;

KEK Batam Aero Tecnic dan Nongsa Digital akan Serap Investasi Rp 23,2 Triliun

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 14 Jun 2021 Investor Daily, 14 Juni 2021
KEK Batam Aero Tecnic dan Nongsa Digital akan Serap Investasi Rp 23,2 Triliun

JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Nongsa Digital Park (NDP) di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ditargetkan mampu menyerap investasi hingga Rp 23,2 triliun. Sebanyak Rp 7,2 triliun investasi akan diserap oleh KEK Batam dan Rp 16 triliun masuk ke KEK Nongsa.

“Rencana aksi untuk kedua KEK ini telah disusun. Saya meminta komitmen semua instansi terkait untuk melaksanakannya dengan baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pernyataan resminya akhir pekan lalu. Menurut Airlangga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani dua peraturan pemerintah (PP) yang menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (PP Nomor 67 Tahun 2021) dan KEK Nongsa Digital Park (PP Nomor 68 Tahun 2021) yang terletak di Pulau Batam Provinsi Kepulauan Riau. Penetapan kedua PP KEK yang diiringi dengan vaksinasi serentak pada kawasan industri di Provinsi Kepulauan Riau tersebut diharapkan dapat menjadi akselerator pemulihan ekonomi nasional. “Penetapan kedua KEK tersebut sangat strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun, yang saat ini telah dikembangkan menjadi Free Trade Zone dan telah menarik investor baik asing maupun dalam negeri,” ungkap dia. Airlangga mengatakan, KEK Batam Aero Technic seluas 30 hektare (ha) memiliki target investasi sebesar Rp 7,2 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk 9.976 tenaga kerja. KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (maintenance, repair, overhaul) pesawat penumpang. Airlangga mengungkapkan, pengembangan KEK BAT bersifat brown field project. Karena sebelum ditetapkan menjadi KEK, kawasan tersebut telah dibangun berbagai fasilitas, di antaranya untuk area hanggar maintenance, hanggar painting, hanggar cleaning, apron, taxiway, dan sebagainya.

Pengembangan KEK Nongsa Digital Park juga bersifat brown field project. Karena sebelum ditetapkan menjadi KEK, telah dibangun berbagai akomodasi dan atraksi pariwisata bertaraf internasional, serta sudah terbangun infrastruktur pendukungnya seperti Turi Beach Resort, Nongsa Point Marina, Nongsa Terminal Bahari, Nongsa Village, dan Infinite Framerwork Studio. Airlangga menerangkan, KEK Nongsa Digital Park diharapkan dapat menjadi entry gate bagi pelaku usaha information technology (IT) global ke perekonomian nasional, menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp 20- 30 triliun per tahun, dan transfer teknologi di bidang IT, sehingga menjadi pusat pengembangan SDM tenaga IT muda Indonesia. “Setelah menjadi KEK, ke depannya dikembangkan Movie Town, IT Office, IT Academy, Data Centre Commersial Area, fasilitas dan infrastruktur serta pengembangan Hotel dan Resort,” ungkap dia. Airlangga menerangkan, Provinsi Kepulauan Riau saat ini memiliki KEK terbanyak di Indonesia. Hal ini membuat Indonesia mempunya digital hub dari Batam ke berbagai wilayah yang terkoneksi dengan IT.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :