Ekonomi
( 40460 )E-Smart Percepat 6,1 juta UMKM Masuk Pasar Digital
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus
berupaya mengakselerasi sektor
industri kecil dan menengah
(IKM) untuk melakukan transformasi digital dalam proses
produksi dan bisnis. Langkah
strategis ini dilakukan melalui
program e-Smart IKM yang bertujuan untuk memacu daya saing
dan memperluas akses pasar.
“Progam ini dapat mempercepat target 6,1 juta UMKM go digital,” ujar Menteri Perindustrian
(Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (22/6/2021).
Dia menerangkan, program
e-Smart IKM ini telah berjalan
sejak 2017 dan telah melatih
sebanyak 13.184 pelaku IKM
di seluruh Indonesia. Program
e-Smart IKM digelar agar pelaku
IKM juga dapat mengakses mitra
yang dapat membantu untuk
go digital, seperti marketplace,
relawan teknologi informasi dan
komunikasi, serta BUMN yang
membina IKM.
Direktur Jenderal Industri
Kecil, Menengah, dan Aneka
(IKMA) Kemenperin, Gati
Wibawaningsih mengatakan
bahwa program e-Smart IKM
akan digelar dalam bentuk
workshop-workshop di berbagai
daerah. Adapun materi workshop berupa pembuatan konten
video pemasaran online, tips
dan trik pembuatan foto produk, pemanfaatan marketplace
untuk pemasaran dan dalam
rangka pengadaan barang dan
jasa pemerintah, serta mengenai
sertifikasi tingkat komponen
dalam negeri (TKDN) dan pasar
digital BUMN.
“Tahun ini, Ditjen IKMA menargetkan pemberian edukasi,
pelatihan, dan pendampingan
e-business kepada 4.000 pelaku
IKM di tanah air,” ujar Gati.
(Oleh - HR1)
1 Juli , BI Rilis Dua PBI Sistem Pembayaran
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus
mengakomodasi transformasi yang dilakukan
perbankan di era digital saat ini. Untuk itu, pada 1
Juli mendatang, BI akan merilis dua Peraturan Bank
Indonesia (PBI) mengenai sistem pembayaran guna
mendukung perkembangan industri keuangan.
“Pada 1 Juli 2021 kebetulan masih
beberapa hari ke depan, mudah-mudahan sudah menjadi suatu ketentuan
yang dikeluarkan. Yang dikeluarkan
adalah PBI Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan PBI Penyelenggara
Infrastruktur Sistem Pembayaran
(PIP),” tutur Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI
Bastian Muzbar Zams, Selasa (22/6).
Bastian menjelaskan, BI selalu
mendukung digitalisasi dan sejak lama
juga telah mengakomodir melalui berbagai kebijakan. Pada Desember 2020,
telah dikeluarkan regulatory reform,
untuk menjaga titik keseimbangan
antara memanfaatkan digitalisasi
dengan tetap menjaga stabilitas sistem
keuangan.
Pihaknya melihat kebutuhan industri dengan menyeimbangkan harmonisasi menuju ekonomi keuangan
digital yang secara end to end bisa
menata industri dengan baik. “Ada
beberapa hal yang sudah dilakukan
BI, seperti mengeluarkan PBI Sistem
Pembayaran, paling tidak, ada perubahan pendekatan dari rule base menjadi
principal base,” kata Bastian.
Lintasarta menyediakan data center
hingga sediakan cloud dan security.
Lintasarta juga mulai menyediakan
solusi untuk pemerintah, seperti smart
tax, smart tourism, smart farmer, analytics. “Dan penyedia solusi ini bukan
dari Lintasarta tapi kerja sama dari
pemasok-pemasok dan meletakan di
Cloud Lintasarta. Di, education juga
kami punya mobile apps, payment.
Untuk payment, kami punya pemasok
eKYC dan Third Party Card Management (TPCM),” sebut dia
(Oleh - HR1)
Memperluas Pasar ke Kanada
Potensi ekspor produk Indonesia ke Kanada belum dimanfaatkan sepenuhnya. Padahal pasar Kanada memiliki sifat melengkapi karena sebagian besar produk ekspor Indonesia tidak bersaing secara langsung dengan produk lokal setempat.
