Ekonomi
( 40554 )Prospek Startup Bioteknologi, Injeksi Investor Ungkit Geliat Pasar
JAKARTA – Dengan menyederhanakan regulasi dan membangun iklim bisnis yang lebih pro pasar, peluang bagi perusahaan rintisan bioteknologi nasional untuk menggeliat di level domestik maupun global terbuka luas seiring dengan perubahan arus besar orientasi bisnis institusi farmasi dunia.Saat ini Indonesia memang belum menjadi rumah yang nyaman bagi perusahaan rintisan tersebut untuk bertumbuh. Persoalan utamanya, menurut pebisnis, adalah adanya aturan yang begitu kompleks, sehingga tidak banyak pemain baru yang ingin masuk ke sektor yang sebenarnya sangat menjanjikan ini.“Sektor biotech di Indonesia rata-rata juga masih dipegang perusahaan besar dan konglomerasi serta rata-rata startup berbasis riset membutuhkan waktu lebih lama untuk muncul karena butuh dana lebih besar tanpa kepastian pendapatan,” ujar Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani, Minggu (27/6).
Sementara itu, Nusantics, salah satu startup di sektor ini, menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan kasus Covid-19 di Indonesia.Head of Business Unit & Group Marketing Nusantics Tri Nuraini mengatakan dalam gugus tugas bersama BPPT, mereka mengembangkan PCR swab test lokal pertama di Indonesia yang telah diproduksi secara massal oleh Biofarma.“Jutaan test kit ini pun telah digunakan di seluruh Indonesia. PCR swab test kit buatan lokal ini lebih akurat dan juga lebih mudah dijangkau,” ujarnya.
Dimintai pendapatnya, Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan bahwa meskipun belum menjadi rumah yang nyaman untuk pertumbuhan startup bioteknologi tetapi geliat bisnisnya berpeluang untuk didorong lebih cepat lagi pada tahun ini. “Startup bioteknologi adalah perusahaan yang membutuhkan SDM yang andal, tidak hanya secara digital, tetapi juga secara multiteknologi, kedokteran, kimia, biologi, nanoteknologi, dan lainnya. Selama ini fokus di Indonesia masih lebih banyak pada talenta digital untuk kebutuhan jasa saja,” tegasnya.(Oleh - HR1)
Akselerasi Dagang, Bali Dirancang Jadi Hub Ekspor
DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali merancang Pulau Dewata menjadi hub ekspor terutama produk pertanian, kelautan, dan industri kreatif seiring tingginya aktivitas di Pelabuhan Benoa.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan terkait dengan rencana menjadikan Pulau Dewata sebagai hub ekspor telah dibicarakan dengan Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, hingga Menteri Pariwisata. Rencana itu didasari oleh aktivitas Pulau ini yang secara alamiah sudah digunakan menjadi hub ekspor produk-produk dari berbagai wilayah, misalnya dari Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa yang melakukan ekspor melalui Pelabuhan Benoa.
Ketua GPEI Bali Panudiana Kuhn mengatakan langkah pertama untuk menjadikan Bali sebagai hub ekspor yakni dengan meningkatkan kompetensi dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di dalamnya. Peningkatan SDM tersebut, imbuhnya, dapat melalui pelatihan dan pendidikan vokasi seperti sekolah khusus menjahit untuk memenuhi kebutuhan SDM dalam bidang industri kreatif. “Bali sebenarnya punya peluang, hanya saja memang anak-anak kita banyak yang lebih memilih sekolah di bidang pariwisata. Kalau ada hub ekspor maka dapat membuka peluang untuk bidang lainnya,” jelas Kuhn.
(Oleh - HR1)
Produk Hortikultura, Komoditas Ekspor Pisang Grecek Kutai Timur Diperkuat
BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serius menggarap potensi buah pisang Kepok Grecek menjadi komoditas ekspor unggulan dengan memperkuat dan mengembangkan produksi.Kepala Bidang Produksi Hortikultura Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur Erry Erriadi mengatakan pengembangan komoditas dilakukan di Kabupaten Kutai Timur dengan didukung oleh pengadaan bantuan kepada petani.“Total pagu anggaran untuk pengadaan benih pisang 27.000 polybag, 385 liter herbisida dan kapur dolomit 80 kilogram adalah Rp702,5 juta,” ujarnya, Jumat (25/6).Dengan total luas tanam mencapai 1.700 hektare (ha), kata Erry, masih ada potensi lahan mencapai 500 ha untuk pengembangan komoditas pisang di Kutim yang akan dialokasikan pada tahun anggaran 2022.Dari sisi pemasaran, pisang Kepok Grecek sudah berhasil diekspor ke Malaysia dan memenuhi pasar lokal untuk Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Sangatta.
