;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Harga CPO Terus Tertekan Dampak Menguatnya Produksi

22 Aug 2021

Harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil) di pasar internasional terus tertekan, meski penurunannya tidak drastis, sebagai dampak turunnya harga minyak kedelai di pasar internasional dan meningkatnya produksi sawit.

Pada 30 Juli 2021, harga CPO masih sebesar Rp12.735 per kg, sementara 19 Agustus Rp12,603, dan 20 Agustus Rp12,510 per kg. Gapki memprediksi harga rata-rata CPO pada Agustus akan lebih rendah dari pada Juli yang Rp11.594 per kg. Dia menjelaskan pada Januari, harga CPO masih rata-rata Rp9.746 per kg dan April Rp10.794 per kg.


Aturan Bank Digital, Ceruk Bisnis Unikorn & Tekfin

21 Aug 2021

Kehadiran peraturan bank digital bisa menjadi peluang perusahaan teknologi finansial dan unikorn membangun bank digitalnya sendiri utuk mendongkrak pertumbuhan bisnis. Ketua Umum Empowering Community (IDIEEC) M Tesar Sandikapura mengatakan, dengan memiliki bank digital, perusahaan dapat mengelola dana yang dihimpun secara mandiri. Mereka tidak hanya  menggunakan  bank sebagai tempat penyimpanan uang, tetapi juga dapat meminjamkannya. "Hanya perusahaan yang sudah besar saja yang melirik bank digital dan itu sudah pasti unikorn, Kalau yang dibawah itu, tidak akan," kata Tesar, Jumat (20/8).

Dalam beleid itu, OJK menyebutkan bank digital dapat beroperasi melalui dua jenis model. Pertama, mendirikan bank baru sebagai bank digital, kedua transformasi dari bank umum menjadi bank digital. Selain peruasahaan dengan transaksi tinggi, perusahaan yang bergerak dibidang teknologi finansial juga membutuhkan  kehadiran bank digital agar pendapatan yang mereka bukukan makin besar. Bendahara Assosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia Edwar Ismawan Chamdani mengatakan tantangan bagi perusahaan teknologi atau unikorn ketika terjun ke bank digital adalah kemampuan perusahaan rintisan maupun bank digital yang dibentuk dari bank konvensional untuk mengerti interaksi di segmen ini.

Sementara itu Ovo masih akan berfokus pada pengembangan pembayaran bank digital kedepan, Ovo belum akan mengembangkan bank digital  dan lebih tertarik untuk berkolaborasi."Ovo juga akan fokus pada pelayanan finansial yang kami hadirkan bagi masyarakat. Untuk itu kami senantiasa terbuka  untuk nekerja sama dengan berbagai pelaku industri, termasuk perbankan," kata Head of Corporate  Communications Ovo, Harumi kepada Bisnis. "Akan lebih mudah akuisisi. Karena bank konvensional yang diakuisisi akan tinggal di dorong transformasi digitalnya saja," tambah Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI, Diana Sebayang. (YTD)

OJK Luncurkan Aturan Bank Digital

20 Aug 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengeluarkan peraturan tentang bank umum, termasuk di dalamnya bank digital, serta tentang penyelenggaraan produk bank umum. Peraturan OJK (POJK) ini merupakan upaya mendorong industri perbankan agar lebih efisien, berdaya saing, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital saat ini. POJK Bank Umum tersebut tidak memberikan beban baru kepada bank, tetapi justru memberikan landasan yang lebih baik. Selain itu, POJK tersebut menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital yang dapat menjadi insentif bagi bank dalam mendorong inovasi produk perbankan sehingga dapat mencapai level skala ekonomi yang lebih tinggi.

“Pada dasarnya POJK Bank Umum tidak memberikan beban baru kepada bank. Tetapi, justru memberikan landasan yang lebih baik supaya mereka cepat mengakselerasi perbankan digital,dan kita juga akan pertegas pengertian mengenai bank digital. Aturan ini fresh, yang pertama dapat adalah Grup Berita Satu,” tutur Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam Zooming with Primus bertajuk “Strategi Perbankan di Era Pandemi” yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis (19/8/2021). POJK baru tersebut meliputi POJK No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, POJK No. 13/ POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum, dan POJK No. 14/POJK.03/2021 tentang Perubahan POJK No. 34/ POJK.03/2018 tentang Penilaian Kembali Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan, ketiga POJK tersebut diterbitkan untuk menyesuaikan kebutuhan seiring kondisi dinamika global, perubahan landscape, dan ekosistem perbankan. Hal ini juga untuk menjawab tantangan dan tuntutan pesatnya perkembangan teknologi informasi, sehingga diperlukan penerapan pola pengaturan berbasis prinsip (principle based) agar peraturan dapat lebih fleksibel (agile) dan mengantisipasi perubahan ke depan (forward looking) serta menjadi acuan yang menjaga kesinambungan operasi industri perbankan.“POJK Bank Umum dan POJK Penyelenggaraan Produk Bank Umum menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital yang dapat menjadi insentif bagi bank dalam mendorong inovasi produk perbankan sehingga dapat mencapai level skala ekonomi yang lebih tinggi, dan menjadi panduan dalam pengembangan industri perbankan, khususnya aspek kelembagaan,” kata Wimboh dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