Shinta yakin perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) bisa memperbesar pemanfaatan potensi ekspor Indonesia. Ia mencontohkan, Indonesia memiliki potensi ekspor kendaraan atau suku cadang kendaraan yang mencapai US$ 72,5 juta per tahun ke Kanada.
Shinta juga mencatat potensi ekspor minyak sawit mentah (CPO) atau turunannya yang belum dipakai mencapai US$ 48 juta per tahun. Lalu ekspor karet dan ban juga masih belum dimanfaatkan sekitar US$ 23 juta.
Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Handito Joewono, menilai sejauh ini ekspor Indonesia ke Kanada masih sangat terbatas dan pertumbuhannya agak lambat. Di sisi lain, nilai investasi dari Kanada ke Indonesia berpotensi ditingkatkan karena kemampuan mereka cukup besar.
Meski nilai ekspor ke Kanada masih kecil kerja sama perdagangan dengan Kanada bisa membuka pasar ke Amerika Serikat. Apalagi ia melihat stimulus ekonomi oleh Presiden Amerika Joe Biden diprediksi meningkatkan konsumsi masyarakat, yang juga akan berdampak ke Kanada atau bahkan pasar global.
Mendorong Penyaluran Fasilitas Subsidi Perumahan
Pemerintah akan memberikan tambahan kuota dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) kepada 19 bank penyalur. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Arief Sabaruddin, mengatakan tambahan kuota tersebut diberikan berdasarkan evaluasi bank pelaksana yang dilakukan pada triwulan kedua tahun ini.
Penambahan kuota menjadi bentuk apresiasi dan konsekuensi yang dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) yang sudah disepakati antara bank pelaksana dan PPDPP. Tambahan kuota akan diberikan jika kinerja bank pelaksana mencapai lebih dari 80 persen dari target PKS yang sudah disepakati.
Menurut Arief, masih ada kendala dalam penyaluran dana FLPP, salah satunya soal kualitas rumah yang masih harus didorong agar sesuai dengan standar. Perlu ada perbaikan tata kelola untuk memastikan konstruksi rumah sesuai dengan standar.
Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk, Corina Leyla Karnalies, berujar bahwa saat ini penyaluran KRP lewat FLPP hingga pertengahan Juni masih sesuai dengan target proporsional. Ia mengatakan penyaluran telah melebihi 50 persen kuota FLPP yang diterima BNI pada tahun ini. Meski begitu, Corina mengatakan sejumlah kendala masih dijumpai dalam penyaluran FLPP, salah satunya adalah keterbatasan stok tersedia (ready stock) rumah yang dapat dibiayai.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aestika Oryza Gunarto, menyebutkan BRI bahkan telah menyerap 4.837 unit atau 81 persen kuota KPR FLPP per Mei 2021. Terkait dengan strategi BRI dalam mendorong penyaluran FLPP, Aestika melanjutkan, perusahaan bekerja sama dengan pen embang KPR FLPP.
Pinjol Ilegal Bukan Fintech Lending
JAKARTA, Pinjaman online (pinjol) ilegal bukan bagian dari perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending. Pinjol ilegal adalah praktik penipuan dan pemerasan berkedok teknologi informasi (TI). Sedangkan fintech lending legal sangat bermanfaat bagi perekonomian, karena menyalurkan pembiayaan kepada rakyat kecil, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak punya akses ke perbankan. Kehadiran pinjol ilegal berdampak buruk bagi masyarakat, sedangkan fintech P2P lending mengusung misi membuka akses bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan jasa keuangan konvensional. Jangan sampai stigma pinjol ilegal mengganggu akselerasi fintech lending untuk turut berkontribusi terhadap pengembangan perekonomian nasional. Untuk melindungi masyarakat dari praktik pinjol ilegal, pemerintah dan DPR harus segera mengegolkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi. Selain itu, pemerintah dan parlemen bisa membuat payung hukum yang lebih besar, yaitu UU Pinjaman Online atau Fintech.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi pinjaman yang disalurkan fintech lending sampai April 2021 mencapai Rp 194,09 triliun. Sebesar Rp 163,87 triliun diantaranya disalurkan di wilayah Jawa, sisanya sebesar Rp 30,22 triliun disalurkan di luar Jawa. Pinjaman tersebut diberikan kepada 60,3 juta rekening penerima pinjaman (borrower), baik kepada UMKM dan pelaku usaha ultramikro maupun penerima individu. Sebanyak 51,99 juta rekening borrower berasal dari wilayah Jawa, sedangkan 8,3 juta lainnya dari luar Jawa. Dari jumlah rekening itu telah terjadi total 364,85 juta transaksi. Data OJK menunjukkan, dari sisi penggunaan dana, penyaluran pinjaman kepada sektor produktif oleh fintech lending pada Januari-April 2021 mencapai Rp 22,17 triliun. Adapun persentase penyaluran pinjaman sektor produktif mencapai 51,65% terhadap total penyaluran pinjaman sebesar Rp 42,92 triliun, dengan tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) pada level 98,63%.
