembako untuk saat ini belum tepat, meski kebijakan itu hanya diberlakukan pada sembako kelas premium sekalipun. Alasannya, kebijakan PPN akan mempengaruhi konsumsi dan iklim usaha berbasis komoditas, termasuk perikanan. Komoditas premium di sektor perikanan antara lain salmon dan lobster. Imbas pandemi Covid-19 telah dirasakan masyarakat dan hampir sebagian besar pelaku usaha di Tanah Air. Di sisi lain, sektor berbasis sumber daya alam, seperti perikanan dan akuakultur, dinilai sebagai sektor usaha yang masih bisa diandalkan untuk menopang perekonomian. Karena itu, isu rencana pengenaan PPN sembako untuk komoditas premium tidak luput menjadi sorotan pelaku usaha.

Sektor perikanan dan akuakultur bisa dikembangkan lebih jauh serta diharapkan agar pengenaan PPN sembako tidak akan terlalu berdampak kepada komoditas perikanan. Sebab, hal itu akan memiliki efek lanjutan yang cukup serius. Efek lanjutan yang bisa dialami adalah terhadap nilai penerimaan negara bukan pajak (PNPB) pascapanen, dikhawatirkan bahan baku yang dihasilkan tidak berdaya saing lagi. Kadin Indonesia juga berharap agar sektor perikanan dan akuakultur bisa dibangkitkan untuk menopang perekonomian, terutama untuk banyak daerah yang memiliki potensi. 

Tidak sedikit daerah di Indonesia yang sukses dengan kinerja budidaya dan hulu-hilir industri perikanannya. Pelaku usaha harus dapat menjaga jaringan bisnisnya, selain mempertahankan volume produksinya. Pasalnya, pandemi membawa imbas pada rantai pasok industri, mengecilnya pasar, juga faktor kebijakan perdagangan suatu negara karena isu proteksi. 

(Oleh - IDS)

Ekspor Kendaraan Capai US$ 3,65 Miliar

21 Jun 2021

Nilai ekspor kendaraan dan bagiannya sepanjang Januari-Mei 2021 mencapai US$ 3,65 miliar atau setara Rp 51,95 triliun, naik 44,96% dibanding periode sama tahun lalu US$ 2,52 miliar. Ekspor tersebut berupa 165.959 unit kendaraan dan 37.965.242 unit komponen otomotif. Ekspor dilakukan oleh 10 pabrikan otomotif, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Handal Indonesia Motor, PT Sokonnindo Automobile, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kendaraan tersebut mengontribusi 4,59% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia dalam lima bulan pertama tahun ini. Ekspor produk dengan nomor HS 87 tersebut dilakukan baik dalam bentuk kendaraan utuh (completely build up/CBU), kendaraan terurai (completely knock down/CKD), dan suku cadang kendaraan (spare part). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam situs resminya, Minggu (20/6) menyebutkan, ekspor CBU dilakukan oleh sembilan perusahaan, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Handal Indonesia Motor, PT Sokonnindo Automobile, dan PT SGMW Motor Indonesia. Selama lima bulan 2021, pabrikan-pabrikan tersebut mengekspor 121.326 unit CBU, naik 25,8% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 96.480 unit. Sementara itu, ekspor komponen otomotif pada Januari-Mei 2021 tumbuh 68,1% menjadi 37.965.242 unit dibanding periode sama tahun lalu 22.586.311 unit. Ekspor komponen itu dilakukan oleh empat pabrik, yakni PT Honda Prospect Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Hino Motors Manufacturing Indonesia. Beberapa negara tujuan ekspor sparepart tersebut adalah Argentina, India, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Afrika Selatan, Thailand, Venezuela, Australia, Brasil, Taiwan, Vietnam, Jepang, dan Meksiko.

(Oleh - HR1)

Salurkan Kredit Lewat Platform Digital, BRI Agro Gandeng Koinworks

21 Jun 2021

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan financial technology (fintech) PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks), untuk menunjang pertumbuhan ekosistem digital sektor keuangan dan perbankan. Adapun perjanjian kerja sama ini dilaksanakan secara online dan ditandatangani.

Kolaborasi antara BRI Agro dengan KoinWorks menjadi salah satu strategi BRI Agro sebagai house of fintech and home of gig economy untuk memperluas akses permodalan, khususnya kepada masyarakat dari berbagai sektor bisnis. Kerja sama dengan fintech lending merupakan langkah BRI Agro dalam menjadi house of fintech dan perbankan dapat saling berkolaborasi dalam membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Kerja sama yang telah dilakukan BRI Agro selama ini dengan beberapa fintech yang ada di Indonesia telah menunjukan hasil yang positif.

(Oleh - IDS)