Ekonomi
( 40460 )Konversi Bank Syariah, Sumbar Menyimpan Potensi Besar
Provinsi Sumatra Barat menyimpan potensi besar terkait dengan pasar keuangan syariah karena seirama dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Oleh karena itu rencana Bank Nagari melakukan konversi menjadi Bank Umum Syariah jadi momentum yang tepat untuk berkembang.Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki potensi yang besar untuk ekonomi syariah. Pengembangan perekonomian syariah nasional memang tidak terlepas dari keaktifan dan konsistensi program-program pengembangan ekonomi syariah.“Kita di Sumbar, bisa sejalan dengan ekonomi syariah ini,” kata Mahyeldi dalam webinar pekan lalu.Dari segi instrumen ekonomi, Sumbar bisa menjadi sumber penguatan ekonomi keuangan syariah, diantaranya adanya Pemerintahan Nagari, Koperasi Syariah, BPR Syariah, Bank Umum Syariah, Bank Nagari Syariah.
Semenjak Mahyeldi dilantik jadi Gubernur Sumbar bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldy, rencana konversi Bank Nagari jadi perbankan syariah makin mencuat sehingga banyak pihak pun mendukung agar Bank Nagari segera menjadi perbankan syariah.Pengamat ekonomi dan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand) Padang Syafruddin Karimi mengatakan konversi Bank Nagari menjadi bank umum syariah adalah langkah yang tepat.“Perbankan dunia syariah bakal melirik Bank Nagari, bila resmi berkonversi menjadi perbankan syariah. Ini peluang, dan Bank Nagari perlu segera menjadi perbankan syariah,” katanya kepada Bisnis. Rencana konversi Bank Nagari menjadi Bank Umum Syariah merupakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada November 2019 lalu.
(Oleh - HR1)Merdeka Ekspor, Produk Pertanian Jadi Andalan
Provinsi Sumatra Selatan berkontribusi terhadap program Merdeka Ekspor dengan melepas ekspor hasil pertanian ke 11 negara tujuan. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan komoditas yang diekspor adalah produk pertanian senilai Rp138 miliar melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sabtu (14/8). “Yang diekspor karet, kelapa dan CPO. Petani di Sumsel tetap bisa produktif selama pandemi, dalam waktu seminggu saja bisa kita bisa ekspor sebanyak Rp138 miliar,” katanya. Deru meminta kepada semua pihak, termasuk petani, untuk terus semangat dan menjadikan ekspor tersebut sebagai acuan untuk mengembangkan komoditas pertanian. Oleh karena itu, menurutnya, program Merdeka Ekspor yang digalakkan pemerintah pusat tersebut dinilai tepat untuk menjaga semangat petani di tengah pandemi. “Kalau bisa ini tidak hanya setahun sekali, agar ada semangat yang tumbuh di kalangan petani, bahwa mereka mendapat perhatian dari semua pihak,” katanya.
Dalam perkembangan lain, Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang mencatat Sumbar turut mengekspor sejumlah komoditas produk pertanian unggulan daerah ke sejumlah negara di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika senilai Rp383,8 miliar.“Ini adalah bukti bahwa sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tetap bisa bertahan dan mendukung perekonomian daerah di tengah pandemi,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat melepas ekspor produk pertanian secara virtual, Sabtu (14/8). Produk pertanian yang diekspor diantaranya kayu manis, sawit, karet, pinang, pala, gambir, biji kopi, petai cina, kecombrang, jengkol dan beberapa produk lain yang memiliki pasar cukup luas di beberapa negara.
(Oleh - HR1)Aset Kripto Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan aset kripto akan memainkan peran penting karena merupakan buah dari hilirisasi ekonomi digital ketika teknologi 5G, Internet of Things (IoT), cloud computing (komputasi awan) dan artificial intelligence (AI) mulai diadopsi secara luas. “Pertumbuhan ekonomi kripto ini sangat tinggi. Kalau kita lihat jumlah pemain pada 2020 itu sebanyak 4 juta orang. Pada Mei 2021, jumlah pemain sudah tumbuh lebih dari 50 persen menjadi 6,5 juta orang,” ujar Mendag baru-baru ini. Sejalan dengan pertumbuhan jumlah pemain aset kripto, kata Lutfi, jumlah yang diperdagangkan juga tumbuh sangat tinggi.
Perdagangan aset kripto di Tanah Air tumbuh pesat pada tahun ini. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan pun berjanji untuk mengatur melalui regulatory sandbox sehingga perdagangan aset kripto dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi digital Secara historis kehadiran kripto mirip dengan kehadiran uang kertas pada zamannya. Pada awal dikenalkan, uang kertas disandingkan dengan emas sebagai instrumen yang memiliki nilai perdagangan karena kepercayaan masyarakat terhadap instrumen tersebut.