(Oleh - HR1)
Bitcoin Tertekan Pemberantasan Tambang Kripto di Tiongkok
BEIJING – Nilai Bitcoin jatuh
lebih dari 10% pada Senin (21/6)
setelah Tiongkok memperluas
pemberantasan terhadap industri
penambangan besar-besaran kripto,
dengan larangan tambang kripto di
provinsi bagian barat daya.
Tambang Tiongkok menggerakkan hampir 80% perdagangan
global dalam kripto, meskipun ada
larangan perdagangan domestik
sejak 2017. Tetapi dalam beberapa
bulan terakhir sejumlah provinsi
telah memerintahkan penutupan
tambang karena pemerintah Tiongkok mengalihkan perhatiannya ke
industri tersebut.
Harga bitcoin kemudian merosot
ke level US$ 32.309. Unit tersebut
telah terpukul parah dalam beberapa
minggu terakhir, setelah memukul
rekor mendekati US$ 65.000 pada
April, sebagian penurunan disebabkan tindakan keras pemerintah
Tiongkok.
Pemberitahuan tersebut dilaporkan menginstruksikan perusahaan
listrik untuk berhenti memasok
listrik ke semua tambang cryptocurrency pada Minggu (20/6).
Bank sentral Tiongkok (PBoC)
mengatakan kegiatan transaksi mata
uang virtual mengganggu ekonomi
normal dan tatanan keuangan,
serta berisiko berkembang biak
dari transfer aset lintas batas ilegal.
Pihaknya menambahkan, lembaga
harus memotong penghubung yang
memfasilitasi mereka.
Pemerintah Tiongkok telah menambah tekanan pada para penambang cryptocurrency untuk
mengeliminasi risiko keuangan dari
spekulasi, meskipun kekhawatiran
lingkungan tentang tambang yang
menghabiskan gas juga menjadi
faktor.
(Oleh - HR1)
Mastel dan iDEA akan Kawal Pengesahan UU Data Pribadi
JAKARTA - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) berkolaborasi dalam penguatan ekosistem ekonomi digital di Indonesia dengan melindungi data pribadi konsumen. Salah satunya dilakukan dengan mengawal pengesahan Rancangan UndangUndang tentang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjadi UU. Kedua asosiasi tersebut sepakat bahwa pengawalan bersama proses pembahasan RUU PDP hingga pengesahan menjadi UU sebagai instrumen legislasi yang fundamental dalam perdagangan secara elektronik berbasis platform loka pasar (market place) sebagai pilar pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, kompetisi global telah menjadikan isu pelindungan data pribadi (data protection) sebagai standar yang absolut dan perlu disikapi dengan lebih bijak oleh pelaku usaha di Tanah Air. “Karena itu, Mastel dan idEA berkolaborasi untuk mengidentifikasi permasalahan sekaligus mencari solusi yang aplikatif dalam pelindungan data pribadi di Indonesia,” ungkap Sarwoto, dalam pernyataannya, dikutip Senin (21/6).
Mengutip Laporan Ernst & Young tahun 2020, Sarwoto menyampaikan bahwa pasar perdagangan secara elektronik (e-commerce) dunia telah tumbuh lebih dari 100% setahunnya selama lima tahun terakhir. Sementara itu, Indonesia bersama India, Meksiko, dan Tiongkok, menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Ketua Umum idEA Bima Laga menambahkan, interaksi masyarakat melalui e-commerce pada faktanya telah menjadi salah satu fasilitator dan dinamisator hidup (living enabler) sektor telematika di Tanah Air. “Karena itu, pelindungan terhadap data pribadi konsumen, merchant, sekaligus penyelenggara loka pasar melalui kebijakan swaregulasi perlu diperkuat dan ditingkatkan menjadi legislasi melalui UU PDP,” tutur Bima.