Sementara itu, Ketua Koperasi Taruna Bina Mandiri, Priyanto menyatakan komoditas pisang Kepok Grecek dari Desa Kadungan Jaya, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur sudah diekspor ke Malaysia. “Dikirim dari Jakarta langsung ke Kuala Lumpur,” ujarnya.Dia menjelaskan pengiriman langsung dari Balikpapan ke Malaysia tidak memungkinkan mengingat jumlah muatan kurang sehingga dikirim melalui Jakarta dengan waktu tempuh perjalanan selama 13 hari. Ekspor ke Malasyia sudah berlangsung sejak 2019 rata-rata dua kali pengiriman dalam sebulan.Terakhir, Koperasi Taruna Bina Mandiri melakukan ekspor pada 20 Juni 2021 sebanyak dua kontainer 20 feet yang mencapai 34 ton, dan kembali pada 24 Juni sebanyak dua kontainer 20 feet mencapai 36 ton.
(Oleh - HR1)Dugaan Manipulasi Data BKPM, Daya Saing RI Berisiko Tergerus
JAKARTA — Daya saing investasi nasional dinilai makin tergerus menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan terkait dengan dugaan manipulasi data realisasi penanaman modal oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam pemeriksaan 2019—2020.Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2020, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya indikasi investasi fiktif senilai Rp15,22 triliun. (Bisnis, 25/6).Lembaga auditor eksternal itu menyebut dugaan manipulasi data berisiko mengganggu iklim dan daya saing investasi di Tanah Air.Terlebih, pemerintah menargetkan perbaikan daya saing, salah satunya target untuk mengerek peringkat kemudahan usaha atau Ease of Doing Business (EODB) berada pada level 60 pada tahun ini dan 40 pada 3 tahun ke depan.Adapun mengacu pada laporan World Bank pada tahun lalu, kemudahan berbisnis di Indonesia berada pada peringkat 73.
Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan, ada tiga dampak yang bakal dihadapi oleh pemerintah terkait dengan temuan BPK ini.Pertama risiko anggaran, di mana dana yang dialokasikan untuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terbuang percuma jika data realisasi investasi yang dicatatkan tidak sesuai dengan kondisi riil.Kedua pandangan investor. Menurutnya, adanya investasi fiktif melunturkan kepercayaan investor terutama asing terhadap kondisi penanaman modal di dalam negeri.“Banyak investor asing yang mengacu pada data BKPM. Lembaga internasional juga menggunakan data BKPM untuk menghitung prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata dia.Ketiga adalah risiko fiskal. Kucuran insentif yang digelontorkan oleh pemerintah berisiko terbuang percuma karena adanya manipulasi data tersebut.
(Oleh - HR1)Program Sejuta Rumah 2021 hingga Mei capai 312.290 unit
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan program Sejuta Rumah pada 2021 ini hingga akhir Mei tercatat mencapai angka 312.290 unit rumah di seluruh Indonesia. "Capaian Program Sejuta Rumah hingga Bulai Mei 2021 lalu sebanyak 312.290 unit," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Minggu. Khalawi menerangkan, capaian tersebut terdiri dari 284.970 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 27.320 unit rumah non-MBR. Selain itu, ujar dia, pihaknya optimistis angka tersebut akan semakin meningkat karena pelaksanaan pembangunan perumahan serta fasilitas pendukung untuk hunian masyarakat masih terus berjalan di lapangan.
(Oleh - HR1)
Pakar: Jumlah investor milenial meningkat saat pandemi COVID-19
Bandung - Director of Executive Education Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung ( SBM ITB) dan Co-Founder Investor Academy Indonesia Donald Crestofel Lantu ST MBA Ph D menuturkan pada saat pandemi COVID-19, jumlah investor milenial yang ada di Indonesia meningkat atau kalangan milenial banyak yang tertarik dengan bidang investasi selama wabah virus corona melanda dunia ini. "Tren tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan dan pemahaman terkait bursa saham sehingga para calon investor tahu potensi serta risiko berinvestasi saham," kata Donald C Lantu pada cara The First Indonesia Investor Summit 2021, yang diadakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan IAI (Investor Academy Indonesia) secara daring, Minggu. Donald merinci berdasarkan data terakhir yang dihimpun olehnya saat ini jumlah investor di Indonesia mencapai 2,4 juta orang dan jumlah tersebut mengalami kenaikan 20 hingga 30 persen sejak tahun 2015 hingga saat ini.