(Oleh - HR1)

PPKM Darurat Hantam Ekspor Manufaktur

20 Aug 2021

Jakarta - Ekspor industri pengolahan Juli 2021 mencapai US$ 13,56 miliar, turun 3,63% dibandingkan dengan Juni 2021, sebagai akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. PPKM darurat yang kini bernama PPKM level 4 membuat produsen mengurangi aktivitas produksi yang berdampak pdada turunnya ekspor. Namun, bila melihat kinerja Januari-Juli 2021, sektor industri tancap gas dalam meningkatkan ekspor. Pada periode tersebut, ekspor industri pengolahan mencapai US$ 94,62 Miliar, meningkat 31,36% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor manufaktur berkontribusi 78,47% terhadap total ekspor nasional pada Januari-Juli 2021 sebesar US$ 120,57 miliar. Kinerja ini bahkan lebih tinggi dari 2019.

Perkembangan industri dan peningkatan ekspor akan lebih optimal bila impor dapat ditekan. Untuk itu, pemerintah mendorong industri mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur. Salah satu upaya peningkatan kinerja sektor industri sekaligus pemulihan ekonomi, yang juga akan berpengaruh pada peningkatan ekspor, adalah melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan pada industri yang tergolong sektor esensial untuk dapat beroperasi dengan kapasitas penuh. Industri esensial adalah yang berorientasi ekspor atau domestik, serta merupakan bagian dari rantai pasok. 

Apabila dari uji coba tersebut tidak terjadi peningkatan Covid-19 di industri, akan dibuka semua sektor industri di Jawa-Bali bisa beroperasi kembali. PPKM level 4 menekan produksi industri alas kaki. Sebab, industri alas kaki berorientasi ekspor tak dapat beroperasi penuh, sedangkan yang berorientasi domestik terpukul amblesnya permintaan.  

Akumulasi Pembiayaan Fintech Lending Capai Rp 221,56 T

20 Aug 2021

Fintech peer to peer (P2P) lending tercatat dan berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyalurkan akumulasi pembiayaan mencapai Rp 221,56 triliun hingga Juni 2021. Nilai itu menjadi bukti kehadiran fintech lending memang dibutuhkan masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing pada webinar bertajuk Mewaspadai Jeratan Pinjaman Online Ilegal yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis (19/8). Webinar ini merupakan kerja sama Majalah Investor dengan Maucash dan Ada Kami. Pada kesempatan itu hadir Kasubdit 5/IKNB Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Ma’mun dan Ketua Klaster Pendanaan Multiguna Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sekaligus CEO Maucash Rina Apriana. Turut hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, serta Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A Pangerapan. Tongam memaparkan, saat ini ada 121 perusahaan fintech lending terdaftar dan berizin OJK. Per Juni 2021 ada 677.668 entitas pemberi pinjaman (lender) dan 64,81 juta entitas penerima pinjaman (borrower). Akumulasi penyaluran pembiayaan mencapai Rp 221,56 triliun dengan outstanding pinjaman Rp 23,37 triliun.

Saat ini ada 3.365 fintech lending ilegal yang bukan merupakan sektor jasa keuangan dan telah diblokir oleh SWI, tapi fintech lending ilegal masih tetap marak. “Kami mengimbau kepada masyarakat (tidak menggunakan fintech lending ilegal), karena menimbulkan kerugian seperti pencairan tanpa persetujuan pemohon, menjadi modus baru. Kemudian ada ancaman penyebaran data pribadi, penagihan pada seluruh kontak handphone dengan adanya teror dan intimidasi, serta penagihan dengan kata kasar dan pelecehan,” imbuh Tongam. Sedangkan tingkat literasi keuangan dari masyarakat yang rendah juga menjadi faktor lain. Mereka tidak melakukan pengecekan legalitas dan terbatasnya pemahaman terhadap fintech lending, apalagi ada kelompok masyarakat yang sedang kesulitan keuangan.

(Oleh - HR1)

RI Peringkat ke-8 Eksportir Produk Perikanan Dunia

20 Aug 2021

Pandemi Covid-19 terbukti memberikan dampak terhadap nilai perdagangan dunia, tidak terkecuali produk perikanan. Pada 2020, total nilai ekspor produk perikanan global mencapai US$ 152 miliar atau menurut 7% jika dibandingkan tahun 2019. 