(Oleh - HR1)
Transaksi Produk Lokal di Tokopedia Naik 6 Kali Lipat
Jakarta - Kampanye Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) mendapatkan antusiasme sangat tinggi dari masyarakat. Kampanye yang didukung oleh 72 platform e-commerce di Indonesia tersebut pun mendongkrak transaksi produk lokal di Tokopedia hingga enam kali lipat. Kategori produk makanan dan minuman masih tetap menjadi kategori favorit masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan transaksi sebanyak lebih dari dua kali lipat selama kampanye belangsung dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya
Selanjutnya, transaksi pada kategori produk ibu dan bayi juga meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada kategori ini, makanan dan susu bayi, produk perawatan bayi, serta makanan dan susu ibu hamil, menjadi produk paling diincar selama kampanye berjalan. Pada kategori kesehatan, perlengkapan kebersihan, masker dan obat-obatan, menjadi tiga produk paling dicari konsumen selama kampanye hari BBI berlangsung. Antusiasme masyarakat terhadap produk elektronik buatan lokal pun meningkat berkat kampanye Hari BBI 2021. Ada kenaikan hingga lebih dari enam kali lipat pada kategori elektronik lokal selama kampanye. Produk elektronik seperti audio, lampu, dan elektronik kantor, menjadi produk terpopuler.
(Oleh - IDS)
Indonesia Peringkat Kedua Kejahatan Cryptomining
JAKARTA – Indonesia menempati peringkat kedua dalam upaya
kejahatan penambangan mata
uang digital (Cryptomining) untuk
kawasan Asia Tenggara. Kaspersky
mendeteksi dan memblokir sekitar
1,79 juta upaya kejahatan cryptomining di Indonesia untuk tahun 2020,
setelah Vietnam sebanyak 4,95 juta.
Sepanjang tahun lalu, ada 8,92
juta upaya kejahatan cryptomining di kawasan Asia Tenggara.
Selain dikontribusi oleh Vietnam
dan Indonesia, upaya kejahatan
tersebut terjadi di Thailand sebanyak 923,76 ribu, Malaysia
831,86 ribu, Filipina 230,09 juta,
dan Singapura 191,93 ribu.
“Serangan siber terkait cryptomining yang mencapai 8,92 juta
pada 2020 merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan
upaya phishing yang terdeteksi
2,89 juta dan upaya ransomware
804.513,” ungkap General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong, Senin (21/6).
Karena itu, Kasperksy mengingatkan, jika seorang pemilik bisnis dan para staf bekerja dari jarak
jauh karena pandemi Covid-19,
namun tagihan listrik kantor meningkat secara tidak wajar.
Pebisnis pun disarankan untuk
memeriksa backend TI. Ada kemungkinan terdapat penambang
kripto yang telah menggunakan
sumber dayanya tersebut dan
dibayari oleh pemilik bisnis.
(Oleh - HR1)
Ekspor Industri Tumbuh 30%
JAKARTA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, selama Januari-Mei 2021, ekspor industri pengolahan mencapai US$ 66,7 miliar, naik 30,53% dibandingkan periode sama 2020 sebesar US$ 51,10 miliar. Itu artinya, industri pengolahan berkontribusi paling tinggi terhadap ekspor nasional, yakni 79,42% dari total US$ 83,99 miliar. Membaiknya kinerja ekspor selama lima bulan ini memicu surplus perdagangan US$ 10,17 miliar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, besarnya proporsi ekspor produk industri pengolahan sekaligus menggambarkan telah terjadi pergeseran ekspor Indonesia dari komoditas primer ke produk manufaktur bernilai tambah tinggi. Hal ini dinilai dapat menghindarkan ekspor dari gejolak harga komoditas primer.Kebijakan pro-investasi dan pro-ekspor, kata dia, juga perlu dibarengi dengan kebijakan peningkatan daya tahan dan daya saing industri dalam negeri. Sebagai salah satu upaya peningkatan daya tahan dan daya saing industri dalam negeri, Kemenperin telah menginisiasi kebijakan substitusi impor sebesar 35% pada tahun 2022.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