(Oleh - HR1)
PHRI sebut hunian kamar hotel di Sumut turun lagi
Medan - Hunian kamar hotel berbintang di Sumatera Utara kembali turun karena kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperketat pemerintah untuk menekan penyebaran COVID-19. "Hunian hotel tinggal 20-30 persen dari sebelumnya sudah bisa 35 persen ke atas," ujar Ketua Badan Pengurus Daerah PHRi Sumut, Denny S Wardhana di Medan, Sabtu.
(Oleh - HR1)
Mengenal Bank Digital yang Naik Daun di Indonesia
Jakarta -- Sejumlah bank ramai-ramai bermigrasi atau membangun entitas anak usaha dalam bentuk bank digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya ada tujuh bank yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi bank digital. Deputi Direktur Basel dan Perbankan Internasional OJK Tony mengungkapkan selain tujuh bank, ada pula lima bank yang sudah resmi jadi bank digital. "Sampai saat ini ada tujuh bank yang dalam proses go-digital dan ada lima bank yang sudah menobatkan diri atau menyatakan diri menjadi bank digital," kata Tony, Kamis, (10/6) lalu.
Tujuh bank tersebut meliputi Bank BCA Digital, PT BRI Agroniaga Tbk, PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Bank Capital Tbk, PT Bank Harda Internasional Tbk, PT Bank QNB Indonesia Tbk. Sementara lima bank yang sudah menjadi bank digital, yaitu Jenius dari Bank BTPN, Wokee dari Bank Bukopin, Digibank dari Bank DBS, TMRW dari Bank UOB, LINE Bank dari KEB Hana Bank dan Jago dari Bank Jago. Forbes mendefinisikan bank digital sebagai bank yang menggabungkan layanan online dan seluler (mobile banking) dalam satu payung. Layanan perbankan online berarti nasabah dapat mengakses fitur dan layanan perbankan melalui situs website bank dari layar komputer atau laptop.
(Oleh - HR1)
BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp5,32 T Pekan Ini
Jakarta, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing beli bersih (net buy) sebesar Rp5,32 triliun. Hal ini berdasarkan data transaksi 21 Juni-24 Juni 2021. Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono aliran modal asing juga tercatat net buy di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp4,04 triliun. Lalu, asing tercatat beli net buy sebesar Rp1,28 triliun di pasar saham. Sementara, aliran modal asing tercatat net buy sebesar Rp10,36 triliun dari awal tahun hingga 24 Juni 2021. Sebagai informasi, BI mencatat aliran modal asing pada 14 Juni-17 Juni 2021 net sell atau jual bersih sebesar Rp3,31 triliun. Investasi asing ini keluar lewat SBN dan saham. Jika dilihat, mayoritas investor keluar lewat SBN, yakni sebesar Rp2,8 triliun. Sisanya, investasi yang keluar lewat saham sebesar Rp501 miliar.
(Oleh - HR1)
Gudang Strategis Segmen UMKM
Tanrise Property mencatat adanya peningkatan permintaan gudang baru selama pandemi covid 19 yang berlangsung hingga saat ini. Hal tersebut mendorong mereka untuk mengembangkan area pergudangan baru di kawasan Tritan Hub yang berada di Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Klaster baru Tritan Hub ini merupakan pengembangan pergudangan yang sudah ada sebelumnya. Tapi klaster ini membidik segmen konsumen para UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Saat pandemi ada UMKM yang justru bisnisnya tumbuh positif, misalnya UMKM produk mesin pembuat kopi, UMKM, produksi masker dan gudang masker. Segmen itu tentunya memerlukan gudang untuk produksinya.
Dalam kesempatan itu, Michael Ariel, Marketing Manager Tanrise Property menambahkan, harga gudang tipe ini ada di kisaran Rp 700 jutaan. Selain tipe Praxi, di klaster baru ini juga disediakan tiga tipe lainnya, dengan ukuran yang lebih besar. Yaitu Tipe Compact, ruang yang pas untuk bisnis yang baru berkembang. Tipe Ultima, ruang bisnis yang lebih luas, dan tipe Stellar untuk ruang bisnis yang menghadap ke jalan utama dengan exposure lebih.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