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Artarti Widiarti, seluruh eksportir utama produk perikanan mengalami penurunan pada tahun lalu. Tapi kabar baik justru datang dari ekspor produk perikanan Indonesia yang mengalami peningkatan dan Indonesia naik 2 peringkat dan berada di posisi ke-8 sebagai eksportir utama produk perikanan dunia pada tahun 2020, kata dia di Jakarta, Rabu. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh ITC Trademap, nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada tahun 2020 mencapai US$ 5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% jika dibandingkan tahun 2019. Dalam kurun waktu tersebut, tren impor Amerika Serikat dan Tiongkok cenderung positif dengan peningkatan masing-masing sebesar 2,5% dan 15,5%. Sedangkan impor Jepang mengalami penurunan sebesar 1,4% dan pangsa pasar produk perikanan Indonesia di ketiga pasar utama tersebut mengalami peningkatan 4,6%, 1,%, dan 6,2%. 

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, udang masih menjadi komoditas unggulan yang diikuti oleh tuna-cakalang dan cumi-sotong-gurita , rajungan-kepiting, dan rumput laut. Selama tahun 2020, nilai ekspor udang Indonesia mencapai US$ 2,04 miliar atau 8,8% terhadap nilai impor total udang dunia. Sedangkan TCT sebesar US$ 724 juta, CSG sebesar US$ 509 juta, rajungan kepiting sebesar US$ 368 juta, dan rumput laut sebesar US$ 280 juta. 

Adapun negara tujuan ekspor komoditas perikanan pada Januari-Juni 2021 di antaranya Amerika Serikat sebesar US$ 1,1 miliar atau 44,4% dari total nilai ekspor yang disusul Tiongkok sebesar US$ 382,9 juta dan Jepang sebesar US$ 278,9 juta. Udang masih menjadi komoditas ekspor utama Indonesia. Nilai ekspor komoditas ini mencapai US$ 1 miliar atau 40,1% terhadap total nilai ekspor. Kemudian tuna-cakalang-tongkol sebesar US$ 334,7 juta, cumi-sotong-gurita sebesar US$ 268,6 juta. KKP melalui Ditjen PDSPKP aktif mengikuti perundingan penurunan hambatan tarif dan nontarif dalam forum bilateral, regional maupun multilateral.

Disiapkan, IPO Empat Start-up MDI Ventures

20 Aug 2021

Jakarta - MDI Ventures, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), menargetkan tiga perusahaan portofolionya akan menyandang status unicorn atau memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar pada tahun ini. Adapun sedikitnya empat start-up yang disponsori MDI Ventures akan melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dalam rentang dua tahun ke depan. Sejauh ini sudah ada dua perusahaan start-up MDI Ventures yang menjadi unicorn, yakni Nium dan Kredivo. Sementara, satu perusahaan lagi akan menyusul menjadi unicorn pada tahun ini. 

Adapun saat ini MDI Ventures memiliki lebih dari 50 portofolio dengan 15 di antaranya berstatus centaur atau memiliki valuasi di atas US$ 100 juta sampai di bawah US$ 1 miliar. Terhadap perusahaan itu, MDI Ventures sudah menggelontorkan investasi tak kurang dari US$ 100 juta. MDI Ventures telah mendapatkan dana segar senilai US$ 500 juta, yang berasal dari kas internal Telkom untuk beberapa tahun ke depan. Pendanaan tersebut diharapkan dapat mewujudkan ambisi menjadi perusahaan modal ventura pertama di Indonesia yang memiliki dana kelolaan investasi lebih dari US$ 1 miliar. 

Dana tersebut akan difokuskan pada pendanaan perusahaan teknologi di beberapa sektor, yang pada prinsipnya bisa mendukung ekosistem digital Telkom. Langkah tersebut bisa memicu MDI Ventures meraih pendapatan US$ 5-10 juta per tahun. MDI Ventures telah berinvestasi di lebih dari 44 start-up dari 12 negara, Investasi ini dikelola di bawah beberapa perusahaan ventura seperti MDI Ventures, TMI, Centauri dan Arise dengan investor, yang berasal dari internal Telkom maupun eksternal investor. Di Indonesia, MDI Ventures berperan penting dalam pertumbuhan sejumlah perusahaan rintisan antara lain Kredivo, Cermati, Tanihub, Nium, Alodokter, Fabelio, Bahaso, dan Paxel.

Layanan Perbankan, Potensi Penetrasi Digital Banking Masih Besar

20 Aug 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim potensi penetrasi peningkatan digital banking masih cukup besar seiring dengan potensi kinerja ekonomi dan perilaku digital masyarakat. Direktur Pemilihan Bank Umum Departemen Penelitian dan Perbankan OJK Muhammad Miftah mengatakan pengembangan digital sudah terjadi sangat pesat beberapa tahun terakhir, terutama pada masa pandemi. "Kendati demikian, potensi penetrasi masih sangat terbuka lantaran akses digital banking juga baru 39,2%, sehingga masih ada ruang untuk meningkatkan penetrasinya, masih sangat besar," katanya dalam sebuah wabinar, Jumat (20/8).

