;
Kategori

Ekonomi

( 40744 )

Ritel Modern Tolak Rencana PPN Multitarif

25 Aug 2021

Peritel modern menolak rencana penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) multitarif dan pajak penghasilan (PPh) badan minimal 1%. Sebab, hal itu akan menambah beban peritel utama. PPN dan PPh badan 1% ada dalam RUU Tentang Perubahan Kelima atau Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) pasal 44E dan pasal 31F/ RUU itu sedang dibahas pemerintah dan DPR. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Tutum Rahanta menerangkan, "Ini juga akan menyulitkan perusahaan  dalam menghadapi pemeriksaan perpajakan oleh aparat Ditjen pajak. Yang ada nanti administrasi pengusaha akan bersitegang mulu dengan petugas pajak."

Dia mencontohkan, rencana pengenaan PPN terhadap beras, hal ini akan membuat bingung pengusaha dalam penerapan harga. Sebab harga secara fluktuatif, tergantung inflasi. Jika ingin dibuatkan daftar harga untuk membedakan beras merah dan beras premium, mekanismenya dipertanyakan, apakah ditentukan oleh presentase apakah atau harga absolut. Tutum juga mengingatkan soal beras impor, seperti dari Jepang atau Thailand yang beredar di pasaran. Jika penerapan PPN multitarif hanya berlaku pada beras dalam negeri saja, yang terjadi harga beras impor lebih murah.

Dia melanjutkan, soal PPh badan 1%, dalam RUU itu, wajib pajak badan yang pada suatu tahun pajak memiliki PPh terutang berdasarkan pasal 17 tidak melebihi 1% dari penghasilan bruto, dikenai PPh minumum 1%. Aturan tersebut tidak adil bagi pengusaha yang benar-benar merugi. PPh 1% menyasar perusahan multinasional, yang ditengarai terus berekspansi, walau melaporkan kerugian selama bertahun-tahun. Perusahaan yang merugi memang dibebaskan PPh. (YTD)

Produk Komestik RI Masuk Pasar Kazakhstan

25 Aug 2021

PT Mustika Ratu Tbk, terus meningkatkan ekspansi ekspor ke mancanegara. Perusahaan produk kecantikan, jamu dan kesehatan ini berhasil membidik dan mamasuki pasar Timur Tengah dan Rusia. Prestasi gemilang ini sangat membanggakan di tengah ekonomi dunia yang lesu akibat wabah virus corona yang telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Mustika Ratu justru berhasil mengekspor produk ke mancanegara.

Tahun ini, Mustika ratu kembali berhasil memasuki dan memasarkan produk Slimming Tea, Personal Care dan Herbal Suplement ke Timur Tengah dan Rusia, ini menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal dan alami sangat diterima di dunia internasional. " Pasar Timur Tengah menaruh perhatian kuat terhadap produk-produk lokal, ini sangat cocok dengan produk-produk Mustika Ratu  yang telah memiliki sertifikasi halal dan juga terbuat dari bahan-bahan alami. Mereka membandingkan dengan produk kosmetik merek internasional lain yang mayoritas  masih menggunakan bahan-bahan kimia, ujar Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Bingar Agidius Situmorang yang biasa disapa Egi.

Mustika Ratu juga berpartisipasi mengikuti World Tea Expo di Las Vegas Convention Center, Las Vegas, Nevada, USA pada tanggal 28-30 Juni 2021 lalu. Perusahaan yang didirikan oleh Ibu Hj. DR BRA Mooryati Soedibyo, 45 tahun yang lalu ini patut diapresiasi dan didukung segenap pihak termasuk pemerintah untuk terus mengembangkan sayapnya di dunia Internasional. "Mustika Ratu juga sudah menandatangani kerjasama dengan salah satu Distributor merek kecantikan terbesar di Rusia untuk market Natural Product di Rusia, Kazakhstan, Armenia, dan Belarus." Jelas Head of Export&International Bussiness PT Mustika Ratu Tbk, Tommy Castalie. (YTD)

Jokowi Ingatkan Inflasi Rendah Bisa Tunjukkan Daya Beli Turun

25 Aug 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya bahwa tingkat inflasi rendah bisa mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat di tengah pandemi covid-19. Hingga Juli 2021, inflasi tercatat pada level 1,52 persen secara tahunan (yoy), atau jauh di bawah target Bank Indonesia (BI) yakni 3 persen plus minus 1 persen.