(Oleh - HR1)
Industri Hilir Kehutanan, Potensi Ekspor Tinggi
Industri hilir kehutanan diyakini mampu mencapai nilai ekspor hingga US$12 miliar pada tahun ini.Adapun, sepanjang tahun lalu, industri hilir yang terdiri dari sembilan produk hasil hutan itu telah mencatat kinerja ekspor senilai US$11 miliar. Kesembilan produk tersebut, yakni bangunan prefabrikasi, woodchip atau serpih kayu, furnitur kayu, kerajinan, panel, paper, pulp, veneer, dan woodworking.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan sampai Juli 2021, ekspor industri hilir sudah mencapai US$7,5 miliar. Alhasil, jika rata-rata ekspor US$900 juta per bulan, maka akan ada tambahan US$4,5 miliar lagi.“Insyaallah ekspor bisa tembus US$12 miliar tahun ini karena bisa juga dilihat dari produksi hutan alam yang naik 16,6% per Juli 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, Minggu (15/8).
(Oleh - HR1)Prospek Emiten Sawit, Kebun Para Taipan Kian Subur
Para konglomerat pemilik perusahaan perkebunan sawit bisa tersenyum lebar sejalan dengan kinerja emitennya yang tumbuh subur sepanjang paruh pertama 2021. Harga crude palm oil (CPO) yang bertahan di level tinggi membuka peluang rapor hijau bakal berlanjut. Sepanjang semester I/2021, PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk. (SMAR) menjadi emiten perkebunan yang mencetak pendapatan dan laba bersih paling besar di antara perusahaan perkebunan yang terafiliasi dengan grup konglomerasi. SMAR meraih pendapatan Rp23,78 triliun dan laba bersih Rp1 triliun pada Januari-Juni 2021. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk emiten Grup Sinar Mas itu melambung 9.210,86% secara tahunan dari realisasi Rp10,77 miliar pada semester I/2020.
Di urutan kedua, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mengantongi pendapatan Rp10,83 triliun dan laba bersih Rp649,34 miliar pada paruh pertama 2021. Teranyar, emiten kebun Grup Salim yang dinakhodai Anthoni Salim juga membukukan performa yang positif. Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2021 yang dipublikasikan Jumat (13/8), PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) meraih kenaikan pendapatan 30,34% year-on-year (YoY) menjadi Rp8,95 triliun pada semester I/2021. Pada saat yang sama, profitabilitasnya berbalik positif menjadi laba Rp219 miliar dari posisi rugi Rp300,81 miliar. Sementara itu, kinerja gemilang juga ditorehkan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) yang laba bersihnya meroket 445% YoY menjadi Rp501 miliar pada semester I/2021. Lesatan laba itu didorong oleh pendapatan yang naik 39,1% secara tahunan menjadi Rp2,17 triliun.
(Oleh - HR1)Spekulasi Bermunculan tentang Motif Pencurian Kripto US$ 600 Juta
Aset Poly Network berbentuk mata uang kripto (cryptocurrency) pada kamis (12/8) telah dikembalikan sebagian,sekitar US$ 342 juta dari total yang dicuri para peretas senilai US$ 600 juta. Aksi para peretas misterius ini menarik perhatian para investor kripto sekaligus menimbulkan bermacam spekulasi terkait motifnya. Ada yang menduga mereka sengaja mencuri untuk mengungkapkan kelemahan keamanan yang berbahaya. Atau apakah mereka baru menyadari akan ditangkap. Aleksander, sebagai co-founder Coinfirm, mengatakan bahwa perusahaannya termasuk yang mengkhususkan diri mengikuti transaksi blockcain yang sangat rumit, serta membantu lembaga penegak hukum dan investor untuk melacak aset yang dicuri.
Beberapa penggemar kripto bahkan ada yang memuji aksi peretasan terhadap Poky dengan menyebut sebagai pahlawan. Sementara itu, lainnya curiga bahwa para peretas mulai mengembalikan uang dikarenakan para detektif sedang mengejar mereka. "Sulit mengatakan apa niat awal peretas itu. Para peretas mungkin hanya takut akan tindakan yang diambil terhadapnya." Yang paling terkenal, ketika ada peretas mencuri 850.000 bitcoin dari busa Jepang Mt Gox pada 2014. Saat itu, nilai bitcoin mencapai sekitar US$470 juta, dan hari ini secara mengejutkan nilainya sudah US$ 38 milliar. Kemudian pada 2018, Coinchek, layanan pertukaran kripto di Jepang, diretas dan kehilangan US$ 500juta.
