;

Bisnis JNE Terkerek Geliat Ekonomi Digital

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 11 Jun 2021 Investor Daily, 11 Juni 2021
Bisnis JNE Terkerek Geliat Ekonomi Digital

JAKARTA – PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mencetak kenaikan pendapatan rata-rata 25% setiap tahun dalam 10 tahun terakhir. Bisnis JNE terkerek geliat ekonomi digital di Tanah Air, sehingga mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, tahun lalu, pendapatan JNE melambung tinggi di atas rata-rata, lantaran sebagian orang bekerja dari rumah (work from home/WFH). Keadaan itu memicu transaksi di perantara penjual dan pembeli daring (marketplace) melejit, sehingga menguntungkan JNE menggarap bisnis pengiriman barang. 

VP Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan, pertumbuhan bisnis logistik lebih cepat ketimbang pembangunan infrastruktur. Akibatnya, biaya logistik di Indonesia masih 20-25% lebih mahal ketimbang negara Asean lain. Dia mengungkapkan, permasalahan di bisnis logistik bukan soal pendapatan, melainkan kapasitas dan pola pikir. Ini terlihat pada banyaknya pemain baru bisnis logistik yang bermunculan dalam lima tahun terakhir. Bahkan, saat orang kesulitan berbisnis di masa pandemi, sektor logistik bisa bertahan. Eri mengatakan, saat ini, 70% pengiriman domestik JNE beredar di Jawa. Dari jumlah itu, 40-50% di Jabodetabek sampai Bandung. Untuk memenuhi permintaan dari daerah tersebut, JNE membangun megahub seluas 40 hektare (ha) dengan sistem robotic di Bandara Mas pintu M1 samping Bandara Soekarno-Hatta. Saata ini, segmen marketplace berkontribusi 40% terhadap pendapatan JNE. Hampir semua marketplace besar sudah bekerja sama dengan JNE. Namun, marketplace cenderung membangun ekosistem dengan mendirikan perusahaan logistik sendiri. Hal ini dilakukan pemain marketplace kakap. Keadaan ini membuat JNE tidak bisa menjadi faktor determinant bagi marketplace.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :