KEK Batam Aero Tecnic dan Nongsa Digital akan Serap Investasi Rp 23,2 Triliun
JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Nongsa
Digital Park (NDP) di Pulau Batam, Provinsi
Kepulauan Riau, ditargetkan mampu menyerap investasi hingga Rp 23,2 triliun. Sebanyak
Rp 7,2 triliun investasi akan diserap oleh KEK
Batam dan Rp 16 triliun masuk ke KEK Nongsa.
“Rencana aksi untuk kedua
KEK ini telah disusun. Saya meminta komitmen semua instansi
terkait untuk melaksanakannya
dengan baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto dalam pernyataan resminya akhir pekan lalu.
Menurut Airlangga, Presiden Joko
Widodo (Jokowi) telah menandatangani dua peraturan pemerintah
(PP) yang menetapkan Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Batam
Aero Technic (PP Nomor 67
Tahun 2021) dan KEK Nongsa
Digital Park (PP Nomor 68 Tahun 2021) yang terletak di Pulau
Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Penetapan kedua PP KEK yang
diiringi dengan vaksinasi serentak
pada kawasan industri di Provinsi
Kepulauan Riau tersebut diharapkan dapat menjadi akselerator
pemulihan ekonomi nasional.
“Penetapan kedua KEK tersebut sangat strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan
Batam, Bintan, dan Karimun,
yang saat ini telah dikembangkan
menjadi Free Trade Zone dan telah
menarik investor baik asing maupun dalam negeri,” ungkap dia.
Airlangga mengatakan, KEK
Batam Aero Technic seluas 30
hektare (ha) memiliki target investasi sebesar Rp 7,2 triliun dan
penciptaan lapangan pekerjaan
untuk 9.976 tenaga kerja. KEK
ini akan dikembangkan untuk
kegiatan industri berbasis MRO
(maintenance, repair, overhaul)
pesawat penumpang.
Airlangga mengungkapkan,
pengembangan KEK BAT bersifat brown field project. Karena sebelum ditetapkan menjadi
KEK, kawasan tersebut telah
dibangun berbagai fasilitas, di
antaranya untuk area hanggar
maintenance, hanggar painting,
hanggar cleaning, apron, taxiway,
dan sebagainya.
Pengembangan KEK Nongsa
Digital Park juga bersifat brown
field project. Karena sebelum
ditetapkan menjadi KEK, telah
dibangun berbagai akomodasi
dan atraksi pariwisata bertaraf
internasional, serta sudah terbangun infrastruktur pendukungnya seperti Turi Beach Resort,
Nongsa Point Marina, Nongsa
Terminal Bahari, Nongsa Village,
dan Infinite Framerwork Studio.
Airlangga menerangkan, KEK
Nongsa Digital Park diharapkan
dapat menjadi entry gate bagi pelaku usaha information technology
(IT) global ke perekonomian nasional, menghemat devisa negara
dalam bisnis digital hingga Rp 20-
30 triliun per tahun, dan transfer
teknologi di bidang IT, sehingga
menjadi pusat pengembangan
SDM tenaga IT muda Indonesia.
“Setelah menjadi KEK, ke depannya dikembangkan Movie Town,
IT Office, IT Academy, Data Centre Commersial Area, fasilitas dan
infrastruktur serta pengembangan Hotel dan Resort,” ungkap dia.
Airlangga menerangkan, Provinsi Kepulauan Riau saat ini
memiliki KEK terbanyak di Indonesia. Hal ini membuat Indonesia
mempunya digital hub dari Batam
ke berbagai wilayah yang terkoneksi dengan IT.
(Oleh - HR1)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023