Inflasi yang rendah juga bisa bukan hal yang menggembirakan, karena bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas.

Karenanya, Jokowi mengatakan pemerintah akan mendorong daya beli masyarakat, sehingga bisa memperbaiki sisi permintaan yang merupakan mesin penggerak perekonomian. Sejalan dengan itu, pemerintah juga tetap memprioritaskan penanganan pandemi dari sisi kesehatan pada kuartal III 2021 mendatang.


Taipan Besar Merambah Bisnis Kurir dan Logistik

25 Aug 2021

Para pengusaha raksasa bermunculan saat bisnis logistik booming terdorong peningkatan belanja online. Tak pelak, para konglomerat juga mulai mengintip dan merangsek masuk bisnis jasa kurir dan logistik.Misalnya, SiCepat yang mengklaim kini menguasai pangsa pasar 22%. SiCepat punya sederet investor seperti Prajogo Pangestu (pemilik Grup Barito) dan Pandu Sjahrir (Komisaris BEI dan Komisaris SEA Group Indonesia). Tahun 2018, Prajogo pernah menyuntik SiCepat senilai Rp 704 miliar.

Konglomerat lain yang juga ikut merambah di bisnis logistik adalah TP Rahmat, melalui Anteraja. PT Tri Adi Bersama (Anteraja) berkontribusi signifikan terhadap total pendapatan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) pada semester I-2021. Bisnis layanan antar cepat Anteraja tumbuh hingga 269,9%. Segmen ini menyumbang pendapatan Rp 982,3 miliar yang setara 46,6% dari total pendapatan ASSA. CEO Anteraja, Suyanto Tjoeng menyampaikan, hingga semester I-2021, rata-rata pengiriman Anteraja mencapai lebih dari 500.000 paket per hari, atau naik lebih dari 100% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Ada pula Lion Parcel yang dikendalikan oleh keluarga Rusdi Kirana, pemilik maskapai penerbangan Lion Air. Tak lupa eksistensi pemain lawas JNE. Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi mengamini, perkembangan e-commerce yang begitu cepat membuat kebutuhan pengiriman barang ikut melesat. Di tengah maraknya pemain baru, JNE masih bisa mencatatkan pertumbuhan sekitar 20%-30%.

 

Investor Besar Incar "Si Kecil" untuk Bank Digital

24 Aug 2021

Jakarta - Bank-bank kecil, dengan modal inti Rp 2 triliun hingga Rp 5 triliun, menjadi incaran investor besar untuk diubah jadi bank digital tiga tahun terakhir. Bagi investor, upaya mengakuisisi bank mini dan mengubahnya jadi bank digital akan memangkas banyak proses dan biaya dibandingkan mendirikan bank baru. Investor juga mengakuisisi bank untuk melengkapi layanan keuangan sekaligus memperbesar ekosistem digital.

Sementara bagi pemilik bank kecil, menjual saham kepada investor merupakan salah satu jalan keluar untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai permodalan yang terus meningkat. Secara bisnis, pergerakan bank-bank kecil terimpit oleh sepak terjang bank lebih besar yang memberikan layanan lebih lengkap. Ada belasan bank bermodal kecil, termasuk yang merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia, menjadi incaran pemodal besar untuk diubah jadi bank digital. Rencana aksi korporasi ini membuat pergerakan harga saham bank-bank kecil lebih lincah dibandingkan dengan pergerakan saham bank besar. 

Saham bank digital merupakan salah satu kelompok saham yang memberikan banyak cuan bagi para investor. Hanya, fluktuasinya pun cukup besar. Para investor sebaiknya punya rencana investasi atau trading yang jelas dalam bertransaksi saham-saham bank digital itu sekaligus melaksanakan rencana dengan disiplin.