Namun, laporan itu mengingatkan bahwa terdapat lonjakan aksi peretas dan penipuan terkait keuangan terdesentralisasi (DeFi/ decentralized finance ), yakni suatu bentuk pembiayaan kripto, termasuk, pinjaman yang dirancang untuk memutus perantara seperti di perbankan. "Imajinasi penipu di industri ini terus berkembang," ujar Syedur Rahman, seorang pengacara Inggris yang khusus menangani kasus yang melibatkan mata uang kripto. Perjuangan para korban untuk mendapatkan kembali uang yang dicuri di Mt. Gox telah mandek selama bertahun-tahun dalam litigasi internasional. "Ketika ada konsumen yang kehilangan nominal, tidak banyak yang bisa dilakuan," Tambah Rahman. (YTD)
Teten: Baru 2,6 Juta UMKM Terdaftar di OSS
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKop UKM) Teten Masduki mengatakan, per 30Juni 2021 baru 2,6 juta UMKM yang terdaftar di Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS). Disisi lain pemerintah terus melakukan sejumlah langkah agar UMKM tetap bertahan dan melakukan transformasi di tengah kondisi pandemi Covid-19. "Sebagai 99% dari populasi pelaku usaha di Indonesia, UMKM masih didominasi usaha mikro dalam skala kecil dan informal," ucap Teten dalam acara Puncak Peringatan Hari UMKM Nasional 2021 yang berlangsung secara virtual, kamis (12/8)
Menurut Teten, walaupun pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 mencapai 7,07% (yoy) namun penerapan PPKM di kuartal III-2021 menghadirkan tantangan bagi aktivis usaha . Karena itu pemerintah berupaya meredam tantangan pandemi melalui beberapa langkah. Pertama, pemerintah mengalokasikan Rp161,2 trilliun atau 21% dari alokasi program Pemulihan Ekonomi Nasional terhadap dukungan UMKM dan korporasi. Kedua, melalui Peraturan Pemerintah Nomor.7 tahun 2021 tentang Kemudahan Perlindungan dan pemberdayaan UMKM, pemerintah memberikan kemudahan perizinan melalui OSS. Ketiga, mengatur akses kemitraan rantai pasok industri melalui kurasi produk oleh Smesco. Keempat, menghadirkan platform listing produk UMKM unggulan di spark trade, hingga akses dan pendampingan UMKM ekspor di BNI Xpora.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pandemi Covid-19 memang telah menghantam sebagian besar bisnis UMKM. Namun pandemi juga membawa dampak positif salah satunya mempercepat digitalisasi UMKM. "Namun digitalisasi UMKM harus diimbangi dengan 2 persyaratan yaitu peningkatan kapasitas SDM pelaku UMKM serta dukungan kebijakan akses pasar bagi produk UMKM." ujar Wapres. (YTD)
Naik 51%, Impor Baja Sentuh US$ 5,3 Miliar
Impor baja pada semester 1-2021 mencapai sebesar US$ 5,36 milliar atau meningkat 51,18% dibandingkan periode sama 2020 sebesar US$3,55 milliar. Impor baja berada di posisi kedua komodiditi impor nasional. Volume impor baja semester 1 tahun ini mencapai 6,6 juta ton, naik dari semester II tahun lalu 5,5 juta ton. Ini menunjukkan pemerintah dinilai lambat melindungi baja dalam negeri. Hal ini berbeda dengan negara lain yang langsung memberikan kebijakan trade remedies untuk melindung pasar dalam negeri.
Chairman Asosiasi Besi dan Baja Nasional Silmy Karim menerangkan, kenaikan impor baja dikhawatirkan akan terus berlanjut sepanjang 2021. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah yang cepat sebagai upaya antisipasi kemungkinan dampak negatif impor terhadap industri nasional. Berdasarkan dari data World Organization 2020 Indonesia belum banyak menggunakan instrumen trade remedies untuk melindung industri dalam negeri. Khususnya untuk melindung besi dan baja.
"Kajian LPEM Universitas Indonesia terbaru menyebutkan, pengenaan tarif BMAD dan safeguars atas impor produk-produk baja dapat meningkatkan PDB nasional sampe 0,15% atau setara dengan Rp2,3 trilliun dan memperbaiki neraca perdagangan nasional hingga Rp5,6 trilliun," Ujar Silmy, (YTD)
Peluang Tetap Terbuka
Indonesia dinilai tetap berpeluang mengekspor produk perikanannya ke China kendati ada sejumlah temuan kontaminasi virus korona tipe baru atau SARSCoV2 pada produk dan kemasan ikan. Isu keamanan pangan perlu disikapi dengan serius agar Indonesia tidak kehilangan momentum pertumbuhan permintaan pasar, SARSCoV2 terdeteksi oleh Otoritas Bea dan Cukai China. Per 9 Agustus 2021, GACC mencatat 37 kasus kontaminasi virus pada produk dan kemasan ikan asal Indonesia.