Hal tersebut akan menjadi pangsa pasar yang cukup besar bagi perbankan. Oleh karena itu, pengembangan digital perbankan pun masih perlu ditingkatkan sekaligus integritasnya dengan pelaku ekonomi digital lainnya. Salah satu bank yang sangat memperkuat digital banking adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Bank hasil merger antara Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, itu akan memperkuat bisnis transaksi digital dengan akuisisi nasabah eksisting.

Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo menyampaikan proses penggabungan membuat banyak nasabah eksisting mulai beralih menggunakan mobile banking. Menurutnya transaksi nasabah via mobile banking saat ini meningkat pesat karena pandemi membuat banyak yang mengalihkan transaksi ke digital.  (YTD)

Kuliner Kekinian, Bisnis Minuman Teh Buah Mulai Naik Daun

20 Aug 2021

Tren minuman kekinian terus berkembang ditengah masyarakat. Setelah sebelumnya hadir kopi kekinian dan minuman boba, hingga thai tea, kali ini hadir minuman teh buah yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda Indonesia. Resep minuman teh buah ini pertama kali di resepkan oleh Jerome Polin, seorang  kreator konten yang sering membagikan kehidupan pribadinya di Jepang, serta konten bernuansa matematika yang seru dan mengasikkan. Siapa sangka, teh buatan Jerome tersebut viral dan membuat banyak orang yang merasa penasaran dengan rasa dan kesegarannya.

Keputusan Jerome untuk melebarkan sayapnya ke bisnis kuliner, karena dia sadar kariernya sebagai seorang konten kreator tidak akan bertahan lama, sehingga ia pun mengajak sang kakak untuk sama-sama membangun bisnis minuman sehingga dapat menjadi sumber pemasukan yang lebih stabil kedepannya. "Berkarier di dunia konten kreator ini tidak akan lama, maka saya berpikir untuk mempunyai bisnis sehingga bisa tetap mendapatkan pemasukan  ketika sudah tidak aktif menjadi konten kreator lagi," tuturnya. Menantea merupakan variasi minuman teh fusion yang dibuat dan diracik  dengan buah asli seperti aple, strowberry, dan jeruk sehingga memiliki cita rasa yang lebih segar dan alami.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Jerome dan Jehian dibantu oleh para ahli dibidang kuliner seperti Sylvia Surya, pendiri kopiSoe yang kini memiliki  lebih dari 200 cabang di Indonesia. Dalam menjalankan sebuah bisnis inovasi menjadi suatu keharusan. Menantea sendiri bermula dari plesetan kata menanti atau menunggu. Menantea menghadirkan ragam varian menu minuman dengan nama unik. Bukan hanya menghadirkan teh dengan rasa enak dan cemilan berkualitas, Menantea diharapkan bisa menjadi simbol  penghargaan bagi hal-hal positif yang terus memotivasi. (YTD)

Industri Otomotif, Gaikindo Berharap Insentif PPnBM Diperpanjang

20 Aug 2021

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM dapat diperpanjang hingga akhir 2021. Ketua Umum Giakindo Yohannes Nangoi mengatakan stimulus itu terbukti mampu menyelamatkan industri otomotif dari krisis pandemi Covid-19. "Harapan PPnBM (berlangsung) sampai akhir 2021 supaya industri otomotif pulih dengan tuntas,"ujarnya, Kamis (19/8). Namun, sebagai catatan, pertumbuhan tersebut belum mencerminkan kondisi normal karena sepanjang tahun lalu kinerja sektor otomotif tertekan oleh pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas pabrik sempat terhenti.

Gaikindo mencatat produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih sepanjang Juli 2021 anjlok 25,1%  secara bulanan atau menjadi 74,409 unit. Penurunan ini terjadi seiring dengan penerapan PPKM di Jawa dan Bali. "Di Bulan Agustus saya rasa juga belum bisa kembali ke angka yang diharapkan karena produksi juga masih kurang. 

Direktur Institute Strategic Initiatives (ISI) Lucky Djani mengatakan relaksasi PPnBM hingga menjadi 0% bisa meningkatkan volume penjualan mobil, penyerapan tenaga kerja lebih tinggi dan pendapatan rumah tangga dan pendapatan negara  serta membantu mempercepat pemuihan ekonomi nasional. Lucky mengatakan pendapatan tersebut lebih tinggi dari 2020 yang mencapai  Rp3,3 trilliun. Namun, dia juga menyebutkan bahwa relaksasi PPnBM juga memiliki resiko berupa potensi penerimaan yang hilang. (YTD)