Produksi Gula, Masa Giling Tebu Diperkirakan Berakhir September

24 Aug 2021

Bisnis, Surabaya -  Sejumlah pabrik gula (PG) di Jawa Timur memperkirakan proses masa giling tebu tahun ini berakhir pada September dengan mempertimbangkan kesediaan bahan baku tebu di lapangan. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), proses giling tebu di pabrik sejauh ini tetap lancar mengingat produk yang dihasilkan PTPN XI merupakan kategori kritikal.

Proses giling di masa pandemi mengalami hambatan yakni adanya tenaga tebang yang terpapar Covid-19 di hampir 30% front tebangan. Dalam upaya mencapai target produksi, tetap dilakukan monitoring, evaluasi, dan perbaikan setiap harinya, baik di sisi on farm (kebun tebu) maupun off farm (pabrik). Pada sisi on farm, tebu yang masuk pabrik gula wajib memenuhi standar MBS (Manis, Bersih, dan Segar) sehingga nantinya rendemen yang dihasilkan juga tinggi. Dari sisi off farm, jam berhenti dan losses (kerugian) terus ditekan semaksimal mungkin. Pada musim giling 2021, PTPN X menargetkan produksi gula 330.000 ton dengan tebu digiling sekitar 4 juta ton dan rendemen rerata 8,03% naik dibandingkan dengan sebelumnya 275.000 ton. 

Kerja Sama Indonesia-Thailand, Transaksi QR Lebih Efisien dan Murah

24 Aug 2021

Bisnis, Jakarta - Bank Indonesia menjalin kerja sama dengan otoritas di Thailand terkait dengan pengembangan layanan berbasis quick response (QR). Skema itu memungkinkan pengguna layanan tidak perlu menukar uang untuk bertransaksi. Saat ini sudah ada tiga bank yang menjalin pengembangan quick response dengan Thailand yaitu, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Saat program QR antarnegara sudah berjalan terutama bagi bank yang memiliki izin penggunaan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) bisa menjadi bank setelmen. 

Adanya QRIS antarnegara akan mengecilkan biaya transaksi. Layanan QRIS dinilai lebih murah dibandingkan dengan masyarakat Indonesia harus menukarkan uangnya di money changer atau mengambil uang di ATM. Selain itu, BI juga meluncurkan Standarisasi Open Application Programming Interfaces (API) Pembayaran (SNAP) antara bank dan ekosistem entitas financial technology (fintech). SNAP merupakan standar nasional yang ditetapkan BI sebagai seperangkat protokol dan instruksi yang memfasilitasi interkoneksi antaraplikasi secara terbuka dalam pemrosesan transaksi pembayaran. 

SNAP bertujuan untuk menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif sehingga dapat menyediakan layanan sistem pembayaran kepada masyarakat yang efisien, aman dan andal. Manfaat SNAP bagi nasabah, nasabah bisa mengakses lebih dari satu bank dan fintech untuk melakukan pembayaran. Adanya standarisasi bahasa, dengan bahasa indonesia. SNAP dapat melindungi data nasabah yang menggunakan pembayaran secara digital. Jika terjadi kebocoran pihak bank atau fintech bisa membantu nasabah, karena sudah dijadikan standarisasi.

Dukungan Dana Perbankan untuk Hulu Migas

24 Aug 2021

Perbankan dalam negeri menganggap sektor industri hulu minyak dan gas bumi masih menarik untuk dibiayai meski transisi ke energi bersih mulai berjalan. Pendanaan tersebut sangat berarti dalam mendukung target pemerintah memproduksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari pada 2030.Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Santoso Liem, menuturkan perusahaan tetap mendukung kebijakan pemerintah dengan membiayai proyek migas sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. “Industri migas memiliki efek berganda pada berbagai aspek perekonomian nasional,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Hingga Juni 2021, pembiayaan BCA untuk sektor pertambangan migas mencapai Rp 4,7 triliun.Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aestika Oryza, menuturkan pembiayaan untuk sektor migas masih dijalankan. BRI, kata dia, memberikan kredit korporasi untuk mendanai proyek-proyek strategis pemerintah yang berdampak luas. “Faktor lain yang menjadi pertimbangan, yakni pembiayaan tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik, seperti rantai nilai, transaksi, dan jasa bank lain,” kata dia.