Menurut Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Orat mangun dalam webinar ”Strategi Ekspor Produk Perikanan Menembus Pasar China Tanpa Hambatan, Indonesia telah menorehkan sejumlah prestasi dalam ekspor perikanan ke China. Meski demikian, China tengah memperketat peraturan impor produk perikanan dari sejumlah negara guna memastikan kualitas dan keamanan produk pangannya.
Jaminan keamanan pangan sangat penting sebagai syarat produk masuk ke pasar China. Para pelaku usaha diharapkan menerapkan protokol kesehatan secara optimal dalam rantai proses hulu hilir perikanan sesuai pedoman keamanan pangan yang dipublikasikan Organisasi Kesehatan Dunia per 7 April 2020. Di sisi lain, ekonomi China tumbuh tinggi, sedangkan pendapatan masyarakat kelas menengah tumbuh pesat. Permintaan China diperkirakan terus tumbuh seiring peningkatan pendapatan penduduknya sehingga peluang ekspor ke China tetap terbuka lebar.
Ekspor ke China tumbuh 3,8 persen secara tahunan pada semester I 2021. Komoditas unggulannya, antara lain, kelompok krustasea, moluska, dan invertebrata air , termasuk jenis cumi, sotong, dan gurita yang ekspornya melonjak 1.042 persen. Adapun produk rumput laut asal Indonesia menempati peringkat pertama dari 21 negara pengekspor ke China.
Sejak Desember 2020, China memperketat syarat pembelian produk perikanan asal Indonesia, antara lain, mencantumkan nama kapal penangkap dan lokasi tangkapan serta nama lokasi budidaya oleh unit pengolahan ikan. Anak buah kapal, pekerja budidaya, dan pekerja pabrik olahan beserta produk yang dikirim wajib diuji Covid19 berupa tes reaksi berantai polimerase .
CEO China Academy of Inspection and Quarantine Test Innovation Malaysia Service Center Ch’ng Soo Ee mengemukakan, pengetatan persyaratan keamanan pangan berupa uji Covid19 merupakan upaya China untuk mencegah dan mengendalikan penularan Covid19 melalui produk pangan rantai dingin impor. Hingga 25 Februari 2021, China telah menguji 1,49 juta sampel makanan rantai dingin yang diimpor dan 79 sampel dinyatakan positif. China juga menangguhkan pasokan dari 129 eksportir asal 21 negara yang pekerjanya terinfeksi virus. Sebanyak 110 perusahaan secara sukarela menghentikan ekspor ke China.
Kini pemerintah tengah mempercepat vaksinasi untuk nelayan serta pekerja tambak budidaya. Adapun kewajiban persyaratan uji tes PCR masih belum disepakati sepenuhnya oleh pelaku usaha atau eksportir karena kendala biaya. Pihaknya berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di China untuk negosiasi dengan GACC. Dari 664 unit pengolahan ikan yang boleh ekspor ke China saat ini tersisa 475 perusahaan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Budhi Wibowo, Indonesia selama ini bergantung pada pasar China. Lima tahun terakhir, volume ekspor perikanan ke China tumbuh rata-rata 12,4 persen.
Industri Tekstil, Serapan Pasar Domestik Dipacu
Pemerintah akan mendorong penyerapan produk tekstil di pasar domestik sekaligus memacu pengembangan pabrik bahan bakunya di dalam negeri sebagai langkah strategis untuk menahan dampak pandemi Covid-19 terhadap salah satu industri strategis tersebut.Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Farmasi Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu industri strategis yang terdampak paling berat akibat Covid-19. Industri ini tercatat mengalami kontraksi 4,54% pada kuartal II/2021 secara tahunan.Meskipun demikian, ada secercah harapan bila berkaca pada pertumbuhan industri secara kuartalan sebesar 0,48%. Ekspor sepanjang semester I/2021 juga tumbuh 13% dan investasi naik 27%.Dia menyatakan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk meminimalkan dampak Covid-19 terhadap industri tekstil dan produk tekstil di dalam negeri. Salah satunya dengan mengembangkan industri bahan baku tekstil dari industri di dalam negeri.Pengembangan tersebut ditempuh dengan peningkatan kapasitas industri rayon dari 856.700 ton pada saat ini menjadi 1,21 juta ton pada 2023 dan kapasitas dissolving pulp-nya menjadi 1,31 juta ton. Selain itu, peningkatan utilisasi industri serat dan filamen poliester menjadi 70% pada 2023 juga menjadi salah satu target.
(Oleh - HR1)Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