Bekerja Penuh di Tengah Pembatasan

24 Aug 2021

Jakarta - Jumlah perusahaan yang mengajukan permohonan kepada Kementerian Perindustrian supaya diizinkan menerapkan bekerja dari kantor 100 persen terus bertambah. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian mengatakan banyak perusahaan yang ingin diikutkan dalam uji coba bekerja dari kantor 100 persen. Program ini hanya menyasar industri esensial, khususnya yang berorientasi ekspor, distribusi domestik, dan padat karya. Selama masa uji coba, perusahaan diizinkan mempekerjakan seluruh karyawan dalam dua giliran kerja.

Kementerian Perindustrian meninjau penerapan protokol kesehatan di industri, terutama industri manufaktur. Selain itu, Kementerian akan menguji efektivitas penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pelacakan dan pencegahan agar pekerja yang tertular Covid-19 tidak bisa masuk ke kawasan pabrik. Perusahaan peserta juga wajib mengantongi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) serta melapor dua kali sepekan. 

Kementerian Perindustrian menjamin kekebalan pekerja dari Covid-19 sebelum mengizinkan bekerja dari kantor 100 persen dikarenakan tidak sedikit buruh yang belum mendapatkan vaksinasi. Pelonggaran aturan kapasitas bisa berdampak positif terhadap kinerja industri dan penerimaan negara. Meski begitu, pemerintah diminta tetap memastikan pelaksanaan vaksinasi bagi pekerja industri manufaktur yang mengikuti program uji coba. Pelaku industri dan regulator pun disarankan bersikap transparan jika ada temuan kasus di tengah program uji coba. 

Menjajal Cuan Bank Digital

24 Aug 2021

Bank Digital BCA meluncurkan aplikasi bernama Blu. Pada tahap awal, Blu telah menerbitkan produk tabungan kreatif, yaitu BluAccount untuk rekening transaksi utama, BluSaving untuk tabungan berbagai macam kebutuhan, dan BluGether untuk tabungan bersama dengan nasabah lain.

Investor yang juga getol berekspansi di bisnis bank digital adalah Jerry Ng. Setelah mengelola Jenius BTPN dan Bank Jago, Jerry menyulap PT Bank Jago Tbk (ARTO) dari bank skala kecil menjadi salah satu pemain bank digital yang diperhitungkan saat ini. Jerry, melalui perusahaan investasi PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI), bertindak sebagai pengendali utama Bank Jago, dengan penguasaan saham sebesar 29,81 persen.

Ketika mengakuisisi Bank Artos yang kini menjadi Bank Jago, Jerry mengatakan bank itu belum memiliki teknologi yang memadai. Bank kecil ini hanya memiliki tujuh kantor cabang di seluruh Indonesia, dan dia menginginkan transformasi digital menyeluruh dalam ekosistem perseroan."Lebih gampang membangun rumah baru daripada renovasi. Jadi, pemilihan Bank Artos ini merupakan suatu keputusan yang strategis." Bank Artos dinilai memiliki syarat yang ideal, yaitu tidak memiliki banyak karyawan sehingga tidak perlu dilakukan pemutusan hubungan kerja setelah akuisisi, serta bank tidak memiliki masalah dengan kredit macet.

Setelah Bank Artos bertransformasi menjadi Bank Jago, investor baru pun masuk. Pada Desember 2020, PT Dompet Karya Anak Bangsa atau Gopay menjadi pemegang saham. Investor lain yang ingin mereguk cuan dari bank digital ini adalah GIC Private Limited asal Singapura. GIC masuk dalam rights issue Bank Jago dengan nilai investasi US$ 225 juta.